Berita Daerah

Priangan Timur Dalam Sepekan

Rangkaian peristiwa keamanan dan kecelakaan di Priangan Timur menyoroti risiko publik selama libur panjang.

albadarpost.com, FOKUS – Wilayah Priangan Timur diguncang rangkaian peristiwa serius sepanjang sepekan terakhir. Dari penggeledahan Densus 88 di Garut, penangkapan komplotan ganjal ATM lintas provinsi, kecelakaan lalu lintas di Salawu, hingga tragedi wisata di Pangandaran. Peristiwa-peristiwa ini menegaskan satu hal penting: isu keamanan, keselamatan, dan pengelolaan ruang publik masih menjadi pekerjaan rumah utama bagi aparat dan pemerintah daerah, terutama di momentum libur panjang.

Densus 88 Bergerak di Garut, Isu Radikalisme Mengemuka

Aksi Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di Kabupaten Garut menjadi sorotan awal pekan. Sebuah rumah di kawasan perumahan digeledah pada Selasa (23/12/2025) malam hingga menjelang tengah malam. Sejumlah personel bersenjata lengkap dengan kendaraan taktis disiagakan di sekitar lokasi.

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin membenarkan adanya kegiatan tersebut. Namun, ia menegaskan Polres Garut hanya melakukan pendampingan. “Kami hanya back-up. Penjelasan detail menjadi kewenangan Densus 88,” ujarnya.

Informasi yang beredar menyebutkan penggeledahan berkaitan dengan dugaan paparan paham radikal, bahkan melibatkan anak di bawah umur. Isu ini menempatkan pencegahan radikalisme sebagai persoalan serius yang tak hanya menyentuh keamanan nasional, tetapi juga ketahanan sosial keluarga dan lingkungan lokal.

Baca juga: Panduan Lengkap Shalat Istikharah

Komplotan Ganjal ATM Dibekuk, Kejahatan Lintas Daerah Terungkap

Di Kota Tasikmalaya, aparat Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota menangkap komplotan spesialis ganjal ATM yang telah meresahkan warga di berbagai daerah Jawa Barat. Empat tersangka diringkus, masing-masing berasal dari Depok, Sumatera Selatan, Sukabumi, dan Bogor.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Moch. Faruk Rozi menyebut komplotan ini merupakan pemain lintas provinsi. “Mereka menyasar ATM di Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis,” katanya.

Modus pelaku tergolong klasik namun efektif: memasang lem dan selotip di slot kartu, lalu berpura-pura membantu korban untuk mengintip PIN. Salah satu korban mengaku kehilangan hingga Rp39 juta. Penindakan tegas, termasuk penembakan di kaki karena perlawanan, menegaskan risiko nyata kejahatan perbankan di ruang publik yang minim pengawasan.

Kecelakaan di Salawu, Jalan Menurun Jadi Titik Rawan

Masih di Tasikmalaya, kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur Tasikmalaya–Garut, Kecamatan Salawu. Sebuah Daihatsu Gran Max yang membawa 11 penumpang terjun ke jurang usai bertabrakan dengan kendaraan lain.

Baca juga: Tampilan Beda Kereta pada Nataru 2025–2026

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya AKP Ajat Sudrajat memastikan tidak ada korban jiwa, namun 12 orang mengalami luka dan harus dievakuasi ke rumah sakit. Polisi menduga kecelakaan dipicu kelalaian pengemudi saat melintasi jalan menurun dan menikung.

Peristiwa ini kembali menyoroti keselamatan transportasi warga, terutama di jalur rawan yang kerap dilalui kendaraan umum tanpa standar keamanan memadai.

Rekayasa Lalu Lintas Garut Diuji Lonjakan Wisatawan

Lonjakan wisatawan juga memicu tekanan di jalur utama Garut. Polisi memberlakukan sistem satu arah (one way) hingga 12 kali dalam satu hari pada Kamis (25/12/2025). Arus kendaraan dari Bandung via Nagreg mendominasi kepadatan.

Baca juga: Perspektif: Penagihan Pinjol dan Keamanan Warga

Kasat Lantas Polres Garut Iptu Aang Andi Suhandi menyebut rekayasa lalu lintas dilakukan fleksibel, menyesuaikan kondisi lapangan. Situasi ini mencerminkan tantangan tahunan pengelolaan mobilitas publik saat libur panjang.

Tragedi Pantai Pangandaran, Keselamatan Wisata Dipertanyakan

Duka menyelimuti libur Natal dan Tahun Baru di Pantai Pangandaran. Dua wisatawan dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus di lokasi berbeda. Korban pertama, Hasim Zafari (20), tenggelam setelah melompat dari bangkai kapal Viking. Korban kedua, Wildan (13), ditemukan meninggal dunia setelah sempat hilang di area Pos 3.

Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan menegaskan pentingnya kepatuhan wisatawan terhadap rambu keselamatan. Pasca kejadian, Satpolairud memperketat pengawasan dan memasang spanduk larangan berenang.

Rangkaian peristiwa di Priangan Timur menunjukkan bahwa keamanan publik tidak berdiri sendiri. Ia bersinggungan dengan edukasi warga, kesiapan infrastruktur, dan ketegasan pengelolaan ruang publik. Tanpa perbaikan menyeluruh, peristiwa serupa berpotensi terus berulang di masa mendatang. (Red/Asep Chandra)


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button