Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Puasa: Jalan Sunyi Menuju Takwa

Puasa: Jalan Sunyi Menuju Takwa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • visibility 252
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Ada ayat yang setiap Ramadhan selalu terdengar, namun sering kita lewati begitu saja. Padahal, ia bukan sekadar pengumuman kewajiban, melainkan undangan penuh cinta dari langit. “Ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumus shiyam…”wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa.

Allah tidak memanggil manusia secara umum. Dia memanggil orang-orang beriman. Panggilan ini istimewa. Ia menandakan kedekatan. Seolah Allah berkata, “Jika iman telah tumbuh di dadamu, maka puasa adalah jalannya.”

Puasa, dalam ayat ini, bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga. Ia adalah proses pendidikan jiwa—sunyi, perlahan, dan sering kali berat, tetapi membentuk.

Puasa: Kewajiban yang Mengandung Tujuan

Kata kutiba dalam QS Al-Baqarah ayat 183 bermakna ditetapkan dengan penuh kepastian. Ia bukan pilihan, bukan pula sekadar anjuran. Namun, Allah tidak berhenti pada perintah. Ayat itu ditutup dengan tujuan yang sangat luhur: la‘allakum tattaqun agar kamu bertakwa.

Baca juga: Kesulitan yang Tak Pernah Datang Sendiri

Takwa bukan sekadar takut. Takwa adalah kesadaran batin bahwa Allah selalu hadir, bahkan ketika tidak ada manusia yang melihat. Dan puasa adalah ibadah paling jujur untuk melatih kesadaran itu. Tidak ada kamera. Tidak ada saksi. Hanya hati dan Tuhan.

Karena itu Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa bekerja di wilayah yang tak kasat mata. Ia mengikis kesombongan, menundukkan hawa nafsu, dan menata ulang prioritas hidup.

Jalan Lama Para Nabi dan Orang Saleh

Allah menegaskan bahwa puasa bukan ibadah baru. Ia telah diwajibkan kepada umat-umat sebelum kita. Para nabi, orang-orang saleh, bahkan kaum beriman lintas zaman, mengenal puasa sebagai jalan penyucian.

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa puasa adalah ibadah yang menghancurkan dominasi syahwat, sebab syahwat adalah pintu masuk bagi banyak dosa. Ketika perut dikendalikan, anggota tubuh lain ikut tertib.

Inilah sebabnya puasa tidak hanya menahan makan, tetapi juga lisan, pandangan, dan niat. Jika lapar tidak mengubah akhlak, maka puasa itu hanya menggugurkan kewajiban belum menumbuhkan takwa.

Ramadhan dan Pertanyaan yang Sering Kita Lupa

Ramadhan selalu datang dengan pertanyaan sunyi: apakah puasa kita benar-benar mengubah kita?

Banyak orang kuat menahan lapar, tetapi mudah melukai dengan kata. Banyak yang sabar di siang hari, tetapi kembali lalai di malam hari. Padahal puasa sejatinya adalah latihan konsistensi iman, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Baca juga: Efek Sergio Castel: Persib Harus Rombak Slot Pemain Asing

Ibnu Rajab Al-Hanbali pernah mengingatkan, tanda diterimanya amal adalah perubahan setelahnya. Maka, jika Ramadhan berlalu tanpa perubahan sikap, boleh jadi puasa kita masih sebatas ritual, belum menjadi perjalanan ruhani.

Menuju Takwa, Bukan Sekadar Menahan Lapar

Ayat ini mengajarkan keseimbangan: menjalani kewajiban, memahami tujuan, dan menjaga kesadaran. Puasa mengingatkan manusia bahwa hidup bukan soal memuaskan keinginan, melainkan menata ketaatan.

Di tengah dunia yang serba cepat dan bising, puasa mengajak manusia untuk melambat. Mendengar suara hati. Menimbang ulang arah hidup. Dan pada akhirnya, mendekat kepada Allah dengan cara yang paling jujur.

Karena itu, puasa bukan beban. Ia adalah karunia kesempatan tahunan untuk kembali menjadi hamba yang sadar.

Dan mungkin, itulah makna terdalam dari panggilan itu:
Ya ayyuhalladzina amanu…
Wahai mereka yang masih menyimpan iman di dada, mari pulang melalui puasa.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • doa Nabi Zakaria

    Kisah Nabi Zakaria Memohon Anak, Mukjizat yang Menggetarkan

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa Nabi Zakaria menjadi salah satu kisah paling menyentuh dalam Al-Qur’an. Kisah Nabi Zakaria memohon keturunan menggambarkan harapan besar seorang nabi yang telah memasuki usia sangat tua. Meski tubuh melemah dan istrinya dikenal tidak mampu melahirkan, Nabi Zakaria tetap memanjatkan doa memohon anak kepada Allah dengan penuh keyakinan. Kisah ini tidak hanya […]

  • Penembakan London

    London Mencekam, Empat Orang Jadi Korban Penembakan Jalanan

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Suasana jalanan London yang biasanya ramai mendadak berubah kacau setelah rentetan tembakan terdengar dari sebuah mobil yang melintas. Warga panik, sebagian berlari mencari perlindungan, sementara yang lain hanya bisa terpaku ketika suara sirene mulai memenuhi udara malam. Aksi penembakan London itu dilaporkan melukai empat orang dan langsung memicu respons besar aparat […]

  • Buta Hati

    Buta Hati, Saat Dunia Terasa Lebih Penting dari Allah

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Alarm Subuh berbunyi. Tangan bergerak cepat, tetapi bukan menuju tempat wudu. Jari justru lebih dulu menyentuh layar ponsel. Notifikasi media sosial dibuka. Grup WhatsApp dibaca. Harga saham dicek. Video pendek berganti tanpa terasa. Ketika matahari mulai meninggi, salat Subuh sudah lewat begitu saja. Barangkali, inilah gambaran paling sederhana tentang buta hati. Bukan […]

  • parkir non tunai Tasikmalaya

    Mendadak Berubah! Parkir di HZ Mustofa Kini Tanpa Cash, Ini Cara Bayarnya

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Perubahan besar langsung terasa lewat parkir non tunai Tasikmalaya, sistem parkir digital Tasik yang kini mulai diuji coba di Jalan HZ Mustofa. Tanpa uang cash, tanpa ribet, cukup scan QRIS—cara bayar parkir QRIS ini langsung jadi perbincangan warga karena dinilai lebih praktis dan modern. Tidak seperti biasanya, pengalaman parkir kini terasa […]

  • Honor Pendamping Tasikmalaya

    Dua hingga Tiga Bulan Tak Dibayar, Nasib Pendamping Tasikmalaya Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Keterlambatan pencairan honor pendamping di Kota Tasikmalaya mulai menjadi perhatian publik. Belum cairnya honor pendamping selama dua hingga tiga bulan memicu kekhawatiran terhadap keberlangsungan sejumlah program pelayanan masyarakat di Kota Tasikmalaya. Hingga kini, pendamping Dana Kelurahan dan pendamping Ohan Hafidz masih menunggu kepastian pembayaran hak mereka. Di lapangan, aktivitas para pendamping […]

  • Ilustrasi Aisyah RA sebagai ulama perempuan dalam Islam yang dikenal karena kecerdasan dan kontribusinya dalam ilmu hadis.

    Aisyah RA, Ulama Perempuan yang Menginspirasi Dunia

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak banyak orang menyadari bahwa salah satu ulama paling berpengaruh dalam sejarah Islam adalah seorang perempuan. Ia bukan hanya dikenal sebagai istri Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai sumber ilmu bagi para sahabat. Sosok tersebut adalah Aisyah RA ulama perempuan yang keilmuannya menjadi rujukan penting dalam berbagai bidang ajaran Islam. Ketika banyak sahabat […]

expand_less