Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Puasa: Jalan Sunyi Menuju Takwa

Puasa: Jalan Sunyi Menuju Takwa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Ada ayat yang setiap Ramadhan selalu terdengar, namun sering kita lewati begitu saja. Padahal, ia bukan sekadar pengumuman kewajiban, melainkan undangan penuh cinta dari langit. “Ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumus shiyam…”wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa.

Allah tidak memanggil manusia secara umum. Dia memanggil orang-orang beriman. Panggilan ini istimewa. Ia menandakan kedekatan. Seolah Allah berkata, “Jika iman telah tumbuh di dadamu, maka puasa adalah jalannya.”

Puasa, dalam ayat ini, bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga. Ia adalah proses pendidikan jiwa—sunyi, perlahan, dan sering kali berat, tetapi membentuk.

Puasa: Kewajiban yang Mengandung Tujuan

Kata kutiba dalam QS Al-Baqarah ayat 183 bermakna ditetapkan dengan penuh kepastian. Ia bukan pilihan, bukan pula sekadar anjuran. Namun, Allah tidak berhenti pada perintah. Ayat itu ditutup dengan tujuan yang sangat luhur: la‘allakum tattaqun agar kamu bertakwa.

Baca juga: Kesulitan yang Tak Pernah Datang Sendiri

Takwa bukan sekadar takut. Takwa adalah kesadaran batin bahwa Allah selalu hadir, bahkan ketika tidak ada manusia yang melihat. Dan puasa adalah ibadah paling jujur untuk melatih kesadaran itu. Tidak ada kamera. Tidak ada saksi. Hanya hati dan Tuhan.

Karena itu Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa bekerja di wilayah yang tak kasat mata. Ia mengikis kesombongan, menundukkan hawa nafsu, dan menata ulang prioritas hidup.

Jalan Lama Para Nabi dan Orang Saleh

Allah menegaskan bahwa puasa bukan ibadah baru. Ia telah diwajibkan kepada umat-umat sebelum kita. Para nabi, orang-orang saleh, bahkan kaum beriman lintas zaman, mengenal puasa sebagai jalan penyucian.

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa puasa adalah ibadah yang menghancurkan dominasi syahwat, sebab syahwat adalah pintu masuk bagi banyak dosa. Ketika perut dikendalikan, anggota tubuh lain ikut tertib.

Inilah sebabnya puasa tidak hanya menahan makan, tetapi juga lisan, pandangan, dan niat. Jika lapar tidak mengubah akhlak, maka puasa itu hanya menggugurkan kewajiban belum menumbuhkan takwa.

Ramadhan dan Pertanyaan yang Sering Kita Lupa

Ramadhan selalu datang dengan pertanyaan sunyi: apakah puasa kita benar-benar mengubah kita?

Banyak orang kuat menahan lapar, tetapi mudah melukai dengan kata. Banyak yang sabar di siang hari, tetapi kembali lalai di malam hari. Padahal puasa sejatinya adalah latihan konsistensi iman, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Baca juga: Efek Sergio Castel: Persib Harus Rombak Slot Pemain Asing

Ibnu Rajab Al-Hanbali pernah mengingatkan, tanda diterimanya amal adalah perubahan setelahnya. Maka, jika Ramadhan berlalu tanpa perubahan sikap, boleh jadi puasa kita masih sebatas ritual, belum menjadi perjalanan ruhani.

Menuju Takwa, Bukan Sekadar Menahan Lapar

Ayat ini mengajarkan keseimbangan: menjalani kewajiban, memahami tujuan, dan menjaga kesadaran. Puasa mengingatkan manusia bahwa hidup bukan soal memuaskan keinginan, melainkan menata ketaatan.

Di tengah dunia yang serba cepat dan bising, puasa mengajak manusia untuk melambat. Mendengar suara hati. Menimbang ulang arah hidup. Dan pada akhirnya, mendekat kepada Allah dengan cara yang paling jujur.

Karena itu, puasa bukan beban. Ia adalah karunia kesempatan tahunan untuk kembali menjadi hamba yang sadar.

Dan mungkin, itulah makna terdalam dari panggilan itu:
Ya ayyuhalladzina amanu…
Wahai mereka yang masih menyimpan iman di dada, mari pulang melalui puasa.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • mahram nikah

    Ini Daftar Lengkap Mahram Nikah yang Wajib Dipahami Muslim

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Mahram nikah kembali menjadi topik yang banyak dicari publik setelah munculnya berbagai kesalahpahaman di media sosial terkait batasan wanita yang haram dinikahi dalam Islam. Istilah mahram nikah atau wanita mahram sering disalahartikan, padahal aturan ini memiliki dasar kuat dalam fikih Islam dan telah dijelaskan secara rinci oleh Kementerian Agama RI. Fenomena ini […]

  • Pria Tewas Dalam Mobil

    Jalan KHZ Mustofa Mendadak Sunyi Saat Warga Temukan Pria Tewas di Mobil

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpsot.com, BERITA DAERAH – Pagi di Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, awalnya berjalan seperti biasa. Kendaraan melintas rapat. Pedagang membuka toko. Pengemudi ojek online duduk menunggu orderan sambil menyeruput kopi. Namun menjelang siang, suasana berubah. Sebuah Daihatsu Sigra abu-abu bernopol Z 129 MJ yang sejak pagi terparkir di pinggir jalan mendadak menjadi pusat perhatian warga. […]

  • Ilustrasi kemacetan jalan raya dengan banyak kendaraan sebagai metafora kehidupan yang penuh tekanan dan pentingnya makna syukur

    Bukan Kurang Nikmat, Tapi Kurang Syukur: Ini Faktanya

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Makna syukur sering kita ucapkan, tetapi jarang kita rasakan sepenuhnya. Banyak orang memahami syukur sebagai sekadar ucapan “terima kasih,” padahal arti syukur, esensi bersyukur, dan nilai rasa cukup jauh lebih dalam dari itu. Ironisnya, di tengah hidup yang serba cepat, kita justru makin jauh dari makna syukur yang sebenarnya. Padahal, syukur bukan […]

  • sampah Tahun Baru Bandung

    DLH Kota Bandung Laporkan Sampah Tahun Baru

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    DLH Bandung mencatat 63 ton sampah malam Tahun Baru 2026, didominasi plastik, dengan kesadaran warga mulai meningkat. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Perayaan malam Tahun Baru 2026 di Kota Bandung kembali menyisakan persoalan klasik perkotaan: sampah. Namun, di tengah lonjakan aktivitas warga dan wisatawan di sejumlah titik favorit kota, volume sampah yang dihasilkan tercatat relatif stabil, […]

  • hukuman korupsi

    Putusan MA Perberat Hukuman Korupsi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang memperberat hukuman pidana korupsi menjadi sembilan tahun penjara bukan sekadar koreksi yudisial. Ia menyentuh persoalan yang lebih luas: bagaimana negara menempatkan korupsi sebagai ancaman langsung terhadap hak publik. Di tengah meningkatnya tuntutan keadilan sosial, keputusan ini menjadi penanda arah kebijakan hukum pidana yang patut dibaca lebih dalam. Mahkamah […]

  • Skuad Persib Bandung menjalani latihan taktik jelang laga melawan Madura United di Stadion GBLA.

    Persib Siap Tempur Hadapi Madura United di GBLA

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Persib siap tempur menghadapi Madura United pada lanjutan kompetisi Liga 1. Status Persib siap tempur atau siap bertarung itu ditegaskan tim pelatih jelang laga kandang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis 26 Februari 2026, pukul 20.30 WIB. Meski masa persiapan terbilang singkat, skuad Maung Bandung tetap fokus menyusun strategi […]

expand_less