Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban: Teguran Langit yang Terus Menggema

Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban: Teguran Langit yang Terus Menggema

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Langit seakan tidak pernah lelah menyapa kesadaran manusia. Dalam Surah Ar-Rahman, Allah SWT tidak hanya menyebut nikmat-Nya, tetapi menghadirkannya satu per satu, lalu mengajukan pertanyaan yang sama, berulang hingga 31 kali: “Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban?” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Pertanyaan itu tidak ditujukan pada satu zaman, tidak pula terikat satu bangsa. Ia melintasi abad, menembus batas bahasa, dan menyapa dua makhluk berakal: manusia dan jin. Setiap pengulangan bukanlah gema kosong. Sebaliknya, ia adalah ketukan lembut sekaligus tegas agar hati tidak tertidur dalam kelalaian yang berkepanjangan.

Ketika Al-Qur’an Bertanya, Hati Manusia Menjawab

Surah Ar-Rahman membuka ayat-ayatnya dengan rahmat. Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Ar-Rahman, lalu menyebut penciptaan manusia dan anugerah kemampuan berbicara. Setelah itu, alam semesta dihamparkan sebagai saksi: matahari dan bulan yang beredar teratur, tumbuhan yang tumbuh tunduk, lautan yang mengalirkan kehidupan, hingga keseimbangan kosmik yang menenangkan jiwa.

Di antara bentangan nikmat itu, pertanyaan ilahi terus hadir. Seakan Allah berbisik pada nurani manusia, “Jika semua ini Aku sediakan untukmu, lalu apa yang masih pantas kau sangkal?”

Para mufasir menegaskan bahwa pengulangan ayat ini berfungsi sebagai taqrîr: penegasan makna agar kesadaran tumbuh perlahan namun menetap. Imam Al-Qurthubi menyebutnya sebagai upaya menanamkan rasa malu spiritual: malu karena nikmat begitu melimpah, sementara syukur sering tertunda oleh kesibukan dunia.

Rasulullah ﷺ bahkan mencontohkan adab saat ayat ini dibacakan. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, beliau menceritakan bahwa para jin menjawab setiap pengulangan ayat tersebut dengan kalimat:
“Laa bisyai-in min ni’amika rabbanaa nukadzdzibu fa lakal hamdu.”
Tidak satu pun nikmat-Mu kami dustakan, wahai Tuhan kami. Bagi-Mu segala puji.

Jawaban itu mencerminkan kesadaran dan ketundukan. Sementara itu, manusia kerap terdiam atau justru sibuk mengeluh.

Syukur yang Menghidupkan Jiwa, Kufur yang Menggerogoti Nikmat

Dalam Islam, syukur tidak berhenti pada ucapan alhamdulillah. Syukur hidup di hati yang sadar, di lisan yang jujur, dan di perbuatan yang lurus. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan bahwa syukur menjaga nikmat agar tetap tinggal, sedangkan kufur mempercepat kepergiannya.

Ketika kesehatan digunakan untuk kebaikan, ilmu untuk kemaslahatan, dan harta untuk menolong sesama, manusia sedang menjawab pertanyaan Surah Ar-Rahman dengan amal nyata. Namun sebaliknya, saat nikmat berubah menjadi alasan untuk sombong, lalai, dan bermaksiat, ayat ini menjelma teguran yang perlahan mengikis ketenangan batin.

Allah SWT menegaskan hukum spiritual ini dalam firman-Nya:
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7).
Ayat ini saling menguatkan dengan Surah Ar-Rahman. Syukur memperluas nikmat, sementara kufur menyempitkannya, bahkan sebelum nikmat itu benar-benar pergi.

Di zaman modern, nikmat sering hadir dalam bentuk yang luput disadari: waktu luang yang singkat, udara yang masih bisa dihirup, keluarga yang menemani, bahkan kemampuan untuk merenung. Karena itu, Surah Ar-Rahman mengajak manusia berhenti sejenak, lalu menghitung bukan menuntut.

Pada akhirnya, “Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban” bukan sekadar ayat untuk dibaca. Ia adalah cermin yang jujur. Setiap kali ayat itu terdengar, hati semestinya bertanya balik: sudahkah aku mensyukuri nikmat ini hari ini?

Jika jawaban itu belum juga jernih, Al-Qur’an kembali mengulang pertanyaannya. Bukan karena Allah lupa, melainkan karena manusia hari ini lebih sering mengeluh daripada bersyukur.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost, Direktur Albadar Institute)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • penerbangan Singapura Labuan Bajo

    Rute Scoot Singapura–Labuan Bajo Dorong Pariwisata Daerah

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Rute langsung Scoot Singapura–Labuan Bajo memperkuat akses wisata global dan ekonomi daerah. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Maskapai berbiaya rendah Scoot resmi membuka penerbangan Singapura Labuan Bajo, menandai babak baru konektivitas internasional menuju salah satu destinasi super prioritas Indonesia. Penerbangan perdana mendarat di Bandara Komodo, Manggarai Barat, Minggu, 21 Desember 2025, membawa 103 penumpang menggunakan pesawat […]

  • Deklarasi SWAKKA di Tasikmalaya memperkuat kolaborasi media lokal Priangan Timur bersama stakeholder daerah

    Kolaborasi Media Online Lokal, Kunci Dampak Sosial yang Lebih Nyata

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Perubahan lanskap digital mendorong media untuk beradaptasi dengan cepat. Namun, di tengah derasnya arus informasi, media lokal justru menghadapi tantangan yang lebih kompleks. Persaingan ketat, distribusi konten yang timpang, serta dominasi platform besar membuat ruang gerak media daerah semakin sempit. Karena itu, kolaborasi media online lokal menjadi strategi yang relevan sekaligus […]

  • ilustrasi transaksi menjual barang kredit dalam hukum Islam dan fiqih muamalah

    Bolehkah Menjual Barang Kredit? Simak Jawabannya

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pertanyaan tentang menjual barang kredit sering muncul di tengah masyarakat. Banyak orang ingin tahu hukum menjual barang kredit, terutama ketika seseorang membeli barang secara cicilan lalu ingin menjualnya kembali sebelum lunas. Praktik menjual barang yang masih kredit atau jual barang cicilan memang cukup sering terjadi, misalnya pada kendaraan, elektronik, atau properti. Namun, […]

  • batik sebagai karakter bangsa

    Menggali Makna Batik sebagai Karakter Bangsa dan Simbol Persatuan

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Batik sebagai karakter bangsa mencerminkan identitas, persatuan, dan warisan budaya Indonesia yang harus dijaga bersama. albadarpost.com, PELITA – Batik kembali menjadi sorotan publik menjelang peringatan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober. Sebagai warisan budaya tak benda yang diakui UNESCO sejak 2009, batik bukan sekadar kain bermotif, melainkan simbol identitas, persatuan, sekaligus karakter bangsa Indonesia. Keberagaman […]

  • Guru madrasah swasta

    Guru Madrasah Swasta Tuntut Kesetaraan Pengangkatan PPPK di Monas

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Ribuan guru madrasah swasta demo di Monas menuntut kesetaraan pengangkatan PPPK tanpa diskriminasi. albadarpost.com, HUMANIORA – Ribuan guru madrasah swasta dari berbagai daerah di Indonesia menggelar aksi damai di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Oktober 2025. Mereka menuntut pemerintah memberikan kesetaraan hak dalam proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Para pendidik ini […]

  • mafia dapur MBG Ciamis

    Warga Ciamis Rugi Rp135 Juta, Modus Jual Beli Dapur MBG Terbongkar

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus mafia dapur MBG Ciamis mulai menyita perhatian publik setelah seorang warga mengaku kehilangan uang hingga Rp135 juta. Korban mengaku tergiur janji mendapatkan titik koordinat dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun hingga kini, lokasi dapur yang dijanjikan tidak pernah muncul dalam sistem resmi. Dugaan sindikat penipuan dapur MBG pun mulai […]

expand_less