Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kerugian Rp1 Miliar Akibat Pembatalan Naming Rights Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi

Kerugian Rp1 Miliar Akibat Pembatalan Naming Rights Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pembatalan kerja sama naming rights Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi rugikan perusahaan hingga Rp1 miliar.

albadarpost.com, LENSA -Dua hari sebelum peluncuran resmi, kerja sama naming rights Stasiun Cirebon antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan perusahaan batik lokal BT Batik Trusmi mendadak dibatalkan. Keputusan itu bukan hanya menggagalkan rencana promosi besar pada Hari Batik Nasional, tetapi juga menimbulkan kerugian hingga Rp1 miliar bagi perusahaan yang dikenal sebagai ikon batik Cirebon tersebut.


Kerugian Besar akibat Pembatalan Mendadak

Pemilik BT Batik Trusmi, Sally Geovanny, tak menutupi kekecewaannya. Ia mengaku, pembatalan kerja sama yang dilakukan secara sepihak oleh pihak KAI itu memukul bisnisnya dari berbagai sisi.
“Vendor sudah dibayar, panggung sudah berdiri, dan undangan sudah tersebar hingga ke kementerian serta tamu luar kota. Semua biaya itu hangus begitu saja,” ujar Sally saat dihubungi, Rabu (29/10/2025).

Menurut Sally, total kerugian materiil dan nonmateri akibat pembatalan tersebut mencapai Rp1 miliar. Namun, yang lebih ia sesalkan adalah dampak reputasi yang menimpa perusahaannya. “Kami tidak mencari keuntungan pribadi. Tujuan kami sederhana, ingin membangun Cirebon agar lebih dikenal lewat batiknya,” ujarnya.

Kerja sama naming rights Stasiun Cirebon sebenarnya merupakan inisiatif dari pihak PT KAI. Pada Mei 2024, BUMN transportasi itu mengajukan penawaran resmi kepada BT Batik Trusmi. Dalam rancangan kontrak, disebutkan bahwa kerja sama akan berlangsung selama tiga tahun dengan nilai investasi mencapai Rp3 miliar. Nama resmi stasiun tidak diubah, tetapi ditambahkan menjadi Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi sebagai bentuk kolaborasi promosi dan penguatan identitas daerah.

Semua persiapan telah rampung. Peluncuran dijadwalkan bertepatan dengan Hari Batik Nasional, 1 Oktober 2025. Namun, dua hari menjelang acara, Sally menerima kabar mengejutkan. “Pada 29 September 2025, kami diberitahu bahwa kerja sama dibatalkan oleh direksi PT KAI. Tidak ada penjelasan rinci, hanya disebutkan sedang ada peninjauan ulang,” kata Sally.


Dugaan Intervensi Pihak Eksternal

Sally menduga, pembatalan kerja sama itu bukan semata karena pertimbangan administratif. Ia menilai ada tekanan dari LSM dan ormas tertentu yang menolak kerja sama tersebut dan bahkan mengancam akan menggelar demonstrasi di Cirebon jika proyek tetap dilanjutkan.

“Mereka menyebarkan isu yang tidak masuk akal, seperti tuduhan kami mengambil alih saham PT KAI. Padahal naming rights itu praktik umum di dunia bisnis modern,” ucapnya.
Menurutnya, praktik naming rights atau hak penamaan adalah bentuk kemitraan yang sah dan biasa dilakukan di berbagai sektor, termasuk transportasi dan olahraga. “Tujuannya bukan untuk mengubah identitas, tapi memperkuat citra daerah. Kalau di luar negeri bisa, kenapa di Indonesia tidak?” ujar Sally.

Baca juga: KAI Daop 9 Jember Beri Refund 100 Persen Tiket Akibat Banjir Semarang

Ia juga menegaskan bahwa kerja sama tersebut telah melalui tahapan legal dan administratif sesuai ketentuan yang berlaku. BT Batik Trusmi, kata dia, sudah mengeluarkan anggaran besar untuk kebutuhan promosi, panggung, dokumentasi, hingga undangan resmi ke sejumlah pejabat kementerian. “Semua sudah siap. Tapi pembatalan dua hari sebelum acara membuat seluruh rencana hancur,” katanya dengan nada kecewa.


Misi Ekonomi dan Budaya untuk Cirebon

BT Batik Trusmi bukan sekadar merek dagang, tetapi simbol kebangkitan ekonomi kreatif di Cirebon. Berdiri sejak 2006, perusahaan ini kini dikenal sebagai salah satu pusat batik terbesar di Indonesia. Mereka memegang rekor MURI sebagai toko batik terluas di Tanah Air, mempekerjakan lebih dari 1.300 karyawan, serta menggandeng 600 pengrajin rumahan dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Sally menuturkan, keterlibatan BT Batik Trusmi dalam proyek naming rights Stasiun Cirebon didorong oleh semangat untuk mengangkat potensi lokal. “Kalau stasiun besar di Cirebon membawa nama Batik Trusmi, dampaknya bisa berantai—mulai dari pengrajin batik, hotel, hingga UMKM kuliner. Ini bukan soal branding pribadi, tapi promosi kota,” ujarnya.

Menurutnya, kerja sama antara BUMN dan sektor swasta semestinya menjadi sarana kolaborasi strategis, bukan sumber konflik. “Kami percaya, ketika sektor publik dan swasta berjalan seiring, pembangunan daerah bisa melesat lebih cepat,” tutur Sally.

Ia berharap ke depan, kebijakan kolaborasi seperti ini tidak lagi terhambat oleh tekanan politik atau sosial. “Cirebon punya potensi besar, baik dari sisi budaya maupun pariwisata. Kami ingin terus berkontribusi untuk mengharumkan nama daerah,” katanya menutup pembicaraan.


Refleksi: Profesionalisme dalam Kolaborasi Publik-Privat

Kasus naming rights Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi menjadi cermin tantangan hubungan antara BUMN dan pelaku usaha lokal. Kolaborasi yang seharusnya saling menguntungkan justru kandas karena tekanan eksternal. Publik menilai, keputusan sepihak ini memperlihatkan lemahnya komitmen terhadap iklim investasi yang sehat dan konsisten.

Di banyak negara, naming rights bukan hal tabu. Stadion, terminal, dan bahkan stasiun sering menggunakan skema serupa sebagai sumber pendanaan dan promosi ekonomi daerah. Namun di Indonesia, resistensi sosial masih sering muncul akibat miskomunikasi atau kesalahpahaman publik.

Apapun alasannya, pembatalan mendadak tanpa komunikasi terbuka mencederai prinsip profesionalisme dan transparansi yang semestinya dijunjung tinggi oleh perusahaan negara. Jika tidak ada perubahan sikap, kolaborasi strategis semacam ini akan sulit berkembang di masa depan.

Kasus naming rights Stasiun Cirebon menunjukkan perlunya profesionalisme dan keberanian BUMN dalam menjaga kemitraan dengan pelaku lokal. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kehilangan gigi pada lansia

    Kehilangan Gigi pada Lansia Bisa Jadi Tanda Risiko Kematian Dini, Ini Penjelasan Ahli

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Peneliti ungkap kehilangan gigi pada lansia dapat menandakan risiko kematian dini dan gangguan kesehatan serius. albadarpost.com, HUMANIORA – Selama ini kehilangan gigi pada lansia sering dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa kehilangan gigi pada lansia ternyata bisa menjadi sinyal bahaya bagi kesehatan yang lebih serius — bahkan dikaitkan dengan […]

  • Ilustrasi Perang Hattin dengan pasukan Salahuddin Al-Ayyubi menghadapi tentara Salib di padang tanduk Hattin

    5 Fakta Perang Hattin yang Mengejutkan, Nomor 4 Bikin Merinding

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Perang Hattin bukan sekadar pertempuran biasa dalam sejarah dunia. Banyak orang mengenal Perang Hattin sebagai kemenangan besar pasukan Muslim di bawah kepemimpinan Salahuddin Al-Ayyubi. Namun, di balik kemenangan itu, tersimpan sejumlah fakta Perang Hattin yang jarang diungkap. Artikel ini mengupas sisi tersembunyi, strategi cerdas, dan dampak besar dari peristiwa penting dalam rangkaian […]

  • BLT Kesra 2025

    BLT Kesra 2025: Pemerintah Kucurkan Bantuan Rp900 Ribu, Warga Diminta Waspadai Penipuan

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Pemerintah salurkan BLT Kesra 2025 senilai Rp900 ribu per keluarga. Cek penerima online dan waspadai modus penipuan. BLT Kesra 2025: Pemerintah Kembali Kucurkan Bantuan untuk Perkuat Daya Beli Rakyat albadarpost.com, LENSA – Pemerintah kembali menggulirkan BLT Kesra 2025 sebagai langkah konkret memperkuat daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global. Program ini menjadi penopang tambahan […]

  • UMKM Jabar

    Kemenko PM Siapkan Program 1001 Pasar Malam untuk UMKM Jabar

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Kemenko PM rancang program 1001 Pasar Malam untuk memperkuat pemasaran UMKM Jabar berbasis aset publik. albadarpost.com, LENSA – Kondisi UMKM Jabar kembali menjadi perhatian pemerintah pusat karena hambatan struktural yang terus menggerus potensi pelaku usaha. Pemerintah menilai ketertinggalan literasi pemasaran digital dan keterbatasan akses pasar telah menahan ekspansi UMKM, meski Jawa Barat selama ini menjadi […]

  • Tradisi lebaran Nusantara dengan masyarakat mengenakan pakaian adat dan berkumpul dalam perayaan budaya daerah

    Jarang Diketahui! Tradisi Lebaran Unik dari Berbagai Daerah

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, termasuk dalam perayaan Idulfitri. Tradisi Lebaran Nusantara menyimpan banyak cerita menarik yang belum banyak diketahui. Tradisi Lebaran ini, atau yang sering disebut budaya Lebaran daerah dan kebiasaan Idulfitri unik, menunjukkan bagaimana masyarakat merayakan hari kemenangan dengan cara yang khas dan penuh makna. Pertama, Indonesia terdiri […]

  • nilai kehidupan santri

    Jarang Disadari, Ini 9 Pelajaran Hidup Santri di Pesantren

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Nilai kehidupan santri menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda. Di pesantren, santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga menyerap nilai kehidupan santri, pendidikan karakter, dan pembentukan akhlak mulia secara menyeluruh. Oleh karena itu, pengalaman di pesantren sering kali melahirkan pribadi yang tangguh, mandiri, dan berintegritas tinggi di tengah tantangan […]

expand_less