Berita Nasional

KAI Hadirkan Layanan Motis, Kurangi Kecelakaan Motor Saat Nataru

KAI membuka layanan Motis untuk Nataru 2025/2026, menyediakan 6.000 kuota motor dan 12.000 kursi penumpang.

albadarpost.com, LENSAPT Kereta Api Indonesia kembali menghadirkan layanan Motis pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Program gratis ini memungkinkan masyarakat mengirim sepeda motor menggunakan kereta api. Kuota yang disediakan mencakup 6.000 unit motor serta lebih dari 12.000 kursi penumpang. Di tengah meningkatnya mobilitas akhir tahun, layanan Motis membantu masyarakat menghindari perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor yang rawan kecelakaan.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa pendaftaran layanan Motis dibuka mulai 1 Desember 2025 secara daring melalui sistem Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. “Seat-nya itu untuk motornya sekitar 6.000, untuk seat penumpangnya lebih dari 12.000. Dibuka tanggal 1 Desember,” kata Anne di Jakarta. Program ini menjadi bagian dari kerja sama KAI dan DJKA dalam meningkatkan keselamatan perjalanan selama periode mudik dan libur akhir tahun.


Mekanisme Layanan Motis dan Periode Operasional

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa layanan Motis berlangsung selama 12 hari. Program dijadwalkan pada 23–30 Desember 2025 dan kembali beroperasi pada 2–5 Januari 2026 untuk arus balik. Pendaftaran berlangsung hingga 4 Januari 2026, termasuk bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan pada periode balik.

Motis dirancang untuk mengurangi risiko kecelakaan perjalanan jarak jauh yang melibatkan pengguna sepeda motor. Dalam beberapa tahun terakhir, angka kecelakaan meningkat pada momen mudik maupun musim akhir tahun. Layanan ini mengalihkan beban perjalanan motor ke moda kereta api, sehingga pengendara dapat bepergian dengan lebih aman.

Bobby menegaskan bahwa ketentuan teknis terkait jadwal keberangkatan, tata cara pengiriman motor, hingga lokasi posko verifikasi disampaikan langsung oleh DJKA. “Pengumuman teknis akan disampaikan oleh DJKA,” ujarnya. KAI memastikan standar operasional tidak berubah: motor diterima, dimuat, dan diangkut sesuai protokol keselamatan.


Lokasi Stasiun Layanan Motis

Layanan Motis tersedia di 14 stasiun yang tersebar di Pulau Jawa. Pemerataan lokasi dimaksudkan agar peserta mudah mengakses titik keberangkatan dan penjemputan. Stasiun-stasiun tersebut mencakup:

Jakarta Gudang, Tangerang, Bekasi, Depok Baru, Cirebon Prujakan, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Purwokerto, Kebumen, Kutoarjo, Lempuyangan, dan Purwosari.

Keberadaan titik layanan dari barat hingga tengah Jawa mempermudah masyarakat yang hendak mengirim motor tanpa harus berpindah kota. Peserta dapat memilih stasiun terdekat dan menyesuaikan jadwal keberangkatan dengan tiket kereta yang mereka gunakan.


Persyaratan Peserta dan Ketentuan Teknis

DJKA mewajibkan seluruh peserta mendaftar secara online atau melalui posko resmi. Peserta yang membatalkan tanpa alasan tidak diperkenankan mengikuti Motis pada tahun berikutnya. Persyaratan dasar mencakup KTP, Kartu Keluarga, dan SIM C. Motor dibatasi maksimal 200 cc.

Setiap pengiriman motor difasilitasi pembelian dua tiket penumpang dan satu tiket infant. Nama penumpang harus sesuai data pendaftaran. Ketentuan ini mencegah penyalahgunaan kuota dan memastikan seluruh peserta tercatat sesuai identitas.

Motor harus diserahkan H-2 sebelum keberangkatan. Peserta wajib menunjukkan KTP asli dan bukti pendaftaran. Bahan bakar harus dikosongkan, helm serta spion tidak boleh dititipkan, dan biaya parkir stasiun menjadi tanggung peserta. Kode booking tiket diberikan saat motor diserahkan dan dilarang ada pemberian tip kepada petugas.

Baca juga: Pemkab Investigasi Banjir Pidie Jaya yang Seret Gajah Sumatera

Ketentuan ini disusun untuk menjaga alur logistik dan keamanan selama proses pengiriman. KAI menegaskan standar penanganan barang berbeda dengan kargo biasa karena motor merupakan aset pribadi bernilai tinggi.


Dampak Keselamatan dan Mobilitas Publik

Setiap periode mudik dan libur panjang, kecelakaan lalu lintas didominasi pengendara sepeda motor jarak jauh. Program Motis menjadi instrumen mitigasi risiko. Mengalihkan perjalanan motor ke moda kereta tidak hanya mengurangi kelelahan pengendara, tetapi juga mengurangi kepadatan di jalur arteri antarkota.

KAI meningkatkan kapasitas layanan berdasarkan tren permintaan. Kuota 6.000 motor dan 12.000 kursi penumpang menunjukkan mobilitas yang terus tumbuh. Motis juga memberikan dampak ekonomi: masyarakat tetap dapat menggunakan kendaraan pribadinya di daerah tujuan tanpa menempuh perjalanan berisiko.

Dalam konteks transportasi publik, program ini memperlihatkan koordinasi antara KAI dan Kemenhub. DJKA terlibat penuh dalam regulasi teknis. Keterlibatan regulator diperlukan untuk menjaga standar keselamatan dan distribusi fasilitas secara merata.


Konteks Publik dan Kebutuhan Lanjutan

Motis menjadi program yang konsisten diminati sejak bertahun-tahun. Dengan sistem digital, proses pendaftaran lebih terkelola. Tantangan ke depan terletak pada transparansi kuota dan disiplin verifikasi peserta. Jika sistem dimanfaatkan secara tepat, Motis dapat mengurangi beban jalan raya dan menurunkan tingkat kecelakaan pada periode puncak mobilitas.

Keberlanjutan program perlu dikawal. Kuota besar harus dibarengi evaluasi, terutama terkait stasiun padat dan peningkatan titik akses. Pemerintah dan operator transportasi publik memiliki tanggung jawab menjaga kualitas layanan dalam jangka panjang. (Red/Asep Chandra)


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button