PMT Stunting Jadi Fokus PKK Tasikmalaya Percepat Perbaikan Gizi
Upaya PKK Tasikmalaya percepat penurunan stunting dengan penyaluran PMT di 39 kecamatan.
albadarpost.com, HUMANIORA – Tingkat stunting di Kabupaten Tasikmalaya yang masih berada di kisaran 17,1 persen mendorong PKK memperluas penyaluran PMT stunting bagi balita. Program ini digerakkan serentak di 39 kecamatan sebagai upaya percepatan penurunan kasus melalui intervensi gizi langsung.
Ketua TP PKK Kabupaten Tasikmalaya, Retno Widyastuti, memimpin kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT stunting) bersama para kader PKK, Senin, (8/12/2025). Kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Kesatuan Gerak PKK ke-53 tingkat kabupaten. Menurut Retno, langkah tersebut menjadi bagian dari mandat pemerintah daerah agar penurunan stunting dilakukan secara terstruktur dan berbasis data.
Retno berkesempatan menyalurkan PMT stunting di empat kecamatan: Pancatengah, Cikalong, Cipatujah, dan Karangnunggal. Penyaluran di titik-titik ini dipilih berdasarkan laporan kader mengenai jumlah balita berisiko, kondisi gizi, serta kebutuhan pemantauan intensif.
Ia menegaskan bahwa arahan Bupati Tasikmalaya mengutamakan kolaborasi lintas unsur. Kader, fasilitas kesehatan, pemerintah kecamatan, hingga keluarga penerima manfaat harus terhubung dalam satu sistem kerja. “Percepatan penurunan stunting harus dilakukan bersama. Tidak bisa satu lembaga bekerja sendiri,” kata Retno.
Intervensi Gizi Langsung dan Edukasi Keluarga
Program PMT stunting tidak hanya berisi distribusi makanan bergizi. Retno dan para kader juga memberikan edukasi mengenai pola makan keluarga, kebutuhan gizi harian balita, serta cara mengurangi faktor risiko stunting di rumah.
Pendekatan ini dipilih untuk memastikan intervensi berjalan berkelanjutan. Pola makan yang tepat diharapkan menjadi kebiasaan di tingkat rumah tangga, sehingga risiko kekurangan gizi dapat ditekan meski di luar program bantuan langsung.
Baca juga: Pengedar Obat Keras di Pedes Ditangkap, Ribuan Butir Disita Polisi
Kegiatan edukasi mencakup pemahaman mengenai protein hewani, konsumsi sayur dan buah, asupan mineral, serta pencegahan infeksi yang dapat menghambat pertumbuhan balita. Materi ini disampaikan secara praktis agar mudah diterapkan keluarga penerima manfaat di 39 kecamatan.
Retno menilai bahwa pembiasaan pola makan sehat lebih menentukan keberhasilan jangka panjang daripada bantuan sesaat. “PMT stunting menjadi pintu masuk untuk mendorong keluarga lebih peduli terhadap gizi anak. Itu yang kami kuatkan di setiap kunjungan,” ujarnya.
Tasikmalaya dan Tantangan Menuju Target Penurunan Stunting
Data Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan bahwa angka stunting masih berada di atas ambang toleransi nasional. Pemerintah daerah menargetkan penurunan bertahap untuk mendekati standar nasional menjelang 2025. PKK menjadi salah satu unsur yang aktif menutup kesenjangan program, terutama pada wilayah pedesaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah mengandalkan intervensi kombinasi: perbaikan layanan kesehatan, pendampingan ibu hamil, dan pemantauan tumbuh kembang balita. Program PMT stunting memperkuat skema tersebut agar kelompok rentan mendapat perhatian lebih awal.
Retno berharap rangkaian kegiatan tahun ini dapat membantu memperbaiki kondisi gizi balita sekaligus menyiapkan dasar pembangunan sumber daya manusia. Target jangka panjangnya adalah berkontribusi pada visi Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas anak sejak usia dini.
“Harapannya sederhana: balita tumbuh optimal, keluarga lebih sadar gizi, dan Tasikmalaya mampu menekan angka stunting secara konsisten,” kata Retno.
Kegiatan ini akan berlanjut dengan pemantauan berkala oleh kader PKK dan petugas kesehatan untuk memastikan hasil PMT stunting dapat terukur. Pemerintah daerah menegaskan kembali bahwa program percepatan akan terus diperluas selama data lapangan menunjukkan kebutuhan intervensi.
PKK Tasikmalaya memperkuat intervensi gizi melalui PMT stunting untuk menekan kasus dan meningkatkan kualitas tumbuh kembang balita. (Red/Arrian)




