Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan Garut, Cekcok Berujung Maut

Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan Garut, Cekcok Berujung Maut

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penganiayaan Garut menjadi perhatian publik setelah Polres Garut mengungkap kronologi kasus yang menewaskan seorang warga. Dalam konferensi pers yang digelar Kamis (6/8/2026), kepolisian memaparkan hasil penyelidikan sementara mengenai kasus penganiayaan Garut, mulai dari awal kejadian hingga penangkapan tersangka. Polisi menegaskan seluruh rangkaian peristiwa yang disampaikan merupakan hasil penyelidikan yang masih terus dikembangkan.

Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan pengungkapan perkara tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Garut dalam memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polres Garut dalam memberikan kepastian hukum serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar AKBP Niko N. Adi Putra.

Korban Meninggal, Polisi Tangkap Terduga Pelaku

Menurut keterangan kepolisian, peristiwa itu terjadi pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 18.00 WIB di pinggir Jalan Raya Kampung Salagedang, RT 002 RW 006, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Korban merupakan warga Kecamatan Tarogong Kidul. Polisi menyebut korban mengalami luka berat pada bagian kepala, wajah, dada, perut, dan leher. Korban sempat menjalani perawatan di RSUD dr. Slamet Garut, namun kemudian meninggal dunia akibat luka yang dialaminya.

Setelah menerima laporan, petugas melakukan penyelidikan dan mengamankan seorang pria berinisial N alias B (55) di sebuah lahan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Hingga kini, pria tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil penyidikan awal.

Versi Polisi, Peristiwa Berawal Saat Tersangka Memberi Makan Musang

Kapolres Garut menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa bermula ketika tersangka sedang memberi makan musang peliharaannya.

Menurut polisi, tersangka kemudian melihat korban berada di balik tembok kandang musang. Keduanya sempat saling bertatapan sebelum korban diduga mengucapkan kalimat yang memancing emosi tersangka. Adu mulut pun terjadi.

Polisi menyebut situasi semakin memanas setelah tersangka masuk ke rumah dan mengambil sebilah golok yang sebelumnya digunakan untuk mencacah ayam sebagai pakan musang.

Dalam penjelasannya, Kapolres mengatakan korban sempat memukul bahu dan pundak tersangka. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tersangka kemudian membalas dengan membacok korban menggunakan golok hingga korban mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh.

“Tersangka kemudian mengambil sebilah golok yang tadinya untuk memberi pakan musang dan melakukan penganiayaan terhadap korban hingga mengakibatkan korban mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh,” ungkap Kapolres Garut.

Barang Bukti Diamankan, Penyidikan Terus Berjalan

Polres Garut menyatakan telah mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut. Penyidik juga masih melengkapi pemeriksaan saksi serta alat bukti untuk memperkuat konstruksi perkara.

Hingga konferensi pers berlangsung, kepolisian belum memerinci pasal yang disangkakan kepada tersangka. Informasi tersebut diperkirakan akan disampaikan setelah proses penyidikan berkembang.

Polisi Imbau Masyarakat Menahan Emosi

Selain menyampaikan perkembangan kasus, Polres Garut mengimbau masyarakat agar menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur yang baik dan menghindari tindakan yang dapat berujung pada tindak pidana.

Kepolisian menegaskan bahwa setiap konflik sebaiknya diselesaikan secara damai agar tidak menimbulkan korban maupun persoalan hukum yang lebih besar.

Sementara itu, proses penyidikan masih berlangsung. Kepolisian membuka kemungkinan adanya perkembangan informasi, baik mengenai motif, alat bukti, maupun konstruksi perkara, sesuai hasil penyidikan lebih lanjut.

Satu ledakan emosi dapat mengubah hidup banyak orang dalam hitungan detik. Karena itu, biarkan hukum bekerja, sementara masyarakat belajar bahwa setiap persoalan selalu memiliki jalan penyelesaian tanpa kekerasan.

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembinaan Guru Madrasah

    KKDT Sukaratu Gelar Pembinaan Guru Madrasah Diniyah

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Pembinaan guru Madrasah Diniyah menjadi perhatian Kelompok Kerja Diniyah Takmiliyah (KKDT)  Sukaratu. Sebanyak 100 guru dari 16 Madrasah Diniyah mengikuti pembinaan di Aula GDI Sukaratu, Desa Sinagar, Ahad, 24 Mei 2026, untuk memperkuat kualitas pendidikan Islam dan koordinasi antar lembaga diniyah. Sejak pagi, suasana aula sudah terlihat ramai. Beberapa guru datang sambil […]

  • Tol Getaci Terpanjang

    Pembangunan Tol Getaci Terpanjang Dimulai 2026, Hubungkan Bandung–Cilacap

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Tol Getaci terpanjang di Indonesia mulai dibangun 2026, menghubungkan Bandung hingga Cilacap sepanjang 206 kilometer. albadarpost.com, LENSA – Ambisi pemerintah menghadirkan Tol Getaci Terpanjang di Indonesia memasuki babak baru. Proyek berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diproyeksikan menandai era anyar infrastruktur jalan bebas hambatan dengan melintasi medan paling menantang di Jawa Barat hingga Jawa Tengah. […]

  • Prediksi Indonesia vs Kamboja

    Prediksi Indonesia vs Kamboja, Nadeo Siap Pimpin Garuda

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Prediksi Indonesia vs Kamboja menjadi perhatian besar menjelang laga pembuka Timnas Indonesia vs Kamboja pada ajang Piala AFF 2026. Selain hasil pertandingan, publik juga menunggu seperti apa susunan pemain Indonesia vs Kamboja yang akan dipilih pelatih John Herdman untuk mengawali turnamen dengan kemenangan. Laga yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, pada […]

  • Semangkuk tongseng kurban dengan daging empuk, kuah gurih kecokelatan, kol segar, tomat, dan cabai merah di atas meja kayu.

    Jangan Salah! Ini Trik Tongseng Kurban Empuk dan Gurih

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpsot.com, LIFESTYLE – Setiap Idul Adha, aroma tongseng kurban hampir selalu muncul dari dapur-dapur rumah di berbagai daerah. Ada yang memasaknya setelah salat Zuhur, ada pula yang baru menyalakan kompor menjelang sore ketika pembagian daging selesai dilakukan. Namun satu keluhan terus berulang dari tahun ke tahun. Daging terasa alot. Kuah kurang meresap. Atau aroma prengus […]

  • Kecelakaan Lingkar Utara Tasikmalaya

    AIPDA Dadan Tewas dalam Kecelakaan Lingkar Utara Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kecelakaan Lingkar Utara Tasikmalaya kembali memakan korban jiwa. Insiden lalu lintas atau laka maut Lingkar Utara Tasikmalaya yang terjadi pada Minggu (19/7/2026) mengakibatkan seorang anggota aktif Polresta Tasikmalaya, AIPDA Dadan Herviyan, meninggal dunia di lokasi kejadian. Hingga kini, aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. Peristiwa itu berlangsung di Jalan Lingkar […]

  • Anak Punk Bekasi

    Kasus Anak Punk Bekasi Masuk Babak Baru

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus Anak Punk Bekasi kembali mengalami perkembangan. Setelah menetapkan seorang tersangka dalam perkara penusukan yang menewaskan Faisal Anwar (FA), polisi kini menetapkan dua tersangka lain dalam dugaan pengeroyokan yang terjadi sebelum korban kehilangan nyawanya. Selain memeriksa sejumlah saksi, penyidik juga menjadikan video viral yang beredar di media sosial sebagai salah satu […]

expand_less