Kabid IKP Tasikmalaya Raih Penghargaan Literasi Digital Nasional
Kabid IKP Dishubkominfo Tasikmalaya raih penghargaan literasi digital 2025, dorong ekosistem informasi publik sehat.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya menerima penghargaan nasional di bidang literasi digital. Pengakuan ini menegaskan peran komunikasi publik pemerintah daerah dalam menjaga ekosistem informasi yang sehat di tengah derasnya arus digital.
Penghargaan tersebut diraih Roni Imroni melalui ajang Sorot News Golden Award 2025, kategori Tokoh Literasi Digital, Komunikasi Publik, dan Pemberdayaan Informasi Masyarakat. Penganugerahan berlangsung di Aula Pascasarjana Universitas Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Minggu, 21 Desember 2025, bertepatan dengan peringatan HUT ke-15 Sorot News.
Bagi publik, penghargaan ini relevan bukan semata karena nama penerimanya, tetapi karena literasi digital telah menjadi kebutuhan dasar warga—terutama dalam menghadapi disinformasi, hoaks, dan rendahnya kepercayaan publik terhadap institusi.
Pengakuan atas Kerja Kolektif
Roni Imroni menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak berdiri atas kerja individual. Ia menyebutnya sebagai hasil kolaborasi lintas unsur, mulai dari kepala daerah, jajaran Dishubkominfo, pegiat Komunitas Informasi Masyarakat (KIM), insan pers, hingga partisipasi warga.
Dalam pernyataannya, Roni menempatkan literasi digital sebagai kerja ekosistem. Pemerintah, menurutnya, tidak bisa berdiri sendiri dalam mengelola arus informasi publik. KIM disebut sebagai simpul penting yang langsung bersentuhan dengan masyarakat di tingkat akar rumput.
Pendekatan ini menempatkan komunikasi publik bukan sebagai alat penyampaian pesan sepihak, melainkan ruang dialog antara negara dan warga.
Literasi Digital sebagai Infrastruktur Sosial
Di banyak daerah, literasi digital masih dipahami sebatas kemampuan menggunakan gawai. Padahal, substansinya jauh lebih luas: kemampuan memilah informasi, memahami konteks kebijakan, dan bersikap kritis terhadap narasi yang beredar di ruang digital.
Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan TPPO Warga Tasikmalaya di Kamboja
Kabupaten Tasikmalaya, melalui penguatan peran IKP dan KIM, mencoba mendorong literasi digital sebagai bagian dari infrastruktur sosial. Tujuannya jelas: memperkecil jarak informasi antara pemerintah dan warga, serta menekan dampak disinformasi yang kerap memicu konflik sosial.
Penghargaan ini, dalam konteks tersebut, mencerminkan pengakuan atas praktik komunikasi publik yang berupaya menjaga etika, akurasi, dan tanggung jawab informasi.
Dampak pada Pelayanan Publik
Komunikasi publik yang sehat berpengaruh langsung pada kualitas pelayanan. Informasi kebijakan yang utuh dan mudah dipahami membantu warga mengakses layanan, mengurangi kesalahpahaman, dan memperkuat kepercayaan pada institusi.
Roni menyebut penghargaan ini sebagai pengingat tanggung jawab moral. Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi dua arah yang transparan dan berkeadaban. Pemerintah, dalam kerangka ini, dituntut hadir tidak hanya saat menyampaikan program, tetapi juga saat mendengar kritik dan kebutuhan masyarakat.
Penghargaan dan Tantangan Ke Depan
Sorot News Golden Award 2025 dihadiri sejumlah pejabat negara dan tokoh berprestasi dari berbagai bidang. Namun tantangan literasi digital ke depan tidak mengecil. Platform digital terus berkembang, pola konsumsi informasi berubah, dan risiko manipulasi informasi semakin kompleks.
Penghargaan ini menjadi penanda awal, bukan garis akhir. Literasi digital menuntut konsistensi kebijakan, penguatan komunitas, dan keberanian membuka ruang partisipasi publik secara luas.
Pengakuan nasional terhadap Kabid IKP Dishubkominfo Tasikmalaya menunjukkan bahwa literasi digital adalah kerja sunyi yang berdampak nyata. Ia tidak selalu viral, tetapi menentukan kualitas demokrasi lokal dan ketahanan informasi masyarakat.
Penghargaan literasi digital 2025 menegaskan pentingnya komunikasi publik yang transparan untuk memperkuat kepercayaan warga. (Red/Asep Chandra)




