Bandara Husein Bandung Dibidik 9 Maskapai, Ini Rute Favorit
- account_circle redaktur
- calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pesawat dari maskapai Scoot.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, LIFESTYLE – Bandara Husein Bandung kembali menarik perhatian dunia penerbangan. Sedikitnya sembilan maskapai nasional dan internasional telah mengajukan slot penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, membuka peluang bertambahnya pilihan penerbangan Bandung menuju sejumlah kota besar di Indonesia hingga Asia Tenggara.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, mengatakan pengajuan tersebut masih berada dalam proses evaluasi operasional. Dari berbagai usulan yang masuk, rute menuju Denpasar (Bali) dan Kualanamu (Medan) menjadi tujuan yang paling banyak diminati.
Bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya, perkembangan ini menjadi kabar yang patut diperhatikan. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan, akses penerbangan langsung dari Kota Bandung berpotensi semakin beragam tanpa harus bergantung pada bandara di luar wilayah tersebut.
Maskapai Nasional hingga Internasional Mulai Mengajukan Slot
Minat maskapai terhadap Bandara Husein menunjukkan bahwa pasar penerbangan dari Bandung masih dinilai menjanjikan.
Sejumlah maskapai domestik yang telah menyatakan minat membuka layanan meliputi Citilink, Garuda Indonesia, Super Air Jet, Wings Air, TransNusa, dan Indonesia AirAsia.
Di sisi internasional, Scoot dari Singapura, Malaysia Airlines, serta AirAsia Malaysia juga tercatat mengajukan minat untuk beroperasi dari Bandara Husein.
Namun demikian, belum seluruh maskapai tersebut dipastikan membuka penerbangan dalam waktu dekat. Saat ini proses pengajuan slot, evaluasi teknis, dan kesiapan operasional masih berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.
Dari Surabaya hingga Singapura, Ini Rute yang Diusulkan
Setiap maskapai membawa rencana jaringan penerbangan yang berbeda.
Citilink mengajukan rute menuju Surabaya, Denpasar, dan Kualanamu.
Garuda Indonesia mengusulkan penerbangan ke Denpasar.
Sementara itu, Super Air Jet menawarkan rute Denpasar, Pekanbaru, Batam, Padang, Pontianak, Balikpapan, serta Makassar.
Wings Air memilih Lampung dan Palembang sebagai tujuan awal.
TransNusa mengajukan penerbangan menuju Lampung, Johor Bahru, dan Kuala Lumpur.
Adapun Scoot mengusulkan penerbangan langsung Bandung–Singapura.
Indonesia AirAsia dan Malaysia Airlines juga telah menyampaikan minat untuk membuka layanan dari Bandara Husein. Meski begitu, rincian rute kedua maskapai tersebut masih menunggu proses finalisasi.
Mengapa Rute Ini Dinilai Punya Potensi Besar?
Jika melihat daftar pengajuan, sebagian besar tujuan merupakan kota dengan mobilitas penumpang yang tinggi sepanjang tahun.
Denpasar menjadi salah satu destinasi wisata utama di Indonesia. Surabaya berperan sebagai pusat bisnis di Jawa Timur, sedangkan Kualanamu menjadi gerbang penting menuju Sumatra.
Di sisi lain, Batam memiliki aktivitas perdagangan dan industri yang padat. Makassar menjadi penghubung kawasan Indonesia Timur.
Untuk rute internasional, Singapura dan Kuala Lumpur selama ini menjadi tujuan favorit masyarakat Indonesia, baik untuk urusan bisnis, pendidikan, kesehatan, maupun wisata.
Karena itu, tidak mengherankan jika rute-rute tersebut muncul sebagai usulan yang paling banyak diminati maskapai.
Peluang Baru bagi Mobilitas dan Ekonomi Bandung
Apabila pengajuan slot penerbangan mendapat persetujuan, manfaatnya tidak hanya dirasakan calon penumpang.
Kemudahan akses udara dapat memperkuat sektor pariwisata, mempercepat perjalanan bisnis, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha, hotel, restoran, hingga UMKM di Bandung dan sekitarnya.
Selain itu, bertambahnya pilihan penerbangan langsung berpotensi meningkatkan daya saing Bandung sebagai kota tujuan investasi, pendidikan, dan wisata.
Meski demikian, seluruh rencana tersebut masih bergantung pada hasil evaluasi operasional yang dilakukan Kementerian Perhubungan bersama pihak-pihak terkait.
Data mengenai maskapai dan rute dalam artikel ini mengacu pada keterangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa.
Saat ini yang bertambah bukan jumlah penerbangan, melainkan harapan. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, Bandara Husein bukan sekadar kembali melayani penumpang, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk baru bagi pertumbuhan ekonomi dan konektivitas Jawa Barat. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar