Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » FJG: Oknum Tak Bisa Berlindung di Balik Wartawan

FJG: Oknum Tak Bisa Berlindung di Balik Wartawan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHForum Jurnalis Galuh (FJG) menegaskan bahwa siapa pun yang diduga melakukan tindak pidana tidak dapat berlindung di balik identitas atau atribut profesi wartawan. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Dalam kesempatan itu, Forum Jurnalis Galuh juga menyampaikan dukungan terhadap proses hukum yang sedang ditangani aparat kepolisian.

FJG merupakan organisasi profesi yang mewadahi jurnalis di wilayah Galuh. Menurut organisasi tersebut, dugaan tindakan melawan hukum oleh seseorang yang mengaku sebagai wartawan tidak boleh digeneralisasi sebagai perilaku profesi jurnalistik secara keseluruhan.

FJG: Jangan Jadikan Profesi Wartawan sebagai Tameng

Ketua Forum Jurnalis Galuh, Pepy, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang kini tengah diproses oleh aparat penegak hukum.

Ia menegaskan bahwa profesi wartawan memiliki kode etik, tanggung jawab moral, dan aturan profesi yang harus dijunjung tinggi. Karena itu, siapa pun yang menyalahgunakan identitas pers untuk kepentingan pribadi atau diduga melakukan tindak pidana harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

“Kami dari FJG mengutuk keras perbuatan tersebut. Jika pelakunya bukan wartawan resmi yang memegang kartu pers dari media yang terverifikasi Dewan Pers, maka dia hanyalah oknum masyarakat yang mencatut profesi kami,” ujar Pepy, Rabu (8/7/2026).

Pepy juga menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan bentuk komitmen FJG untuk menjaga marwah profesi jurnalistik sekaligus melindungi kepercayaan masyarakat terhadap insan pers yang bekerja sesuai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Dukung Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Selain menyampaikan sikap organisasi, FJG juga mendukung penuh langkah kepolisian dalam menangani laporan dugaan tindak pidana tersebut.

Menurut Pepy, setiap laporan masyarakat harus diproses secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Oleh sebab itu, organisasi yang dipimpinnya menyerahkan sepenuhnya proses pembuktian kepada aparat penegak hukum.

“Kami mendukung penuh pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, proses penyelidikan oleh kepolisian masih berlangsung. Belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap terkait perkara tersebut. Karena itu, seluruh pihak tetap wajib menghormati asas praduga tak bersalah.

Masyarakat Diminta Berani Memverifikasi Identitas Wartawan

Sekretaris Forum Jurnalis Galuh, Edward Martin Alamsyah, mengajak masyarakat untuk lebih memahami cara mengenali wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.

Menurutnya, masyarakat, termasuk pihak sekolah dan instansi pemerintah, tidak perlu ragu meminta identitas pers maupun menanyakan media tempat seseorang bekerja ketika menerima kunjungan yang mengatasnamakan wartawan.

“Kami meminta masyarakat tidak takut untuk mengecek legalitas media dan identitas pers setiap orang yang datang mengaku sebagai wartawan,” ujar Edward.

Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk menghambat kerja jurnalistik, melainkan sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus perlindungan bagi masyarakat.

Edward juga mengingatkan bahwa apabila seseorang diduga melakukan tindakan yang mengarah pada tindak pidana, masyarakat sebaiknya segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum agar dapat diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

“Jika perilakunya sudah menjurus pada tindak pidana, segera laporkan kepada pihak berwenang. Jangan biarkan oknum yang tidak bertanggung jawab merusak citra profesi jurnalis yang mulia,” tambahnya.

Menjaga Kepercayaan Publik terhadap Pers

FJG menilai integritas merupakan modal utama profesi wartawan. Karena itu, organisasi tersebut berkomitmen mendukung penegakan hukum sekaligus menjaga nama baik profesi jurnalistik dari tindakan individu yang diduga menyalahgunakan identitas pers.

Di sisi lain, FJG juga mengajak masyarakat untuk membedakan antara wartawan yang menjalankan tugas sesuai kode etik dengan individu yang hanya mengaku sebagai wartawan tanpa dasar yang dapat diverifikasi.

Kepercayaan publik adalah modal terbesar dunia jurnalistik. Ketika ada individu yang diduga menyalahgunakan identitas pers untuk kepentingan pribadi, proses hukum harus berjalan objektif, sementara profesi wartawan tetap dijaga kehormatannya melalui kerja jurnalistik yang berintegritas dan bertanggung jawab. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • bubur khas Nusantara

    Tak Hanya Kolak, Ini 3 Bubur Khas Nusantara untuk Menu Buka Puasa

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bubur khas Nusantara selalu menjadi pilihan menarik saat waktu berbuka tiba. Selain mudah dicerna, makanan tradisional ini juga menghadirkan rasa hangat dan kaya rempah. Di berbagai daerah Indonesia, masyarakat mengenal beragam bubur tradisional untuk buka puasa dengan karakter rasa yang berbeda. Beberapa di antaranya bahkan menjadi identitas kuliner daerah. Misalnya Bubur Kampiun […]

  • Penduduk Tasikmalaya

    Hampir 2 Juta Penduduk Tasikmalaya, Mengapa Kemiskinan Masih Tinggi?

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penduduk Tasikmalaya terus bertambah dari tahun ke tahun. Namun, di balik pertumbuhan populasi Tasikmalaya yang kini hampir menyentuh dua juta jiwa, masih tersimpan pekerjaan rumah besar. Berdasarkan publikasi Kabupaten Tasikmalaya Dalam Angka 2026 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kabupaten Tasikmalaya pada 2025 mencapai 1.946.197 jiwa. Ironisnya, sekitar 185.990 […]

  • pencabulan anak Sukabumi

    Kasus Dugaan Pencabulan Anak Gegerkan Warga Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus dugaan kekerasan seksual anak di Sukabumi menjadi perhatian publik setelah pengakuan spontan seorang anak memicu terbukanya dugaan tindak pidana yang sebelumnya tidak diketahui banyak pihak. Informasi tersebut kemudian mendorong keluarga korban untuk berkoordinasi dan melaporkan dugaan peristiwa itu kepada aparat kepolisian. Hingga kini, Polres Sukabumi Kota masih menangani perkara tersebut melalui […]

  • OSN Majalengka

    OSN Majalengka, Informatika Jadi Andalan

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – OSN Majalengka kembali menjadi sorotan setelah 10 pelajar terbaik dari empat SMA dan MA berhasil melangkah ke Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) 2026. Mereka kini membawa harapan daerah untuk merebut tiket menuju tingkat nasional. Menariknya, bidang Informatika menjadi cabang yang paling banyak diwakili kontingen Majalengka, menandakan semakin kuatnya minat dan […]

  • Pemilih Disabilitas

    Data Pemilih Disabilitas Dinilai Masih Bermasalah, Bawaslu Beri Peringatan Keras

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Di tengah berbagai persiapan menuju pemilu mendatang, Bawaslu Kota Tasikmalaya menyoroti satu persoalan yang selama ini jarang menjadi perhatian publik, yakni akurasi data pemilih disabilitas. Masalah ini mencuat dalam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bagi Kaum Disabilitas yang digelar di Bale RW 01 Cintarasa, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Minggu (31/5/2026). Sejak pagi, […]

  • Daging Kurban

    Terungkap! Alasan Daging Kurban Terasa Berbeda dari Hari Biasa

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 284
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ada satu hal yang sering dirasakan banyak orang setiap Idul Adha: daging kurban terasa berbeda. Padahal bumbunya kadang sederhana. Bahkan cara memasaknya juga tidak selalu istimewa. Ada yang hanya dibakar seadanya di halaman rumah. Ada juga yang dimasak cepat karena dapur sedang penuh. Namun tetap saja rasanya seperti punya suasana sendiri. Dalam […]

expand_less