Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Leuwikeris Terbakar, Kelalaian Kecil Bisa Jadi Bencana

Leuwikeris Terbakar, Kelalaian Kecil Bisa Jadi Bencana

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • visibility 88
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, EDITORIAL – Hanya satu puntung rokok yang diduga masih menyala, kawasan Bendungan Leuwikeris di Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, nyaris menghadapi kebakaran yang lebih besar pada Jumat (3/7/2026). Kebakaran lahan Ciamis itu memang berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa. Namun, peristiwa tersebut kembali membuka kenyataan bahwa kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan masih menjadi ancaman serius ketika musim kemarau mulai mengeringkan lahan. Berdasarkan laporan awal BPBD Kabupaten Ciamis, api diduga berasal dari puntung rokok yang mengenai tumpukan sampah, kemudian menjalar ke lahan yang dipenuhi vegetasi kering.

Kejadian ini seharusnya tidak berhenti sebagai kabar tentang kebakaran semata. Lebih dari itu, insiden di Leuwikeris menjadi alarm bahwa kelalaian kecil dapat berubah menjadi bencana ketika cuaca panas, rumput mengering, dan sampah mudah terbakar.

Dari Puntung Rokok Menjadi Kobaran Api

BPBD Kabupaten Ciamis mencatat kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Dugaan sementara mengarah pada puntung rokok yang dibuang ke area penempatan sampah. Bara api kemudian menyulut tumpukan sampah sebelum merambat ke lahan kering di sekitarnya.

Laporan masyarakat baru diterima sekitar pukul 19.55 WIB. Setelah itu, BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran, BBWS Citanduy, aparat pemerintah desa, dan warga langsung bergerak menuju lokasi untuk menghentikan penyebaran api.

Respons cepat tersebut patut diapresiasi. Berkat kerja sama seluruh unsur, api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke kawasan lain. Luas lahan yang terbakar tercatat sekitar 25 x 15 meter, sementara BPBD memastikan tidak ada korban jiwa.

Musim Kemarau Bukan Waktu untuk Abai

Memasuki musim kemarau, hampir setiap lahan kosong berubah menjadi kawasan yang lebih rentan terbakar. Rumput mengering, daun berguguran, dan tumpukan sampah menjadi bahan bakar yang siap menyala ketika terkena bara api sekecil apa pun.

Karena itu, membuang puntung rokok sembarangan bukan lagi persoalan etika semata. Dalam kondisi tertentu, kebiasaan tersebut dapat memicu kebakaran yang mengancam lingkungan, fasilitas umum, bahkan permukiman apabila api tidak segera dikendalikan.

Leuwikeris menjadi contoh nyata bahwa sumber api tidak selalu berasal dari sesuatu yang besar. Justru kelalaian sederhana sering kali menjadi pemicu awal sebelum kebakaran berkembang lebih luas.

Jangan Biarkan Kelalaian Terus Berulang

Setiap musim kemarau, pemerintah dan petugas kebencanaan terus mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan. Sayangnya, imbauan tersebut masih sering diabaikan.

Padahal, mencegah kebakaran jauh lebih mudah daripada memadamkannya. Memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang hanya membutuhkan beberapa detik. Sebaliknya, ketika api telanjur membesar, tenaga, waktu, dan biaya yang dikeluarkan untuk penanganannya jauh lebih besar.

Kesadaran seperti inilah yang perlu tumbuh di tengah masyarakat. Pencegahan tidak hanya bergantung pada petugas BPBD atau Damkar, tetapi juga pada kebiasaan setiap orang dalam menjaga lingkungan.

Leuwikeris Memberikan Pelajaran Berharga

Kebakaran di kawasan Bendungan Leuwikeris memang berhasil diatasi. Namun, keberhasilan itu tidak boleh membuat masyarakat lengah. Peristiwa tersebut justru menjadi pengingat bahwa musim kemarau selalu membawa risiko yang lebih tinggi apabila tidak diiringi kepedulian terhadap lingkungan.

Satu puntung rokok mungkin terlihat tidak berarti. Akan tetapi, ketika jatuh di atas rumput kering atau tumpukan sampah, benda kecil itu dapat berubah menjadi awal sebuah bencana.

Api di Leuwikeris sudah padam. Pertanyaannya, apakah kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan juga akan ikut padam? Jika jawabannya belum, maka musim kemarau berikutnya hanya tinggal menunggu kelalaian yang sama untuk kembali menyalakan api. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Pabrik Cobek

    Diduga Gara-Gara Puntung Rokok, Pabrik Cobek Tamansari Dilalap Api

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran pabrik cobek kembali menjadi perhatian warga Kota Tasikmalaya setelah sebuah pabrik produksi cobek kayu di wilayah Sukahurip, Kecamatan Tamansari, terbakar pada Kamis (11/6/2026) dini hari. Ironisnya, kobaran api diduga berawal dari sesuatu yang terlihat sepele: puntung rokok yang belum padam sempurna. Peristiwa kebakaran pabrik cobek tersebut terjadi di kawasan Ciwaas […]

  • kepanikan massal

    Dentuman Misterius Picu Kepanikan Warga Puncak

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Dentuman keras tak dikenal di Puncak Cianjur memicu kepanikan massal warga dan membuat BPBD turun tangan. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara dentuman keras yang terdengar tiba-tiba di malam hari memicu kepanikan massal warga di kawasan Puncak Cianjur, Jawa Barat. Peristiwa yang terjadi pada Senin malam itu membuat banyak warga keluar rumah karena khawatir terjadi ledakan […]

  • Kapolres Cup 2026

    Kapolres Cup 2026 Dibuka Gratis, Kesempatan Emas Gamer Tasikmalaya Unjuk Gigi

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polres Tasikmalaya resmi membuka pendaftaran Esports Kapolres Cup 2026 untuk game Mobile Legends: Bang Bang mulai 16 hingga 25 Juni 2026. Kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut terbuka bagi peserta berusia 16 hingga 22 tahun yang berdomisili di Kabupaten Tasikmalaya. Informasi pembukaan pendaftaran tersebut dipublikasikan melalui […]

  • Lebaran tanpa pulang

    Di Negeri Orang, Mereka Menangis Diam-Diam Saat Lebaran

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Lebaran tanpa pulang bukan sekadar cerita, tetapi luka yang terus dipeluk diam-diam oleh para pekerja migran. Saat gema takbir menggema di kampung halaman, mereka justru terdiam di kamar sempit di negeri orang. Lebaran tanpa pulang, atau tidak mudik saat Lebaran, bukan pilihan ringan—ini adalah harga yang harus dibayar demi keluarga yang mereka […]

  • Batik MTsN 3

    Batik Baru MTsN 3 Tasikmalaya Jadi Simbol Semangat Generasi Emas

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di MTs Negeri 3 Kota Tasikmalaya berlangsung berbeda dari biasanya. Di tengah momentum kebangsaan dan milad ke-48 madrasah, pihak sekolah meluncurkan dua motif Batik MTsN 3 yang sarat filosofi budaya Tasikmalaya dan semangat generasi muda Indonesia. Peluncuran berlangsung Selasa (20/5/2026) dan langsung menarik perhatian para tamu […]

  • kapal Pertamina Selat Hormuz

    Selat Hormuz Memanas: Kapal Malaysia Lolos, Dua Tanker Pertamina Masih Tertahan

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Situasi Selat Hormuz kembali menarik perhatian dunia setelah beberapa kapal tanker mendapat izin melintas dari Iran. Namun di tengah perkembangan itu, kapal Pertamina Selat Hormuz justru masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Kondisi ini memicu perhatian publik karena jalur tersebut merupakan salah satu rute paling penting bagi perdagangan energi global. Sejumlah […]

expand_less