Gerakan Berkiblat Dimulai, Cek Arah Salat Anda
- account_circle redaktur
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi gambar petugas Kementerian Agama melakukan kalibrasi arah kiblat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Arah kiblat di masjid, musala, maupun tempat ibadah lainnya belum tentu selalu tepat. Karena itu, kalibrasi arah kiblat kembali menjadi perhatian Kementerian Agama melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat. Di Jawa Barat, program ini menargetkan pengecekan arah kiblat di 279.150 lokasi ibadah secara serentak pada 15–16 Juli 2026.
Kegiatan tersebut memanfaatkan momen Rashdul Kiblat (Istiwa A’zam), yaitu saat posisi Matahari berada tepat di atas Ka’bah. Fenomena astronomi ini memungkinkan masyarakat mengecek arah kiblat dengan metode yang sederhana sekaligus memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Jawa Barat Libatkan Lebih dari 30 Ribu ASN
Untuk menyukseskan program tersebut, Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat mengerahkan 30.570 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersebar di berbagai daerah.
Para petugas akan mendampingi proses kalibrasi sekaligus memberikan edukasi kepada pengurus masjid, musala, pondok pesantren, dan masyarakat mengenai cara memastikan arah kiblat secara benar.
Ribuan personel akan melakukan pengecekan arah kiblat secara bertahap di seluruh wilayah Jawa Barat agar prosesnya berjalan terukur dan menyeluruh.
Program ini sekaligus memperkuat kualitas layanan keagamaan yang akurat, mudah diakses, dan semakin memenuhi kebutuhan masyarakat.
Mengapa Kalibrasi Kiblat Perlu Dilakukan?
Perubahan bangunan, renovasi, kesalahan pengukuran pada masa lalu, hingga penggunaan metode yang kurang tepat dapat menyebabkan arah kiblat bergeser dari posisi seharusnya.
Karena itu, Kementerian Agama mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Rashdul Kiblat sebagai kesempatan untuk memastikan kembali arah salat.
Pada 15–16 Juli 2026 sekitar pukul 16.27 WIB, Matahari akan berada hampir tepat di atas Ka’bah. Saat itulah bayangan benda tegak lurus dapat menjadi acuan untuk mengecek arah kiblat secara praktis.
Para ahli menggunakan metode ini dalam ilmu falak untuk menentukan arah kiblat secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat Bukan Sekadar Seremonial
Kanwil Kemenag Jawa Barat menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya agenda tahunan.
Lebih dari itu, Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat menjadi bentuk pelayanan publik yang menggabungkan nilai keagamaan dengan pendekatan ilmiah.
Melalui program ini, masyarakat diharapkan memahami bahwa kalibrasi arah kiblat bukan berarti menyalahkan posisi masjid yang telah berdiri sejak lama. Sebaliknya, kegiatan tersebut merupakan ikhtiar untuk memastikan arah salat tetap sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan hasil pengukuran yang lebih presisi.
Pendekatan edukatif tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya pengecekan arah kiblat secara berkala.
Target Besar untuk Pelayanan Keagamaan yang Lebih Akurat
Target 279.150 lokasi ibadah menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu daerah dengan cakupan kalibrasi arah kiblat terbesar di Indonesia.
Selain memastikan ketepatan arah salat, program ini memperkuat sinergi antara pemerintah, pengurus tempat ibadah, akademisi, dan masyarakat dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin berkualitas.
Ke depan, hasil kalibrasi ini akan memperkuat akurasi arah kiblat di berbagai lokasi ibadah sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan Kementerian Agama.
Ribuan ASN bersama masyarakat akan menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat agar setiap lokasi ibadah memiliki acuan arah kiblat yang semakin akurat.
Memastikan arah kiblat bukan sekadar soal derajat kompas, melainkan ikhtiar menjaga ketepatan ibadah melalui ilmu pengetahuan, kolaborasi, dan pelayanan yang terus berkembang. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar