Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Persigar Garut Siap Tempur di Babak 8 Besar Nasional

Persigar Garut Siap Tempur di Babak 8 Besar Nasional

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 172
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Ribuan pendukung Persigar Garut akhirnya dapat menandai kalender mereka. Jadwal Persigar Garut pada Putaran Nasional Babak 8 Besar Liga 4 Piala Presiden 2025/2026 resmi dirilis oleh Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat. Tiga pertandingan penting kini sudah menanti Laskar Domba dalam perjuangan menuju fase berikutnya.

Bagi masyarakat Garut, babak 8 besar Liga 4 bukan sekadar kompetisi sepak bola. Momentum ini menjadi panggung pembuktian bahwa klub kebanggaan daerah mampu bersaing di level nasional. Karena itu, publik sepak bola Garut mulai menaruh perhatian besar terhadap jadwal pertandingan yang akan berlangsung di Yogyakarta tersebut.

Berdasarkan jadwal resmi yang dipublikasikan Asprov PSSI Jawa Barat, Persigar Garut tergabung di Grup A bersama Pesik Kuningan, Pasuruan United FC, dan Persipani Pania.

Derby Jawa Barat Jadi Ujian Pertama Persigar

Perjalanan Persigar Garut akan dimulai dengan menghadapi sesama wakil Jawa Barat, Pesik Kuningan. Pertandingan pembuka ini diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama membawa ambisi besar untuk membuka peluang lolos ke fase berikutnya.

Laga akan berlangsung di Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, pada Senin, 29 Juni 2026, dengan jadwal kick-off pukul 13.15 WIB.

Bagi sebagian pendukung Persigar, pertandingan ini bukan hanya perebutan tiga poin. Pertemuan dua tim Jawa Barat juga membawa gengsi tersendiri. Di media sosial, berbagai dukungan mulai bermunculan sejak jadwal resmi diumumkan.

Jadwal Pertandingan Pertama

Senin, 29 Juni 2026

Pesik Kuningan vs Persigar Garut

Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta
Kick-off: 13.15 WIB

Pasuruan United Jadi Tantangan Berikutnya

Setelah menghadapi Pesik Kuningan, Persigar akan bertemu wakil Jawa Timur, Pasuruan United FC. Pertandingan kedua ini berpotensi menjadi salah satu laga paling krusial dalam persaingan Grup A.

Pasalnya, hasil pertandingan kedua sering kali menentukan arah perjalanan sebuah tim di fase grup. Karena itu, Persigar diperkirakan akan tampil dengan intensitas tinggi untuk menjaga peluang lolos.

Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 2 Juli 2026, di Stadion Mandala Krida, dengan waktu kick-off pukul 15.30 WIB.

Jadwal Pertandingan Kedua

Kamis, 2 Juli 2026

Persigar Garut vs Pasuruan United FC

Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta
Kick-off: 15.30 WIB

Persipani Pania Bisa Menjadi Laga Penentuan

Persigar Garut akan menutup fase grup dengan menghadapi Persipani Pania dari Papua pada Minggu, 5 Juli 2026.

Pertandingan terakhir fase grup hampir selalu menghadirkan tekanan tersendiri. Tidak sedikit tim yang menentukan nasibnya pada laga pamungkas. Oleh sebab itu, duel melawan Persipani berpotensi menjadi pertandingan yang paling menentukan bagi Persigar.

Laga tersebut akan kembali berlangsung di Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, dengan jadwal kick-off pukul 13.15 WIB.

Jadwal Pertandingan Ketiga

Minggu, 5 Juli 2026

Persigar Garut vs Persipani Pania

Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta
Kick-off: 13.15 WIB

Jadwal Lengkap Persigar Garut Babak 8 Besar

Tanggal Pertandingan Stadion Kick-off
29 Juni 2026 Pesik Kuningan vs Persigar Garut Mandala Krida, Yogyakarta 13.15 WIB
2 Juli 2026 Persigar Garut vs Pasuruan United FC Mandala Krida, Yogyakarta 15.30 WIB
5 Juli 2026 Persigar Garut vs Persipani Pania Mandala Krida, Yogyakarta 13.15 WIB

Bagi masyarakat Garut, perjuangan Persigar di babak 8 besar nasional membawa harapan yang jauh lebih besar daripada sekadar kemenangan di lapangan. Perjalanan ini menjadi simbol kerja keras, konsistensi, dan mimpi sepak bola daerah untuk terus berkembang di tingkat nasional.

Kini, semua perhatian tertuju ke Stadion Mandala Krida. Tiga pertandingan telah menanti. Tiga peluang sudah terbuka. Dan bagi Persigar Garut, perjalanan menuju sejarah baru akan dimulai ketika peluit pertama dibunyikan.

Karena dalam sepak bola, mimpi tidak pernah lahir dari penantian. Mimpi lahir dari keberanian untuk bertarung hingga detik terakhir. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kekuatan militer Iran

    Jarang Disorot, Kekuatan Militer Iran Ternyata Bukan Sekadar Senjata

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pembahasan tentang kekuatan militer Iran sering berfokus pada jumlah senjata. Namun, realitas di lapangan jauh lebih kompleks. Strategi militer Iran dan pendekatan perang asimetris justru menjadi kunci utama yang membuat negara ini diperhitungkan. Karena itu, memahami kekuatan Iran tidak cukup hanya melihat tank atau jet tempur. Selain itu, Iran mengembangkan cara […]

  • PSSI Awards 2026

    Voting PSSI Awards 2026

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Voting publik PSSI Awards 2026 resmi dibuka, libatkan pencinta sepak bola Indonesia dalam menentukan prestasi terbaik. Voting Publik PSSI Awards 2026 Resmi Dimulai albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi membuka voting publik PSSI Awards 2026 mulai hari ini. Melalui mekanisme pemungutan suara berbasis daring, masyarakat pencinta sepak bola diberi […]

  • Ilustrasi seseorang memainkan media sosial bertema politik dengan nuansa gelap dan reflektif menurut kajian Islam.

    Hukum Buzzer Politik dalam Islam, Halal atau Haram?

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 256
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Fenomena buzzer politik kini semakin sering dibahas masyarakat. Dalam perspektif Buzzer Politik Islam, topik ini menjadi sensitif karena berkaitan dengan etika berbicara, menyebarkan informasi, hingga tanggung jawab moral di media sosial. Tidak sedikit orang mulai mempertanyakan: apakah menjadi buzzer politik diperbolehkan dalam Islam? Pertanyaan itu muncul karena media sosial hari ini bukan […]

  • Persib vs Persebaya

    Persib vs Persebaya: Lima Fakta Maung Bandung Lebih Diunggulkan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Persib vs Persebaya akan menjadi sorotan utama pecinta sepak bola Indonesia pada final play-off Piala Presiden 2026 yang digelar Kamis (6/8/2026) pukul 19.00 WIB di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Pertemuan dua klub besar Liga Indonesia ini diprediksi berlangsung ketat. Namun, jika melihat tren performa, komposisi pemain, hingga pengalaman […]

  • Turis Tidur di Bandara

    Fenomena Turis Tidur di Bandara Changi Menuai Kritik saat Harga Hotel Melonjak

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Fenomena turis tidur di Bandara Changi saat F1 menuai kritik warga Singapura karena dianggap mencoreng reputasi bandara. albadarpost.com, LENSA – Fenomena Turis Tidur di Bandara Changi di Singapura menjadi sorotan publik setelah banyak wisatawan kedapatan bermalam di area-terminal selama akhir pekan penyelenggaraan ajang balap Formula 1. Tindakan itu dilakukan untuk menghindari biaya hotel yang melambung […]

  • penipuan perekrutan kerja

    Rute Gelap Perekrutan: Jejak 13 Pekerja Jabar dari Janji Sawit hingga Terlantar di Kalbar

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 251
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di sebuah ruang kecil di Polda Kalimantan Barat, tiga belas wajah itu duduk menunggu kabar pemulangan. Mereka berasal dari Garut dan Tasikmalaya, dua kabupaten yang melahirkan banyak perantau muda. Perjalanan mereka menuju Kalimantan berawal dari janji yang tampak sederhana: pekerjaan sebagai buruh sawit dengan upah yang cukup untuk menutup kebutuhan keluarga. Janji […]

expand_less