Kapolres Cup 2026 Guncang Tasik, Peserta dari Bali Datang
- account_circle redaktur
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

1000 Kicau Burung Banjiri Mapolresta Tasikmalaya, Minggu (28/6/2026)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sejak Minggu pagi (28/6/2026), suasana di Lapangan Upacara Mapolresta Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun, sudah berbeda dari biasanya. Deretan kendaraan peserta memenuhi area parkir. Ratusan sangkar burung berjajar rapi di bawah tenda. Di beberapa sudut, para peserta tampak sibuk memeriksa kondisi burung andalannya.
Tak lama kemudian, ribuan suara burung berkicau bersamaan memecah udara Kota Tasikmalaya.
Gelaran Kapolres Cup 2026, yang menjadi bagian dari peringatan HUT Bhayangkara ke-80, berhasil menyedot perhatian sekitar 1.000 peserta kicau mania dari berbagai daerah. Bahkan, sejumlah peserta datang dari luar Pulau Jawa, termasuk dari Bali.
Bagi komunitas pecinta burung berkicau, Kapolres Cup tahun ini bukan sekadar perlombaan. Ajang tersebut telah berkembang menjadi salah satu panggung bergengsi yang mempertemukan hobi, prestasi, ekonomi, dan kebanggaan komunitas.
Seribu Peserta Padati Arena Kapolres Cup
Ketua panitia pelaksana yang juga Kasat Intelkam Polresta Tasikmalaya, AKP Widi Eko, mengatakan bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi.
“Peserta yang ikut kontes burung ini ada sekitar 1.000 orang,” ujarnya.
Sebanyak delapan jenis burung dipertandingkan, mulai dari murai batu, kenari, lovebird, cucak hijau, hingga beberapa kelas favorit lainnya.
Suasana arena pun berlangsung semarak. Di bawah terik matahari, para peserta tetap fokus memantau performa burung masing-masing. Sesekali, terdengar tepuk tangan dan sorakan penonton ketika burung favorit menunjukkan performa terbaiknya.
Menurut Widi, skala penyelenggaraan tahun ini sudah masuk kategori nasional.
“Ini sudah masuk kategori kelas nasional. Jumlah gantangan lebih dari 50. Total gantangan di lomba kali ini ada 70,” tegasnya.
Puluhan gantangan yang berdiri berjejer menciptakan pemandangan yang jarang ditemui dalam kompetisi biasa. Suara ribuan burung yang berkicau bersamaan bahkan membuat suasana lapangan terasa bergetar.
Hadiah Motor dan Motor Listrik Jadi Daya Tarik
Selain prestise, total hadiah yang disiapkan panitia juga menjadi magnet tersendiri.
Panitia menyediakan dua unit sepeda motor, lima unit motor listrik, serta uang pembinaan untuk berbagai kategori perlombaan.
Sementara itu, peserta yang mengikuti kelas utama Kapolres Cup harus membayar biaya pendaftaran sebesar Rp1.100.000 per burung.
“Karena pendaftaran mahal, peserta justru semakin tertantang. Ini ajang adu kualitas dan mental,” kata Widi.
Bagi sebagian peserta, biaya tersebut bukan sekadar tiket perlombaan. Mereka menganggapnya sebagai investasi untuk mengukur kualitas burung terbaik yang selama ini dirawat dan dilatih.
Peserta dari Bali Datang Demi Kapolres Cup
Salah satu cerita yang menarik perhatian datang dari peserta luar Jawa Barat.
Beberapa peserta diketahui membawa burung murai batu dari Bali untuk mengikuti kompetisi ini. Perjalanan ribuan kilometer tersebut menjadi bukti bahwa nama Kapolres Cup Tasikmalaya telah dikenal luas di kalangan kicau mania Indonesia.
Di salah satu sudut arena, seorang peserta tampak berkali-kali memeriksa sangkar murai miliknya sebelum memasuki sesi penilaian. Sementara di area lain, sejumlah peserta terlihat berdiskusi mengenai karakter suara dan performa burung unggulan mereka.
Pemandangan tersebut memperlihatkan bahwa di balik sebuah lomba burung, terdapat dedikasi, kerja keras, dan kecintaan yang tidak sederhana.
Kontes Burung Turut Menggerakkan Ekonomi Lokal
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menilai bahwa kontes burung memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar aktivitas hobi.
“Ini luar biasa. Selain hobi, ekonomi juga bergerak. Pakan, sangkar, kuliner, hotel semuanya hidup,” ujarnya.
Menurut Diky, kegiatan dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara masyarakat dan institusi kepolisian.
Ia berharap Kapolres Cup dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan mampu mendatangkan lebih banyak peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagi sebagian orang, suara burung mungkin hanya terdengar sebagai hiburan. Namun, bagi ribuan kicau mania yang hadir di Tasikmalaya hari itu, setiap kicauan membawa cerita tentang persahabatan, perjuangan, prestasi, dan kebanggaan.
Ketika ribuan burung berkicau dalam satu arena, yang dipertaruhkan bukan sekadar gelar juara, tetapi juga harga diri, dedikasi, dan mimpi para pecinta burung dari seluruh Indonesia. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar