Kemenag Banjar Rangkul Yatim dan Disabilitas
- account_circle redaktur
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anak yatim dan penyandang disabilitas mengikuti kegiatan Lebaran Yatim 2026 di Kantor Kemenag Kota Banjar bersama Baznas Kota Banjar, Kamis (25/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lebaran Yatim Banjar kembali menghadirkan pesan kuat tentang kepedulian sosial. Dalam kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar bersama Baznas Kota Banjar tidak hanya menyalurkan santunan kepada ribuan penerima manfaat, tetapi juga mengajak masyarakat melihat anak yatim dan penyandang disabilitas sebagai generasi yang memiliki hak, potensi, dan masa depan yang sama.
Suasana hangat langsung terasa sejak peserta mulai memenuhi lingkungan Kantor Kemenag Kota Banjar, Kamis (25/6/2026). Deretan kursi dipenuhi anak-anak dengan senyum yang sesekali bercampur rasa haru. Di sudut lain, para tamu undangan saling menyapa sebelum acara dimulai. Momen itu menghadirkan gambaran bahwa kepedulian sosial lahir dari kolaborasi banyak pihak, bukan hanya dari satu lembaga.
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan lembaga keagamaan, tokoh agama, perbankan syariah, hingga berbagai mitra zakat hadir dalam kegiatan yang mengusung tema “Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri.”
Lebih dari Bantuan, Anak-anak Diberi Kesempatan Berkembang
Kepala Kemenag Kota Banjar, Muhamad Fikri Firdaus, menegaskan kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyerahan bantuan sosial.
Menurutnya, anak yatim dan penyandang disabilitas membutuhkan ruang untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan cita-cita mereka. Karena itu, kegiatan Lebaran Yatim dirancang sebagai momentum untuk membangun masyarakat yang semakin inklusif, adil, dan penuh empati.
“Anak-anak yatim dan penyandang disabilitas bukanlah objek belas kasihan, melainkan generasi yang memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, berprestasi, dan berkontribusi bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Pesan tersebut mendapat sambutan hangat dari para peserta. Banyak orang tua dan pendamping berharap semakin banyak ruang yang membuka kesempatan bagi anak-anak untuk berkembang tanpa stigma.
Ribuan Penerima Manfaat Merasakan Kepedulian Bersama
Dalam kesempatan itu, Baznas Kota Banjar menyalurkan santunan kepada 1.000 anak yatim yang secara simbolis diterima oleh perwakilan penerima manfaat.
Selain itu, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Kota Banjar memberikan santunan kepada 100 siswa yatim dari berbagai madrasah. Bantuan juga diberikan kepada 50 penyandang disabilitas sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan sosial yang menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.
Perwakilan penerima berasal dari berbagai satuan pendidikan, antara lain MIN 1 Banjar, MIN 2 Banjar, MIN 3 Banjar, MTsN 1 Banjar, MTsN 2 Banjar, MTsN 3 Banjar, serta anak-anak yatim dari Desa Balokang.
Penyerahan santunan dilakukan langsung oleh para tamu undangan. Momen tersebut menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap anak yatim bukan hanya tanggung jawab keluarga atau pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama.
Kolaborasi Jadi Kunci Menguatkan Kepedulian Sosial
Muhamad Fikri Firdaus mengapresiasi dukungan Baznas Kota Banjar, UPZ Kemenag, para donatur, mitra zakat dan wakaf, serta seluruh panitia yang berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, sinergi berbagai pihak membuktikan bahwa program sosial akan memberi dampak lebih besar ketika dibangun melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin ini dapat terus ditingkatkan. Mudah-mudahan pada tahun mendatang jumlah penerima manfaat semakin bertambah sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan keberkahan dari program sosial dan kemanusiaan ini,” katanya.
Harapan itu sejalan dengan semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang mendorong masyarakat memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Inklusivitas Menjadi Pesan Utama
Lebaran Yatim tahun ini menghadirkan pesan yang lebih luas daripada sekadar berbagi santunan.
Kegiatan tersebut mengajak masyarakat melihat bahwa anak yatim dan penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi bangsa.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, Baznas, UPZ, lembaga keagamaan, dunia usaha, serta masyarakat, semangat gotong royong semakin terasa nyata.
Program seperti ini diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak anak memperoleh dukungan moral maupun sosial dalam membangun masa depan mereka.
Santunan memang dapat membantu memenuhi kebutuhan hari ini. Namun, kesempatan untuk bermimpi, belajar, dan tumbuh tanpa diskriminasi adalah hadiah yang nilainya jauh lebih besar bagi masa depan setiap anak. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar