Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Piala Dunia 2026 dan Etika Suporter dalam Islam

Piala Dunia 2026 dan Etika Suporter dalam Islam

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Demam Piala Dunia 2026 tidak hanya terasa di stadion dan fan zone. Perdebatan juga berpindah ke grup WhatsApp, Facebook, Instagram, hingga kolom komentar berbagai platform media sosial. Di sana, kegembiraan, kekecewaan, bahkan ejekan sering bercampur menjadi satu.

Dalam suasana seperti itu, pembahasan mengenai etika suporter Islam, adab bermedia sosial, dan batas fanatisme kembali menjadi relevan. Terlebih, FIFA meluncurkan kampanye anti-kebencian dan dilaporkan telah menghapus ratusan ribu unggahan yang mengandung unsur pelecehan serta ujaran kebencian selama turnamen berlangsung.

Pertanyaannya, bagaimana fikih memandang fenomena tersebut?

Ketika Rivalitas Sepak Bola Berubah Menjadi Fanatisme

Di banyak grup percakapan, candaan antarsuporter sebenarnya merupakan hal biasa. Namun, tidak jarang suasana berubah panas hanya karena perbedaan dukungan.

Ada yang saling mengejek. Ada pula yang menyerang pemain tertentu dengan kata-kata kasar setelah gagal mencetak gol atau gagal mengeksekusi penalti.

Padahal, beberapa jam kemudian pertandingan berakhir. Tim yang menang belum tentu akan terus berjaya. Namun, jejak komentar yang terlanjur ditulis sering kali tetap tersimpan di ruang digital.

Dalam Islam, fanatisme berlebihan atau ‘ashabiyah mendapat peringatan serius.

Rasulullah SAW bersabda:

“Bukan termasuk golongan kami orang yang menyeru kepada fanatisme golongan (‘ashabiyah).”
(HR Abu Dawud)

Mendukung tim favorit tentu diperbolehkan. Akan tetapi, ketika dukungan tersebut berubah menjadi permusuhan, penghinaan, dan kebencian, maka semangat sportivitas telah bergeser menjadi sikap yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”
(QS Al-Hujurat: 10)

Karena itu, rivalitas dalam olahraga seharusnya tetap berada dalam bingkai persaudaraan dan akhlak.

Hukum Menghina Pemain dan Negara Lain

Setiap Piala Dunia selalu melahirkan pahlawan baru. Namun, pada saat yang sama, ada pula pemain yang menjadi sasaran kemarahan warganet.

Kegagalan penalti, blunder penjaga gawang, atau kekalahan sebuah tim sering memunculkan gelombang ejekan yang tidak sedikit.

Bahkan, tidak jarang penghinaan melebar kepada bangsa, suku, maupun pendukung negara tertentu.

Padahal, Al-Qur’an telah memberikan peringatan yang sangat jelas.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain. Boleh jadi mereka lebih baik daripada mereka.”
(QS Al-Hujurat: 11)

Ayat tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun etika suporter Islam di era digital.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak menzalimi dan tidak menghina saudaranya.”
(HR Muslim)

Karena itu, menghina pemain, menyebarkan meme yang merendahkan orang lain, atau mencaci negara tertentu tidak dapat dibenarkan hanya karena alasan loyalitas terhadap tim favorit.

Adab Bermedia Sosial Menurut Al-Qur’an

Media sosial membuat setiap orang dapat berbicara kepada ribuan orang hanya melalui satu unggahan.

Namun, Islam mengingatkan bahwa setiap kata yang keluar akan dimintai pertanggungjawaban.

Allah SWT berfirman:

“Tiada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”
(QS Qaf: 18)

Karena itu, para ulama mengingatkan bahwa jari yang mengetik di layar ponsel memiliki tanggung jawab yang sama dengan lisan yang berbicara.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Prinsip tersebut tetap berlaku, baik di masjid, di rumah, maupun di kolom komentar media sosial.

Selain itu, Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”
(QS Al-Maidah: 8)

Dengan demikian, perbedaan pilihan tim nasional seharusnya tidak menjadi alasan untuk menghilangkan rasa hormat kepada sesama manusia.

Menjadi Suporter yang Berakhlak

Suasana fan zone yang riuh, suara terompet, sorak kegembiraan ketika gol tercipta, hingga rasa kecewa ketika tim favorit tersingkir merupakan bagian dari keindahan sepak bola.

Semua itu wajar.

Islam tidak melarang seseorang mencintai olahraga. Islam juga tidak melarang mendukung tim favorit.

Yang dilarang adalah ketika kecintaan tersebut melahirkan kesombongan, permusuhan, dan kebencian.

Pada akhirnya, sepak bola hanyalah pertandingan yang berlangsung selama 90 menit. Namun, akhlak seseorang akan terus melekat, bahkan setelah peluit panjang dibunyikan.

Mungkin sebuah trofi akan dikenang selama beberapa tahun. Akan tetapi, kata-kata yang menyakiti orang lain bisa meninggalkan luka yang jauh lebih panjang.

Karena itu, menjadi suporter yang baik bukan hanya soal setia kepada tim kesayangan.

Lebih dari itu, menjadi suporter yang berakhlak adalah bagian dari menjaga kehormatan diri sebagai seorang muslim.

Sebab pada hari ketika skor pertandingan sudah dilupakan, yang masih bernilai di hadapan Allah bukanlah siapa tim yang kita dukung, melainkan bagaimana kita menjaga lisan, tulisan, dan akhlak di tengah panasnya persaingan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persib vs Bhayangkara

    Bhayangkara vs Persib: Saat Tekanan Juara Bertemu Tim Penuh Kejutan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ada pertandingan yang sekadar soal tiga poin. Namun ada juga pertandingan yang perlahan berubah menjadi ujian mental satu musim penuh. Laga antara FC Bhayangkara melawan Persib Bandung terasa seperti itu. Di atas kertas, Persib memang lebih unggul. Klasemen memihak mereka. Statistik juga berbicara jelas. Maung Bandung duduk di papan atas dengan […]

  • budidaya lobster

    Budidaya Lobster Pangandaran Perkuat Ekonomi Pesisir

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Budidaya lobster Pangandaran berkembang, produksi stabil dan membuka peluang ekspor berkelanjutan. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Budidaya lobster di kawasan wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat, mulai menunjukkan geliat yang signifikan. Sejumlah kelompok warga mengembangkan usaha ini secara lebih terstruktur dan modern, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat posisi perikanan daerah. Aktivitas budidaya lobster […]

  • Raperda Tasikmalaya

    Raperda Tasikmalaya Disahkan, Warga Bisa Rasakan Perubahan?

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tasikmalaya resmi disahkan DPRD dalam Rapat Paripurna ke-4, Jumat (17/4/2026), dan langsung mengarah pada satu tujuan besar: mempercepat layanan publik. Melalui perubahan ketiga atas Perda kota Tasikmalaya No.7 Tahun 2016 tentang struktur perangkat daerah, Pemerintah Kota Tasikmalaya kini bergerak merombak cara kerja birokrasi agar lebih efektif, tepat […]

  • Baksos Polres Tasikmalaya

    8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Mangunreja

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Baksos Polres Tasikmalaya menjadi salah satu potret kepedulian yang mewarnai peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Aksi sosial yang digelar di Kampung Pasirbenying, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (17/6/2026), itu tidak hanya menghadirkan bantuan sosial, tetapi juga membawa pesan bahwa kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sejak pagi, suasana di Kampung Pasirbenying […]

  • reintroduksi banteng jawa

    Reintroduksi Banteng Jawa: Mandat Negara, Regulasi Konservasi, dan Celah Pertanggungjawaban

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    BBKSDA Jawa Barat memperkuat reintroduksi banteng jawa di Pangandaran guna menekan ancaman kepunahan. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pusat Reintroduksi Banteng Jawa di Pangandaran bukan sekadar proyek konservasi. Program ini berdiri di atas kerangka hukum yang mengikat, dengan konsekuensi administratif dan pidana bagi pihak yang melanggar. Reintroduksi banteng jawa, menurut otoritas kehutanan, adalah implementasi langsung kewajiban negara […]

  • pengguna narkoba

    Polres Sumedang Tetapkan Kades Jatinangor sebagai Pengguna Narkoba

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Kepala desa di Sumedang ditetapkan sebagai pengguna narkoba dan dinonaktifkan. Dampaknya pada tata kelola pemerintahan desa. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polres Sumedang menetapkan seorang kepala desa aktif di Kecamatan Jatinangor sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. Meski tidak terindikasi terlibat peredaran, status sebagai pengguna narkoba berdampak langsung pada tata kelola pemerintahan desa, termasuk keputusan penonaktifan jabatan […]

expand_less