Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Piala Dunia 2026 dan Etika Suporter dalam Islam

Piala Dunia 2026 dan Etika Suporter dalam Islam

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • visibility 130
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Demam Piala Dunia 2026 tidak hanya terasa di stadion dan fan zone. Perdebatan juga berpindah ke grup WhatsApp, Facebook, Instagram, hingga kolom komentar berbagai platform media sosial. Di sana, kegembiraan, kekecewaan, bahkan ejekan sering bercampur menjadi satu.

Dalam suasana seperti itu, pembahasan mengenai etika suporter Islam, adab bermedia sosial, dan batas fanatisme kembali menjadi relevan. Terlebih, FIFA meluncurkan kampanye anti-kebencian dan dilaporkan telah menghapus ratusan ribu unggahan yang mengandung unsur pelecehan serta ujaran kebencian selama turnamen berlangsung.

Pertanyaannya, bagaimana fikih memandang fenomena tersebut?

Ketika Rivalitas Sepak Bola Berubah Menjadi Fanatisme

Di banyak grup percakapan, candaan antarsuporter sebenarnya merupakan hal biasa. Namun, tidak jarang suasana berubah panas hanya karena perbedaan dukungan.

Ada yang saling mengejek. Ada pula yang menyerang pemain tertentu dengan kata-kata kasar setelah gagal mencetak gol atau gagal mengeksekusi penalti.

Padahal, beberapa jam kemudian pertandingan berakhir. Tim yang menang belum tentu akan terus berjaya. Namun, jejak komentar yang terlanjur ditulis sering kali tetap tersimpan di ruang digital.

Dalam Islam, fanatisme berlebihan atau ‘ashabiyah mendapat peringatan serius.

Rasulullah SAW bersabda:

“Bukan termasuk golongan kami orang yang menyeru kepada fanatisme golongan (‘ashabiyah).”
(HR Abu Dawud)

Mendukung tim favorit tentu diperbolehkan. Akan tetapi, ketika dukungan tersebut berubah menjadi permusuhan, penghinaan, dan kebencian, maka semangat sportivitas telah bergeser menjadi sikap yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”
(QS Al-Hujurat: 10)

Karena itu, rivalitas dalam olahraga seharusnya tetap berada dalam bingkai persaudaraan dan akhlak.

Hukum Menghina Pemain dan Negara Lain

Setiap Piala Dunia selalu melahirkan pahlawan baru. Namun, pada saat yang sama, ada pula pemain yang menjadi sasaran kemarahan warganet.

Kegagalan penalti, blunder penjaga gawang, atau kekalahan sebuah tim sering memunculkan gelombang ejekan yang tidak sedikit.

Bahkan, tidak jarang penghinaan melebar kepada bangsa, suku, maupun pendukung negara tertentu.

Padahal, Al-Qur’an telah memberikan peringatan yang sangat jelas.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain. Boleh jadi mereka lebih baik daripada mereka.”
(QS Al-Hujurat: 11)

Ayat tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun etika suporter Islam di era digital.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak menzalimi dan tidak menghina saudaranya.”
(HR Muslim)

Karena itu, menghina pemain, menyebarkan meme yang merendahkan orang lain, atau mencaci negara tertentu tidak dapat dibenarkan hanya karena alasan loyalitas terhadap tim favorit.

Adab Bermedia Sosial Menurut Al-Qur’an

Media sosial membuat setiap orang dapat berbicara kepada ribuan orang hanya melalui satu unggahan.

Namun, Islam mengingatkan bahwa setiap kata yang keluar akan dimintai pertanggungjawaban.

Allah SWT berfirman:

“Tiada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”
(QS Qaf: 18)

Karena itu, para ulama mengingatkan bahwa jari yang mengetik di layar ponsel memiliki tanggung jawab yang sama dengan lisan yang berbicara.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Prinsip tersebut tetap berlaku, baik di masjid, di rumah, maupun di kolom komentar media sosial.

Selain itu, Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”
(QS Al-Maidah: 8)

Dengan demikian, perbedaan pilihan tim nasional seharusnya tidak menjadi alasan untuk menghilangkan rasa hormat kepada sesama manusia.

Menjadi Suporter yang Berakhlak

Suasana fan zone yang riuh, suara terompet, sorak kegembiraan ketika gol tercipta, hingga rasa kecewa ketika tim favorit tersingkir merupakan bagian dari keindahan sepak bola.

Semua itu wajar.

Islam tidak melarang seseorang mencintai olahraga. Islam juga tidak melarang mendukung tim favorit.

Yang dilarang adalah ketika kecintaan tersebut melahirkan kesombongan, permusuhan, dan kebencian.

Pada akhirnya, sepak bola hanyalah pertandingan yang berlangsung selama 90 menit. Namun, akhlak seseorang akan terus melekat, bahkan setelah peluit panjang dibunyikan.

Mungkin sebuah trofi akan dikenang selama beberapa tahun. Akan tetapi, kata-kata yang menyakiti orang lain bisa meninggalkan luka yang jauh lebih panjang.

Karena itu, menjadi suporter yang baik bukan hanya soal setia kepada tim kesayangan.

Lebih dari itu, menjadi suporter yang berakhlak adalah bagian dari menjaga kehormatan diri sebagai seorang muslim.

Sebab pada hari ketika skor pertandingan sudah dilupakan, yang masih bernilai di hadapan Allah bukanlah siapa tim yang kita dukung, melainkan bagaimana kita menjaga lisan, tulisan, dan akhlak di tengah panasnya persaingan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masakan sederhana berbuka berupa sup ayam, tempe goreng, sayur bening, dan kolak pisang di meja makan keluarga saat Ramadan.

    Menu Berbuka Hemat tapi Penuh Berkah, Wajib Coba!

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Masakan sederhana berbuka selalu menjadi pilihan favorit saat Ramadan. Selain praktis, menu berbuka puasa yang simpel dan hemat tetap mampu menghadirkan kehangatan di meja makan. Bahkan, hidangan sederhana untuk buka puasa sering kali terasa lebih nikmat karena dimasak dengan niat berbagi dan penuh syukur. Oleh karena itu, memilih masakan sederhana berbuka bukan […]

  • Gebyar Muharraman Langensari

    Langensari Sambut Tahun Baru Islam dengan Cara yang Berbeda

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pagi itu, jalan-jalan di Kecamatan Langensari, Kota Banjar, tidak seperti biasanya. Sejak matahari mulai naik, warga sudah berdatangan dari berbagai desa dan kelurahan. Sebagian membawa keluarga, sebagian lagi datang bersama rombongan. Mereka berkumpul untuk mengikuti Gebyar Muharraman Langensari, sebuah perayaan Tahun Baru Islam yang memadukan nilai keagamaan, budaya, dan kepedulian sosial […]

  • Sekolah baru dibangun Rp28 miliar

    Ironi SMPN 3 Depok: Bangunan Baru Rp28 Miliar, Meja Tak Cukup

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kondisi pendidikan di Kota Depok kembali menjadi sorotan. Kali ini datang dari SMP Negeri 3 Depok. Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan membawa meja lipat dari rumah, meski sekolah tersebut baru selesai dibangun dengan anggaran mencapai Rp28 miliar. Pemandangan itu memicu perhatian publik karena dianggap tidak sejalan dengan besarnya anggaran pembangunan […]

  • Timnas Indonesia

    Timnas Indonesia, 5 Fakta Terbaru yang Bikin Lawan Waspada

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Performa skuad Garuda menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa pertandingan terakhir. Oleh karena itu, antusiasme suporter meningkat, sementara lawan mulai memperhitungkan kekuatan baru yang dimiliki tim ini. Performa Terbaru Timnas Indonesia Makin Menjanjikan Dalam beberapa laga terakhir, tim Garuda tampil lebih solid. Lini pertahanan terlihat lebih […]

  • gadai anak

    Ayah Gadaikan Anak dan Gagalnya Perlindungan Sosial

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Kasus ayah gadaikan anak menunjukkan rapuhnya sistem perlindungan sosial dan keadilan keluarga. albadarpost.com, EDITORIAL – Rantai tragedi yang menimpa bocah Tasikmalaya terjadi bukan dalam ruang kosong. Seorang ayah menyerahkan anaknya kepada keluarga di Gresik sebagai jaminan pinjaman Rp25 juta. Tidak ada negosiasi panjang, tidak ada pengawasan negara, dan tidak ada pagar sosial yang […]

  • wisata Ciamis Lebaran

    Ledakan Wisata Ciamis Saat Lebaran 2026: Kunjungan Naik 7,3%

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lonjakan wisata Ciamis Lebaran 2026 menjadi sorotan. Dinas Pariwisata Ciamis merilis data terbaru yang menunjukkan peningkatan kunjungan wisata Ciamis saat Lebaran mencapai 7,3 persen. Kenaikan ini sekaligus menegaskan tren positif sektor pariwisata Ciamis yang mulai bangkit, meski distribusi wisatawan masih belum merata. Selama periode 21–24 Maret 2026, total 7.660 wisatawan mengunjungi […]

expand_less