Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Mustika Darling, Gerakan Ibu-Ibu yang Tak Sekadar Bersih

Mustika Darling, Gerakan Ibu-Ibu yang Tak Sekadar Bersih

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Mustika Darling dan gerakan lingkungan bersih kini tidak lagi dipandang sekadar urusan menyapu halaman atau merapikan rumah. Bagi Muslimat NU Jawa Barat, program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun keluarga sehat, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mengubah pola pikir masyarakat dari tingkat rumah tangga.

Di tengah naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok dan tantangan ekonomi yang dirasakan banyak keluarga, gagasan memanfaatkan pekarangan rumah justru mendapat perhatian lebih besar. Bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal kemandirian dan keberlanjutan.

Pembina Muslimat NU Jawa Barat, Hj Lina Marlina Ruzhan, menyampaikan bahwa Mustika Darling hadir sebagai gerakan nyata yang mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan dan keindahan lingkungan.

Menurutnya, makna kebersihan tidak berhenti pada kondisi fisik semata. Lebih jauh, perubahan perilaku dan pola pikir menjadi bagian penting yang harus dibangun bersama.

“Mustika Darling ini salah satu cara mengubah diri dan menyadarkan kita tentang kebersihan dan keindahan. Kalau rumah bersih tapi pikiran kotor, ya percuma. Karena itu, program Muslimat ini saya sambut dengan penuh semangat,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Dari Pekarangan Rumah Menuju Ketahanan Pangan Keluarga

Di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah, Lina menilai program Mustika Darling menawarkan solusi sederhana namun memiliki dampak yang nyata bagi kehidupan keluarga.

Melalui keterlibatan PKK dan kelompok perempuan di tingkat bawah, masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai tanaman kebutuhan sehari-hari.

Cabai, cengek, pakcoy, hingga bawang daun menjadi contoh tanaman yang mulai dibudidayakan di lingkungan rumah masing-masing.

Suasana seperti itu mulai terlihat di sejumlah permukiman. Pot-pot tanaman tersusun di depan rumah. Sebagian ibu rumah tangga tampak saling bertukar bibit dan berbagi pengalaman mengenai cara merawat tanaman agar tetap produktif.

Menurut Lina, langkah sederhana tersebut dapat membantu keluarga mengurangi pengeluaran sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan yang sehat.

“Bayangkan, ketika mau memasak tinggal petik langsung dari pekarangan. Tidak perlu ke pasar dan tidak perlu mengeluarkan biaya lagi. Para ibu mulai sadar bahwa lingkungan bersih harus menjadi gaya hidup,” katanya.

Perubahan Pola Pikir Menjadi Tantangan Terbesar

Lina mengakui bahwa tantangan terbesar dari setiap program pembangunan bukan terletak pada kurangnya gagasan, melainkan pada perubahan pola pikir masyarakat.

Sebab, menurutnya, sebaik apa pun sebuah program akan sulit berhasil apabila tidak diikuti kesadaran dari masyarakat itu sendiri.

Karena itu, Mustika Darling tidak boleh berhenti pada slogan atau kegiatan seremonial semata.

Ia berharap gerakan tersebut dapat terus disosialisasikan hingga tingkat akar rumput sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Mengubah mindset orang itu paling susah. Pemerintah boleh membuat program yang luar biasa, tetapi kalau hati dan pikiran tidak mau berubah, semuanya akan sia-sia. Namun saya yakin, kalau hati para ibu PKK sudah bergerak, mereka pasti bisa,” ungkapnya.

Perlu Pendampingan dan Pengawasan yang Berkelanjutan

Selain dukungan masyarakat, Lina menilai pemerintah juga memiliki peran penting dalam memastikan keberlangsungan program tersebut.

Pendampingan dan pengawasan, menurutnya, perlu dilakukan agar Mustika Darling tidak sekadar menjadi bahan pemberitaan, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan nyata.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, PKK, Muslimat NU, serta masyarakat, gerakan ini diharapkan mampu membangun budaya hidup bersih sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi dari perubahan yang benar-benar terjadi di tengah masyarakat.

Rumah yang bersih memang menyenangkan. Namun rumah yang bersih, pekarangannya produktif, dan penghuninya memiliki cara berpikir yang sehat, itulah awal lahirnya peradaban yang kuat. Sebab perubahan besar hampir selalu dimulai dari halaman rumah dan hati yang mau berubah. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • CPNS 2025

    CPNS Lulusan SMA dan SMK Masih Dibutuhkan, Ini Formasi dan Instansi yang Buka Lowongan 2025

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    CPNS 2025 siapkan formasi bagi lulusan SMA dan SMK di 16 kementerian dan lembaga strategis Indonesia. Lulusan SMA dan SMK Kini Punya Peluang Besar Jadi ASN albadarpost.com, HUMANIORA – Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tetap menjadi impian bagi banyak orang di Indonesia. Selama ini, profesi sebagai aparatur sipil negara identik dengan lulusan perguruan tinggi. […]

  • Jaringan Narkoba NTB Terbongkar, Dugaan Suap Oknum Aparat Uji Integritas Penegak Hukum

    Jaringan Narkoba NTB dan Dugaan Suap Aparat Terkuak

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus jaringan narkoba NTB kembali menjadi sorotan publik setelah aparat mengungkap dugaan suap yang menyeret oknum penegak hukum. Pengungkapan jaringan peredaran narkotika di Nusa Tenggara Barat itu tidak hanya membuka praktik bisnis ilegal, tetapi juga memunculkan indikasi aliran dana kepada aparat. Karena itu, isu integritas penegak hukum kini ikut menjadi perhatian […]

  • modus ganjal ATM

    Modus Ganjal ATM di Tasikmalaya: Polisi Buru Pelaku yang Tukar Kartu Nasabah

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Kasus modus ganjal ATM di Tasikmalaya rugikan korban Rp21 juta. Polisi selidiki pola dan pelakunya. albadarpost.com, LENSA – Kesibukan pagi di pusat kota Tasikmalaya berubah menjadi kekhawatiran bagi seorang warga ketika saldo rekeningnya hilang setelah menjadi korban modus ganjal ATM. Kejadian ini menegaskan kembali celah keamanan yang masih menghantui layanan perbankan, terutama di gerai ATM […]

  • kasus perundungan

    Polres Tasikmalaya Tetapkan Tersangka dalam Kasus Perundungan Remaja

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya menetapkan empat pelaku dalam kasus perundungan remaja dan memastikan proses hukum berjalan. albadarpost.com, HUMANIORA – Polres Tasikmalaya Kota resmi menetapkan empat remaja perempuan sebagai tersangka dalam kasus perundungan terhadap LK (16), warga Kecamatan Cipedes. Penetapan ini dilakukan setelah penyidik memastikan adanya unsur kekerasan fisik dan tindakan merendahkan martabat korban. Kasus ini penting karena […]

  • Bom bunker-buster dijatuhkan dari pesawat stealth untuk menghancurkan bunker dan fasilitas militer strategis di Iran.

    Pesawat Stealth dan Bom Bunker-Buster Tembus Pertahanan Iran

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Serangan udara yang menghantam target strategis di Iran diduga menggunakan bom bunker-buster, pesawat stealth, dan rudal jelajah presisi tinggi. Penggunaan bom penembus bunker memungkinkan serangan mencapai fasilitas yang dilindungi beton tebal dan struktur bawah tanah. Selain itu, kombinasi teknologi modern membantu operasi militer menembus sistem pertahanan udara berlapis. Ledakan yang terjadi […]

  • Ilustrasi proyek lampu hias ruang terbuka hijau di Probolinggo yang terseret kasus korupsi DLH dengan kerugian negara ratusan juta rupiah

    Anggaran Publik Bocor, Korupsi DLH Probolinggo Disorot

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus korupsi DLH Probolinggo kembali menampar kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran daerah. Proyek lampu hias untuk ruang terbuka hijau yang seharusnya mempercantik kota justru berubah menjadi sumber kebocoran keuangan negara. Nilai kerugian yang mencuat bukan angka kecil. Ratusan juta rupiah raib, sementara manfaat proyek dipertanyakan. Perkara ini mengemuka setelah aparat penegak […]

expand_less