Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Mustika Darling, Gerakan Ibu-Ibu yang Tak Sekadar Bersih

Mustika Darling, Gerakan Ibu-Ibu yang Tak Sekadar Bersih

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Mustika Darling dan gerakan lingkungan bersih kini tidak lagi dipandang sekadar urusan menyapu halaman atau merapikan rumah. Bagi Muslimat NU Jawa Barat, program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun keluarga sehat, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mengubah pola pikir masyarakat dari tingkat rumah tangga.

Di tengah naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok dan tantangan ekonomi yang dirasakan banyak keluarga, gagasan memanfaatkan pekarangan rumah justru mendapat perhatian lebih besar. Bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal kemandirian dan keberlanjutan.

Pembina Muslimat NU Jawa Barat, Hj Lina Marlina Ruzhan, menyampaikan bahwa Mustika Darling hadir sebagai gerakan nyata yang mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan dan keindahan lingkungan.

Menurutnya, makna kebersihan tidak berhenti pada kondisi fisik semata. Lebih jauh, perubahan perilaku dan pola pikir menjadi bagian penting yang harus dibangun bersama.

“Mustika Darling ini salah satu cara mengubah diri dan menyadarkan kita tentang kebersihan dan keindahan. Kalau rumah bersih tapi pikiran kotor, ya percuma. Karena itu, program Muslimat ini saya sambut dengan penuh semangat,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Dari Pekarangan Rumah Menuju Ketahanan Pangan Keluarga

Di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah, Lina menilai program Mustika Darling menawarkan solusi sederhana namun memiliki dampak yang nyata bagi kehidupan keluarga.

Melalui keterlibatan PKK dan kelompok perempuan di tingkat bawah, masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai tanaman kebutuhan sehari-hari.

Cabai, cengek, pakcoy, hingga bawang daun menjadi contoh tanaman yang mulai dibudidayakan di lingkungan rumah masing-masing.

Suasana seperti itu mulai terlihat di sejumlah permukiman. Pot-pot tanaman tersusun di depan rumah. Sebagian ibu rumah tangga tampak saling bertukar bibit dan berbagi pengalaman mengenai cara merawat tanaman agar tetap produktif.

Menurut Lina, langkah sederhana tersebut dapat membantu keluarga mengurangi pengeluaran sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan yang sehat.

“Bayangkan, ketika mau memasak tinggal petik langsung dari pekarangan. Tidak perlu ke pasar dan tidak perlu mengeluarkan biaya lagi. Para ibu mulai sadar bahwa lingkungan bersih harus menjadi gaya hidup,” katanya.

Perubahan Pola Pikir Menjadi Tantangan Terbesar

Lina mengakui bahwa tantangan terbesar dari setiap program pembangunan bukan terletak pada kurangnya gagasan, melainkan pada perubahan pola pikir masyarakat.

Sebab, menurutnya, sebaik apa pun sebuah program akan sulit berhasil apabila tidak diikuti kesadaran dari masyarakat itu sendiri.

Karena itu, Mustika Darling tidak boleh berhenti pada slogan atau kegiatan seremonial semata.

Ia berharap gerakan tersebut dapat terus disosialisasikan hingga tingkat akar rumput sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Mengubah mindset orang itu paling susah. Pemerintah boleh membuat program yang luar biasa, tetapi kalau hati dan pikiran tidak mau berubah, semuanya akan sia-sia. Namun saya yakin, kalau hati para ibu PKK sudah bergerak, mereka pasti bisa,” ungkapnya.

Perlu Pendampingan dan Pengawasan yang Berkelanjutan

Selain dukungan masyarakat, Lina menilai pemerintah juga memiliki peran penting dalam memastikan keberlangsungan program tersebut.

Pendampingan dan pengawasan, menurutnya, perlu dilakukan agar Mustika Darling tidak sekadar menjadi bahan pemberitaan, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan nyata.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, PKK, Muslimat NU, serta masyarakat, gerakan ini diharapkan mampu membangun budaya hidup bersih sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi dari perubahan yang benar-benar terjadi di tengah masyarakat.

Rumah yang bersih memang menyenangkan. Namun rumah yang bersih, pekarangannya produktif, dan penghuninya memiliki cara berpikir yang sehat, itulah awal lahirnya peradaban yang kuat. Sebab perubahan besar hampir selalu dimulai dari halaman rumah dan hati yang mau berubah. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • korban TPPO

    WNI Korban TPPO di Kamboja Jadi Alarm Negara

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Kasus 9 WNI korban TPPO di Kamboja menyoroti lemahnya perlindungan migran dan bahaya jalur kerja ilegal. albadarpost.com, HUMANIORA – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Paspor mereka disita. Target kerja yang tak tercapai dibalas kekerasan. Kasus ini bukan sekadar tragedi individual, melainkan peringatan keras tentang lemahnya sistem […]

  • Ribuan peserta mengikuti Uji Pengetahuan sertifikasi guru Kemenag dalam program PPG tahap akhir

    98 Ribu Guru Ikuti Sertifikasi Kemenag

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Program sertifikasi guru Kemenag memasuki tahap krusial. Sebanyak 98.036 guru binaan Kementerian Agama mengikuti Uji Pengetahuan Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai bagian akhir proses sertifikasi pendidik. Langkah ini sekaligus menandai percepatan transformasi pendidikan agama nasional melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik. Sertifikasi guru Kemenag, atau program sertifikasi pendidik di bawah Kementerian […]

  • Ilustrasi bapak dan anak dalam ujian cinta, pengorbanan, dan ketakwaan kepada Allah.

    Mengapa Nabi Ibrahim Justru Diuji Saat Sangat Mencintai Anaknya?

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Cinta seorang ayah biasanya tumbuh perlahan. Namun dalam kisah ujian Nabi Ibrahim, rasa itu hadir setelah penantian yang sangat panjang. Karena itulah banyak ulama menilai, ujian pengorbanan Nabi Ismail bukan sekadar perintah biasa, melainkan ujian keimanan paling dalam. Dalam kajian Islam, kisah ini menunjukkan bagaimana Allah menguji manusia melalui sesuatu yang paling […]

  • ketahanan pangan Subang

    Ketahanan Pangan Subang Tetap Kuat di Tengah Alih Fungsi Lahan

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Subang tetap tangguh menjaga ketahanan pangan nasional meski lahan pertanian berkurang akibat industrialisasi. Subang Hadapi Alih Fungsi Lahan dengan Strategi Pertanian Intensif albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang, Jawa Barat, terus memperkuat ketahanan pangan Subang di tengah derasnya arus pembangunan industri. Meskipun sebagian besar lahan pertanian beralih fungsi menjadi kawasan industri dan infrastruktur, Subang […]

  • Ilustrasi refleksi makna zuhud dalam kehidupan modern dengan seseorang merenung di tengah hiruk pikuk dunia

    Zuhud atau Malas Berkedok Agama? Ini yang Jarang Berani Dibahas

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    pi albadarpost.com, OPINI – Makna zuhud sering terdengar mulia. Namun dalam praktik, zuhud dalam Islam kerap berubah arah. Banyak yang menyebut hakikat zuhud sebagai hidup sederhana tanpa ambisi. Bahkan, ada yang menjadikannya alasan untuk tidak bergerak. Pertanyaannya sederhana. Ini benar zuhud… atau sekadar nyaman tidak berusaha? Ketika Zuhud Dijadikan Alasan, Bukan Pilihan Sadar Fenomena ini […]

  • longsor Jatinangor

    Longsor Jatinangor Menimpa Pekerja

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Empat pekerja tewas tertimbun longsor Jatinangor saat bangun lapangan futsal, evakuasi SAR masih berlangsung. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peristiwa longsor Jatinangor kembali menelan korban jiwa. Enam pekerja pembangunan lapangan futsal tertimbun longsoran tebing di Desa Cisampur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (2/1/2026) siang. Empat orang dinyatakan meninggal dunia, sementara dua lainnya selamat dan dirawat di […]

expand_less