Ucapan Tahun Baru Islam, Adakah Pahalanya?
- account_circle redaktur
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi seseorang membagikan ucapan Tahun Baru Islam melalui WhatsApp dan media sosial sebagai bentuk syiar Islam digital.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, HIKMAH – Ucapan Tahun Baru Islam hampir selalu memenuhi WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok, hingga berbagai grup media sosial setiap memasuki bulan Muharram. Fenomena Muharram di media sosial, dakwah digital, dan syiar Islam online itu telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat muslim saat ini. Namun, muncul pertanyaan yang cukup sering disampaikan, apakah membagikan ucapan Tahun Baru Islam hanya sekadar tradisi tahunan atau justru dapat bernilai ibadah?
Menjelang 1 Muharram, notifikasi ponsel biasanya mulai ramai sejak selepas Magrib. Ada yang membagikan gambar berisi doa dan harapan baik, ada yang mengunggah status di Instagram, dan ada pula yang sekadar mengirim pesan sederhana kepada keluarga, sahabat, atau rekan kerja. Tradisi kecil itu mungkin terlihat biasa. Namun di era digital, pesan-pesan seperti itu telah menjadi salah satu cara masyarakat muslim saling mengingatkan dalam kebaikan.
Jutaan pesan ucapan Tahun Baru Islam beredar setiap Muharram. Karena itu, tidak sedikit orang yang bertanya, apakah kebiasaan tersebut hanya mengikuti tren, atau justru menjadi bagian dari amal yang bernilai pahala?
Dakwah Tidak Selalu dari Mimbar, Media Sosial Pun Bisa Menjadi Jalan Kebaikan
Islam mengajarkan umatnya untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.
Allah SWT berfirman:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
(QS. Ali Imran: 104)
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.”
(HR Bukhari)
Pada masa sekarang, media sosial menjadi salah satu sarana yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan. Oleh karena itu, dakwah digital tidak selalu harus dilakukan melalui ceramah atau kajian.
Sebuah kalimat sederhana yang mengajak orang lain untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, atau mengingat datangnya bulan Muharram dapat menjadi bagian dari syiar Islam online.
Bagaimana Hukum Ucapan Tahun Baru Islam?
Tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus memerintahkan umat Islam untuk mengucapkan selamat Tahun Baru Hijriah.
Namun, sejumlah ulama menjelaskan bahwa saling mendoakan dan menyampaikan ucapan yang baik kepada sesama muslim termasuk perkara yang dibolehkan selama tidak disertai keyakinan yang bertentangan dengan syariat.
Selain itu, Allah SWT berfirman:
“Apabila kamu diberi penghormatan dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah dengan yang sepadan.”
(QS. An-Nisa: 86)
Karena itu, hukum ucapan Tahun Baru Islam pada dasarnya termasuk perkara mubah atau diperbolehkan.
Selama seseorang tidak meyakini bahwa ucapan tersebut merupakan ibadah khusus yang memiliki tata cara tertentu dari Rasulullah SAW, maka kebiasaan tersebut termasuk bagian dari muamalah yang dibolehkan.
Niat Menentukan Nilai Sebuah Amal
Dalam Islam, niat memiliki kedudukan yang sangat penting.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Karena itu, niat menjadi pembeda antara sekadar kebiasaan dengan amal yang bernilai ibadah.
Jika seseorang membagikan ucapan Tahun Baru Islam hanya untuk mengikuti tren, maka ia memperoleh sesuai dengan niatnya.
Namun, apabila tujuannya untuk:
- mengingatkan orang lain tentang datangnya bulan Muharram;
- mempererat silaturahmi;
- menyebarkan doa dan harapan baik;
- mengajak sesama muslim untuk berhijrah menjadi lebih baik;
maka aktivitas tersebut dapat bernilai pahala sebagai bagian dari dakwah dan syiar Islam.
Di sinilah pentingnya memahami fikih media sosial.
Jangan Sampai Syiar Berubah Menjadi Ajang Pamer
Media sosial memang dapat menjadi ladang kebaikan. Namun, Islam juga mengingatkan umatnya agar tidak terjebak dalam sikap riya atau mencari pujian manusia.
Allah SWT berfirman:
“Maka celakalah orang-orang yang salat, yaitu orang-orang yang lalai dari salatnya, yang berbuat riya.”
(QS. Al-Ma’un: 4-6)
Karena itu, ucapan Tahun Baru Islam yang dibagikan hendaknya tetap berisi doa, ajakan kepada kebaikan, serta tidak mengandung unsur permusuhan, kebencian, atau sekadar mengejar popularitas.
Sebab, teknologi hanyalah alat.
WhatsApp, Facebook, Instagram, dan TikTok dapat menjadi sarana yang mendekatkan manusia kepada Allah atau sebaliknya, tergantung bagaimana seseorang menggunakannya.
Muharram di Media Sosial Bisa Menjadi Syiar yang Positif
Pada akhirnya, membagikan ucapan Tahun Baru Islam bukanlah kewajiban. Tidak ada pula dalil khusus yang mewajibkannya.
Namun, selama dilakukan dengan niat yang baik, isi yang benar, dan tujuan yang positif, aktivitas tersebut termasuk perkara yang dibolehkan dan berpotensi mendatangkan pahala.
Barangkali, sebuah pesan sederhana yang muncul di layar telepon genggam justru menjadi pengingat bagi seseorang untuk kembali memperbaiki diri.
Dan mungkin, dari satu kalimat yang tampak sederhana itu, lahir semangat hijrah, tumbuh rasa persaudaraan, dan menguat kembali hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.
Di era digital, dakwah tidak selalu terdengar dari mimbar masjid. Kadang, ia hadir lewat satu pesan sederhana di layar ponsel yang membuat seseorang kembali mengingat Allah dan memulai hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar