Bikin Haru, Damkar Tasikmalaya Potong Tralis Demi Selamatkan Kucing
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas Damkar Kota Tasikmalaya memotong tralis besi untuk menyelamatkan seekor kucing yang terjepit di rumah warga, Jumat (12/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Damkar Selamatkan Kucing kembali menjadi perhatian warga Kota Tasikmalaya. Aksi penyelamatan hewan peliharaan yang terjepit di sela tralis rumah itu tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis petugas pemadam kebakaran, tetapi juga memperlihatkan sisi kemanusiaan yang sering luput dari sorotan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (12/6/2026) ketika seekor kucing peliharaan milik warga terjebak di antara dua batang besi tralis rumah. Posisi tubuh hewan itu semakin sulit bergerak karena celah yang sempit menjepit bagian badannya cukup kuat.
Awalnya, pemilik rumah mencoba menolong kucing tersebut secara mandiri. Namun, berbagai upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Sebaliknya, kucing terlihat semakin panik dan terus mengeong. Karena khawatir hewan kesayangannya mengalami cedera, pemilik rumah akhirnya meminta bantuan kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya.
Detik-Detik Kucing Terjebak di Sela Besi
Saat petugas tiba di lokasi, suasana di depan rumah sudah dipenuhi rasa cemas. Beberapa warga terlihat memperhatikan dari kejauhan. Sementara itu, sang pemilik terus berusaha menenangkan kucing yang masih terjebak.
Di bawah terik matahari siang, tim rescue Damkar segera melakukan pemeriksaan kondisi hewan dan struktur tralis. Setelah melakukan asesmen singkat, petugas memutuskan melakukan pemotongan pada salah satu bagian besi.
Menurut Samsudin, tubuh kucing memang terjepit di antara dua batang besi tralis sehingga evakuasi harus dilakukan secara hati-hati.
“Yah tubuh kucing terjepit di antara dua besi tralis rumah,” ujar Samsudin.
Keputusan memotong tralis diambil agar proses penyelamatan berlangsung aman tanpa menambah risiko luka pada tubuh kucing.
Damkar Pilih Cara Aman Demi Keselamatan Hewan
Selanjutnya, petugas mulai memotong bagian besi secara perlahan. Mereka tidak terburu-buru. Sebaliknya, setiap gerakan dilakukan dengan penuh kehati-hatian sambil terus memantau kondisi hewan.
Sesekali petugas juga berusaha menenangkan kucing agar tidak meronta. Langkah tersebut penting karena gerakan mendadak dapat memperparah posisi tubuh yang sudah terjepit.
“Kami melakukan pemotongan besi tralis secara perlahan sambil menenangkan kucing,” kata Samsudin.
Berkat koordinasi yang baik, proses evakuasi berlangsung relatif singkat. Tidak lama kemudian, celah besi berhasil diperlebar dan kucing akhirnya keluar dari posisi yang membuatnya terjebak.
Warga yang menyaksikan langsung spontan menghela napas lega. Beberapa bahkan mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam mereka.
Warga Apresiasi Sisi Humanis Damkar Tasikmalaya
Keberhasilan evakuasi itu mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Banyak warga menilai petugas pemadam kebakaran tidak hanya hadir saat terjadi kebakaran, melainkan juga siap membantu berbagai kondisi darurat yang dialami warga.
Selain itu, penyelamatan hewan seperti ini menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak selalu berkaitan dengan bangunan atau harta benda. Dalam banyak situasi, keselamatan makhluk hidup juga menjadi prioritas yang layak diperjuangkan.
Kucing yang berhasil dievakuasi diketahui tidak mengalami luka serius. Setelah beberapa saat beristirahat, hewan tersebut kembali tenang dan dapat dipeluk oleh pemiliknya.
Samsudin menegaskan bahwa Damkar Kota Tasikmalaya selalu siap menerima laporan darurat dari masyarakat, termasuk kejadian yang melibatkan hewan.
Menurutnya, setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur demi memberikan pelayanan terbaik kepada warga.
“Kami akan segera melakukan evakuasi apabila ada laporan yang membutuhkan pertolongan,” tegasnya.
Peristiwa sederhana ini mungkin tidak melibatkan kobaran api atau bencana besar. Namun, di balik potongan besi tralis yang dilepas perlahan, tersimpan pesan penting tentang kepedulian. Ketika seekor kucing yang tak berdaya pun mendapat perhatian serius, masyarakat melihat bahwa tugas kemanusiaan memang tidak mengenal ukuran besar atau kecil.
Damkar Kota Tasikmalaya hari itu tidak hanya menyelamatkan seekor kucing. Mereka juga mengingatkan bahwa empati sering kali hadir melalui tindakan sederhana yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Kadang bukan gedung yang harus diselamatkan, bukan pula kebakaran yang harus dipadamkan. Kadang, kepercayaan masyarakat tumbuh justru ketika petugas memilih berhenti sejenak untuk menyelamatkan satu nyawa kecil yang tak mampu meminta tolong dengan kata-kata. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar