Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Saat yang Viral Mengalahkan Kebenaran, Itukah Jejak Fitnah Dajjal?

Saat yang Viral Mengalahkan Kebenaran, Itukah Jejak Fitnah Dajjal?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 103
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Suatu malam, di sebuah grup WhatsApp keluarga, sebuah pesan berantai kembali muncul. Isinya menghebohkan. Sebagian anggota grup langsung meneruskannya ke grup lain. Ada yang percaya. Ada yang panik. Belakangan diketahui, informasi itu ternyata tidak benar.

Pemandangan seperti itu bukan hal langka.

Di warung kopi, di ruang tunggu rumah sakit, di bangku sekolah, bahkan di meja makan keluarga, orang sering membahas sesuatu yang sedang viral tanpa pernah memeriksa sumbernya. Judul dibaca sekilas. Potongan video ditonton beberapa detik. Setelah itu kesimpulan dibuat.

Fenomena ini mungkin terlihat biasa. Namun jika direnungkan lebih dalam, ada pelajaran penting yang berkaitan dengan fitnah Dajjal, fitnah akhir zaman, dan cara manusia memandang kebenaran.

Mayoritas umat Islam mengenal Dajjal sebagai sosok yang akan muncul menjelang hari kiamat. Gambaran itu benar. Namun para ulama menjelaskan bahwa salah satu pelajaran terbesar dari fitnah Dajjal bukan hanya tentang siapa dirinya, melainkan bagaimana manusia bisa tertipu oleh sesuatu yang tampak meyakinkan.

Karena itu, memahami karakter fitnah Dajjal menjadi semakin penting di zaman ketika informasi bergerak lebih cepat daripada kemampuan manusia untuk memverifikasinya.

Mengapa Dajjal Disebut Fitnah Terbesar?

Rasulullah ﷺ memberikan peringatan yang sangat tegas mengenai Dajjal.

Beliau bersabda:

“Tidak ada fitnah yang lebih besar antara penciptaan Adam hingga hari kiamat selain fitnah Dajjal.”

(HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Dajjal bukan sekadar tokoh akhir zaman. Ia merupakan simbol ujian besar yang akan mengguncang akal, keyakinan, dan cara manusia melihat kenyataan.

Dalam hadis lain Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidaklah seorang nabi diutus melainkan ia telah memperingatkan kaumnya tentang Al-A’war Al-Kadzdzab (Dajjal yang pendusta).”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Menariknya, kata yang sering melekat pada Dajjal adalah pendusta.

Bukan sekadar kuat.

Bukan sekadar berpengaruh.

Tetapi pendusta.

Artinya, inti fitnah Dajjal berkaitan erat dengan kemampuan membungkus kebohongan agar terlihat seperti kebenaran.

Ketika Penampilan Lebih Dipercaya daripada Fakta

Hari ini manusia hidup di tengah banjir informasi.

Sebuah video berdurasi 20 detik dapat dilihat jutaan orang sebelum matahari terbenam. Sebuah unggahan anonim bisa memicu perdebatan panjang. Bahkan tidak jarang seseorang dianggap ahli hanya karena tampil percaya diri di depan kamera.

Padahal Islam sejak awal telah mengingatkan agar manusia tidak mengikuti sesuatu tanpa ilmu.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.”

(QS. Al-Isra: 36)

Ayat ini terasa sangat dekat dengan kehidupan modern.

Sebab masalah terbesar saat ini bukan kurangnya informasi.

Justru sebaliknya.

Informasi terlalu banyak.

Yang semakin langka adalah kehati-hatian.

Mengapa Orang Pintar Pun Bisa Tertipu?

Banyak orang mengira hanya mereka yang kurang ilmu yang mudah tertipu.

Kenyataannya tidak selalu demikian.

Psikolog menyebut manusia memiliki kecenderungan mempercayai sesuatu yang sering dilihat berulang-ulang. Semakin sering sebuah informasi muncul, semakin akrab informasi itu terasa. Akibatnya, banyak orang menganggapnya benar meski belum tentu demikian.

Fenomena ini menjelaskan mengapa hoaks sering bertahan lama.

Bukan karena semua orang bodoh.

Tetapi karena manusia memang memiliki keterbatasan.

Karena itulah Allah SWT memerintahkan tabayyun.

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu seorang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya.”

(QS. Al-Hujurat: 6)

Tabayyun bukan sekadar etika bermedia sosial.

Ia adalah bagian dari perlindungan iman.

Viral Belum Tentu Benar, Ramai Belum Tentu Tepat

Di media sosial, ukuran keberhasilan sering terlihat dari angka.

Berapa juta penonton.

Berapa ribu komentar.

Dan berapa banyak yang membagikan.

Namun Al-Qur’an mengingatkan bahwa kebenaran tidak ditentukan oleh jumlah pengikut.

Allah SWT berfirman:

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan manusia di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.”

(QS. Al-An’am: 116)

Ayat ini memberi pelajaran yang sangat relevan.

Mayoritas bisa salah.

Keramaian bisa keliru.

Popularitas bisa menipu.

Karena itu seorang Muslim tidak boleh menyerahkan akalnya kepada algoritma, tren, atau tekanan massa.

Cara Menjaga Diri dari Fitnah Dajjal di Era Digital

Rasulullah ﷺ mengajarkan perlindungan dari fitnah Dajjal melalui Surah Al-Kahfi.

Beliau bersabda:

“Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal.”

(HR. Muslim)

Namun para ulama menjelaskan bahwa Surah Al-Kahfi tidak hanya dibaca. Isinya juga perlu dipahami.

Di dalamnya terdapat pelajaran tentang menjaga iman, menghadapi tipu daya dunia, mengendalikan hawa nafsu, dan tidak silau oleh kekuasaan maupun materi.

Selain itu, seorang Muslim perlu membiasakan diri untuk memeriksa sumber informasi, membaca secara utuh sebelum membagikan berita, serta berani mengatakan “saya belum tahu” ketika memang belum memiliki data yang cukup.

Terkadang, sikap paling bijak bukan berbicara lebih cepat.

Melainkan berpikir lebih jernih.

Pelajaran yang Sering Terlupakan

Fitnah Dajjal memang peristiwa yang akan terjadi pada akhir zaman. Namun pelajarannya sudah dapat dirasakan sejak sekarang.

Ketika manusia mulai mengagungkan citra lebih tinggi daripada kejujuran, mempercayai sensasi lebih cepat daripada fakta, dan menjadikan popularitas sebagai ukuran kebenaran, saat itulah kewaspadaan perlu ditingkatkan.

Karena fitnah terbesar sering tidak datang dengan wajah yang menakutkan.

Ia datang dengan kemasan yang menarik.

Ia tampak meyakinkan.

Bahkan terkadang terlihat menguntungkan.

Dajjal memang belum muncul. Namun jika manusia sudah terbiasa menilai sesuatu dari jumlah penonton, bukan dari kebenaran; dari sensasi, bukan dari fakta; maka bisa jadi sebagian jalan menuju fitnah itu sedang dibuka oleh tangan manusia sendiri—satu klik, satu bagikan, dan satu prasangka dalam satu waktu. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kantor Pemerintah Kota Tasikmalaya terkait polemik penunjukan Plh Sekda Tasik dan isu administrasi birokrasi.

    Polemik Plh Sekda Tasik, Publik Menunggu Kepastian Tata Kelola

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Polemik Plh Sekda Tasik tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat. Dalam dua hari terakhir, isu ini ramai dibahas, bukan hanya di lingkungan ASN Pemerintah Kota Tasikmalaya, tetapi juga di ruang percakapan publik dan media online lokal. Awalnya memang terdengar teknis. Soal administrasi jabatan. Namun perlahan, perdebatan itu berubah menjadi pertanyaan yang […]

  • konflik guru siswa

    Saat Teguran Guru Berubah Jadi Keroyokan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Insiden pengeroyokan terhadap seorang guru SMK di Jambi membuka kembali perbincangan tentang konflik guru–siswa yang selama ini kerap terpendam di lingkungan sekolah. Peristiwa ini bermula dari teguran seorang guru kepada siswa, lalu berkembang menjadi aksi kekerasan kolektif yang terekam kamera dan menyebar luas di media sosial. Kasus tersebut menunjukkan bagaimana ketegangan sosial […]

  • Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melepas kontingen Persigar Garut menuju putaran nasional Liga 4 di Pasuruan

    Persigar Bawa Harapan Garut di Liga 4 Nasional, Ini Pesan Bupati

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Langit Garut masih menyisakan hawa dingin pagi ketika satu per satu pemain Persigar mulai berkumpul di Halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Senin (25/5/2026). Sebagian pemain tampak membawa tas ransel hitam dengan logo klub yang mulai sedikit pudar di bagian sudut. Ada pula yang sibuk merapikan jaket tim sambil bercanda kecil […]

  • pembunuhan lansia

    Pembunuhan Lansia di Cirebon: Pelaku Lampung Beraksi Lintas Daerah

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Pembunuhan lansia di Cirebon ungkap modus kejahatan lintas daerah, polisi buru satu pelaku lagi. albadarpost.com, LENSA – Polisi kembali membuka tabir kejahatan jalanan yang menarget warga rentan. Dua pria asal Lampung ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan lansia setelah mayat seorang perempuan ditemukan di jalur Pantura Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang pola migrasi kriminal […]

  • cuaca Nataru

    BMKG Ingatkan Risiko Cuaca Pada Nataru

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    BMKG memetakan cuaca Nataru 2025/2026. Hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi perlu diwaspadai. albadarpost.com, FOKUS – Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berlangsung di tengah dinamika cuaca yang tidak sepenuhnya ekstrem, namun menyimpan risiko nyata. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah. […]

  • hadis kejujuran

    Hadis Kejujuran: Rahasia Sukses di Era Digital yang Jarang Disadari

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hadis kejujuran menjadi pedoman penting dalam kehidupan, terutama di era modern yang serba cepat dan digital. Nilai kejujuran dalam Islam, integritas, serta kepercayaan publik kini semakin diuji, baik di media sosial, bisnis online, maupun kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, memahami hadis tentang kejujuran bukan hanya penting, tetapi juga sangat relevan untuk menjaga […]

expand_less