Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Saat yang Viral Mengalahkan Kebenaran, Itukah Jejak Fitnah Dajjal?

Saat yang Viral Mengalahkan Kebenaran, Itukah Jejak Fitnah Dajjal?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 168
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Suatu malam, di sebuah grup WhatsApp keluarga, sebuah pesan berantai kembali muncul. Isinya menghebohkan. Sebagian anggota grup langsung meneruskannya ke grup lain. Ada yang percaya. Ada yang panik. Belakangan diketahui, informasi itu ternyata tidak benar.

Pemandangan seperti itu bukan hal langka.

Di warung kopi, di ruang tunggu rumah sakit, di bangku sekolah, bahkan di meja makan keluarga, orang sering membahas sesuatu yang sedang viral tanpa pernah memeriksa sumbernya. Judul dibaca sekilas. Potongan video ditonton beberapa detik. Setelah itu kesimpulan dibuat.

Fenomena ini mungkin terlihat biasa. Namun jika direnungkan lebih dalam, ada pelajaran penting yang berkaitan dengan fitnah Dajjal, fitnah akhir zaman, dan cara manusia memandang kebenaran.

Mayoritas umat Islam mengenal Dajjal sebagai sosok yang akan muncul menjelang hari kiamat. Gambaran itu benar. Namun para ulama menjelaskan bahwa salah satu pelajaran terbesar dari fitnah Dajjal bukan hanya tentang siapa dirinya, melainkan bagaimana manusia bisa tertipu oleh sesuatu yang tampak meyakinkan.

Karena itu, memahami karakter fitnah Dajjal menjadi semakin penting di zaman ketika informasi bergerak lebih cepat daripada kemampuan manusia untuk memverifikasinya.

Mengapa Dajjal Disebut Fitnah Terbesar?

Rasulullah ﷺ memberikan peringatan yang sangat tegas mengenai Dajjal.

Beliau bersabda:

“Tidak ada fitnah yang lebih besar antara penciptaan Adam hingga hari kiamat selain fitnah Dajjal.”

(HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Dajjal bukan sekadar tokoh akhir zaman. Ia merupakan simbol ujian besar yang akan mengguncang akal, keyakinan, dan cara manusia melihat kenyataan.

Dalam hadis lain Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidaklah seorang nabi diutus melainkan ia telah memperingatkan kaumnya tentang Al-A’war Al-Kadzdzab (Dajjal yang pendusta).”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Menariknya, kata yang sering melekat pada Dajjal adalah pendusta.

Bukan sekadar kuat.

Bukan sekadar berpengaruh.

Tetapi pendusta.

Artinya, inti fitnah Dajjal berkaitan erat dengan kemampuan membungkus kebohongan agar terlihat seperti kebenaran.

Ketika Penampilan Lebih Dipercaya daripada Fakta

Hari ini manusia hidup di tengah banjir informasi.

Sebuah video berdurasi 20 detik dapat dilihat jutaan orang sebelum matahari terbenam. Sebuah unggahan anonim bisa memicu perdebatan panjang. Bahkan tidak jarang seseorang dianggap ahli hanya karena tampil percaya diri di depan kamera.

Padahal Islam sejak awal telah mengingatkan agar manusia tidak mengikuti sesuatu tanpa ilmu.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.”

(QS. Al-Isra: 36)

Ayat ini terasa sangat dekat dengan kehidupan modern.

Sebab masalah terbesar saat ini bukan kurangnya informasi.

Justru sebaliknya.

Informasi terlalu banyak.

Yang semakin langka adalah kehati-hatian.

Mengapa Orang Pintar Pun Bisa Tertipu?

Banyak orang mengira hanya mereka yang kurang ilmu yang mudah tertipu.

Kenyataannya tidak selalu demikian.

Psikolog menyebut manusia memiliki kecenderungan mempercayai sesuatu yang sering dilihat berulang-ulang. Semakin sering sebuah informasi muncul, semakin akrab informasi itu terasa. Akibatnya, banyak orang menganggapnya benar meski belum tentu demikian.

Fenomena ini menjelaskan mengapa hoaks sering bertahan lama.

Bukan karena semua orang bodoh.

Tetapi karena manusia memang memiliki keterbatasan.

Karena itulah Allah SWT memerintahkan tabayyun.

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu seorang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya.”

(QS. Al-Hujurat: 6)

Tabayyun bukan sekadar etika bermedia sosial.

Ia adalah bagian dari perlindungan iman.

Viral Belum Tentu Benar, Ramai Belum Tentu Tepat

Di media sosial, ukuran keberhasilan sering terlihat dari angka.

Berapa juta penonton.

Berapa ribu komentar.

Dan berapa banyak yang membagikan.

Namun Al-Qur’an mengingatkan bahwa kebenaran tidak ditentukan oleh jumlah pengikut.

Allah SWT berfirman:

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan manusia di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.”

(QS. Al-An’am: 116)

Ayat ini memberi pelajaran yang sangat relevan.

Mayoritas bisa salah.

Keramaian bisa keliru.

Popularitas bisa menipu.

Karena itu seorang Muslim tidak boleh menyerahkan akalnya kepada algoritma, tren, atau tekanan massa.

Cara Menjaga Diri dari Fitnah Dajjal di Era Digital

Rasulullah ﷺ mengajarkan perlindungan dari fitnah Dajjal melalui Surah Al-Kahfi.

Beliau bersabda:

“Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal.”

(HR. Muslim)

Namun para ulama menjelaskan bahwa Surah Al-Kahfi tidak hanya dibaca. Isinya juga perlu dipahami.

Di dalamnya terdapat pelajaran tentang menjaga iman, menghadapi tipu daya dunia, mengendalikan hawa nafsu, dan tidak silau oleh kekuasaan maupun materi.

Selain itu, seorang Muslim perlu membiasakan diri untuk memeriksa sumber informasi, membaca secara utuh sebelum membagikan berita, serta berani mengatakan “saya belum tahu” ketika memang belum memiliki data yang cukup.

Terkadang, sikap paling bijak bukan berbicara lebih cepat.

Melainkan berpikir lebih jernih.

Pelajaran yang Sering Terlupakan

Fitnah Dajjal memang peristiwa yang akan terjadi pada akhir zaman. Namun pelajarannya sudah dapat dirasakan sejak sekarang.

Ketika manusia mulai mengagungkan citra lebih tinggi daripada kejujuran, mempercayai sensasi lebih cepat daripada fakta, dan menjadikan popularitas sebagai ukuran kebenaran, saat itulah kewaspadaan perlu ditingkatkan.

Karena fitnah terbesar sering tidak datang dengan wajah yang menakutkan.

Ia datang dengan kemasan yang menarik.

Ia tampak meyakinkan.

Bahkan terkadang terlihat menguntungkan.

Dajjal memang belum muncul. Namun jika manusia sudah terbiasa menilai sesuatu dari jumlah penonton, bukan dari kebenaran; dari sensasi, bukan dari fakta; maka bisa jadi sebagian jalan menuju fitnah itu sedang dibuka oleh tangan manusia sendiri—satu klik, satu bagikan, dan satu prasangka dalam satu waktu. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perpres Kecerdasan Buatan Rampung, Kemkomdigi Targetkan Terbit Awal 2026

    Perpres Kecerdasan Buatan Rampung, Kemkomdigi Targetkan Terbit Awal 2026

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Kemkomdigi menargetkan Perpres Kecerdasan Buatan terbit awal 2026 setelah rampung dan masuk tahap harmonisasi. Perpres Kecerdasan Buatan Siap Terbit Awal 2026 albadarpost.com, LENSA – Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis besar dalam pengaturan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengonfirmasi bahwa draf Peraturan Presiden (Perpres) Kecerdasan Buatan […]

  • Hari Lahir Pancasila

    Dandim Tasikmalaya: Pancasila Harus Hidup dalam Tindakan

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kota Tasikmalaya tahun ini berlangsung penuh khidmat sekaligus menghadirkan refleksi mendalam tentang arti persatuan di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat. Di halaman Gedung Juang 45, Jalan Taman Makam Pahlawan, Senin (1/6/2026), Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan […]

  • mafia dapur MBG Ciamis

    Warga Ciamis Rugi Rp135 Juta, Modus Jual Beli Dapur MBG Terbongkar

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 265
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus mafia dapur MBG Ciamis mulai menyita perhatian publik setelah seorang warga mengaku kehilangan uang hingga Rp135 juta. Korban mengaku tergiur janji mendapatkan titik koordinat dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun hingga kini, lokasi dapur yang dijanjikan tidak pernah muncul dalam sistem resmi. Dugaan sindikat penipuan dapur MBG pun mulai […]

  • QS Al-A’raf Ayat 31

    QS Al-A’raf Ayat 31: Halal, Tayyib, Jangan Berlebihan

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Ada pesan yang terdengar sederhana dalam QS Al-A’raf ayat 31: makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Ayat ini berbicara tentang halal, tayyib, dan etika konsumsi dalam Islam. Menariknya, pesan tersebut terasa sangat dekat dengan kehidupan hari ini, ketika makanan bisa dipesan dalam hitungan detik dan promosi sering membuat kata “cukup” terdengar seperti […]

  • penyakit hati menurut al ghazali

    Penyakit Hati Menurut Imam Al Ghazali

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 240
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Penyakit hati menurut Imam Al-Ghazali bukan sekadar istilah spiritual. Ulama besar ini menjelaskan bahwa penyakit hati dalam Islam sering hadir tanpa disadari pemiliknya. Seseorang bisa tetap tersenyum, bekerja, bahkan beribadah, tetapi hatinya perlahan kehilangan kepekaan terhadap kebenaran. Inilah yang membuat konsep hati menurut Al-Ghazali terasa sangat relevan hingga sekarang. Ia tidak berbicara […]

  • Kenaikan pangkat ASN Tasikmalaya

    Kenaikan Pangkat ASN Tasikmalaya, Penanda Regenerasi Birokrasi Daerah

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Transisi purna tugas ASN di Tasikmalaya diiringi kenaikan pangkat untuk menjaga kesinambungan pelayanan publik 2026. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memulai tahun kerja 2026 dengan menegaskan komitmen menjaga kesinambungan pelayanan publik di tengah transisi purna tugas aparatur sipil negara (ASN). Komitmen tersebut ditandai melalui kegiatan pelepasan ASN purna tugas sekaligus penyerahan dokumen kepegawaian, […]

expand_less