Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Saat yang Viral Mengalahkan Kebenaran, Itukah Jejak Fitnah Dajjal?

Saat yang Viral Mengalahkan Kebenaran, Itukah Jejak Fitnah Dajjal?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 34 menit yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Suatu malam, di sebuah grup WhatsApp keluarga, sebuah pesan berantai kembali muncul. Isinya menghebohkan. Sebagian anggota grup langsung meneruskannya ke grup lain. Ada yang percaya. Ada yang panik. Belakangan diketahui, informasi itu ternyata tidak benar.

Pemandangan seperti itu bukan hal langka.

Di warung kopi, di ruang tunggu rumah sakit, di bangku sekolah, bahkan di meja makan keluarga, orang sering membahas sesuatu yang sedang viral tanpa pernah memeriksa sumbernya. Judul dibaca sekilas. Potongan video ditonton beberapa detik. Setelah itu kesimpulan dibuat.

Fenomena ini mungkin terlihat biasa. Namun jika direnungkan lebih dalam, ada pelajaran penting yang berkaitan dengan fitnah Dajjal, fitnah akhir zaman, dan cara manusia memandang kebenaran.

Mayoritas umat Islam mengenal Dajjal sebagai sosok yang akan muncul menjelang hari kiamat. Gambaran itu benar. Namun para ulama menjelaskan bahwa salah satu pelajaran terbesar dari fitnah Dajjal bukan hanya tentang siapa dirinya, melainkan bagaimana manusia bisa tertipu oleh sesuatu yang tampak meyakinkan.

Karena itu, memahami karakter fitnah Dajjal menjadi semakin penting di zaman ketika informasi bergerak lebih cepat daripada kemampuan manusia untuk memverifikasinya.

Mengapa Dajjal Disebut Fitnah Terbesar?

Rasulullah ﷺ memberikan peringatan yang sangat tegas mengenai Dajjal.

Beliau bersabda:

“Tidak ada fitnah yang lebih besar antara penciptaan Adam hingga hari kiamat selain fitnah Dajjal.”

(HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Dajjal bukan sekadar tokoh akhir zaman. Ia merupakan simbol ujian besar yang akan mengguncang akal, keyakinan, dan cara manusia melihat kenyataan.

Dalam hadis lain Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidaklah seorang nabi diutus melainkan ia telah memperingatkan kaumnya tentang Al-A’war Al-Kadzdzab (Dajjal yang pendusta).”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Menariknya, kata yang sering melekat pada Dajjal adalah pendusta.

Bukan sekadar kuat.

Bukan sekadar berpengaruh.

Tetapi pendusta.

Artinya, inti fitnah Dajjal berkaitan erat dengan kemampuan membungkus kebohongan agar terlihat seperti kebenaran.

Ketika Penampilan Lebih Dipercaya daripada Fakta

Hari ini manusia hidup di tengah banjir informasi.

Sebuah video berdurasi 20 detik dapat dilihat jutaan orang sebelum matahari terbenam. Sebuah unggahan anonim bisa memicu perdebatan panjang. Bahkan tidak jarang seseorang dianggap ahli hanya karena tampil percaya diri di depan kamera.

Padahal Islam sejak awal telah mengingatkan agar manusia tidak mengikuti sesuatu tanpa ilmu.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.”

(QS. Al-Isra: 36)

Ayat ini terasa sangat dekat dengan kehidupan modern.

Sebab masalah terbesar saat ini bukan kurangnya informasi.

Justru sebaliknya.

Informasi terlalu banyak.

Yang semakin langka adalah kehati-hatian.

Mengapa Orang Pintar Pun Bisa Tertipu?

Banyak orang mengira hanya mereka yang kurang ilmu yang mudah tertipu.

Kenyataannya tidak selalu demikian.

Psikolog menyebut manusia memiliki kecenderungan mempercayai sesuatu yang sering dilihat berulang-ulang. Semakin sering sebuah informasi muncul, semakin akrab informasi itu terasa. Akibatnya, banyak orang menganggapnya benar meski belum tentu demikian.

Fenomena ini menjelaskan mengapa hoaks sering bertahan lama.

Bukan karena semua orang bodoh.

Tetapi karena manusia memang memiliki keterbatasan.

Karena itulah Allah SWT memerintahkan tabayyun.

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu seorang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya.”

(QS. Al-Hujurat: 6)

Tabayyun bukan sekadar etika bermedia sosial.

Ia adalah bagian dari perlindungan iman.

Viral Belum Tentu Benar, Ramai Belum Tentu Tepat

Di media sosial, ukuran keberhasilan sering terlihat dari angka.

Berapa juta penonton.

Berapa ribu komentar.

Dan berapa banyak yang membagikan.

Namun Al-Qur’an mengingatkan bahwa kebenaran tidak ditentukan oleh jumlah pengikut.

Allah SWT berfirman:

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan manusia di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.”

(QS. Al-An’am: 116)

Ayat ini memberi pelajaran yang sangat relevan.

Mayoritas bisa salah.

Keramaian bisa keliru.

Popularitas bisa menipu.

Karena itu seorang Muslim tidak boleh menyerahkan akalnya kepada algoritma, tren, atau tekanan massa.

Cara Menjaga Diri dari Fitnah Dajjal di Era Digital

Rasulullah ﷺ mengajarkan perlindungan dari fitnah Dajjal melalui Surah Al-Kahfi.

Beliau bersabda:

“Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal.”

(HR. Muslim)

Namun para ulama menjelaskan bahwa Surah Al-Kahfi tidak hanya dibaca. Isinya juga perlu dipahami.

Di dalamnya terdapat pelajaran tentang menjaga iman, menghadapi tipu daya dunia, mengendalikan hawa nafsu, dan tidak silau oleh kekuasaan maupun materi.

Selain itu, seorang Muslim perlu membiasakan diri untuk memeriksa sumber informasi, membaca secara utuh sebelum membagikan berita, serta berani mengatakan “saya belum tahu” ketika memang belum memiliki data yang cukup.

Terkadang, sikap paling bijak bukan berbicara lebih cepat.

Melainkan berpikir lebih jernih.

Pelajaran yang Sering Terlupakan

Fitnah Dajjal memang peristiwa yang akan terjadi pada akhir zaman. Namun pelajarannya sudah dapat dirasakan sejak sekarang.

Ketika manusia mulai mengagungkan citra lebih tinggi daripada kejujuran, mempercayai sensasi lebih cepat daripada fakta, dan menjadikan popularitas sebagai ukuran kebenaran, saat itulah kewaspadaan perlu ditingkatkan.

Karena fitnah terbesar sering tidak datang dengan wajah yang menakutkan.

Ia datang dengan kemasan yang menarik.

Ia tampak meyakinkan.

Bahkan terkadang terlihat menguntungkan.

Dajjal memang belum muncul. Namun jika manusia sudah terbiasa menilai sesuatu dari jumlah penonton, bukan dari kebenaran; dari sensasi, bukan dari fakta; maka bisa jadi sebagian jalan menuju fitnah itu sedang dibuka oleh tangan manusia sendiri—satu klik, satu bagikan, dan satu prasangka dalam satu waktu. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lensa: Membaca Fakta, Mengungkap Realita

    Lensa: Membaca Fakta, Mengungkap Realita

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadarpost.com – LENSA. Rubrik Lensa di albadarpost.com adalah ruang yang menajamkan pandangan kita terhadap kenyataan. Nama “Lensa” dipilih karena kami percaya data, riset, dan angka bukanlah deretan simbol kaku, melainkan jendela untuk memahami realita sosial yang kerap disembunyikan. Melalui Lensa, kami ingin memperlihatkan apa yang sering tak terlihat: ketimpangan, kesenjangan, dan potret kehidupan rakyat yang […]

  • Misteri Lailatul Qadar

    Misteri Lailatul Qadar: Mengapa Allah Menyembunyikan Malam Ini?

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Misteri Lailatul Qadar selalu menarik perhatian umat Islam setiap bulan Ramadan. Malam penuh kemuliaan ini dikenal sebagai malam seribu bulan, malam turunnya malaikat, sekaligus malam penuh pengampunan. Namun di balik kemuliaannya, terdapat rahasia Lailatul Qadar yang jarang dibahas secara mendalam. Allah menjelaskan keagungan malam ini dalam Al-Qur’an melalui Surah Al-Qadr: “Lailatul Qadr […]

  • Peserta GEN Z Space Vol 4 di IPI Garut mengikuti talkshow literasi digital dan pengembangan kreativitas generasi muda.

    Viral Saja Tak Cukup, Generasi Z Garut Diajak Menciptakan Perubahan

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah kebiasaan generasi muda yang nyaris tidak pernah jauh dari layar ponsel, kegiatan Gen Z Space Garut hadir membawa pesan yang berbeda. Media sosial dan dunia digital bukan hanya tempat mencari hiburan atau mengikuti tren viral, tetapi juga ruang untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan […]

  • perbandingan sistem kuota haji

    Perbandingan Sistem Kuota Haji di Negara Lain, Indonesia Perlu Belajar?

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    “Perbandingan sistem kuota haji di negara lain: pelajari mekanisme alokasi Saudi, pembagian kuota, dan pelajaran penting bagi Indonesia.” albadarpost.com, CENDIKIA. Banyak negara muslim memiliki sistem pembagian kuota haji yang berbeda-beda berdasarkan populasi, aturan pemerintah, dan regulasi lokal. Perbandingan sistem kuota haji di negara lain mengungkap bagaimana praktik alokasi kuota yang adil, transparan, dan terkadang kontroversial […]

  • Larangan Junub

    Sudah Mandi Wajib? Jangan Lakukan 6 Hal Ini Saat Masih Junub

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, HIKMAH — Larangan junub merupakan salah satu pembahasan fikih dasar yang diajarkan dalam kitab Safinatun Najah. Meski demikian, masih banyak umat Islam yang belum memahami secara utuh aktivitas apa saja yang tidak boleh dilakukan ketika berada dalam keadaan junub atau hadas besar. Padahal, hukum junub bukan hanya berkaitan dengan mandi wajib. Dalam fikih Islam, […]

  • jadwal pemesanan tiket KAI

    Catat, Ini Jadwal Pemesanan Tiket KAI Jelang Mudik 2026

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Mudik Lebaran 2026 diperkirakan kembali memicu lonjakan penumpang kereta api di berbagai daerah. Kereta Api Indonesia (KAI) menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, tepat waktu, dan relatif terjangkau. Dalam situasi ini, memahami jadwal pemesanan tiket KAI menjadi faktor penting agar calon pemudik tidak kehilangan kesempatan pulang ke kampung […]

expand_less