Lima Motor Diamankan, Polisi Tasikmalaya Ungkap Jaringan Curanmor
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
- visibility 46
- comment 0 komentar
- print Cetak

Barang bukti sepeda motor hasil pengungkapan kasus curanmor oleh Polres Tasikmalaya Kota dalam Operasi Jaran Lodaya 2026, Rabu (3/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus curanmor Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya kewaspadaan masyarakat terhadap pencurian kendaraan bermotor, Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengungkap sembilan kasus curanmor dalam pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2026 yang berlangsung sejak 29 Mei hingga 7 Juni 2026.
Dari pengungkapan tersebut, Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota mengamankan tiga tersangka, termasuk satu pelaku yang berstatus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH). Salah satu tersangka bahkan merupakan residivis yang diduga terlibat dalam belasan aksi pencurian kendaraan bermotor.
Keberhasilan ini menjadi salah satu hasil penting Operasi Jaran Lodaya yang digelar untuk menekan angka kejahatan kendaraan bermotor sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Residivis Diduga Terlibat 19 Aksi Curanmor
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto menjelaskan bahwa salah satu tersangka berinisial DS merupakan residivis yang kembali berhadapan dengan hukum.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, DS diduga terlibat dalam sedikitnya 19 aksi curanmor di sejumlah lokasi berbeda. Polisi masih melakukan pengembangan untuk memastikan keterkaitan tersangka dengan berbagai laporan kehilangan kendaraan yang masuk dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam kasus ini, petugas mengamankan lima unit sepeda motor yang diduga berkaitan dengan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor. Polisi juga menyita sejumlah alat yang diduga digunakan saat beraksi, mulai dari kunci letter Y, mata astag, hingga helm yang dikenakan pelaku.
Di area penyimpanan barang bukti Polres Tasikmalaya Kota, beberapa sepeda motor hasil pengungkapan kasus terlihat berjejer dengan nomor polisi yang sebagian masih terpasang. Petugas sesekali memeriksa dokumen kendaraan untuk memastikan kecocokan dengan data laporan kehilangan yang diterima dari para korban.
Di atas meja pemeriksaan, tampak pula barang bukti berupa kunci letter Y, mata astag, dan helm yang diduga digunakan pelaku saat menjalankan aksinya. Barang-barang tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyidikan yang masih terus berlangsung.
Kasus Lain Terungkap di Wilayah Mangkubumi
Selain kasus yang melibatkan tersangka DS, Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota juga berhasil mengungkap kasus curanmor lain di wilayah Mangkubumi.
Dalam perkara tersebut, polisi mengamankan dua orang berinisial I dan A. Salah satu di antaranya diketahui masih berstatus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH).
Dari pengungkapan tersebut, petugas mengamankan satu unit sepeda motor trail Yamaha beserta sejumlah alat yang diduga digunakan dalam aksi pencurian.
Menurut kepolisian, seluruh proses penyidikan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk penerapan prosedur khusus terhadap pelaku yang masih berstatus anak.
Kabar Penangkapan Jadi Perbincangan Warga
Pengungkapan sembilan kasus curanmor ini cepat menyebar di tengah masyarakat. Kabar tersebut menjadi bahan perbincangan di berbagai lingkungan warga, terutama karena salah satu tersangka diduga telah berulang kali melakukan aksi serupa.
Setelah informasi pengungkapan kasus tersebar, sejumlah warga terlihat membagikan ulang kabar tersebut di grup WhatsApp lingkungan maupun media sosial lokal. Sebagian mengingatkan tetangga dan kerabat agar lebih berhati-hati saat memarkir kendaraan, terutama pada malam hari.
Ada pula warga yang memanfaatkan momentum tersebut untuk saling berbagi pengalaman kehilangan kendaraan atau nyaris menjadi korban pencurian. Obrolan sederhana itu menunjukkan bahwa kasus curanmor masih menjadi perhatian masyarakat di berbagai wilayah.
Sebagian warga mengaku lega karena polisi berhasil mengungkap kasus yang selama ini menimbulkan keresahan. Meski demikian, mereka berharap pengawasan dan patroli tetap ditingkatkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Polisi Ingatkan Pentingnya Kewaspadaan
Kapolres Tasikmalaya Kota menegaskan bahwa Operasi Jaran Lodaya 2026 merupakan bentuk komitmen Polri dalam menekan angka curanmor dan menjaga keamanan masyarakat.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan kunci pengaman tambahan, mengunci stang kendaraan, serta memilih lokasi parkir yang aman dan mudah diawasi.
Jujur saja, banyak pemilik motor merasa aman ketika hanya meninggalkan kendaraan beberapa menit di depan toko, rumah, atau tempat usaha. Namun berbagai kasus curanmor menunjukkan bahwa pelaku sering memanfaatkan kesempatan yang sangat singkat ketika pengawasan melemah.
Tidak semua pencurian terjadi di tempat sepi. Dalam sejumlah kasus, kendaraan justru hilang di lokasi yang dianggap aman karena pemiliknya lengah atau tidak menggunakan pengaman tambahan.
Menurut kepolisian, langkah pencegahan sederhana sering kali menjadi faktor penting untuk mempersempit peluang pelaku menjalankan aksinya.
Motor Bukan Sekadar Kendaraan
Bagi banyak warga, sepeda motor bukan hanya alat transportasi.
Motor menjadi sarana bekerja, berjualan, mengantar anak sekolah, mengurus kebutuhan keluarga, hingga menopang aktivitas ekonomi sehari-hari.
Karena itu, kehilangan kendaraan sering kali tidak hanya menimbulkan kerugian materi. Dampaknya dapat mengganggu pekerjaan, pendidikan anak, hingga pendapatan keluarga.
Bagi sebagian keluarga, kehilangan sepeda motor bukan hanya soal kendaraan yang hilang. Ada yang menggunakannya untuk berjualan, mengantar anak sekolah, bekerja, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, setiap pengungkapan kasus curanmor memiliki arti lebih besar daripada sekadar angka statistik. Di balik setiap kendaraan yang berhasil diamankan, ada harapan pemiliknya untuk kembali menjalani aktivitas dengan normal dan rasa aman yang terjaga.
Operasi Jaran Lodaya Terus Berjalan
Hingga berakhirnya Operasi Jaran Lodaya 2026, kepolisian masih terus melakukan pengembangan terhadap sejumlah kasus yang berhasil diungkap.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada jaringan lain yang terlibat sekaligus mengantisipasi munculnya tindak kejahatan serupa di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota.
Kejahatan mungkin mencari celah dari kelengahan. Namun ketika masyarakat semakin waspada dan aparat bergerak cepat, ruang gerak pelaku akan semakin sempit.
Sepeda motor memang bisa diganti. Namun rasa aman masyarakat jauh lebih berharga. Ketika satu kasus curanmor berhasil diungkap, yang kembali bukan hanya kendaraan milik korban, tetapi juga keyakinan bahwa kejahatan tidak boleh dibiarkan menguasai jalanan dan kehidupan warga. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar