Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Naik Kelas Jadi Tipe B, RSUD KHZ Mustofa Tetap Utamakan Warga Tasikmalaya

Naik Kelas Jadi Tipe B, RSUD KHZ Mustofa Tetap Utamakan Warga Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 50
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Rencana peningkatan status RSUD KHZ Mustofa dari rumah sakit tipe C menjadi tipe B mendapat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Namun di balik target besar tersebut, Bupati Tasikmalaya Dr. Cecep Nurul Yakin mengingatkan satu hal penting: jangan sampai warga Tasikmalaya sendiri kesulitan mendapatkan layanan karena kapasitas rumah sakit tidak mampu mengimbangi peningkatan jumlah pasien.

Pernyataan itu disampaikan usai pelantikan Dewan Pengawas baru RSUD KHZ Mustofa. Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola rumah sakit sekaligus mempersiapkan langkah menuju rumah sakit rujukan yang lebih besar.

Menurut Cecep, peningkatan status rumah sakit bukan sekadar perubahan administratif. Lebih dari itu, perubahan tersebut harus mampu menghadirkan pelayanan yang semakin baik, profesional, dan tetap berpihak kepada masyarakat.

Infrastruktur Dinilai Siap, Tantangan Justru Ada pada Kapasitas Pelayanan

Bupati mengungkapkan dirinya telah beberapa kali berdiskusi dengan jajaran direksi RSUD KHZ Mustofa mengenai kesiapan peningkatan status rumah sakit.

Dari sisi infrastruktur, rumah sakit dinilai sudah memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan untuk naik menjadi rumah sakit tipe B.

Namun demikian, Cecep menilai ada tantangan yang harus dipikirkan sejak sekarang.

Saat ini RSUD KHZ Mustofa memiliki sekitar 448 ruang rawat inap. Jika status rumah sakit meningkat menjadi tipe B, maka fungsi rujukan akan semakin luas dan berpotensi menarik pasien dari berbagai daerah di luar Kabupaten Tasikmalaya.

“Jangan sampai setelah menjadi tipe B, pasien kita sendiri tidak terlayani dan tidak mendapatkan ruang rawat inap. Fungsi rumah sakit bisa tidak sesuai tujuan,” kata Cecep.

Aktivitas Rumah Sakit Menunjukkan Tingginya Kebutuhan Layanan

Di lingkungan rumah sakit, aktivitas pelayanan berlangsung hampir sepanjang hari.

Pada jam-jam pelayanan tertentu, kursi ruang tunggu pasien dan keluarga terlihat hampir terisi penuh. Sejumlah pengunjung tampak membawa map berisi hasil pemeriksaan, surat rujukan, atau dokumen administrasi sambil menunggu giliran dipanggil petugas.

Di area parkir, kendaraan roda dua dan roda empat terus keluar masuk sejak pagi. Aktivitas itu menjadi gambaran nyata tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Karena itulah, peningkatan status rumah sakit harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas pelayanan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Pelayanan Humanis Menjadi Perhatian Khusus

Selain kapasitas pelayanan, Bupati juga memberi perhatian serius terhadap aspek pelayanan yang bersentuhan langsung dengan pasien.

Menurutnya, rumah sakit pemerintah masih sering dibandingkan dengan rumah sakit swasta dari sisi keramahan pelayanan.

Karena itu, seluruh pegawai dan tenaga kesehatan diminta terus meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih humanis.

“Jangan sampai ada kesan rumah sakit swasta lebih ramah dari rumah sakit negeri. Semua pegawai harus meningkatkan pelayanan yang lebih humanis,” ujarnya.

Bagi Cecep, rumah sakit modern tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas dan peralatan medis. Rumah sakit juga harus mampu menghadirkan rasa nyaman, kepastian layanan, dan komunikasi yang baik kepada pasien maupun keluarga mereka.

Harapan Kecil yang Terdengar dari Ruang Tunggu

Di sela aktivitas pelayanan, sejumlah pengunjung terlihat saling bertukar informasi mengenai jadwal dokter, ruang pemeriksaan, hingga prosedur administrasi yang harus dilalui.

Beberapa keluarga pasien juga mengaku berharap peningkatan status rumah sakit dapat mempercepat akses layanan kesehatan tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

Harapan seperti itu mungkin terdengar sederhana. Namun bagi keluarga yang sedang menghadapi masalah kesehatan, kemudahan mendapatkan pelayanan sering kali menjadi hal yang sangat berarti.

Tidak Semua Warga Memahami Arti Rumah Sakit Tipe B

Jujur saja, tidak semua masyarakat memahami perbedaan rumah sakit tipe C dan tipe B.

Sebagian warga mungkin tidak terlalu memikirkan klasifikasi rumah sakit.

Bagi mereka, yang terpenting adalah pelayanan tetap tersedia ketika dibutuhkan, dokter mudah ditemui, obat tersedia, dan ruang rawat inap tidak penuh saat keluarga mereka memerlukan perawatan.

Karena itu, peningkatan status rumah sakit pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Dewan Pengawas Baru Diharapkan Perkuat Tata Kelola

Untuk mendukung proses tersebut, Pemkab Tasikmalaya juga menaruh harapan besar kepada Dewan Pengawas yang baru dilantik.

Mereka diharapkan mampu memberikan arahan, evaluasi, serta pengawasan terhadap pelayanan, pengelolaan keuangan, dan pengembangan kelembagaan rumah sakit secara profesional dan objektif.

Bupati juga meminta terbangunnya komunikasi yang baik antara dewan pengawas dan manajemen rumah sakit agar tercipta sinergi dalam meningkatkan mutu pelayanan.

Rumah Sakit dan Harapan Banyak Keluarga

Bagi sebagian besar masyarakat, rumah sakit bukan tempat yang mereka kunjungi setiap hari.

Namun ketika anggota keluarga sakit, keberadaan layanan kesehatan yang cepat, mudah dijangkau, dan ramah menjadi sesuatu yang sangat berarti.

Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, masyarakat tidak hanya berharap rumah sakit memiliki gedung yang lebih besar atau status yang lebih tinggi. Mereka juga berharap hadirnya pelayanan yang lebih manusiawi, lebih cepat, dan lebih dekat dengan kebutuhan pasien.

Karena itulah, peningkatan status RSUD KHZ Mustofa menjadi rumah sakit tipe B bukan sekadar soal naik kelas. Ini tentang bagaimana rumah sakit mampu menjawab harapan masyarakat yang terus berkembang.

Naik kelas menjadi rumah sakit tipe B memang penting. Namun ukuran keberhasilan yang sesungguhnya bukan hanya status yang tertulis di dokumen. Keberhasilan itu hadir ketika seorang pasien tetap mendapat tempat tidur saat membutuhkan perawatan, ketika keluarga memperoleh pelayanan yang ramah, dan ketika harapan masyarakat tidak pernah ditolak di pintu rumah sakit yang mereka andalkan. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • WFH ASN Jumat

    WFH ASN Setiap Jumat Dimulai, Negara Hemat Tapi Pelayanan Aman?

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kebijakan WFH ASN Jumat resmi dimulai pada April 2026 dan langsung menjadi perhatian publik. Program kerja fleksibel ASN atau work from home pegawai negeri ini disebut pemerintah sebagai langkah efisiensi energi sekaligus modernisasi birokrasi. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan besar: apakah kebijakan kerja dari rumah setiap Jumat mampu meningkatkan produktivitas […]

  • UMKM Tasikmalaya

    Dari Tasikmalaya ke Amerika, UMKM Lokal Mulai Dilirik Pasar Global

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — UMKM Tasikmalaya kembali mendapat dorongan besar untuk naik kelas. Melalui KADIN Tasikmalaya Growth Trip 2026, para pelaku usaha daerah tidak hanya belajar membangun bisnis yang sehat, tetapi juga mendapat gambaran nyata bagaimana usaha lokal bisa menarik investor dan menembus pasar internasional. Tema yang diusung kali ini cukup menantang: Making Your Business […]

  • Perjalanan hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah bersama Abu Bakar dalam sejarah Islam

    Rahasia Hijrah Nabi Muhammad SAW: Strategi yang Mengubah Dunia

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hijrah Nabi Muhammad menjadi titik balik besar dalam sejarah Islam. Peristiwa hijrah Nabi Muhammad bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan strategi cerdas yang mengubah arah peradaban dunia. Kisah hijrah Rasulullah ini juga menyimpan makna perjuangan, keberanian, dan keteguhan iman yang relevan hingga hari ini. Awal Tekanan di Makkah yang Memicu Hijrah Pada masa […]

  • Menteri Sosial Gus Ipul melakukan sidak di kantor Kemensos terkait ribuan ASN yang bolos di hari pertama kerja usai Lebaran.

    Geger! Ribuan ASN Kemensos Tak Hadir Usai Lebaran, Gus Ipul Langsung Bertindak

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Fenomena ASN Kemensos bolos mendadak menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa ribuan pegawai di lingkungan Kementerian Sosial tidak hadir pada hari pertama kerja usai libur Lebaran 2026. Kasus pegawai Kemensos tidak masuk kerja, atau ASN Kemensos absen tanpa keterangan, memicu langkah tegas dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa […]

  • pengantin pesanan

    KJRI Guangzhou Pulangkan Korban Pengantin Pesanan dan Dorong Penindakan TPPO

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KJRI Guangzhou memulangkan korban pengantin pesanan dan mendorong penindakan kasus TPPO lintas negara. albadarpost.com, HUMANIORA – Reni Rahmawati, Warga Negara Indonesia asal Sukabumi, akhirnya dipulangkan setelah menjadi korban praktik pengantin pesanan di China. Kepulangannya pada Selasa, 18 November 2025, menandai berakhirnya proses hukum perceraiannya dengan suami warga negara China. Kasus ini penting karena memperlihatkan kembali […]

  • Suasana kegiatan belajar siswa dan pesantren kilat di sekolah selama Ramadhan 2026 sesuai kebijakan jadwal pembelajaran nasional

    Jadwal Belajar Ramadhan 2026 Resmi Dirilis Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah akhirnya merilis skema resmi jadwal belajar Ramadhan 2026. Kebijakan ini mengatur keseimbangan antara kegiatan akademik, ibadah, serta pendidikan karakter selama bulan suci. Langkah tersebut sekaligus menjawab pertanyaan publik, terutama orang tua dan siswa, terkait apakah sekolah libur penuh atau tetap menjalankan pembelajaran. Melalui pengaturan terstruktur, kegiatan belajar tidak dihentikan. Sebaliknya, pemerintah […]

expand_less