Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Rahasia Gepuk Daging Kurban Empuk dan Gurih, Ternyata Ada Trik Ini

Rahasia Gepuk Daging Kurban Empuk dan Gurih, Ternyata Ada Trik Ini

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 124
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Setelah Idul Adha berlalu, banyak keluarga mulai mencari resep gepuk daging untuk mengolah sisa daging kurban. Tidak sedikit yang memilih gepuk karena rasanya gurih, tahan disimpan, dan cocok disantap kapan saja.

Namun membuat gepuk daging sapi yang benar-benar empuk ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan.

Sebagian orang pernah mengalami daging yang masih alot meski sudah direbus lama. Ada juga yang berhasil membuat teksturnya empuk, tetapi bumbunya hanya menempel di permukaan.

Padahal rahasia gepuk tradisional Sunda justru terletak pada kemampuan bumbu meresap hingga ke serat terdalam daging.

Menariknya, di banyak rumah, proses memasak gepuk sering menjadi kegiatan bersama setelah pembagian daging kurban selesai. Aroma lengkuas, ketumbar, dan serai mulai memenuhi dapur sejak pagi hari.

Di sudut meja dapur biasanya terlihat baskom besar berisi potongan daging yang baru dipisahkan dari lemaknya. Sementara di atas kompor, panci aluminium mulai mengeluarkan uap tipis ketika air rebusan perlahan mendidih.

Tidak lama kemudian, suara tutup panci yang sesekali bergetar bercampur dengan aroma rempah yang semakin kuat. Saat gula merah mulai larut, warna kuah perlahan berubah menjadi cokelat tua mengilap. Uap panasnya membawa wangi ketumbar, serai, dan santan yang menyebar hingga ke ruang tengah rumah.

Pilih Bagian Daging yang Tepat

Langkah pertama yang sering diabaikan adalah pemilihan bagian daging.

Untuk membuat gepuk, bagian yang paling cocok antara lain:

  • Paha belakang
  • Paha depan
  • Has luar
  • Sandung lamur tanpa terlalu banyak lemak

Bagian tersebut memiliki serat yang cukup padat sehingga tidak mudah hancur saat direbus dan dipukul.

Selain itu, daging kurban yang baru diterima sebaiknya tidak langsung dimasak. Simpan terlebih dahulu di dalam kulkas selama beberapa jam agar serat daging lebih rileks dan hasil akhirnya lebih empuk.

Rahasia Perebusan yang Jarang Diketahui

Banyak orang mengira gepuk yang enak hanya bergantung pada bumbu.

Padahal tahap perebusan menjadi penentu utama.

Bahan Rebusan

  • 1 kg daging sapi
  • 2 liter air
  • 2 batang serai
  • 3 lembar daun salam
  • 1 ruas jahe
  • 1 ruas lengkuas

Rebus hingga daging setengah empuk.

Jangan terlalu lama.

Karena daging masih akan dimasak kembali bersama bumbu.

Di sinilah kesalahan yang sering terjadi. Ketika daging terlalu matang pada tahap awal, teksturnya justru mudah hancur saat digeprek.

Dan jujur saja, tidak semua orang berhasil membuat gepuk yang sempurna pada percobaan pertama. Ada yang terlalu lama merebus sehingga daging menjadi rapuh. Ada pula yang terlalu cepat menggoreng sehingga bagian luar sudah kering sementara bagian dalam belum benar-benar meresap bumbu.

Bumbu Rahasia Gepuk Tradisional Sunda

Haluskan:

  • 10 siung bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 1 sdm ketumbar
  • 4 butir kemiri
  • Garam secukupnya

Kemudian siapkan:

  • 200 ml santan
  • 100 gram gula merah
  • 2 batang serai
  • 3 lembar daun salam
  • 2 ruas lengkuas

Masukkan seluruh bumbu ke dalam rebusan daging.

Masak menggunakan api kecil.

Biarkan kuah perlahan menyusut.

Di tahap inilah keajaiban mulai terjadi.

Bumbu tidak sekadar menempel di luar daging, melainkan masuk perlahan mengikuti pori-pori serat yang mulai terbuka akibat proses pemasakan.

Tahap Geprek yang Menentukan Rasa

Setelah daging matang, angkat dan tiriskan.

Kemudian pukul perlahan menggunakan ulekan kayu atau alat pemukul daging.

Tidak perlu terlalu keras.

Tujuannya bukan menghancurkan daging, melainkan membuka serat-seratnya agar bumbu semakin meresap.

Di banyak dapur rumahan, suara “tok… tok… tok…” dari proses menggeprek ini sering menjadi penanda bahwa gepuk hampir siap.

Di atas talenan kayu biasanya masih terlihat serpihan kecil rempah dan beberapa serat daging yang tertinggal. Tangan yang memegang ulekan pun kadang mulai terasa pegal, tetapi aroma masakan yang semakin kuat membuat proses itu terasa menyenangkan.

Goreng Sebentar, Jangan Terlalu Lama

Setelah digeprek, goreng daging dalam minyak panas.

Namun cukup sebentar saja.

Sekitar 1–2 menit setiap sisi.

Tujuannya untuk menghasilkan permukaan berwarna cokelat keemasan tanpa membuat bagian dalam menjadi kering.

Aroma yang muncul pada tahap ini biasanya langsung menarik perhatian penghuni rumah.

Tidak sedikit anggota keluarga yang diam-diam mengambil satu potong kecil untuk dicicipi sebelum seluruh proses memasak selesai. Anak-anak biasanya menjadi orang pertama yang datang ke dapur sambil bertanya, “Sudah boleh dimakan belum?”

Gepuk dan Cerita Kecil Setelah Hari Kurban

Menariknya, bagi sebagian keluarga, sisa daging kurban bukan hanya bahan makanan.

Ia sering menjadi alasan untuk berkumpul lebih lama di dapur. Ada yang membantu mengupas bawang. Ada yang memotong daging. Dan ada pula yang hanya duduk menemani sambil bercerita tentang kegiatan kurban yang baru saja berlangsung.

Suasana seperti itu mungkin sederhana.

Namun justru dari momen-momen kecil itulah kenangan keluarga sering tercipta.

Gepuk akhirnya tidak hanya menjadi hidangan di atas meja makan. Ia berubah menjadi bagian dari cerita yang akan diingat jauh setelah Hari Raya Idul Adha berlalu.

Pada akhirnya, rahasia gepuk daging kurban bukan hanya soal santan, gula merah, atau ketumbar. Rahasia sesungguhnya ada pada kesabaran dan kebersamaan. Sebab semakin sabar prosesnya, semakin dalam rasa yang meresap. Dan semakin banyak cerita yang hadir di dapur, semakin hangat pula kenangan yang tersaji di meja makan. (ARR)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Clash of Legends Jakarta

    Clash of Legends Jakarta di Momentum 500 Tahun Ibu Kota

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Clash of Legends Jakarta jadi bagian HUT ke-500 Jakarta, hadirkan pengalaman sepak bola dunia dan citra kota global. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai kota global. Momentum perayaan 500 tahun Jakarta dimanfaatkan untuk menghadirkan ajang olahraga berkelas dunia melalui Clash of Legends Jakarta, pertandingan antara Real Madrid Legends dan Barcelona Legends yang […]

  • Ilustrasi arus mudik Lebaran 2026 dengan jutaan kendaraan dan pemudik menuju kampung halaman di berbagai jalur transportasi Indonesia

    Arus Mudik 2026 Diprediksi Rekor, 144 Juta Orang Pulang Kampung

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Suasana Lebaran di Indonesia selalu identik dengan satu tradisi besar: mudik Lebaran. Namun tahun ini skalanya jauh lebih masif. Data terbaru memperkirakan sekitar 144 juta orang akan melakukan mudik Lebaran 2026, menjadikannya salah satu pergerakan manusia terbesar di dunia dalam waktu singkat. Gelombang mudik Lebaran 2026 tersebut berarti lebih dari separuh […]

  • Ilustrasi pelaku GRC UMKM mengelola keuangan bisnis rapi agar mudah lolos pinjaman bank dan meningkatkan kepercayaan usaha

    Bukan Modal, Ini Alasan UMKM Ditolak Bank: GRC Jadi Penentu

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Governance, Risk, and Compliance (GRC) UMKM, tata kelola usaha, dan manajemen risiko kini menjadi faktor penting yang menentukan apakah bisnis bisa berkembang atau justru stagnan. Istilah GRC UMKM semakin sering muncul, terutama ketika pelaku usaha mengajukan pinjaman ke bank atau fintech. Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mendorong lembaga keuangan tidak […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa dalam kesendirian saat malam hari dengan nuansa tenang dan penuh harapan

    Doa Darurat Kehidupan yang Sering Terlupakan Padahal Sangat Dibutuhkan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah hidup yang semakin cepat dan penuh tekanan, banyak orang sebenarnya sedang tidak benar-benar baik-baik saja. Di balik aktivitas yang terlihat normal, ada yang diam-diam berjuang melawan stres, cemas soal rezeki, hingga lelah secara mental. Pada titik seperti ini, doa darurat kehidupan—atau bisa disebut juga doa saat tertekan, doa saat rezeki […]

  • Ilustrasi seseorang berdiri di panggung mengejar popularitas sementara bayangan dirinya tertunduk dalam kerendahan hati

    Saat Ibadah Jadi Ajang Pamer

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di zaman ketika tepuk tangan terasa lebih nikmat daripada doa, Bahaya Cinta Popularitas menjadi penyakit rohani yang kerap tidak disadari. Cinta ketenaran, hasrat tampil terkenal, dan obsesi menjadi sorotan publik sering menyusup ke dalam amal baik. Padahal, Syekh Athoillah dalam Hikam telah mengingatkan, “Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab sesuatu yang tumbuh […]

  • Kembalian Uang

    Kasir Ganti Kembalian dengan Permen, Apa Aturannya?

    • calendar_month 4 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kembalian uang dalam bentuk recehan sering kali dianggap persoalan sepele. Padahal, praktik kembalian diganti permen atau dialihkan menjadi donasi tanpa persetujuan pembeli menyangkut hak konsumen yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan. Karena itu, setiap pelanggan berhak mengetahui pilihan yang tersedia sebelum uang kembaliannya dialihkan ke bentuk lain. Dalam praktik sehari-hari, masih ditemukan kasir […]

expand_less