Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Rahasia Gepuk Daging Kurban Empuk dan Gurih, Ternyata Ada Trik Ini

Rahasia Gepuk Daging Kurban Empuk dan Gurih, Ternyata Ada Trik Ini

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 194
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Setelah Idul Adha berlalu, banyak keluarga mulai mencari resep gepuk daging untuk mengolah sisa daging kurban. Tidak sedikit yang memilih gepuk karena rasanya gurih, tahan disimpan, dan cocok disantap kapan saja.

Namun membuat gepuk daging sapi yang benar-benar empuk ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan.

Sebagian orang pernah mengalami daging yang masih alot meski sudah direbus lama. Ada juga yang berhasil membuat teksturnya empuk, tetapi bumbunya hanya menempel di permukaan.

Padahal rahasia gepuk tradisional Sunda justru terletak pada kemampuan bumbu meresap hingga ke serat terdalam daging.

Menariknya, di banyak rumah, proses memasak gepuk sering menjadi kegiatan bersama setelah pembagian daging kurban selesai. Aroma lengkuas, ketumbar, dan serai mulai memenuhi dapur sejak pagi hari.

Di sudut meja dapur biasanya terlihat baskom besar berisi potongan daging yang baru dipisahkan dari lemaknya. Sementara di atas kompor, panci aluminium mulai mengeluarkan uap tipis ketika air rebusan perlahan mendidih.

Tidak lama kemudian, suara tutup panci yang sesekali bergetar bercampur dengan aroma rempah yang semakin kuat. Saat gula merah mulai larut, warna kuah perlahan berubah menjadi cokelat tua mengilap. Uap panasnya membawa wangi ketumbar, serai, dan santan yang menyebar hingga ke ruang tengah rumah.

Pilih Bagian Daging yang Tepat

Langkah pertama yang sering diabaikan adalah pemilihan bagian daging.

Untuk membuat gepuk, bagian yang paling cocok antara lain:

  • Paha belakang
  • Paha depan
  • Has luar
  • Sandung lamur tanpa terlalu banyak lemak

Bagian tersebut memiliki serat yang cukup padat sehingga tidak mudah hancur saat direbus dan dipukul.

Selain itu, daging kurban yang baru diterima sebaiknya tidak langsung dimasak. Simpan terlebih dahulu di dalam kulkas selama beberapa jam agar serat daging lebih rileks dan hasil akhirnya lebih empuk.

Rahasia Perebusan yang Jarang Diketahui

Banyak orang mengira gepuk yang enak hanya bergantung pada bumbu.

Padahal tahap perebusan menjadi penentu utama.

Bahan Rebusan

  • 1 kg daging sapi
  • 2 liter air
  • 2 batang serai
  • 3 lembar daun salam
  • 1 ruas jahe
  • 1 ruas lengkuas

Rebus hingga daging setengah empuk.

Jangan terlalu lama.

Karena daging masih akan dimasak kembali bersama bumbu.

Di sinilah kesalahan yang sering terjadi. Ketika daging terlalu matang pada tahap awal, teksturnya justru mudah hancur saat digeprek.

Dan jujur saja, tidak semua orang berhasil membuat gepuk yang sempurna pada percobaan pertama. Ada yang terlalu lama merebus sehingga daging menjadi rapuh. Ada pula yang terlalu cepat menggoreng sehingga bagian luar sudah kering sementara bagian dalam belum benar-benar meresap bumbu.

Bumbu Rahasia Gepuk Tradisional Sunda

Haluskan:

  • 10 siung bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 1 sdm ketumbar
  • 4 butir kemiri
  • Garam secukupnya

Kemudian siapkan:

  • 200 ml santan
  • 100 gram gula merah
  • 2 batang serai
  • 3 lembar daun salam
  • 2 ruas lengkuas

Masukkan seluruh bumbu ke dalam rebusan daging.

Masak menggunakan api kecil.

Biarkan kuah perlahan menyusut.

Di tahap inilah keajaiban mulai terjadi.

Bumbu tidak sekadar menempel di luar daging, melainkan masuk perlahan mengikuti pori-pori serat yang mulai terbuka akibat proses pemasakan.

Tahap Geprek yang Menentukan Rasa

Setelah daging matang, angkat dan tiriskan.

Kemudian pukul perlahan menggunakan ulekan kayu atau alat pemukul daging.

Tidak perlu terlalu keras.

Tujuannya bukan menghancurkan daging, melainkan membuka serat-seratnya agar bumbu semakin meresap.

Di banyak dapur rumahan, suara “tok… tok… tok…” dari proses menggeprek ini sering menjadi penanda bahwa gepuk hampir siap.

Di atas talenan kayu biasanya masih terlihat serpihan kecil rempah dan beberapa serat daging yang tertinggal. Tangan yang memegang ulekan pun kadang mulai terasa pegal, tetapi aroma masakan yang semakin kuat membuat proses itu terasa menyenangkan.

Goreng Sebentar, Jangan Terlalu Lama

Setelah digeprek, goreng daging dalam minyak panas.

Namun cukup sebentar saja.

Sekitar 1–2 menit setiap sisi.

Tujuannya untuk menghasilkan permukaan berwarna cokelat keemasan tanpa membuat bagian dalam menjadi kering.

Aroma yang muncul pada tahap ini biasanya langsung menarik perhatian penghuni rumah.

Tidak sedikit anggota keluarga yang diam-diam mengambil satu potong kecil untuk dicicipi sebelum seluruh proses memasak selesai. Anak-anak biasanya menjadi orang pertama yang datang ke dapur sambil bertanya, “Sudah boleh dimakan belum?”

Gepuk dan Cerita Kecil Setelah Hari Kurban

Menariknya, bagi sebagian keluarga, sisa daging kurban bukan hanya bahan makanan.

Ia sering menjadi alasan untuk berkumpul lebih lama di dapur. Ada yang membantu mengupas bawang. Ada yang memotong daging. Dan ada pula yang hanya duduk menemani sambil bercerita tentang kegiatan kurban yang baru saja berlangsung.

Suasana seperti itu mungkin sederhana.

Namun justru dari momen-momen kecil itulah kenangan keluarga sering tercipta.

Gepuk akhirnya tidak hanya menjadi hidangan di atas meja makan. Ia berubah menjadi bagian dari cerita yang akan diingat jauh setelah Hari Raya Idul Adha berlalu.

Pada akhirnya, rahasia gepuk daging kurban bukan hanya soal santan, gula merah, atau ketumbar. Rahasia sesungguhnya ada pada kesabaran dan kebersamaan. Sebab semakin sabar prosesnya, semakin dalam rasa yang meresap. Dan semakin banyak cerita yang hadir di dapur, semakin hangat pula kenangan yang tersaji di meja makan. (ARR)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa NTT

    Gempa NTT M7,7: 5 Fakta yang Perlu Diketahui

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Gempa NTT berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa bumi kuat tersebut memicu peringatan dini tsunami, sementara gelombang hingga 0,94 meter terdeteksi di Maurole, Ende. Data awal BNPB juga mengonfirmasi dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka. Peristiwa itu terjadi pada pagi hari ketika […]

  • shalat istikharah

    Shalat Istikharah Sebagai Pedoman Pengambilan Keputusan

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Urgensi shalat istikharah kembali ditekankan sebagai pedoman utama umat Islam dalam mengambil keputusan penting. Praktik ibadah ini tidak sekadar ritual, tetapi menjadi sarana menunjukkan ketergantungan penuh kepada Allah SWT sekaligus upaya mencari pilihan terbaik dalam setiap urusan krusial. Bagi umat, shalat istikharah memiliki dampak langsung. Di tengah tekanan hidup modern, keputusan yang […]

  • Pekerja tambang muslim tetap bekerja di lapangan berat saat Ramadhan dan mempertimbangkan tidak puasa kerja berat sesuai syariat Islam.

    Bekerja di Lapangan Berat, Bolehkah Tidak Berpuasa?

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 221
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tidak puasa karena kerja berat sering menjadi pertanyaan bagi pekerja tambang, buruh lapangan, hingga pekerja proyek yang menghadapi suhu ekstrem dan risiko dehidrasi tinggi. Lalu, bagaimana hukum tidak berpuasa karena kerja berat menurut Islam? Apakah pekerja tambang mendapat keringanan seperti musafir atau orang sakit? Pertanyaan ini penting, terutama bagi mereka yang […]

  • Sumur Zamzam

    Kisah Sumur Zamzam, Dari Tangisan Seorang Ibu hingga Mengalir Ribuan Tahun

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Matahari membakar gurun Makkah siang itu. Hamparan pasir terlihat begitu luas dan nyaris tidak menyisakan harapan. Angin panas berembus pelan melewati lembah tandus yang saat itu bahkan belum menjadi kota. Di tempat sunyi itulah, seorang ibu berlari kecil sambil menahan panik. Namanya Siti Hajar. Di dekatnya, seorang bayi menangis kehausan. Tidak ada […]

  • Semangkuk tongseng kurban dengan daging empuk, kuah gurih kecokelatan, kol segar, tomat, dan cabai merah di atas meja kayu.

    Jangan Salah! Ini Trik Tongseng Kurban Empuk dan Gurih

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpsot.com, LIFESTYLE – Setiap Idul Adha, aroma tongseng kurban hampir selalu muncul dari dapur-dapur rumah di berbagai daerah. Ada yang memasaknya setelah salat Zuhur, ada pula yang baru menyalakan kompor menjelang sore ketika pembagian daging selesai dilakukan. Namun satu keluhan terus berulang dari tahun ke tahun. Daging terasa alot. Kuah kurang meresap. Atau aroma prengus […]

  • Pendidikan Karakter

    Pesan Diky untuk Lulusan SD: Akhlak Lebih Berharga dari Nilai

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tepuk tangan bergema di aula saat satu per satu siswa Kelas 6 melangkah menuju akhir perjalanan mereka di bangku sekolah dasar. Di antara senyum bangga para orang tua, terselip mata yang mulai berkaca-kaca. Momen pelepasan siswa memang selalu menghadirkan perasaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Namun dalam acara pelepasan siswa SD […]

expand_less