Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Penuh Makna, Ini Doa Hari Lahir Pancasila yang Diamalkan Para Ulama

Penuh Makna, Ini Doa Hari Lahir Pancasila yang Diamalkan Para Ulama

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 191
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Setiap tanggal 1 Juni, masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebagian mengikuti upacara bendera, sebagian mengunggah ucapan di media sosial, dan sebagian lainnya menjalani hari seperti biasa. Namun di banyak pesantren, majelis taklim, dan lingkungan ulama Nusantara, doa Hari Lahir Pancasila tetap menjadi tradisi yang hidup hingga hari ini.

Pada pagi 1 Juni, sebagian orang mungkin baru menyadari Hari Lahir Pancasila setelah melihat kalender di ponsel mereka. Ada yang bersiap mengikuti upacara di sekolah atau kantor. Dan ada yang tetap berjualan di pasar. Ada pula yang memanfaatkan hari libur untuk berkumpul bersama keluarga.

Di tengah berbagai aktivitas itu, para ulama sejak dahulu memiliki satu kebiasaan yang sederhana namun bermakna: mendoakan negeri.

Karena bagi mereka, menjaga Indonesia tidak hanya dilakukan dengan pikiran dan tenaga, tetapi juga dengan doa yang tulus kepada Allah SWT.

Tradisi Ulama: Mencintai Negeri dengan Doa

Sejarah Indonesia mencatat bahwa ulama memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa. Mereka mengajar di pesantren, membimbing masyarakat, sekaligus ikut menjaga kemerdekaan dan persatuan.

Karena itu, banyak ulama memandang doa untuk Indonesia sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.

Allah SWT berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَلَا تَفَرَّقُوْا

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali Allah dan janganlah bercerai-berai.”
(QS. Ali Imran: 103)

Ayat tersebut sering dikaitkan dengan pentingnya menjaga persatuan. Nilai yang juga menjadi ruh Pancasila sejak pertama kali dirumuskan.

Doa Memohon Keamanan untuk Indonesia

Salah satu doa yang sering dibacakan para ulama adalah doa memohon keamanan dan ketenteraman negeri.

اللّٰهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا إِنْدُونِيْسِيَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ وَالْبَرَكَاتِ

Allahummaj’al baladanaa Indonesia baladan aaminan muthma’innan, warzuq ahlahu minats-tsamaraati wal barakaat.

Ya Allah, jadikan Indonesia negeri yang aman, tenteram, dan limpahkan keberkahan kepada penduduknya.

Doa tersebut sejalan dengan doa Nabi Ibrahim AS:

رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا

“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman.”
(QS. Ibrahim: 35)

Bagi ulama, keamanan bukan hanya soal tidak adanya konflik. Keamanan juga berarti masyarakat dapat beribadah dengan tenang, bekerja dengan nyaman, dan membesarkan anak-anak dalam suasana damai.

Doa untuk Persatuan Bangsa

Selain keamanan, persatuan juga menjadi tema yang sering muncul dalam doa para ulama.

اللّٰهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاجْمَعْنَا عَلَى الْحَقِّ وَالْخَيْرِ

Allahumma allif baina quluubinaa, wa ashlih dzaata baininaa, wajma’naa ‘alal haqqi wal khair.

Ya Allah, satukan hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, dan kumpulkan kami dalam kebenaran dan kebaikan.

Di beberapa pesantren, doa untuk Indonesia biasanya dibacakan setelah pengajian atau sebelum majelis ditutup. Jamaah mengamini dengan khidmat. Namun suasana tidak selalu sempurna dan formal.

Kadang ada anak-anak yang lebih sibuk memperhatikan teman-temannya. Ada pula yang sesekali menguap karena kelelahan setelah bermain. Pemandangan seperti itu justru membuat suasana majelis terasa alami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Tidak Semua Orang Langsung Teringat Mendoakan Bangsa

Jujur saja, tidak semua orang langsung teringat untuk mendoakan Indonesia ketika Hari Lahir Pancasila tiba.

Banyak yang lebih dulu memikirkan pekerjaan yang belum selesai. Ada yang sedang menghitung biaya sekolah anak. Ada pula yang sibuk mencari nafkah untuk kebutuhan rumah tangga.

Itu manusiawi.

Namun para ulama mengajarkan bahwa doa tidak selalu membutuhkan waktu yang panjang. Bahkan beberapa kalimat pendek yang dipanjatkan dengan ikhlas bisa menjadi bentuk cinta kepada negeri.

Doa untuk Pemimpin dan Generasi Muda

Doa lain yang juga sering dipanjatkan adalah doa untuk pemimpin dan generasi penerus bangsa.

اللّٰهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا لِلْعَدْلِ وَالْأَمَانَةِ

Ya Allah, bimbing para pemimpin kami agar berlaku adil dan amanah.

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Sementara untuk generasi muda, banyak ulama memanjatkan doa agar anak-anak Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan mencintai tanah airnya.

Di Era Digital, Doa Tetap Relevan

Hari ini, ucapan Hari Lahir Pancasila bisa muncul ratusan kali dalam sehari di media sosial. Sebagian dibaca sampai selesai. Sebagian lainnya hanya lewat sekilas di antara video hiburan, promosi, dan notifikasi yang terus berdatangan.

Namun ada perbedaan antara unggahan dan doa.

Unggahan mungkin berhenti di layar.

Sedangkan doa melanjutkan perjalanannya ke langit.

Karena itu, para ulama tidak pernah menganggap doa sebagai sesuatu yang kuno atau tertinggal zaman. Justru di tengah dunia yang semakin cepat bergerak, doa menjadi pengingat bahwa manusia tetap membutuhkan pertolongan Allah SWT.

Doa yang Sederhana, Cinta yang Besar

Pada akhirnya, doa-doa yang biasa dibaca para ulama pada Hari Lahir Pancasila bukanlah doa yang rumit.

Kalimatnya sederhana.

Bacaannya singkat.

Namun maknanya sangat besar.

Di dalamnya ada harapan agar Indonesia tetap aman.

Ada harapan agar persatuan terus terjaga.

Dan ada harapan agar generasi mendatang mewarisi negeri yang lebih baik daripada hari ini.

Indonesia tidak hanya berdiri di atas pidato para pendiri bangsa dan perjuangan para pahlawan. Negeri ini juga tumbuh dari doa-doa sederhana yang dipanjatkan diam-diam oleh ulama, santri, dan rakyatnya. Karena itu, ketika Hari Lahir Pancasila tiba, mungkin hadiah paling indah untuk Indonesia bukan sekadar ucapan yang ramai, melainkan doa yang tulus agar negeri ini tetap bersatu, bermartabat, dan diberkahi hingga generasi-generasi berikutnya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Aktivitas bongkar muat kontainer ekspor Indonesia menuju negara-negara Asia Tenggara di pelabuhan”

    Eksportir RI Mulai Beralih ke ASEAN, Biaya Lebih Murah dan Pasar Dekat

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pasar Asia Tenggara justru mulai dilirik banyak pelaku usaha Indonesia sebagai tujuan ekspor paling realistis tahun ini. Selain jaraknya lebih dekat, biaya logistik ke negara-negara ASEAN juga dinilai jauh lebih efisien dibanding pengiriman ke kawasan Eropa atau Amerika Serikat. Laporan terbaru Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional […]

  • Pelita: Menyalakan Cahaya di Tengah Gulita

    Pelita: Menyalakan Cahaya di Tengah Gulita

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com – PELITA. Rubrik Pelita di albadarpost.com adalah ruang untuk menyoroti sosok-sosok yang memberi inspirasi bagi kehidupan rakyat. Kata “Pelita” dipilih karena ia melambangkan cahaya yang menuntun langkah dalam kegelapan. Cahaya itu bisa datang dari siapa saja: seorang guru di pelosok yang tak kenal lelah mengajar, seorang relawan yang setia menemani korban bencana, seorang petani […]

  • Kapolresta Tasikmalaya AKBP Andi Purwanto memimpin upacara sertijab Kasat Lantas dan pelantikan pejabat baru di Polresta Tasikmalaya.

    Mutasi Besar di Polresta Tasikmalaya, Dua Kapolsek dan Kasi Humas Ikut Dilantik

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kapolresta Tasikmalaya AKBP Andi Purwanto memimpin langsung upacara serah terima jabatan atau sertijab Polresta Tasikmalaya, Selasa (12/5/2026). Dalam agenda tersebut, jabatan Kasat Lantas resmi berganti, disusul pelantikan dua Kapolsek dan pejabat Kasi Humas baru di lingkungan Polresta Tasikmalaya. Pergantian jabatan di tubuh kepolisian itu menjadi bagian dari rotasi internal Polri yang […]

  • Bantuan Sembako Banjar

    85 Warga Binangun Terima Bantuan, Ini Pesan Wali Kota Banjar

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Bantuan Sembako Banjar menyasar 85 warga Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, Sabtu, 15 Agustus 2026. Bantuan sembako dan dukungan sosial tersebut disalurkan langsung dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Binangun. Wali Kota Banjar Ir. H. Sudarsono hadir didampingi Wakil Wali Kota Banjar Dr. H. Supriana, M.Pd. Keduanya […]

  • Semifinal Piala Presiden 2026

    Empat Tim Berebut Tiket Final Piala Presiden

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Semifinal Piala Presiden 2026 dipastikan menghadirkan dua pertandingan sarat gengsi. Persib Bandung akan berhadapan dengan Persija Jakarta, sementara Arema FC ditantang Persebaya Surabaya pada babak empat besar yang dijadwalkan berlangsung Selasa, 4 Agustus 2026. Pemenang dari masing-masing pertandingan akan melaju ke final, sedangkan tim yang kalah akan memperebutkan posisi ketiga pada Kamis, […]

  • Lebaran Yatim Banjar

    Kemenag Banjar Rangkul Yatim dan Disabilitas

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lebaran Yatim Banjar kembali menghadirkan pesan kuat tentang kepedulian sosial. Dalam kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar bersama Baznas Kota Banjar tidak hanya menyalurkan santunan kepada ribuan penerima manfaat, tetapi juga mengajak masyarakat melihat anak yatim dan penyandang disabilitas sebagai generasi yang memiliki hak, potensi, […]

expand_less