Viral Saja Tak Cukup, Generasi Z Garut Diajak Menciptakan Perubahan
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana talkshow literasi digital dan pengembangan kreativitas generasi muda, Sabtu (30/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah kebiasaan generasi muda yang nyaris tidak pernah jauh dari layar ponsel, kegiatan Gen Z Space Garut hadir membawa pesan yang berbeda. Media sosial dan dunia digital bukan hanya tempat mencari hiburan atau mengikuti tren viral, tetapi juga ruang untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.
Pesan itu mengemuka dalam kegiatan GEN Z Space Vol.4 bertema “Menggerakan Suara Digital Menuju Real Impact” yang digelar di Aula Rektorat Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (30/5/2026).
Sejak pagi, suasana kampus terlihat lebih ramai dari biasanya. Di meja registrasi masih tampak tumpukan name tag yang belum sempat dibagikan saat peserta terus berdatangan menjelang acara dimulai. Beberapa mahasiswa terlihat datang berkelompok sambil membawa laptop dan botol minum. Sebagian lainnya masih membuka catatan di telepon genggam sebelum memasuki aula.
Ketika sesi pembukaan berlangsung, kursi bagian belakang mulai terisi penuh. Beberapa peserta memilih duduk di lantai dekat pintu aula. Sesekali terdengar bunyi notifikasi ponsel yang muncul di tengah penjelasan narasumber mengenai peluang ekonomi digital.
Pemandangan itu menjadi gambaran kecil tentang kehidupan Generasi Z hari ini. Dekat dengan teknologi, cepat menerima informasi, tetapi juga menghadapi tantangan besar untuk memanfaatkan teknologi secara bijak.
Digitalisasi Mengubah Cara Hidup Generasi Muda
Sekretaris Diskominfo Kabupaten Garut, Ega Mahesa Suardi, menegaskan bahwa perkembangan digitalisasi membawa dampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat.
Menurutnya, teknologi digital telah mengubah cara orang belajar, bekerja, berinteraksi, hingga memperoleh informasi.
Karena itu, generasi muda perlu memiliki kesadaran dalam menggunakan teknologi agar manfaatnya lebih besar daripada risikonya.
“Itu yang perlu kita resapi bersama. Itu yang perlu kita sikapi bersama. Bahwa kemajuan teknologi dan fungsi digitalisasi akan berdampak cukup luar biasa, sehingga kita harus bijak dalam memanfaatkannya,” ujar Ega.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Bahkan, Diskominfo Kabupaten Garut membuka ruang diskusi bagi mahasiswa yang ingin terlibat dalam berbagai isu digital yang berkembang di masyarakat.

Peserta GEN Z Space Vol 4 di IPI Garut mengikuti talkshow literasi digital dan pengembangan kreativitas generasi muda, Sabtu (30/5/2026).
Anak Muda Harus Menjadi Pelaku Perubahan
Wakil Rektor IPI Garut, Lucky Rahayu Nurjamin, menilai kegiatan yang digagas oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) IPI Garut tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, kemampuan mengelola media digital kini menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda.
Tidak hanya untuk membuat konten, tetapi juga untuk membangun peluang ekonomi, memperluas jejaring, hingga menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial.
Karena itu, ia berharap mahasiswa dan pelajar mampu menggunakan media digital secara santun, produktif, dan bertanggung jawab.
Menjawab Anggapan Bahwa Gen Z Hanya Aktif di Media Sosial
Panitia pelaksana kegiatan, Salsabila, menjelaskan bahwa tema “Menggerakan Suara Digital Menuju Real Impact” dipilih sebagai respons terhadap stereotipe yang masih sering dilekatkan kepada Generasi Z.
Selama ini, sebagian masyarakat menganggap anak muda hanya aktif membuat konten dan menghabiskan waktu di media sosial tanpa memberikan kontribusi nyata.
Padahal, menurutnya, banyak generasi muda yang justru memanfaatkan platform digital untuk membangun komunitas, mengembangkan usaha kecil, menyebarkan edukasi, hingga menginisiasi gerakan sosial.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk memahami bagaimana media digital dapat dimanfaatkan secara positif dan diwujudkan menjadi aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.
Namun demikian, tidak semua peserta datang dengan tingkat pemahaman digital yang sama.
Sebagian mahasiswa mengaku masih bingung membedakan antara membuat konten sekadar untuk hiburan dengan konten yang benar-benar mampu memberi manfaat bagi masyarakat. Ada pula yang masih mencari cara agar aktivitas mereka di media sosial dapat berkembang menjadi peluang usaha atau kegiatan sosial yang berkelanjutan.
Ketidaksamaan pemahaman tersebut justru membuat diskusi berlangsung lebih hidup.
Talkshow, Workshop, dan UMKM Mahasiswa Jadi Daya Tarik
Selain menghadirkan talkshow interaktif, GEN Z Space Vol.4 juga menggelar workshop kreatif, bazar UMKM mahasiswa, serta berbagai aktivitas yang melibatkan peserta secara langsung.
Saat sesi istirahat berlangsung, sejumlah mahasiswa terlihat berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil. Menariknya, obrolan mereka lebih banyak membahas peluang membuka usaha digital, strategi membuat konten yang menarik, hingga pengalaman menjalankan bisnis online dibandingkan membicarakan tugas kuliah.
Di area bazar, beberapa stan UMKM mahasiswa tampak ramai dikunjungi peserta. Produk makanan ringan, kerajinan kreatif, hingga jasa desain digital menjadi bagian dari karya yang dipamerkan.
Setelah sesi talkshow berakhir, sejumlah peserta bahkan terlihat langsung mengikuti akun media sosial para narasumber. Sebagian lainnya mengabadikan momen dengan berfoto bersama sambil melanjutkan diskusi ringan di sekitar aula.
Suasana tersebut memperlihatkan bahwa dunia digital tidak selalu berhenti di layar ponsel. Ketika dimanfaatkan dengan tepat, ruang digital justru bisa menjadi pintu masuk lahirnya kolaborasi, kreativitas, dan peluang baru bagi generasi muda.
GEN Z Space Vol.4 menjadi pengingat bahwa teknologi hanyalah alat. Dampaknya bergantung pada siapa yang menggunakannya dan untuk tujuan apa alat itu digunakan.
Di era ketika satu unggahan bisa menjangkau ribuan orang dalam hitungan menit, ukuran keberhasilan tidak lagi sekadar jumlah tayangan atau banyaknya tanda suka. Yang jauh lebih penting adalah seberapa besar jejak manfaat yang ditinggalkan setelah layar ponsel dimatikan. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar