Rumah Ludes Terbakar Saat Masak Air, Warga Banjaranyar Kini Mengungsi
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi kebakaran rumah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran rumah kembali terjadi di wilayah Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. Musibah kebakaran rumah yang menghanguskan bangunan milik Nono terjadi pada Sabtu, 30 Mei 2026 sekitar pukul 19.00 WIB di Dusun Sindangsari RT 010 RW 003, Desa Kalijaya, Kecamatan Banjaranyar.
Peristiwa kebakaran tersebut bermula dari tungku kayu yang digunakan untuk memasak air. Namun, tanpa disadari, api kemudian membesar dan menjalar ke bagian bangunan rumah hingga akhirnya menghanguskan seluruh bangunan.
Saat kejadian berlangsung, suasana kampung sebenarnya cukup tenang. Sebagian warga baru selesai beraktivitas, sementara yang lain mulai berkumpul bersama keluarga di rumah masing-masing. Namun ketenangan itu mendadak berubah ketika kobaran api terlihat membumbung dari salah satu rumah warga.
Teriakan meminta pertolongan segera memecah suasana malam. Warga berlarian menuju lokasi sambil membawa ember, selang, dan peralatan seadanya. Beberapa orang bahkan langsung mengambil air dari sumber terdekat untuk memperlambat laju api.
Warga Berjibaku Padamkan Api
Warga yang pertama tiba di lokasi langsung berupaya memadamkan api secara manual. Namun kobaran terus membesar. Selain karena sumber api berada di area dapur, sebagian material bangunan juga membuat api cepat merambat ke seluruh bagian rumah.
Tidak semua barang berhasil diselamatkan. Dalam situasi yang serba cepat dan penuh kepanikan, warga lebih fokus memastikan penghuni rumah keluar dengan selamat dibanding menyelamatkan perabotan yang ada di dalam rumah.
Selanjutnya, petugas pemadam kebakaran datang membantu proses pemadaman. Setelah berjibaku selama beberapa waktu, api akhirnya berhasil dikendalikan dan tidak sampai menjalar ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi.
Meski demikian, bangunan rumah milik Nono tidak dapat diselamatkan. Api terlanjur menghanguskan hampir seluruh bagian rumah sebelum berhasil dipadamkan.

Rumah milik Nono di Desa Kalijaya Kecamatan Banjaranyar hangus terbakar akibat api dari tungku kayu saat memasak air, Sabtu (30/5/2026).
Menyisakan Abu, Asap, dan Puing Bangunan
Minggu pagi, suasana di lokasi kebakaran tampak jauh berbeda dibanding hari-hari biasanya. Aroma kayu terbakar masih cukup terasa beberapa meter sebelum memasuki area rumah yang hangus.
Di antara puing bangunan yang menghitam, masih terlihat rangka lemari besi berdiri miring. Beberapa lembar seng atap tampak melengkung akibat suhu tinggi saat kebakaran berlangsung. Di sudut bekas dapur, tumpukan kayu yang terbakar sebagian masih terlihat berserakan di atas tanah yang menghitam.
Beberapa warga datang silih berganti untuk melihat kondisi rumah tersebut. Tidak sedikit yang berhenti sejenak lalu menggelengkan kepala melihat besarnya kerusakan yang terjadi.
Sementara itu, beberapa anak kecil tampak berdiri di tepi jalan kampung sambil memperhatikan sisa bangunan yang hangus. Sesekali mereka menunjuk ke arah bekas dapur yang disebut warga sebagai lokasi awal munculnya api.
Kerugian Diperkirakan Rp150 Juta
Akibat kebakaran rumah tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta. Nilai tersebut mencakup bangunan rumah dan berbagai barang yang berada di dalamnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api semakin membesar.
Meski demikian, kehilangan tempat tinggal tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga korban. Dalam hitungan menit, rumah yang selama bertahun-tahun menjadi tempat berteduh berubah menjadi puing dan abu.
Saat api mulai mengecil pada malam kejadian, beberapa warga masih bertahan di lokasi meski pakaian mereka basah karena ikut membantu pemadaman. Sebagian lainnya membantu membersihkan area sekitar sambil memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
Korban Mengungsi di Rumah Anak
Pasca kejadian, Nono dan keluarganya untuk sementara mengungsi di rumah anaknya. Hingga saat ini, kondisi lokasi dinyatakan aman dan api telah padam sepenuhnya.
Adapun kebutuhan mendesak yang diperlukan korban meliputi bantuan keuangan serta bahan bangunan guna memulai kembali kehidupan yang sempat terhenti akibat musibah tersebut.
Data kejadian ini dilaporkan oleh Yona Yogasmara. Warga berharap bantuan dari berbagai pihak dapat segera hadir untuk membantu meringankan beban keluarga korban.
Musibah memang datang tanpa pemberitahuan. Tungku yang sehari-hari digunakan untuk memasak dan memenuhi kebutuhan keluarga, malam itu justru menjadi awal dari kehilangan besar yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.
Ketika api menghanguskan rumah, yang tersisa bukan hanya puing dan abu. Ada harapan yang harus dibangun kembali, ada kehidupan yang harus kembali ditegakkan, dan ada gotong royong yang membuktikan bahwa korban tidak pernah benar-benar sendirian menghadapi musibah. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar