Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Menuju Platform Streaming, Pelajar Tasikmalaya Belajar Industri Musik Digital

Menuju Platform Streaming, Pelajar Tasikmalaya Belajar Industri Musik Digital

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • visibility 140
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Musik Digital Tasikmalaya mulai menunjukkan geliat baru. Ratusan pelajar SMA, SMK, dan sederajat memadati Gedung Creative Center (GCC) Dadaha Kota Tasikmalaya dalam Seminar Industri Musik dan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital Tahap 1 yang digelar Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan hasil kolaborasi Rumusarindo, Polresta Tasikmalaya, dan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya tersebut tidak hanya berbicara tentang musik. Para peserta diajak memahami bagaimana karya kreatif dapat berkembang menjadi peluang ekonomi di era digital.

Di tengah maraknya platform streaming, media sosial, dan industri kreator konten, banyak anak muda kini bermimpi menghasilkan karya yang dikenal luas. Namun tidak semua memahami bagaimana proses membangun karya yang bernilai sekaligus memiliki perlindungan hukum.

Karena itulah seminar ini menarik perhatian ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Tasikmalaya.

Dari Hobi Bermusik Menuju Peluang Ekonomi

Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, membuka langsung kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Diky menegaskan bahwa ekonomi kreatif digital menjadi salah satu sektor yang memiliki peluang besar bagi generasi muda.

Menurutnya, Kota Tasikmalaya memiliki banyak pelajar berbakat di bidang musik. Namun bakat saja belum cukup. Anak muda juga perlu memahami bisnis, teknologi, dan strategi distribusi agar karya mereka memiliki nilai ekonomi.

“Melalui seminar ini kami ingin pelajar tidak hanya bisa berkarya, tetapi juga memahami cara memonetisasi karya secara legal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Beberapa pelajar terlihat sibuk mencatat materi yang disampaikan narasumber. Di beberapa baris kursi belakang, sejumlah peserta sesekali merekam materi menggunakan ponsel mereka agar dapat dipelajari kembali setelah acara selesai.

Belajar Hak Cipta di Tengah Era Serba Digital

Salah satu materi yang paling banyak menyita perhatian adalah soal hak cipta.

Di era media sosial, karya musik dapat menyebar dalam hitungan detik. Namun pada saat yang sama, risiko pembajakan dan penyalahgunaan karya juga semakin besar.

Kasat Intel Polresta Tasikmalaya AKP Widi Eko menjelaskan bahwa keterlibatan kepolisian bertujuan memberikan edukasi mengenai perlindungan hak cipta dan keamanan karya digital.

Para peserta juga memperoleh pemahaman mengenai risiko mengunggah karya tanpa perlindungan yang memadai.

Karena itu, seminar tidak hanya berbicara tentang kreativitas. Seminar ini juga mengajarkan bagaimana menjaga hasil kerja keras agar tidak dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menariknya, beberapa pelajar mengaku baru mengetahui bahwa karya musik yang diunggah ke platform digital ternyata memiliki aspek hukum yang perlu dipahami sejak awal.

Antusiasme Pelajar Terlihat Sejak Awal Acara

Sejak pagi, suasana GCC Dadaha terlihat lebih ramai dibanding hari biasa.

Kelompok pelajar datang secara berombongan dari berbagai sekolah. Sebagian membawa buku catatan. Sebagian lainnya langsung mengabadikan suasana seminar menggunakan ponsel mereka.

Ketika sesi praktik dimulai, suasana ruangan berubah lebih hidup. Suara notifikasi ponsel dan potongan-potongan beat musik sesekali terdengar dari berbagai sudut ruangan. Beberapa peserta tampak mencoba aplikasi produksi musik digital untuk pertama kalinya.

Ada peserta yang datang karena hobi bermain gitar. Ada pula yang ternyata sudah memiliki akun distribusi musik digital meski masih duduk di bangku sekolah.

Perbedaan pengalaman tersebut justru membuat suasana diskusi menjadi lebih menarik.

Dari Studio Kamar ke Industri Kreatif

Banyak musisi dan kreator digital saat ini memulai perjalanan mereka dari tempat yang sangat sederhana.

Tidak sedikit karya populer lahir dari kamar tidur, laptop pribadi, bahkan perangkat rekaman sederhana.

Fakta tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta seminar.

Mereka melihat bahwa peluang berkarya tidak lagi bergantung pada studio besar atau modal mahal. Sebaliknya, kreativitas, konsistensi, dan kemampuan memanfaatkan teknologi justru menjadi modal utama.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal terbentuknya komunitas musik digital pelajar yang lebih terstruktur dan produktif.

Bisakah Tasikmalaya Melahirkan Kreator Musik Nasional Berikutnya?

Di balik seminar ini, muncul pertanyaan yang menarik.

Jika pelajar sudah mulai belajar produksi musik, distribusi digital, hak cipta, hingga strategi promosi sejak sekolah, mungkinkah dari Tasikmalaya lahir musisi atau kreator digital nasional berikutnya?

Pertanyaan lain juga tidak kalah penting.

Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, apakah industri kreatif digital dapat menjadi salah satu alternatif lapangan kerja baru bagi generasi muda?

Jawabannya mungkin belum terlihat hari ini. Namun benihnya mulai ditanam melalui kegiatan seperti ini.

Tidak semua peserta seminar ini akan menjadi musisi profesional.

Tidak semua pula akan memiliki lagu yang masuk tangga lagu nasional.

Namun satu hal yang mulai tumbuh hari itu adalah kesadaran bahwa kreativitas bukan lagi sekadar hobi.

Di era digital, kreativitas juga bisa menjadi jalan hidup dan sumber penghidupan.

Dan mungkin, di antara ratusan pelajar yang memenuhi GCC Dadaha hari itu, ada satu nama yang kelak membawa karya dari Tasikmalaya ke panggung yang lebih besar. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • anggaran Garut 2027

    Anggaran Garut 2027 Makin Selektif, Ini Prioritas Utamanya

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ada satu hal yang patut dicermati dari anggaran Garut 2027: pemerintah daerah tidak hanya berbicara soal jumlah uang yang tersedia, tetapi juga mulai menekankan selektivitas program dan kegiatan. Layanan dasar menjadi prioritas, sementara penguatan ekonomi diarahkan melalui pertanian, peternakan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan industri potensial. Arah tersebut disampaikan Bupati Garut Abdusy […]

  • peluang usaha retail

    Bisnis Franchise Alfamart 2026, Antara Modal Awal dan Balik Modal

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 266
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Peluang usaha retail kembali menjadi perhatian publik seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap bisnis waralaba minimarket. Di tengah tekanan ekonomi dan persaingan usaha yang kian ketat, franchise Alfamart masih dipandang sebagai salah satu model bisnis ritel yang menawarkan kepastian sistem, meski menuntut modal awal yang tidak kecil. Minimarket waralaba menjadi pilihan karena pola […]

  • OJK dan debitur

    OJK Minta Debitur Kooperatif, Hindari Debt Collector dan Tindakan Hukum

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    OJK minta debitur kooperatif hadapi utang, hindari debt collector, dan manfaatkan restrukturisasi. albadarpost.com, HUMANIORA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya sikap kooperatif bagi debitur yang tengah menghadapi kesulitan membayar utang. Penghindaran tanggung jawab dengan berpindah alamat atau menghilang justru bisa memicu penagihan lapangan oleh debt collector. Langkah ini, menurut OJK, bukan hanya melanggar etika […]

  • Sekolah Rakyat Cirebon

    Sekolah Rakyat Cirebon Resmi Dibuka, 540 Anak Masuk Asrama

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tangis haru, pelukan, dan doa dari para orang tua mengiringi langkah 540 anak yang mulai memasuki Sekolah Rakyat Cirebon, Kamis (30/7/2026). Bagi ratusan siswa itu, hari pertama bukan sekadar registrasi atau perpindahan ke asrama. Mereka memulai perjalanan baru melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi, sebuah program pendidikan berasrama yang diharapkan mampu memutus rantai […]

  • Feradi WPI

    2 Tahun Feradi WPI: Ketika Hukum Masih Jauh, Mereka Justru Mendekat

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 214
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Organisasi Advokat dan Paralegal, Forum Era Adil Warung Paralegal Indonesia (Feradi WPI) genap berusia dua tahun. Namun di balik milad Feradi WPI ini, ada pertanyaan yang lebih besar: mengapa di negeri dengan ribuan advokat, akses keadilan masyarakat masih terasa jauh? Di titik inilah Feradi WPI mengambil posisi yang tidak nyaman: turun langsung […]

  • Pesta Patok Tasik

    Pesta Patok Tasik 2026, Saat Domba Jadi Simbol Prestise

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lapangan Upacara Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mendadak berubah wajah. Bukan barisan ASN atau peserta upacara yang memenuhi area itu, melainkan ratusan domba dan kambing dengan penampilan terbaiknya. Bulu mereka tersisir rapi, tanduk mengilap, dan langkahnya mantap memasuki arena Pesta Patok Tasik 2026. Pesta Patok Tasik, atau kontes domba dan kambing terbesar di […]

expand_less