Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Menuju Platform Streaming, Pelajar Tasikmalaya Belajar Industri Musik Digital

Menuju Platform Streaming, Pelajar Tasikmalaya Belajar Industri Musik Digital

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • visibility 86
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Musik Digital Tasikmalaya mulai menunjukkan geliat baru. Ratusan pelajar SMA, SMK, dan sederajat memadati Gedung Creative Center (GCC) Dadaha Kota Tasikmalaya dalam Seminar Industri Musik dan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital Tahap 1 yang digelar Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan hasil kolaborasi Rumusarindo, Polresta Tasikmalaya, dan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya tersebut tidak hanya berbicara tentang musik. Para peserta diajak memahami bagaimana karya kreatif dapat berkembang menjadi peluang ekonomi di era digital.

Di tengah maraknya platform streaming, media sosial, dan industri kreator konten, banyak anak muda kini bermimpi menghasilkan karya yang dikenal luas. Namun tidak semua memahami bagaimana proses membangun karya yang bernilai sekaligus memiliki perlindungan hukum.

Karena itulah seminar ini menarik perhatian ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Tasikmalaya.

Dari Hobi Bermusik Menuju Peluang Ekonomi

Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, membuka langsung kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Diky menegaskan bahwa ekonomi kreatif digital menjadi salah satu sektor yang memiliki peluang besar bagi generasi muda.

Menurutnya, Kota Tasikmalaya memiliki banyak pelajar berbakat di bidang musik. Namun bakat saja belum cukup. Anak muda juga perlu memahami bisnis, teknologi, dan strategi distribusi agar karya mereka memiliki nilai ekonomi.

“Melalui seminar ini kami ingin pelajar tidak hanya bisa berkarya, tetapi juga memahami cara memonetisasi karya secara legal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Beberapa pelajar terlihat sibuk mencatat materi yang disampaikan narasumber. Di beberapa baris kursi belakang, sejumlah peserta sesekali merekam materi menggunakan ponsel mereka agar dapat dipelajari kembali setelah acara selesai.

Belajar Hak Cipta di Tengah Era Serba Digital

Salah satu materi yang paling banyak menyita perhatian adalah soal hak cipta.

Di era media sosial, karya musik dapat menyebar dalam hitungan detik. Namun pada saat yang sama, risiko pembajakan dan penyalahgunaan karya juga semakin besar.

Kasat Intel Polresta Tasikmalaya AKP Widi Eko menjelaskan bahwa keterlibatan kepolisian bertujuan memberikan edukasi mengenai perlindungan hak cipta dan keamanan karya digital.

Para peserta juga memperoleh pemahaman mengenai risiko mengunggah karya tanpa perlindungan yang memadai.

Karena itu, seminar tidak hanya berbicara tentang kreativitas. Seminar ini juga mengajarkan bagaimana menjaga hasil kerja keras agar tidak dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menariknya, beberapa pelajar mengaku baru mengetahui bahwa karya musik yang diunggah ke platform digital ternyata memiliki aspek hukum yang perlu dipahami sejak awal.

Antusiasme Pelajar Terlihat Sejak Awal Acara

Sejak pagi, suasana GCC Dadaha terlihat lebih ramai dibanding hari biasa.

Kelompok pelajar datang secara berombongan dari berbagai sekolah. Sebagian membawa buku catatan. Sebagian lainnya langsung mengabadikan suasana seminar menggunakan ponsel mereka.

Ketika sesi praktik dimulai, suasana ruangan berubah lebih hidup. Suara notifikasi ponsel dan potongan-potongan beat musik sesekali terdengar dari berbagai sudut ruangan. Beberapa peserta tampak mencoba aplikasi produksi musik digital untuk pertama kalinya.

Ada peserta yang datang karena hobi bermain gitar. Ada pula yang ternyata sudah memiliki akun distribusi musik digital meski masih duduk di bangku sekolah.

Perbedaan pengalaman tersebut justru membuat suasana diskusi menjadi lebih menarik.

Dari Studio Kamar ke Industri Kreatif

Banyak musisi dan kreator digital saat ini memulai perjalanan mereka dari tempat yang sangat sederhana.

Tidak sedikit karya populer lahir dari kamar tidur, laptop pribadi, bahkan perangkat rekaman sederhana.

Fakta tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta seminar.

Mereka melihat bahwa peluang berkarya tidak lagi bergantung pada studio besar atau modal mahal. Sebaliknya, kreativitas, konsistensi, dan kemampuan memanfaatkan teknologi justru menjadi modal utama.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal terbentuknya komunitas musik digital pelajar yang lebih terstruktur dan produktif.

Bisakah Tasikmalaya Melahirkan Kreator Musik Nasional Berikutnya?

Di balik seminar ini, muncul pertanyaan yang menarik.

Jika pelajar sudah mulai belajar produksi musik, distribusi digital, hak cipta, hingga strategi promosi sejak sekolah, mungkinkah dari Tasikmalaya lahir musisi atau kreator digital nasional berikutnya?

Pertanyaan lain juga tidak kalah penting.

Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, apakah industri kreatif digital dapat menjadi salah satu alternatif lapangan kerja baru bagi generasi muda?

Jawabannya mungkin belum terlihat hari ini. Namun benihnya mulai ditanam melalui kegiatan seperti ini.

Tidak semua peserta seminar ini akan menjadi musisi profesional.

Tidak semua pula akan memiliki lagu yang masuk tangga lagu nasional.

Namun satu hal yang mulai tumbuh hari itu adalah kesadaran bahwa kreativitas bukan lagi sekadar hobi.

Di era digital, kreativitas juga bisa menjadi jalan hidup dan sumber penghidupan.

Dan mungkin, di antara ratusan pelajar yang memenuhi GCC Dadaha hari itu, ada satu nama yang kelak membawa karya dari Tasikmalaya ke panggung yang lebih besar. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Misteri Lailatul Qadar

    Misteri Lailatul Qadar: Mengapa Allah Menyembunyikan Malam Ini?

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Misteri Lailatul Qadar selalu menarik perhatian umat Islam setiap bulan Ramadan. Malam penuh kemuliaan ini dikenal sebagai malam seribu bulan, malam turunnya malaikat, sekaligus malam penuh pengampunan. Namun di balik kemuliaannya, terdapat rahasia Lailatul Qadar yang jarang dibahas secara mendalam. Allah menjelaskan keagungan malam ini dalam Al-Qur’an melalui Surah Al-Qadr: “Lailatul Qadr […]

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyampaikan LKPJ Tasikmalaya 2025 di DPRD dengan data pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan

    Angka Bicara! LKPJ Tasikmalaya 2025 Ungkap Ekonomi Naik dan Kemiskinan Turun

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Laporan Kinerja Pertanggungjawaban (LKPJ) Tasikmalaya 2025 kembali menjadi perhatian publik. Laporan kinerja Bupati Tasikmalaya ini, yang juga dikenal sebagai laporan pembangunan daerah Tasikmalaya 2025, menghadirkan kabar yang cukup menggembirakan. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, Kabupaten Tasikmalaya justru menunjukkan tren pertumbuhan yang semakin kuat dan stabil. Senin (30/03/2026), Bupati Tasikmalaya H. Cecep […]

  • Curanmor Cipatujah

    Persahabatan Berujung Penjara, Tiga Pemuda Cipatujah Diduga Curanmor

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus curanmor Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah polisi mengungkap dugaan aksi pencurian kendaraan bermotor yang melibatkan tiga pemuda asal Kecamatan Cipatujah. Perkara pencurian motor di Tasikmalaya Selatan ini menarik perhatian karena ketiga terduga pelaku diketahui berteman sejak kecil dan disebut beraksi bersama di sejumlah wilayah selama beberapa bulan terakhir. Pengungkapan kasus […]

  • Pemain Persebaya dan Persib Bandung berebut bola dalam laga sengit Liga 1 dengan atmosfer stadion penuh.

    Big Match Liga 1: Bajul Ijo Hadang Maung Bandung

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Prediksi Persebaya vs Persib menjadi sorotan utama jelang duel panas Liga 1 pada 2 Maret 2026. Laga Persebaya kontra Persib Bandung ini tak sekadar pertandingan biasa, melainkan ujian serius bagi Bajul Ijo menghadapi pemuncak klasemen, Maung Bandung. Selain itu, pertarungan klasik Persebaya melawan Persib selalu menghadirkan tensi tinggi, sehingga publik menantikan […]

  • kompensasi pekerja tambang

    Dedi Mulyadi Pastikan Pekerja Tambang Bogor Terima Kompensasi Rp9 Juta dari Pemprov Jabar

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar beri kompensasi Rp9 juta bagi pekerja tambang Bogor terdampak penutupan tambang. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh pekerja tambang di Kabupaten Bogor yang terdampak kebijakan penutupan tambang akan menerima kompensasi sebesar Rp9 juta per orang. Bantuan ini menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam menata kembali sektor pertambangan agar lebih adil […]

  • KA Parahyangan gratis

    KAI Gratiskan KA Parahyangan, Perjalanan Bandung–Gambir Ditanggung Penuh

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    KAI membuka program KA Parahyangan gratis Bandung–Gambir pp selama 18–20 November 2025 melalui seleksi peserta. albadarpost.com, HUMANIORA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan akses KA Parahyangan gratis untuk rute Bandung–Gambir pulang pergi selama tiga hari pada 18–20 November 2025. Program ini dibuka untuk masyarakat umum dan seluruh biaya perjalanan akan ditanggung oleh KAI. Kebijakan […]

expand_less