Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Jangan Lewatkan, Ini Doa yang Dianjurkan Saat Meninggalkan Makkah

Jangan Lewatkan, Ini Doa yang Dianjurkan Saat Meninggalkan Makkah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 16 jam yang lalu
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Ada banyak momen mengharukan dalam perjalanan haji. Namun bagi sebagian jamaah, salah satu yang paling berat justru terjadi ketika semua rangkaian ibadah hampir selesai.

Bukan saat wukuf di Arafah.

Bukan saat melempar jumrah.

Dan bukan pula saat tahallul.

Melainkan ketika tiba waktunya meninggalkan Kota Makkah setelah thawaf wada, atau thawaf perpisahan.

Di momen itulah banyak jamaah memperbanyak doa meninggalkan Makkah, memohon agar Allah menerima ibadah mereka dan mempertemukan kembali dengan Baitullah pada kesempatan yang akan datang.

Ketika Perpisahan dengan Ka’bah Menjadi Nyata

Secara fikih, thawaf wada merupakan ibadah penutup sebelum jamaah meninggalkan Kota Makkah.

Dari Abdullah bin Abbas ra., Rasulullah SAW bersabda:

“Manusia diperintahkan agar menjadikan akhir urusannya di Makkah adalah di Baitullah (thawaf), kecuali wanita haid yang diberi keringanan.”

(HR Bukhari dan Muslim)

Namun di balik ketentuan fikih tersebut, ada suasana batin yang sulit dijelaskan.

Menjelang keberangkatan, sebagian jamaah terlihat berkali-kali menoleh ke arah Ka’bah.

Ada yang masih menggenggam paspor dan dokumen perjalanan di tangan kirinya, sementara tangan kanannya terus bergerak berdoa.

Sebagian lainnya berdiri beberapa saat di pelataran Masjidil Haram.

Mereka diam.

Tidak berbicara.

Tidak memotret.

Hanya memandangi Ka’bah yang perlahan akan ditinggalkan.

Doa yang Dianjurkan Saat Meninggalkan Makkah

Tidak ada doa wajib atau doa khusus yang secara eksplisit ditetapkan Rasulullah SAW saat meninggalkan Makkah.

Namun para ulama menganjurkan jamaah memperbanyak doa, istighfar, syukur, dan permohonan agar ibadah diterima Allah SWT.

Salah satu doa yang paling populer adalah:

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ هَذَا آخِرَ الْعَهْدِ بِبَيْتِكَ الْحَرَامِ

Allahumma la taj’al hadza akhiral ‘ahdi bibaitykal haram.

Artinya:

“Ya Allah, jangan jadikan ini sebagai pertemuan terakhirku dengan Rumah-Mu yang mulia.”

Doa ini sederhana.

Namun justru karena kesederhanaannya, banyak jamaah merasa sangat dekat dengannya.

Sebab tidak ada yang tahu apakah suatu hari nanti Allah akan kembali memanggil mereka ke Tanah Suci.

Doa Memohon Haji Mabrur

Selain itu, jamaah juga dianjurkan membaca:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجِّي حَجًّا مَبْرُورًا، وَسَعْيِي سَعْيًا مَشْكُورًا، وَذَنْبِي ذَنْبًا مَغْفُورًا

Artinya:

“Ya Allah, jadikan hajiku haji yang mabrur, sa’iku sa’i yang diterima, dan dosaku dosa yang Engkau ampuni.”

Doa tersebut mencerminkan harapan terbesar setiap jamaah.

Karena tujuan utama haji bukan sekadar sampai ke Makkah.

Melainkan pulang membawa ampunan dan perubahan diri.

Fragmen-Fragmen Kecil yang Sering Terlihat

Di sekitar Masjidil Haram, suasana menjelang kepulangan sering terasa sangat manusiawi.

Ada jamaah Indonesia yang saling meminta tolong mengambil foto terakhir dengan latar Ka’bah.

Ada yang melakukan panggilan video kepada keluarga di tanah air.

Dan ada pula yang sibuk mencari anggota rombongannya sambil sesekali menoleh ke arah menara Masjidil Haram.

Di sudut lain, terdengar percakapan dalam berbagai bahasa.

Bahasa Indonesia bercampur dengan Arab, Turki, Urdu, Melayu, hingga bahasa dari berbagai negara Afrika.

Mereka berbeda negara.

Namun hari itu mereka membawa doa yang hampir sama.

Semoga ibadah diterima.

Semoga dosa diampuni.

Dan semoga suatu hari bisa kembali lagi.

Yang Sesungguhnya Dibawa Pulang

Banyak orang pulang dari haji membawa air zamzam, sajadah, kurma, atau oleh-oleh lainnya.

Semua itu berharga.

Namun para ulama mengingatkan bahwa oleh-oleh terbesar dari Tanah Suci bukanlah barang yang bisa dimasukkan ke dalam koper.

Melainkan hati yang berubah.

Akhlak yang lebih baik.

Dan kesadaran bahwa hidup ini pada akhirnya adalah perjalanan menuju Allah.

Mungkin yang paling berat saat meninggalkan Makkah bukan mengangkat koper menuju bus atau bandara.

Melainkan ketika mata masih ingin memandang Ka’bah, sementara kaki sudah harus melangkah pergi.

Sebab Ka’bah akan tetap berdiri di tempatnya.

Yang menjadi pertanyaan adalah: ketika pesawat mendarat kembali di tanah air, apakah hati yang pulang masih sama seperti saat pertama datang ke rumah Allah? (Red)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apoteker Garut

    Sumpah Apoteker Uniga Berlangsung Haru, Dinkes Garut Akui Masih Kekurangan SDM

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebanyak 41 lulusan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) FMIPA Universitas Garut resmi mengucapkan sumpah profesi dalam prosesi Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XIII di Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (18/5/2026). Kehadiran para apoteker Garut ini langsung mendapat perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut yang saat ini […]

  • anak tidak sekolah

    Data Sudah Ada, Aksi Ditunggu! Wabup Tasikmalaya Soroti Anak Putus Sekolah

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Anak tidak sekolah kini menjadi isu panas di Tasikmalaya. Fenomena anak putus sekolah dan ATS (anak tidak sekolah) bahkan mulai dianggap sebagai alarm serius yang tak bisa lagi diabaikan. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, langsung angkat suara. Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh berhenti di atas kertas. Sebaliknya, seluruh pihak […]

  • kisah kyai inspiratif

    Merinding! 7 Kisah Kyai Ini Bikin Santri Menangis Diam-Diam

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kisah kyai inspiratif kini kembali dicari di tengah derasnya arus digital yang sering membuat generasi muda kehilangan arah. Kisah kyai inspiratif, teladan ulama, dan cerita penuh hikmah dari pesantren menjadi oase yang menenangkan sekaligus menguatkan hati para santri. Di balik kehidupan sederhana mereka, tersimpan pelajaran besar yang tak lekang oleh zaman. Seorang […]

  • Retribusi Pasar Cikurubuk

    Dihantam Retribusi, 800 Ruko Cikurubuk Tasikmalaya Jadi “Kuburan”

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Retribusi Pasar Cikurubuk melonjak tajam dan langsung memukul aktivitas perdagangan di Pasar Induk Cikurubuk. Kenaikan retribusi pasar ini—yang oleh pedagang disebut mencapai 80 persen—mendorong eksodus besar-besaran. Akibatnya, sekitar 800 ruko kini kosong, terutama di zona jongko pakaian, sandal, dan fashion. Sejak kebijakan itu berlaku, kondisi pasar berubah drastis. Arus pembeli menurun, […]

  • Shalat Istikharah

    Shalat Istikharah: Panduan Etis Umat

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Perspektif hukum dan etika Shalat Istikharah sebagai panduan pengambilan keputusan dalam Islam. Shalat Istikharah sebagai Etika Keputusan dalam Islam albadarpost.com, OPINI – Dalam kehidupan yang dipenuhi pilihan—dari urusan pribadi hingga keputusan yang berdampak luas—manusia kerap menggantungkan diri pada kalkulasi rasional semata. Padahal, dalam Islam, pengambilan keputusan tidak dilepaskan dari kerangka etika dan tuntunan ibadah. Di […]

  • Kereta Jakarta-Pangandaran

    Jawa Barat Kebut Proyek Kereta Jakarta-Pangandaran Rp 8 Triliun

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Gubernur Dedi Mulyadi kebut Proyek Kereta Jakarta-Pangandaran senilai Rp 8 triliun. Jadi solusi pemerataan dan percepatan ekonomi selatan Jawa Barat. Proyek Ambisius: Konektivitas Selatan Jawa Barat Lewat Kereta albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bersiap meluncurkan proyek infrastruktur transportasi monumental yang dirancang untuk merombak peta ekonomi dan mobilitas di wilayah selatan. Proyek […]

expand_less