Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Jangan Lewatkan, Ini Doa yang Dianjurkan Saat Meninggalkan Makkah

Jangan Lewatkan, Ini Doa yang Dianjurkan Saat Meninggalkan Makkah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • visibility 182
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Ada banyak momen mengharukan dalam perjalanan haji. Namun bagi sebagian jamaah, salah satu yang paling berat justru terjadi ketika semua rangkaian ibadah hampir selesai.

Bukan saat wukuf di Arafah.

Bukan saat melempar jumrah.

Dan bukan pula saat tahallul.

Melainkan ketika tiba waktunya meninggalkan Kota Makkah setelah thawaf wada, atau thawaf perpisahan.

Di momen itulah banyak jamaah memperbanyak doa meninggalkan Makkah, memohon agar Allah menerima ibadah mereka dan mempertemukan kembali dengan Baitullah pada kesempatan yang akan datang.

Ketika Perpisahan dengan Ka’bah Menjadi Nyata

Secara fikih, thawaf wada merupakan ibadah penutup sebelum jamaah meninggalkan Kota Makkah.

Dari Abdullah bin Abbas ra., Rasulullah SAW bersabda:

“Manusia diperintahkan agar menjadikan akhir urusannya di Makkah adalah di Baitullah (thawaf), kecuali wanita haid yang diberi keringanan.”

(HR Bukhari dan Muslim)

Namun di balik ketentuan fikih tersebut, ada suasana batin yang sulit dijelaskan.

Menjelang keberangkatan, sebagian jamaah terlihat berkali-kali menoleh ke arah Ka’bah.

Ada yang masih menggenggam paspor dan dokumen perjalanan di tangan kirinya, sementara tangan kanannya terus bergerak berdoa.

Sebagian lainnya berdiri beberapa saat di pelataran Masjidil Haram.

Mereka diam.

Tidak berbicara.

Tidak memotret.

Hanya memandangi Ka’bah yang perlahan akan ditinggalkan.

Doa yang Dianjurkan Saat Meninggalkan Makkah

Tidak ada doa wajib atau doa khusus yang secara eksplisit ditetapkan Rasulullah SAW saat meninggalkan Makkah.

Namun para ulama menganjurkan jamaah memperbanyak doa, istighfar, syukur, dan permohonan agar ibadah diterima Allah SWT.

Salah satu doa yang paling populer adalah:

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ هَذَا آخِرَ الْعَهْدِ بِبَيْتِكَ الْحَرَامِ

Allahumma la taj’al hadza akhiral ‘ahdi bibaitykal haram.

Artinya:

“Ya Allah, jangan jadikan ini sebagai pertemuan terakhirku dengan Rumah-Mu yang mulia.”

Doa ini sederhana.

Namun justru karena kesederhanaannya, banyak jamaah merasa sangat dekat dengannya.

Sebab tidak ada yang tahu apakah suatu hari nanti Allah akan kembali memanggil mereka ke Tanah Suci.

Doa Memohon Haji Mabrur

Selain itu, jamaah juga dianjurkan membaca:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجِّي حَجًّا مَبْرُورًا، وَسَعْيِي سَعْيًا مَشْكُورًا، وَذَنْبِي ذَنْبًا مَغْفُورًا

Artinya:

“Ya Allah, jadikan hajiku haji yang mabrur, sa’iku sa’i yang diterima, dan dosaku dosa yang Engkau ampuni.”

Doa tersebut mencerminkan harapan terbesar setiap jamaah.

Karena tujuan utama haji bukan sekadar sampai ke Makkah.

Melainkan pulang membawa ampunan dan perubahan diri.

Fragmen-Fragmen Kecil yang Sering Terlihat

Di sekitar Masjidil Haram, suasana menjelang kepulangan sering terasa sangat manusiawi.

Ada jamaah Indonesia yang saling meminta tolong mengambil foto terakhir dengan latar Ka’bah.

Ada yang melakukan panggilan video kepada keluarga di tanah air.

Dan ada pula yang sibuk mencari anggota rombongannya sambil sesekali menoleh ke arah menara Masjidil Haram.

Di sudut lain, terdengar percakapan dalam berbagai bahasa.

Bahasa Indonesia bercampur dengan Arab, Turki, Urdu, Melayu, hingga bahasa dari berbagai negara Afrika.

Mereka berbeda negara.

Namun hari itu mereka membawa doa yang hampir sama.

Semoga ibadah diterima.

Semoga dosa diampuni.

Dan semoga suatu hari bisa kembali lagi.

Yang Sesungguhnya Dibawa Pulang

Banyak orang pulang dari haji membawa air zamzam, sajadah, kurma, atau oleh-oleh lainnya.

Semua itu berharga.

Namun para ulama mengingatkan bahwa oleh-oleh terbesar dari Tanah Suci bukanlah barang yang bisa dimasukkan ke dalam koper.

Melainkan hati yang berubah.

Akhlak yang lebih baik.

Dan kesadaran bahwa hidup ini pada akhirnya adalah perjalanan menuju Allah.

Mungkin yang paling berat saat meninggalkan Makkah bukan mengangkat koper menuju bus atau bandara.

Melainkan ketika mata masih ingin memandang Ka’bah, sementara kaki sudah harus melangkah pergi.

Sebab Ka’bah akan tetap berdiri di tempatnya.

Yang menjadi pertanyaan adalah: ketika pesawat mendarat kembali di tanah air, apakah hati yang pulang masih sama seperti saat pertama datang ke rumah Allah? (Red)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kebakaran lahan Garut

    5 Hektare Lahan Terbakar di Garut, Diduga dari Pembakaran Sampah

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran lahan Garut terjadi di Kampung Pasir Gambir, Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Minggu (9/8/2026) sore. Kebakaran lahan perkebunan milik warga itu menghanguskan area sekitar 5 hektare. Api diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar lahan. Saat kejadian, angin bertiup cukup kencang sehingga api dengan cepat menjalar ke semak-semak […]

  • jual trenggiling

    Sadis! Trenggiling Diburu dan Dijual Online di Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus jual trenggiling kembali mencuat setelah polisi membongkar praktik perdagangan satwa dilindungi di Tasikmalaya. Aksi jual trenggiling ini melibatkan dua buruh harian lepas yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana transaksi. Modus jual satwa dilindungi tersebut akhirnya terungkap setelah polisi menangkap salah satu pelaku saat membawa tas mencurigakan. Peristiwa ini langsung menyita […]

  • Ilustrasi perjalanan hidup manusia dari lahir dalam kekosongan, menjalani kehidupan penuh ambisi dunia, hingga kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan amalnya

    Hakikat Hidup Manusia: Mencari, Meninggalkan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Suatu hari nanti, manusia akan mengingat satu kebenaran yang sering ia abaikan sepanjang hidupnya. Saat itu, tidak ada lagi suara pasar, tidak ada gemerlap dunia, dan tidak ada sorotan pencapaian. Yang tersisa hanyalah dirinya sendiri menghadap pertanyaan yang tak bisa dihindari. Manusia datang ke dunia ini tanpa membawa apa pun. Ia lahir […]

  • Lahan Sawah Tasikmalaya

    Sawah Menyusut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Angkat Suara

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lahan sawah Tasikmalaya kembali menjadi perhatian. Di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, keberadaan lahan sawah Tasikmalaya, sawah abadi, dan ruang hijau kini menghadapi tekanan yang semakin besar. Jika tren alih fungsi lahan terus berlangsung tanpa kendali, kota ini berisiko kehilangan salah satu penyangga utama ketahanan pangan dan keseimbangan lingkungannya. Peringatan […]

  • manipulasi lelang

    Membongkar Wajah Korupsi di Balik Prosedur Lelang

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Perspektif Albadarpost: Manipulasi lelang dihukum berat, pembiaran sistem pengadaan kini dipertanyakan. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang memperberat hukuman Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa seharusnya dibaca lebih dari sekadar vonis pidana. Ia adalah teguran keras terhadap praktik kotor yang selama ini dibiarkan tumbuh di jantung pengelolaan uang negara. Ketika manipulasi lelang diperlakukan sebagai “kesalahan teknis”, […]

  • kucing tetangga boker

    Kucing Tetangga Buang Kotoran, Bisa Minta Ganti Rugi?

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, HUMANIORA — Kucing tetangga boker atau buang kotoran di teras rumah mungkin terdengar seperti persoalan sepele. Namun, ketika kejadian itu berulang, mengotori rumah, merusak barang, atau menimbulkan biaya pembersihan, persoalannya bisa berubah menjadi sengketa antarwarga. Lalu, siapa yang bertanggung jawab jika kucing tetangga buang kotoran di rumah kita? Pertanyaan tersebut dibahas dalam ulasan hukum […]

expand_less