Kebakaran Saat Zikir, Inabah di Panumbangan Ludes Terbakar
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
- visibility 60
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kebakaran rumah Inabah di Desa Sindangherang, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis saat penghuni sedang melaksanakan kegiatan zikir, Jumat (19/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana khusyuk zikir mendadak berubah menjadi kepanikan di Dusun Warudoyong, RT 02 RW 03, Desa Sindangherang, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jumat (29/5/2026) sore.
Saat para penghuni sedang melaksanakan kegiatan zikir, asap tiba-tiba terlihat keluar dari salah satu kamar di rumah yang digunakan sebagai Inabah 5 Putra. Tidak lama kemudian, api membesar dan menghanguskan bangunan beserta seluruh isinya.
Peristiwa kebakaran rumah Inabah tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sebanyak 25 penghuni terpaksa mengungsi ke rumah keluarga. Sementara kerugian material diperkirakan mencapai Rp500 juta.
Asap Tiba-Tiba Muncul dari Dalam Kamar
Berdasarkan laporan di lapangan, saat kejadian para penghuni tengah mengikuti kegiatan zikir rutin.
Suasana awalnya berlangsung tenang.
Namun beberapa saat kemudian, penghuni melihat kepulan asap dari salah satu kamar. Dalam waktu relatif singkat, api mulai membesar dan menjalar ke bagian bangunan lainnya.
Api diduga berasal dari area kamar, meski penyebab pasti kebakaran masih memerlukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Para penghuni yang berada di dalam bangunan segera menyelamatkan diri begitu kobaran api mulai membesar.
Prioritas utama saat itu adalah memastikan seluruh penghuni keluar dengan selamat.

Kebakaran rumah Inabah di Desa Sindangherang, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis saat penghuni sedang melaksanakan kegiatan zikir, Jumat (19/5/2026).
Seluruh Bangunan dan Isinya Hangus Terbakar
Rumah milik H. Bobon (65) tidak mampu diselamatkan dari amukan api.
Bangunan beserta seluruh perabot dan isi rumah dilaporkan hangus terbakar.
Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta.
Bagi para penghuni, yang hilang bukan hanya bangunan. Berbagai perlengkapan sehari-hari, pakaian, peralatan rumah tangga, hingga kebutuhan pribadi juga ikut hangus dilalap api.
Di lokasi kejadian, puing-puing bangunan tampak berserakan. Beberapa bagian hanya menyisakan rangka dan material yang menghitam akibat suhu panas yang tinggi.
Aroma kayu terbakar masih tercium cukup kuat di sekitar lokasi beberapa waktu setelah api berhasil dipadamkan.
25 Penghuni Terpaksa Mengungsi
Akibat musibah tersebut, sebanyak 25 penghuni harus meninggalkan tempat tinggal mereka untuk sementara waktu.
Mereka kini mengungsi ke rumah keluarga sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
Kebutuhan dasar pun menjadi perhatian utama setelah kejadian.
Selain kehilangan tempat tinggal sementara, para penghuni juga membutuhkan berbagai perlengkapan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Menjelang waktu magrib, sejumlah warga masih terlihat berada di sekitar lokasi membantu membersihkan puing yang tersisa. Sebagian lainnya membantu mengumpulkan material yang masih bisa diselamatkan dari lokasi kebakaran.
Di sudut lain, beberapa anak tampak memperhatikan bekas bangunan yang terbakar dari kejauhan sambil ditemani orang tua mereka. Sesekali mereka menunjuk ke arah puing-puing yang masih mengeluarkan asap tipis.
Suasana duka terasa, tetapi semangat gotong royong warga juga terlihat kuat.
Ada yang datang membawa air minum. Ada yang membantu proses pembersihan. Dan ada pula yang sekadar hadir memberikan dukungan moral kepada para penghuni yang terdampak.
Terpal dan Sembako Jadi Kebutuhan Mendesak
Berdasarkan hasil asesmen awal petugas, kebutuhan mendesak saat ini meliputi:
- Sembako kedaruratan
- Terpal
Bantuan tersebut dibutuhkan untuk membantu para penghuni selama masa penanganan pascakebakaran.
Petugas juga terus melakukan pendataan guna memastikan kebutuhan para korban dapat teridentifikasi secara menyeluruh.
Banyak Pihak Bergerak Bersama
Setelah kejadian, berbagai unsur langsung turun ke lokasi.
Mereka melaksanakan pemadaman, pengamanan jiwa, pembersihan material, asesmen, serta dokumentasi lapangan.
Unsur yang terlibat antara lain:
- Pemerintah Kecamatan Panumbangan
- Pemerintah Desa Sindangherang
- Polsek Panumbangan
- Koramil Panumbangan
- Tagana Kabupaten Ciamis
- Karang Taruna
- Relawan Baznas
- KSB Kecamatan Panumbangan
- Masyarakat sekitar
Kolaborasi tersebut membantu mempercepat proses penanganan dan pendampingan terhadap para penghuni yang terdampak.
Sore itu, puluhan orang berkumpul untuk berzikir.
Tak ada yang menyangka beberapa menit kemudian mereka harus berlari menyelamatkan diri dari kobaran api yang melahap tempat tinggal mereka.
Bangunan memang bisa dibangun kembali. Barang-barang mungkin dapat diganti. Namun di tengah musibah itu, keselamatan 25 penghuni yang berhasil keluar tanpa kehilangan satu nyawa pun menjadi nikmat yang tak ternilai harganya. (GZ)
Sumber: Laporan KSB Kecamatan Panumbangan, Pemerintah Desa Sindangherang, Tagana Kabupaten Ciamis, dan unsur penanganan bencana di lokasi kejadian.
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar