Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Ketika Dosa Dirasa Biasa, Mungkin Hati Sedang Bermasalah

Ketika Dosa Dirasa Biasa, Mungkin Hati Sedang Bermasalah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di zaman sekarang, pembahasan tentang hati mati sering terdengar seperti potongan ceramah yang lewat begitu saja di beranda media sosial. Padahal ketika kalimat Syekh Athaillah dibaca pelan-pelan, rasanya tidak nyaman juga.

Beliau berkata:

“مِنْ عَلَامَاتِ مَوْتِ الْقَلْبِ عَدَمُ الْحُزْنِ عَلَى مَا فَاتَكَ مِنَ الْمُوَافَقَاتِ، وَتَرْكُ النَّدَمِ عَلَى مَا فَعَلْتَهُ مِنْ وُجُودِ الزَّلَّاتِ”
“Sebagian tanda matinya hati adalah ketika seseorang tidak merasa sedih karena kehilangan kesempatan berbuat baik dan tidak menyesal saat terjatuh dalam dosa.”

Kalimat itu pendek. Namun efeknya panjang.

Sebab hari ini banyak orang masih bisa tertawa setelah berbuat salah. Bahkan sempat mengedit videonya dulu. Diberi musik mellow. Ditambah caption sok kuat. Setelah itu diunggah sambil memantau jumlah view naik perlahan.

Yang aneh, sebagian manusia modern justru mulai merasa asing dengan suasana baik.

Bangun Subuh terasa berat.
Datang ke majelis terasa malas.
Namun scrolling video pendek sampai dua jam lewat tengah malam terasa ringan seperti tidak terjadi apa-apa.

Ketika Dosa Mulai Terasa Normal

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ

“Siapa yang merasa senang dengan amal baiknya dan sedih karena dosa-dosanya, maka ia seorang mukmin.”
(HR Ahmad)

Hadis ini sebenarnya sederhana.

Tanda iman bukan berarti manusia tanpa dosa. Bukan juga yang terlihat paling religius di depan kamera.

Namun hati yang masih hidup biasanya masih punya rasa takut ketika salah. Masih gelisah setelah maksiat. Masih merasa rugi ketika tertinggal amal baik.

Sedangkan hati yang mulai keras sering punya tanda berbeda.

Ia tidak lagi sedih ketika meninggalkan salat.
Tidak lagi merasa bersalah setelah menyakiti orang.
Tidak lagi merasa kehilangan ketika jauh dari Al-Qur’an.

Yang berbahaya kadang bukan dosa besarnya. Tapi ketika hati mulai menganggap semuanya biasa saja.

Seperti meja makan yang mulai berdebu sedikit demi sedikit. Awalnya terlihat. Lama-lama dibiarkan. Sampai akhirnya orang lupa meja itu pernah bersih.

Maksiat Sekarang Kadang Dijadikan Konten

Inilah bagian yang terasa paling getir.

Hari ini manusia bukan cuma berbuat salah. Kadang malah menayangkannya.

Ada yang sengaja memamerkan perselingkuhan demi engagement.
Ada yang membuka aib sendiri sambil tertawa.
Dan ada pula yang lebih takut kehilangan followers dibanding kehilangan rasa malu kepada Allah.

Di beberapa kafe, orang bisa duduk berjam-jam membahas saham, skincare, sampai drama artis yang bahkan tidak mengenal mereka. Namun ketika obrolan mulai menyentuh kematian, suasana tiba-tiba berubah sunyi sebentar.

Sendok kecil berhenti bergerak.
Seseorang menarik napas pelan.
Lalu topik cepat-cepat diganti.

Padahal kematian tidak pernah ikut mengganti topik.

Di sudut masjid, kadang masih ada sandal yang tertinggal setelah Subuh. Entah siapa pemiliknya. Mungkin seseorang yang sedang berusaha memperbaiki hidup diam-diam.

Ada juga orang yang spontan mengecilkan volume musik ketika azan terdengar. Meski beberapa menit kemudian diputar lagi seperti biasa. Kecil memang. Tetapi mungkin hati itu belum sepenuhnya mati.

Kisah Zaidul Khoir yang Menampar Banyak Orang

Dalam riwayat Abdullah bin Mas’ud ra., Zaidul Khoir datang menemui Rasulullah SAW setelah perjalanan panjang berhari-hari. Ia rela kelelahan hanya untuk menanyakan satu hal:
bagaimana tanda orang yang dicintai Allah.

Lalu Zaid berkata:

“Saya kini suka kepada amal kebaikan dan orang-orang yang melakukan amal kebaikan. Jika tertinggal dari amal itu, saya merasa menyesal dan rindu.”

Jawaban Nabi SAW terasa sangat dalam:

“Ya, itulah dia. Jika Allah tidak menyukaimu, tentu engkau akan disiapkan untuk selain itu.”

Kalimat itu seolah menjelaskan bahwa kecintaan kepada amal saleh bukan semata hasil usaha manusia. Ada pertolongan Allah di sana.

Karena itu, ketika hati mulai malas berbuat baik terus-menerus, sebenarnya ada alarm kecil yang sedang menyala.

Sayangnya banyak orang lebih cepat panik ketika baterai ponsel tinggal dua persen dibanding ketika hati mulai kehilangan rasa takut kepada dosa.

Tanda Hati Masih Hidup

Syekh Athaillah tidak sedang mengajarkan manusia menjadi malaikat.

Beliau hanya mengingatkan bahwa hati yang hidup masih bisa merasa malu. Masih bisa menyesal. Masih bisa rindu kepada kebaikan.

Kadang tandanya kecil sekali.

Tiba-tiba merasa sedih karena tertinggal salat berjamaah.
Atau mendadak tersentuh ketika mendengar ayat Al-Qur’an dari masjid kecil pinggir jalan saat lampu merah menyala.

Hal-hal seperti itu sering terlihat sepele. Namun justru di situlah hati sebenarnya masih bernapas.

Yang paling mengkhawatirkan mungkin bukan ketika manusia jatuh dalam dosa.

Tetapi ketika setelahnya ia masih bisa tertawa terlalu keras, tidur terlalu nyenyak, lalu bangun esok hari tanpa sedikit pun rasa ingin kembali kepada Allah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT Kodam Siliwangi

    Suasana Khidmat Warnai Doa Bersama HUT Kodam III/Siliwangi di Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kodim 0612/Tasikmalaya menggelar doa bersama dalam rangka memperingati HUT Kodam Siliwangi ke-80 di Masjid At-Taqwa Makodim 0612/Tasikmalaya, Jalan Otista No. 11, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Selasa (19/5/2026). Kegiatan religius tersebut mengusung tema “Manunggal dengan Rakyat, Mengabdi untuk Indonesia Bersatu, Sejahtera, dan Maju.” Tema itu sekaligus menjadi penegasan bahwa hubungan […]

  • RUPS BPR Tasikmalaya

    RUPS BPR Tasikmalaya Rumuskan Arah Pembiayaan UMKM 2026

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    RUPS BPR Tasikmalaya bahas arah pembiayaan UMKM dan penguatan peran BPR dalam ekonomi daerah 2026. albadarpost.com, LENSA – RUPS BPR Tasikmalaya kembali menyorot perhatian pemerintah daerah setelah Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, memimpin langsung pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) PD BPR Artha Sukapura Tahun 2026. Rapat yang berlangsung di ruang kerja bupati pada Rabu, […]

  • Ilustrasi zarah debu dengan cahaya timbangan amal QS Az-Zalzalah ayat 7-8 tentang balasan setiap perbuatan manusia.

    Tentang Zarah yang Tak Pernah Hilang

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ada kebaikan yang sering kita lakukan tanpa sadar. Senyum tipis yang lahir begitu saja. Kata yang sengaja ditahan agar tidak melukai. Niat baik yang bersemi di hati, lalu gugur sebelum sempat terucap. Kita kerap menganggapnya kecil. Terlalu kecil untuk dihitung. Terlalu sepele untuk dicatat. Namun Al-Qur’an, dengan caranya yang lembut sekaligus tegas, […]

  • digitalisasi Pemkab Tasikmalaya

    Pemkab Tasikmalaya Lambat Digital, Rakyat Bayar Harga Birokrasi

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: birokrasi manual akibat mandeknya digitalisasi Pemkab Tasikmalaya membebani waktu, biaya, dan hak warga. Birokrasi Manual dan Harga yang Harus Dibayar Warga albadarpost.com, EDITORIAL – Ketika digitalisasi Pemkab Tasikmalaya berjalan di tempat, yang paling terdampak bukanlah sistem atau aplikasi, melainkan warga. Proses administrasi yang masih manual memaksa masyarakat membayar biaya sosial yang nyata: waktu […]

  • mutu pendidikan

    KCD XII Tasikmalaya dan SMA Islam Tarbiyatul Ummah Bersinergi Tingkatkan Mutu Pendidikan

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    KCD XII Tasikmalaya dan SMA Islam Tarbiyatul Ummah bersinergi membangun mutu pendidikan yang unggul dan berkelanjutan. albadarpost.com, WARTA MITRA. Dalam upaya memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah, SMA Islam Tarbiyatul Ummah Sindangwangi menggelar rapat silaturahmi sekaligus koordinasi bersama Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah XII Tasikmalaya, Sabtu (4/10/2025). Pertemuan yang berlangsung di aula sekolah itu […]

  • Turnamen Sepak Bola Garut

    Turnamen Sepak Bola SD/MI Garut Diserbu 80 Tim, Bupati Soroti Anak Mager

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Turnamen Sepak Bola Garut tingkat SD/MI Tahun 2026 resmi dibuka Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Lapangan Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (23/5/2026). Namun di tengah kemeriahan turnamen, ada satu pesan yang paling menarik perhatian publik: anak-anak diminta lebih banyak bergerak dibanding terlalu lama bermain gawai. Pesan itu terasa sangat dekat […]

expand_less