Dandim 0612 Hadiri Idul Adha Tasikmalaya, Suasana Khidmat Selimuti Singaparna
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim menghadiri Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Agung Baiturrahman Singaparna bersama Forkopimda dan masyarakat, Rabu (27/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Idul Adha Tasikmalaya terasa berbeda di Masjid Agung Baiturrahman Singaparna, Rabu (27/5/2026). Sejak pagi, ribuan langkah jamaah terus berdatangan memenuhi halaman masjid. Takbir menggema pelan dari pengeras suara. Di sela udara pagi yang masih dingin, aroma sajadah dan rumput basah bercampur menjadi satu.
Momentum Hari Raya Kurban tingkat Kabupaten Tasikmalaya itu bukan hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga simbol kuatnya kebersamaan antara pemerintah daerah, TNI, ulama, dan masyarakat.
Kehadiran Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., menjadi perhatian tersendiri di tengah ratusan jamaah yang memadati area masjid sejak subuh. Ia tampak membaur tanpa jarak, menyapa warga, mengikuti salat hingga musopahah bersama masyarakat.
Selain Dandim, kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Tasikmalaya Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.A.P., Wakil Bupati H. Asep Sopari Al Ayubi, S.P., M.I.P., unsur Forkopimda, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, hingga jajaran pejabat daerah lainnya.
Sekitar 700 jamaah mengikuti pelaksanaan Salat Idul Adha dengan suasana khidmat dan penuh kekeluargaan.
Momentum Idul Adha Jadi Simbol Persatuan Tasikmalaya
Hari Raya Idul Adha tahun ini terasa lebih hangat. Banyak jamaah datang bersama keluarga sejak pagi. Sebagian membawa anak kecil dengan pakaian muslim serba putih. Di sudut halaman masjid, beberapa lansia tampak duduk pelan sambil menggenggam tasbih.
Sementara itu, petugas keamanan berjaga santai namun sigap di sejumlah titik area masjid. Situasi tetap tertib hingga pelaksanaan ibadah selesai.
Bupati Tasikmalaya dalam sambutannya mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat iman, kepedulian sosial, dan semangat persaudaraan.
Menurutnya, nilai pengorbanan Nabi Ibrahim AS harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat masyarakat menghadapi tantangan sosial dan ekonomi yang terus berubah.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas daerah agar Tasikmalaya tetap religius, aman, dan harmonis.
Pesan Khutbah Idul Adha Bikin Jamaah Terdiam
Khutbah Idul Adha yang disampaikan KH. Zamzam Imadudin, LC., M.Pd., menjadi salah satu momen paling menyentuh dalam pelaksanaan salat tersebut.
Dengan intonasi tegas namun tenang, ia menekankan bahwa qurban bukan sekadar menyembelih hewan. Lebih dari itu, manusia harus mampu mengorbankan ego, hawa nafsu, dan kepentingan pribadi demi kemaslahatan bersama.
Kalimat yang paling membekas datang saat ia menyampaikan pesan:
“Berkorban untuk Indonesia, jangan mengorbankan Indonesia. Berkorban untuk Tasikmalaya, jangan mengorbankan Tasikmalaya.”
Kalimat itu langsung membuat suasana masjid hening beberapa detik. Sebagian jamaah terlihat mengangguk pelan. Ada juga yang menundukkan kepala sambil memandangi sajadah.
Di luar area utama, suara sandal yang bergesekan dengan lantai masjid terdengar samar bercampur gema takbir yang belum benar-benar hilang dari udara pagi Singaparna.
Kehadiran Dandim Jadi Simbol Kedekatan TNI dan Rakyat
Kehadiran Dandim 0612/Tasikmalaya dalam momentum Idul Adha tersebut memperlihatkan kuatnya sinergi TNI bersama masyarakat dan pemerintah daerah.
Selama kegiatan berlangsung, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim tampak aktif berinteraksi dengan warga dan tokoh masyarakat. Ia beberapa kali berbincang ringan dengan jamaah usai pelaksanaan salat.
Momentum itu sekaligus mempertegas bahwa TNI tidak hanya hadir dalam urusan keamanan, tetapi juga dekat dengan kehidupan sosial dan religius masyarakat.
Selain pelaksanaan salat, kegiatan juga dilanjutkan dengan penyerahan hewan qurban bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia oleh Bupati Tasikmalaya kepada pengurus DKM Masjid Agung Baiturrahman.
Prosesi berlangsung sederhana namun penuh makna. Warga yang menyaksikan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Idul Adha Bukan Sekadar Ritual Tahunan
Idul Adha di Tasikmalaya tahun ini meninggalkan pesan yang terasa lebih dalam. Bukan hanya soal qurban, tetapi juga tentang menjaga persatuan, merawat kepedulian, dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
Di saat banyak orang sibuk dengan urusan masing-masing, momen seperti ini justru mengingatkan bahwa kebersamaan masih hidup. Bahwa masjid masih menjadi tempat bertemunya doa, harapan, dan rasa memiliki terhadap daerah sendiri.
Apalagi ketika tokoh pemerintah, ulama, aparat, dan masyarakat bisa duduk sejajar tanpa sekat.
Dan mungkin, di situlah makna qurban yang sebenarnya mulai terasa.
Karena kadang, yang paling sulit dikorbankan bukan harta atau hewan—melainkan ego, kepentingan pribadi, dan rasa ingin menang sendiri. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar