Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Bukan Hanya Kurban, Ini 9 Fakta Idul Adha yang Jarang Dibahas

Bukan Hanya Kurban, Ini 9 Fakta Idul Adha yang Jarang Dibahas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 288
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Suara takbir biasanya mulai menggema sejak malam Idul Adha. Di beberapa kampung, bunyi beduk masih terdengar pelan bercampur dengan suara pisau panitia yang mulai diasah di halaman masjid. Sebagian warga sibuk menyiapkan plastik kresek merah untuk membungkus daging kurban. Sementara anak-anak kecil mulai berlarian membawa bambu penyangga tempat penyembelihan.

Namun di balik suasana itu, ternyata ada banyak fakta Idul Adha yang jarang dibahas masyarakat. Banyak orang hanya mengenal Idul Adha dari kisah Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan ibadah kurban.

Padahal Idul Adha menyimpan banyak makna:

  • sosial,
  • spiritual,
  • fiqih,
  • hingga tradisi kecil yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Muslim sehari-hari.

1. Idul Adha Disebut Hari Raya Terbesar dalam Islam

Banyak orang mengira Idul Fitri lebih besar karena lebih meriah. Namun dalam hadis, Idul Adha justru disebut sebagai hari paling agung di sisi Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari Nahr.”
(HR. Abu Dawud)

Hari Nahr adalah tanggal 10 Dzulhijjah, saat umat Islam melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

2. Takbir Idul Adha Lebih Panjang

Berbeda dengan Idul Fitri, takbir Idul Adha berlangsung lebih panjang hingga hari Tasyrik tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Karena itu, suasana Idul Adha sering terasa lebih lama dan lebih tenang.

Di beberapa masjid kecil, suara takbir kadang masih terdengar setelah Subuh ketika panitia mulai menyiapkan tali tambang dan ember air di dekat lokasi penyembelihan.

3. Hari Tasyrik Disebut Hari Makan dan Minum

Banyak yang tidak tahu bahwa Islam justru melarang puasa pada hari Tasyrik.

Rasulullah SAW bersabda:

“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”
(HR. Muslim)

Karena itu, tanggal 11–13 Dzulhijjah menjadi momentum menikmati rezeki kurban sekaligus memperbanyak dzikir.

4. Kurban Sudah Ada Sejak Zaman Anak Nabi Adam

Jauh sebelum kisah Nabi Ibrahim AS, konsep kurban ternyata sudah muncul sejak zaman putra Nabi Adam, yaitu Qabil dan Habil.

Kisah tersebut dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah ayat 27.

Dalam kisah itu, Allah menerima kurban Habil karena ketakwaannya, sementara kurban Qabil ditolak.

Artinya, sejak awal sejarah manusia, kurban bukan hanya soal hewan.

Tetapi soal keikhlasan hati.

5. Idul Adha Jadi Momentum Pemerataan Pangan

Secara sosial, Idul Adha termasuk salah satu momen pemerataan pangan terbesar dalam Islam.

Di banyak daerah, ada warga yang baru bisa menikmati daging sapi atau kambing saat Idul Adha tiba.

Karena itu, kurban tidak hanya bicara ibadah pribadi.

Tetapi juga solidaritas sosial.

Di beberapa rumah sederhana, aroma gulai kadang baru benar-benar terasa setahun sekali ketika Idul Adha datang. Bahkan setelah pembagian selesai, suara plastik kresek daging masih terdengar berdesis kecil ketika warga mulai menata isi kantong kurban di dapur rumah mereka.

6. Sunnah Idul Adha Berbeda dengan Idul Fitri

Pada Idul Fitri, umat Islam disunnahkan makan sebelum salat Id.

Namun pada Idul Adha, Rasulullah SAW justru mencontohkan tidak makan sampai selesai salat Id dan menyantap hasil kurban setelahnya.

Hal ini menjadi simbol bahwa makanan pertama di hari raya berasal dari ibadah kurban.

7. Khutbah Idul Adha Disunnahkan Lebih Singkat

Banyak jamaah tidak menyadari bahwa khutbah Idul Adha umumnya lebih singkat dibanding khutbah Idul Fitri.

Karena setelah salat selesai, umat Islam biasanya langsung bersiap melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Para ulama menganjurkan khutbah yang:

  • jelas,
  • padat,
  • dan tidak terlalu panjang.

Di beberapa lapangan salat Id, sandal jamaah sering terlihat berjejer miring di pinggir lapangan karena terburu-buru ditinggalkan pemiliknya. Ada pula anak kecil yang mulai tertidur di pangkuan ayahnya saat khutbah berlangsung. Sebagian jamaah lanjut usia bahkan membawa koran bekas untuk alas duduk karena rumput masih basah oleh embun pagi.

Suasananya sederhana.

Tetapi terasa sangat khas.

8. Idul Adha Sangat Dekat dengan Makna Melepaskan

Jika Idul Fitri identik dengan kembali suci, maka Idul Adha lebih dekat dengan:

  • pengorbanan,
  • keikhlasan,
  • dan keberanian melepaskan sesuatu yang dicintai.

Karena itu, banyak ulama menyebut Idul Adha sebagai latihan mengalahkan ego dan keterikatan dunia.

9. Kulit Kurban Punya Pembahasan Fiqih yang Panjang

Banyak masyarakat baru sadar bahwa:

  • kulit kurban,
  • kepala sapi,
  • bahkan tulang,
    pun memiliki pembahasan fiqih tersendiri.

Mayoritas ulama melarang menjual bagian hewan kurban untuk dijadikan upah panitia.

Dalilnya berasal dari hadis Ali bin Abi Thalib RA:

“Rasulullah SAW melarangku memberikan sesuatu dari hewan kurban kepada tukang jagal sebagai upah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Pembahasan ini hampir selalu muncul setiap tahun di banyak masjid.

Kadang setelah semua panitia kelelahan dan tangan mereka masih bau asap sate bercampur sabun cuci piring. Di beberapa masjid kampung, kursi plastik panitia bahkan masih dipenuhi bercak air dan sisa rumput sampai sore hari. Sementara di dekat dapur umum, ibu-ibu mulai sibuk berebut kuah gulai hangat yang baru matang dari kuali besar.

Idul Adha Selalu Punya Suasana yang Sulit Dijelaskan

Ada suasana khas yang selalu datang setiap Idul Adha:

  • suara takbir,
  • bau rumput hewan kurban,
  • plastik kresek merah berisi daging,
  • dan panitia yang belum tidur sejak dini hari.

Mungkin itu sebabnya Idul Adha terasa berbeda.

Karena hari raya ini bukan hanya tentang penyembelihan hewan.

Tetapi tentang bagaimana manusia belajar:

  • ikhlas,
  • berbagi,
  • dan melepaskan sesuatu demi kebaikan yang lebih besar.

Kadang Idul Adha bukan datang untuk mengajarkan manusia cara menyembelih hewan, tetapi cara menyembelih ego, keserakahan, dan rasa terlalu mencintai dunia yang diam-diam tumbuh dalam dirinya sendiri. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aneka makanan Indonesia mendunia seperti rendang, nasi goreng, sate, dan gado-gado tersaji autentik dengan rempah khas Nusantara

    Dunia Akui! 8 Kuliner Indonesia Ini Tembus Panggung Global

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    albadarspot.com, LIFESTYLE – Makanan Indonesia mendunia bukan lagi sekadar jargon promosi pariwisata. Dalam beberapa tahun terakhir, kuliner Nusantara—atau makanan tradisional Indonesia yang mendunia—terus menembus panggung global, dari daftar kuliner terbaik dunia hingga meja restoran internasional. Fenomena ini tidak terjadi tiba-tiba. Dunia mulai melirik Indonesia karena satu hal yang sulit ditiru: kekayaan rasa yang lahir dari […]

  • Layanan 110

    Layanan 110 Polri, Cepat Respons Aduan Warga

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Polri memperkuat layanan 110 untuk mempercepat respons kepolisian dan meningkatkan keamanan publik. albadarpost.com, HUMANIORA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat kualitas pelayanan publik melalui pengembangan Contact Center 110. Layanan ini dirancang untuk mempercepat respons kepolisian terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam situasi darurat yang menuntut penanganan cepat dan tepat. Penguatan layanan 110 menjadi penting […]

  • Kemerdekaan Agustus

    Bukan Cuma Indonesia, Agustus Jadi Bulan Kemerdekaan Banyak Negara

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kemerdekaan Agustus ternyata bukan hanya cerita Indonesia. Selain 17 Agustus yang menjadi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah negara di berbagai kawasan dunia juga memperingati kemerdekaan atau hari nasional pada bulan yang sama. Jika dilihat dari kalender, rangkaiannya cukup menarik. Bolivia memperingati kemerdekaan pada 6 Agustus, Pantai Gading pada 7 Agustus, Singapura […]

  • TPPO Tasikmalaya

    Polisi Selidiki Dugaan TPPO Warga Tasikmalaya di Kamboja

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Kasus dugaan TPPO Tasikmalaya membuka celah perlindungan migran dan menuntut respons negara yang lebih cepat. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sekelompok pria asal Kabupaten dan Kota Tasikmalaya yang mengaku menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Rekaman berdurasi sekitar satu menit itu menampilkan para korban […]

  • penolakan geothermal Cianjur

    Warga Cianjur Tagih Janji Bupati Tolak Geothermal di Kaki Gunung Gede

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Warga Cianjur menagih janji Bupati untuk menolak geothermal di kaki Gunung Gede yang dinilai mengancam lingkungan. albadarpost.com, LENSA – Ratusan warga dari berbagai kecamatan di lereng Gunung Gede-Pangrango, Cianjur, mendatangi Kantor Bupati Cianjur untuk menagih janji kepala daerah terkait penolakan geothermal Cianjur. Aksi yang berlangsung pada Rabu itu menjadi gelombang tuntutan terbaru atas pembangunan proyek […]

  • bayi Citayam

    Polisi Ungkap Motif Ibu Buang Bayi Citayam di Toilet Stasiun

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Polres Depok menangkap ibu pembuang bayi Citayam dan mengungkap motif serta kronologi penemuan jasadnya. albadarpost.com, HUMANIOARA – Polres Metro Depok menetapkan ibu kandung sebagai pelaku pembuangan bayi Citayam yang ditemukan tak bernyawa di toilet Stasiun Citayam, Depok. Polisi menyebut bayi perempuan itu dibunuh sebelum ditinggalkan begitu saja dalam sebuah tas. Kasus ini penting karena membuka […]

expand_less