Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Bukan Hanya Kurban, Ini 9 Fakta Idul Adha yang Jarang Dibahas

Bukan Hanya Kurban, Ini 9 Fakta Idul Adha yang Jarang Dibahas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Suara takbir biasanya mulai menggema sejak malam Idul Adha. Di beberapa kampung, bunyi beduk masih terdengar pelan bercampur dengan suara pisau panitia yang mulai diasah di halaman masjid. Sebagian warga sibuk menyiapkan plastik kresek merah untuk membungkus daging kurban. Sementara anak-anak kecil mulai berlarian membawa bambu penyangga tempat penyembelihan.

Namun di balik suasana itu, ternyata ada banyak fakta Idul Adha yang jarang dibahas masyarakat. Banyak orang hanya mengenal Idul Adha dari kisah Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan ibadah kurban.

Padahal Idul Adha menyimpan banyak makna:

  • sosial,
  • spiritual,
  • fiqih,
  • hingga tradisi kecil yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Muslim sehari-hari.

1. Idul Adha Disebut Hari Raya Terbesar dalam Islam

Banyak orang mengira Idul Fitri lebih besar karena lebih meriah. Namun dalam hadis, Idul Adha justru disebut sebagai hari paling agung di sisi Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari Nahr.”
(HR. Abu Dawud)

Hari Nahr adalah tanggal 10 Dzulhijjah, saat umat Islam melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

2. Takbir Idul Adha Lebih Panjang

Berbeda dengan Idul Fitri, takbir Idul Adha berlangsung lebih panjang hingga hari Tasyrik tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Karena itu, suasana Idul Adha sering terasa lebih lama dan lebih tenang.

Di beberapa masjid kecil, suara takbir kadang masih terdengar setelah Subuh ketika panitia mulai menyiapkan tali tambang dan ember air di dekat lokasi penyembelihan.

3. Hari Tasyrik Disebut Hari Makan dan Minum

Banyak yang tidak tahu bahwa Islam justru melarang puasa pada hari Tasyrik.

Rasulullah SAW bersabda:

“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”
(HR. Muslim)

Karena itu, tanggal 11–13 Dzulhijjah menjadi momentum menikmati rezeki kurban sekaligus memperbanyak dzikir.

4. Kurban Sudah Ada Sejak Zaman Anak Nabi Adam

Jauh sebelum kisah Nabi Ibrahim AS, konsep kurban ternyata sudah muncul sejak zaman putra Nabi Adam, yaitu Qabil dan Habil.

Kisah tersebut dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah ayat 27.

Dalam kisah itu, Allah menerima kurban Habil karena ketakwaannya, sementara kurban Qabil ditolak.

Artinya, sejak awal sejarah manusia, kurban bukan hanya soal hewan.

Tetapi soal keikhlasan hati.

5. Idul Adha Jadi Momentum Pemerataan Pangan

Secara sosial, Idul Adha termasuk salah satu momen pemerataan pangan terbesar dalam Islam.

Di banyak daerah, ada warga yang baru bisa menikmati daging sapi atau kambing saat Idul Adha tiba.

Karena itu, kurban tidak hanya bicara ibadah pribadi.

Tetapi juga solidaritas sosial.

Di beberapa rumah sederhana, aroma gulai kadang baru benar-benar terasa setahun sekali ketika Idul Adha datang. Bahkan setelah pembagian selesai, suara plastik kresek daging masih terdengar berdesis kecil ketika warga mulai menata isi kantong kurban di dapur rumah mereka.

6. Sunnah Idul Adha Berbeda dengan Idul Fitri

Pada Idul Fitri, umat Islam disunnahkan makan sebelum salat Id.

Namun pada Idul Adha, Rasulullah SAW justru mencontohkan tidak makan sampai selesai salat Id dan menyantap hasil kurban setelahnya.

Hal ini menjadi simbol bahwa makanan pertama di hari raya berasal dari ibadah kurban.

7. Khutbah Idul Adha Disunnahkan Lebih Singkat

Banyak jamaah tidak menyadari bahwa khutbah Idul Adha umumnya lebih singkat dibanding khutbah Idul Fitri.

Karena setelah salat selesai, umat Islam biasanya langsung bersiap melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Para ulama menganjurkan khutbah yang:

  • jelas,
  • padat,
  • dan tidak terlalu panjang.

Di beberapa lapangan salat Id, sandal jamaah sering terlihat berjejer miring di pinggir lapangan karena terburu-buru ditinggalkan pemiliknya. Ada pula anak kecil yang mulai tertidur di pangkuan ayahnya saat khutbah berlangsung. Sebagian jamaah lanjut usia bahkan membawa koran bekas untuk alas duduk karena rumput masih basah oleh embun pagi.

Suasananya sederhana.

Tetapi terasa sangat khas.

8. Idul Adha Sangat Dekat dengan Makna Melepaskan

Jika Idul Fitri identik dengan kembali suci, maka Idul Adha lebih dekat dengan:

  • pengorbanan,
  • keikhlasan,
  • dan keberanian melepaskan sesuatu yang dicintai.

Karena itu, banyak ulama menyebut Idul Adha sebagai latihan mengalahkan ego dan keterikatan dunia.

9. Kulit Kurban Punya Pembahasan Fiqih yang Panjang

Banyak masyarakat baru sadar bahwa:

  • kulit kurban,
  • kepala sapi,
  • bahkan tulang,
    pun memiliki pembahasan fiqih tersendiri.

Mayoritas ulama melarang menjual bagian hewan kurban untuk dijadikan upah panitia.

Dalilnya berasal dari hadis Ali bin Abi Thalib RA:

“Rasulullah SAW melarangku memberikan sesuatu dari hewan kurban kepada tukang jagal sebagai upah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Pembahasan ini hampir selalu muncul setiap tahun di banyak masjid.

Kadang setelah semua panitia kelelahan dan tangan mereka masih bau asap sate bercampur sabun cuci piring. Di beberapa masjid kampung, kursi plastik panitia bahkan masih dipenuhi bercak air dan sisa rumput sampai sore hari. Sementara di dekat dapur umum, ibu-ibu mulai sibuk berebut kuah gulai hangat yang baru matang dari kuali besar.

Idul Adha Selalu Punya Suasana yang Sulit Dijelaskan

Ada suasana khas yang selalu datang setiap Idul Adha:

  • suara takbir,
  • bau rumput hewan kurban,
  • plastik kresek merah berisi daging,
  • dan panitia yang belum tidur sejak dini hari.

Mungkin itu sebabnya Idul Adha terasa berbeda.

Karena hari raya ini bukan hanya tentang penyembelihan hewan.

Tetapi tentang bagaimana manusia belajar:

  • ikhlas,
  • berbagi,
  • dan melepaskan sesuatu demi kebaikan yang lebih besar.

Kadang Idul Adha bukan datang untuk mengajarkan manusia cara menyembelih hewan, tetapi cara menyembelih ego, keserakahan, dan rasa terlalu mencintai dunia yang diam-diam tumbuh dalam dirinya sendiri. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kasus ayah gadaikan anak

    Bocah Hilang Tasikmalaya Terungkap, Ayah Kandung Diduga Gadaikan Anak

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Kasus ayah gadaikan anak di Tasikmalaya terungkap setelah bocah ditemukan di Gresik dan kini dalam pendampingan sosial. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus ayah gadaikan anak kembali memunculkan keprihatinan publik. Dinas Sosial Gresik menemukan bocah laki-laki berusia sekitar tujuh tahun yang dilaporkan hilang oleh ibunya di Tasikmalaya. Bocah itu ternyata dijadikan jaminan pinjaman Rp25 juta oleh ayah […]

  • perlindungan wartawan

    Putusan MK Tegaskan Perlindungan Wartawan

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Konstitusi tidak selalu berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga. Namun, ketika putusan itu menyangkut kerja pers, dampaknya merambat jauh: pada hak publik untuk tahu, pada keberanian membongkar fakta, dan pada kualitas demokrasi itu sendiri. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 145/PUU-XXIII/2025, yang dibacakan Januari 2026, hadir di tengah menguatnya kecenderungan membawa sengketa […]

  • Operasi Ketupat 2026

    Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Polisi Waspadai Gelombang Kedua Arus Balik

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Libur Lebaran hampir berakhir, tetapi Operasi Ketupat 2026 belum benar-benar selesai dalam arti pengamanan di lapangan. Meski Operasi Ketupat 2026 resmi ditutup, kepolisian masih menyiagakan personel untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada gelombang kedua arus balik Lebaran. Bagi jutaan pemudik, perjalanan kembali ke kota tujuan masih berlangsung. Karena itu, Polri memastikan pengamanan […]

  • Ilustrasi kaligrafi Lakum Dinukum Waliyadin dengan latar cahaya senja yang melambangkan toleransi dan keteguhan iman.

    Lakum Dinukum Waliyadin: Toleransi Tanpa Kompromi

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Di tengah riuh perdebatan tentang toleransi, kita sering mengutip Lakum Dinukum Waliyadin —atau dalam ejaan Arabnya, لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ— tanpa benar-benar menundukkan ego di hadapannya. Frasa Lakum Dinukum Waliyadin dari QS. Al-Kafirun ayat 6 itu terdengar lembut, namun sesungguhnya tegas. Ia bukan slogan basa-basi, bukan pula jembatan untuk mencampuradukkan akidah. Ia adalah garis batas […]

  • Persib vs Bhayangkara

    Bhayangkara vs Persib: Saat Tekanan Juara Bertemu Tim Penuh Kejutan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ada pertandingan yang sekadar soal tiga poin. Namun ada juga pertandingan yang perlahan berubah menjadi ujian mental satu musim penuh. Laga antara FC Bhayangkara melawan Persib Bandung terasa seperti itu. Di atas kertas, Persib memang lebih unggul. Klasemen memihak mereka. Statistik juga berbicara jelas. Maung Bandung duduk di papan atas dengan […]

  • bansos salah sasaran

    Data Bansos Lemah, DPRD Purworejo Tekan Validasi Penerima

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Video warga mengambil bansos dengan kendaraan mewah memicu desakan DPRD Purworejo untuk evaluasi data penerima. albadarpost.com, LENSA – Video warga mengambil bantuan sosial menggunakan motor gede dan mobil pribadi di Desa Kaliboto, Kecamatan Bener, Purworejo, memicu pertanyaan publik tentang akurasi data penerima bantuan. Insiden ini kembali menyoroti bansos salah sasaran yang berdampak langsung pada keluarga […]

expand_less