Bukan Sekadar Silaturahmi, Polres Banjar dan BPS Siapkan Langkah Strategis
- account_circle redaktur
- calendar_month 36 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menerima kunjungan Kepala BPS Kota Banjar di ruang tamu Polres Banjar, Selasa (26/5/2026),
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Ruang Tamu Kapolres Banjar terlihat cukup hangat pada Senin (25/05/2026). Beberapa cangkir kopi masih tersusun di atas meja ketika jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjar memasuki ruangan untuk melakukan silaturahmi resmi bersama Polres Banjar.
Di luar ruangan, aktivitas Mapolres tetap berjalan seperti biasa. Suara kendaraan patroli sesekali terdengar dari halaman depan. Sementara di dalam, pembicaraan mulai mengarah pada satu hal yang kini semakin penting:
hubungan antara data dan keamanan daerah.
Pertemuan antara Polres Banjar dan BPS Kota Banjar itu bukan sekadar agenda formal biasa. Kedua lembaga mulai memperkuat kolaborasi untuk mendukung pembangunan berbasis data sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menerima langsung rombongan BPS Kota Banjar yang dipimpin Kepala BPS Agus Susanto bersama jajaran.
Data dan Keamanan Kini Mulai Berjalan Bersama
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan koordinasi terkait:
- pengamanan kegiatan sensus,
- survei lapangan,
- hingga pemanfaatan data sektoral untuk membaca dinamika sosial masyarakat.
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menegaskan bahwa keamanan dan pembangunan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik.
“Sinergi menjadi kunci dalam membangun pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat. Polres Banjar siap mendukung pelaksanaan kegiatan pendataan maupun survei BPS agar berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat bagi pembangunan serta stabilitas kamtibmas di Kota Banjar,” ujar Kapolres.
Di era sekarang, data memang tidak lagi hanya menjadi angka-angka di atas laporan tahunan.
Data mulai menjadi dasar penting untuk:
- membaca kondisi masyarakat,
- menentukan arah kebijakan,
- hingga memetakan potensi gangguan sosial dan keamanan.
Karena itu, kerja sama antara kepolisian dan lembaga statistik mulai memiliki peran yang semakin strategis.
BPS dan Polisi Sama-Sama Turun ke Lapangan
Banyak orang mungkin melihat polisi dan petugas statistik sebagai dua dunia yang berbeda.
Padahal di lapangan, keduanya sama-sama bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Petugas sensus harus mendatangi rumah warga satu per satu. Sementara polisi juga setiap hari membaca situasi sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Karena itu, koordinasi menjadi penting agar proses pendataan berjalan aman dan masyarakat merasa nyaman.
Di beberapa wilayah, petugas lapangan BPS kadang harus masuk ke gang-gang sempit sambil membawa map survei dan tablet pendataan. Ada yang kehujanan saat sensus berlangsung. Ada pula yang harus menjelaskan berulang kali kepada warga tentang pentingnya data statistik.
Di sisi lain, aparat kepolisian juga terus memantau stabilitas wilayah agar aktivitas masyarakat berjalan normal.
Mungkin karena itulah kedua lembaga mulai melihat bahwa kerja sama mereka sebenarnya saling berkaitan.
Polres Banjar Dukung Pendataan yang Akurat
Kepala BPS Kota Banjar Agus Susanto menyampaikan apresiasi atas dukungan Polres Banjar yang selama ini membantu kelancaran kegiatan pendataan di lapangan.
Menurutnya, keterbukaan dan koordinasi yang baik menjadi faktor penting dalam menghasilkan data yang akurat dan berkualitas.
Karena tanpa data yang tepat, pemerintah akan kesulitan membaca kondisi riil masyarakat.
Apalagi saat ini pembangunan daerah semakin membutuhkan:
- data kependudukan,
- kondisi ekonomi,
- angka kemiskinan,
- hingga informasi sosial yang detail dan terukur.
Di beberapa meja kerja kantor pemerintahan, laporan statistik kini mulai lebih sering dibuka saat rapat perencanaan berlangsung. Angka-angka yang dulu hanya terlihat sebagai dokumen administrasi kini berubah menjadi bahan utama pengambilan keputusan.
Perubahan itu mungkin tidak terlalu terlihat di permukaan.
Tetapi arah tata kelola daerah perlahan mulai berubah.
Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kebutuhan Daerah
Silaturahmi antara Polres Banjar dan BPS Kota Banjar menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.
Pemerintah membutuhkan:
- data yang akurat,
- keamanan yang stabil,
- dan koordinasi yang kuat antarinstansi.
Karena ketika data dan keamanan berjalan bersama, kebijakan daerah biasanya menjadi lebih tepat sasaran.
Di tengah perubahan sosial yang semakin cepat, pola kerja lintas sektor seperti ini mulai menjadi kebutuhan baru di banyak daerah.
Dan mungkin benar, kota yang kuat bukan hanya kota yang memiliki infrastruktur besar.
Tetapi kota yang mampu membaca masyarakatnya dengan data yang tepat sekaligus menjaga rasa aman bagi semua warganya.
Karena di zaman ketika informasi bergerak lebih cepat dari sebelumnya, daerah yang mampu bertahan bukan hanya yang paling ramai membangun, tetapi yang paling mampu memahami warganya lewat data yang akurat dan keamanan yang tetap terjaga. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar