PKK Ciamis Jadi Sorotan, Herdiat Bongkar Fakta Penting
- account_circle redaktur
- calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pembukaan Lomba Ekspose 10 Program PKK tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026, Kamis (21/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peran PKK Ciamis kembali menjadi sorotan setelah Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan pernyataan tegas dalam Lomba Ekspose 10 Program PKK antar Ketua TP PKK Kecamatan Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026 di Aula PKK Ciamis, Kamis (21/05/2026).
Di hadapan para kader dan pengurus PKK, Herdiat menyebut tugas PKK bukan sekadar organisasi pendamping pemerintah daerah. Menurutnya, PKK justru memiliki kontribusi nyata membantu kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga menyentuh masyarakat tingkat bawah.
“Kita harus sadar bahwa bukan OPD yang membantu PKK, tetapi justru PKK yang membantu OPD,” tegas Herdiat.
Pernyataan itu langsung menjadi perhatian peserta kegiatan.
Karena selama ini, banyak orang masih menganggap PKK hanya identik dengan kegiatan seremonial dan lomba rutin tingkat desa atau kecamatan.
Padahal kenyataannya jauh lebih besar.
Herdiat Akui Baru Pertama Kali Melihat Lomba Ketua PKK
Dalam sambutannya, Herdiat mengaku bangga dengan pelaksanaan lomba tersebut. Ia bahkan menyebut selama lebih dari 40 tahun menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), baru kali ini melihat adanya lomba khusus untuk Ketua TP PKK Kecamatan.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki makna penting karena melatih kemampuan komunikasi serta cara kader PKK menyampaikan program kepada masyarakat secara langsung.
“Paling tidak ada hal penting yang bisa diambil dari kegiatan ini, yakni bagaimana Ketua PKK mampu mentransformasikan ilmu yang didapat untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Herdiat menilai kemampuan komunikasi kader PKK sangat menentukan keberhasilan program pemberdayaan masyarakat.
Apalagi banyak persoalan sosial justru paling dekat dengan lingkungan keluarga.
Dan PKK berada di titik itu.
PKK Dinilai Punya Peran Besar Tangani Stunting
Selain membahas penguatan kader, Herdiat juga menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Ciamis.
Ia mengatakan pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam menekan angka stunting. Karena itu, kolaborasi bersama PKK dianggap sangat penting, terutama dalam pendataan masyarakat hingga tingkat RT dan dusun.
Menurut Herdiat, salah satu kendala terbesar penanganan stunting adalah belum akuratnya data lapangan.
“Karena itu kita tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus berkolaborasi dan bekerja bersama,” katanya.
Belakangan, isu stunting memang semakin sering dibahas sampai tingkat desa. Tidak sedikit kader PKK yang harus turun langsung mendata kondisi keluarga, memantau tumbuh kembang anak, hingga memberikan edukasi kesehatan kepada ibu rumah tangga.
Dan pekerjaan itu tidak selalu mudah.
Kadang dilakukan dari pagi sampai sore hanya untuk memastikan data benar-benar sesuai kondisi lapangan.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya membuka Lomba Ekspose 10 Program PKK tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026., Kamis (21/5/2026).
Kader PKK Disebut Bekerja Tanpa Pamrih
Herdiat juga menyampaikan rasa bangga terhadap para kader PKK yang selama ini tetap aktif bekerja meski tanpa imbalan materi besar.
Ia menyebut pengabdian kader PKK lahir dari semangat membantu masyarakat.
“Saya bangga kepada kader PKK yang dari hari ke hari terus bekerja tanpa lelah dan tanpa upah, semata-mata karena Allah,” ungkapnya.
Kalimat itu membuat suasana aula terasa lebih emosional.
Sebab banyak kader PKK memang bekerja di balik layar.
Tidak sedikit dari mereka tetap aktif menghadiri kegiatan desa sambil tetap mengurus keluarga di rumah.
Ada pula kader yang sejak pagi sudah menghadiri posyandu, lalu siangnya mengikuti rapat lingkungan, dan malam harinya masih membantu kegiatan masyarakat lainnya.
Dan itu terjadi hampir setiap hari.
Ketua PKK Ciamis: Lomba Bukan Sekadar Cari Juara
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ciamis, Kania Ernawati Herdiat, menjelaskan lomba ekspose tersebut bukan sekadar ajang kompetisi.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan para Ketua TP PKK Kecamatan dalam menjalankan program-program masyarakat.
“Perlombaan seperti ini memang layak dilaksanakan, karena bukan hanya soal mencari juara, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat dan motivasi para Ketua TP PKK Kecamatan dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.
Kania menilai pemahaman para ketua PKK dapat terlihat dari cara mereka menjelaskan program dan menghadapi persoalan sosial di wilayah masing-masing.
Belakangan, aktivitas PKK juga semakin kompleks. Tidak hanya soal administrasi keluarga atau kegiatan rutin desa, tetapi juga menyentuh isu digital, kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, hingga pendidikan anak.
Karena itu, kemampuan komunikasi kader menjadi semakin penting.
PKK Jadi Garda Sosial yang Sering Tidak Terlihat
Di banyak daerah, kader PKK sering menjadi pihak pertama yang mengetahui kondisi sosial masyarakat.
Mereka masuk ke lingkungan rumah tangga.
Mereka mendengar langsung persoalan warga.
Dan mereka bergerak tanpa banyak sorotan kamera.
Karena itulah, peran PKK hari ini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata.
Terutama ketika pemerintah daerah membutuhkan penguatan program sampai ke tingkat paling bawah.
Sebab di balik banyak program pemerintah yang berjalan di masyarakat, sering kali ada langkah kecil kader PKK yang bekerja diam-diam.
Tanpa panggung besar.
Tetapi dampaknya terasa sampai ke pintu rumah warga. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar