Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » MBG di Tasikmalaya Viral Lagi, Menu Diduga Berisi Ulat Bikin Publik Geram

MBG di Tasikmalaya Viral Lagi, Menu Diduga Berisi Ulat Bikin Publik Geram

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program MBG Tasikmalaya atau Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan publik setelah video temuan ulat dalam menu makanan viral di media sosial, Selasa (19/5/2026). Hidangan yang diduga berasal dari program MBG di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, itu memicu kemarahan warga karena dianggap mencoreng program yang selama ini digadang-gadang untuk mendukung generasi emas Indonesia.

Dalam video yang beredar, tampak menu makanan lengkap berisi telur goreng, sayuran, dan buah.

Namun perhatian publik langsung tertuju pada satu hal.

Seekor ulat mati terlihat berada di dalam oseng jagung muda yang sudah dibagikan kepada penerima manfaat.

Dan dalam hitungan jam, video tersebut langsung menyebar luas.

Warga Sebut Kejadian Bukan Pertama Kali

Temuan ulat di menu MBG itu mendapat sorotan keras dari berbagai pihak, termasuk Pengurus ICMI Kabupaten Tasikmalaya, Roni Romansyah.

Menurutnya, kasus seperti ini bukan kejadian pertama.

Hanya saja, sebagian besar sebelumnya tidak sampai viral atau terekspos ke publik.

“Kali ini ada di pelosok Bojongkapol, Bojonggambir. Hari ini terjadi kejadian sangat memprihatinkan, sajian MBG ada uletnya. Bukan kejadian pertama, sebelumnya juga ada,” ujar Roni saat dihubungi Selasa malam.

Ia menilai lemahnya pengawasan menjadi penyebab utama kualitas makanan bisa lolos dalam kondisi tidak layak konsumsi.

Padahal program MBG menggunakan anggaran besar dan menjadi salah satu program prioritas nasional.

“Jangan mentang-mentang dapurnya di pelosok, pengelolaannya jadi sembarangan. Masakan tidak higienis,” tegasnya.

Pernyataan itu langsung memicu diskusi luas di media sosial.

Banyak warga mempertanyakan standar pengawasan dapur penyedia makanan MBG, terutama di wilayah pelosok.

Polisi dan Satgas MBG Langsung Turun Tangan

Setelah video viral, aparat kepolisian langsung bergerak melakukan penelusuran.

Kapolsek Bojonggambir Iptu Agus Sukmana membenarkan pihaknya sedang menyelidiki video yang beredar.

“Memang kami akan telusuri. Video yang beredar ada hidangan diduga MBG ada uletnya,” ujarnya.

Selain kepolisian, Ketua Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya, Ruby Azhara, juga menyatakan pihaknya sudah menurunkan tim ke lapangan.

Menurutnya, tim akan mengecek langsung SPPG atau dapur penyedia makanan yang diduga terkait dengan hidangan tersebut.

“Terima kasih atas informasinya. Kami akan turunkan tim untuk menelusuri dan mendeteksi laporan ini,” katanya singkat.

Langkah cepat tersebut dilakukan untuk memastikan kebenaran video sekaligus mengevaluasi sistem distribusi makanan MBG.

Program Generasi Emas Kini Dipertanyakan

Program Makan Bergizi Gratis selama ini digagas untuk mendukung kualitas kesehatan dan gizi anak-anak Indonesia.

Karena itu, kasus seperti ini dinilai sangat sensitif.

Apalagi makanan yang dibagikan menyasar kelompok penerima manfaat seperti anak-anak dan masyarakat tertentu.

Roni Romansyah menilai jika pengawasan tidak diperketat, kepercayaan masyarakat terhadap program MBG bisa menurun.

“Presiden sudah gelontorkan program untuk anak bangsa. Tapi pengelola di bawah diduga asal-asalan dalam menyalurkan gizinya ke KPM,” katanya.

Ia bahkan mendesak agar aparat penegak hukum ikut memeriksa pihak dapur penyedia jika terbukti lalai dalam menjaga kualitas makanan.

Menurutnya, audit harus dilakukan agar ada efek jera dan perbaikan sistem ke depan.

Higienitas Dapur Jadi Sorotan

Kasus ini juga memunculkan perhatian terhadap standar kebersihan dapur penyedia makanan program pemerintah.

Di sejumlah komentar media sosial, warga mulai mempertanyakan:

  • bagaimana proses pengolahan makanan,
  • siapa yang melakukan pengecekan kualitas,
  • dan bagaimana sistem distribusinya.

Karena bagi masyarakat, persoalannya bukan hanya soal satu ulat.

Tetapi soal kepercayaan.

Ada orang tua yang mulai khawatir terhadap kualitas makanan yang diterima anak-anak mereka. Ada pula warga yang mempertanyakan apakah pemeriksaan bahan makanan dilakukan secara rutin atau tidak.

Dan keresahan seperti itu tumbuh cepat setelah video viral.

“Jangan Sampai Merasa Kebal”

Roni juga menegaskan bahwa pengelola program tidak boleh merasa kebal hukum hanya karena membawa nama program nasional.

Ia meminta momentum ini menjadi titik evaluasi serius.

“Saya minta hari ini. Presiden sudah instruksi, dapurnya harus diaudit. Perlu ke ranah hukum agar ada perbaikan,” tegasnya.

Menurutnya, program sebesar MBG harus dijaga kualitasnya sejak tingkat paling bawah.

Karena tujuan utama program tersebut adalah menyiapkan generasi sehat, bukan justru memunculkan masalah baru akibat kelalaian pengelolaan makanan.

Warga Soroti Pengawasan di Pelosok

Kasus di Bojongkapol juga membuka diskusi soal pengawasan program pemerintah di wilayah pelosok.

Sebagian warga menilai standar pengawasan kadang berbeda antara kota dan daerah terpencil.

Padahal kualitas makanan seharusnya tetap sama.

Di lokasi pelosok, distribusi makanan memang sering menghadapi tantangan tersendiri. Mulai dari akses jalan, penyimpanan bahan makanan, hingga keterbatasan fasilitas dapur.

Namun masyarakat menilai kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas layanan.

Karena makanan yang dibagikan menyangkut kesehatan generasi bangsa.

Dan satu kelalaian kecil bisa berdampak besar terhadap kepercayaan publik.

Program Makan Bergizi Gratis seharusnya memberi rasa aman bagi masyarakat.

Karena ketika makanan untuk generasi masa depan mulai dipertanyakan kualitasnya, yang rusak bukan cuma menu di atas piring… tetapi juga kepercayaan publik terhadap program itu sendiri. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Sampah Ciamis

    Ciamis Tolak Bersih Dadakan, Bank Sampah Jadi Andalan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan penolakan terhadap pola bersih dadakan yang kerap muncul menjelang kunjungan pejabat. Pemkab memilih memperkuat Bank Sampah Ciamis sebagai strategi jangka panjang membangun budaya bersih yang konsisten. Sikap itu disampaikan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dalam rapat koordinasi bersama camat dan kepala desa di Aula Sekretariat Daerah, Senin (26/1/2026). […]

  • wajah mulus tanpa jenggot

    Tren Wajah Mulus Tanpa Jenggot Jadi Standar Baru Maskulinitas di Korea Selatan

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Tren wajah mulus tanpa jenggot kini menjadi standar maskulinitas baru di Korea Selatan, dipengaruhi budaya K-pop dan modernitas. albadarpost.com, LENSA HUMANIORA – Standar kecantikan bagi pria di Korea Selatan mengalami perubahan besar dalam beberapa dekade terakhir. Wajah mulus tanpa jenggot kini dianggap sebagai penampilan ideal, menggantikan simbol maskulinitas tradisional yang lekat dengan jenggot tebal sebagai […]

  • Halalbihalal PKS Tasikmalaya 2026 di Ibadurahman Hall sebagai konsolidasi menuju target kemenangan Pemilu 2029

    PKS Tasikmalaya Tancap Gas! Target Suara 2 Kali Lipat di 2029

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PKS Tasikmalaya 2029 mulai menunjukkan arah yang agresif. Momentum halal bihalal tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi berubah menjadi konsolidasi besar. Strategi politik PKS Tasikmalaya kini semakin terarah, sekaligus memperkuat posisi menuju Pemilu 2029. DPD PKS Kota Tasikmalaya memanfaatkan momen ini secara maksimal. Selain itu, acara yang bertepatan dengan Milad PKS […]

  • Kerang tutut cabe ijo pedas gurih dengan irisan cabai hijau dan tomat, disajikan hangat dalam wajan tradisional.

    Rahasia Masak Kerang Tutut Cabe Ijo Bumbu Melimpah

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESYLE – Kerang tutut sering dianggap makanan kampung. Namun, di tangan yang tepat, ia berubah menjadi hidangan berkelas dengan rasa yang berlapis. Kerang Tutut Cabe Ijo menghadirkan sensasi pedas segar, gurih pekat, dan aroma rempah yang menggoda sejak pertama kali masuk wajan. Pertama, kita bicara soal bahan utama. Gunakan 1000 gram remis atau tutut […]

  • DPRD Kota Tasikmalaya

    Ada Apa dengan Website DPRD Kota Tasikmalaya?

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Akses informasi publik kembali diuji. Website resmi DPRD Kota Tasikmalaya mendadak tidak dapat diakses publik. Saat laman dibuka, yang muncul bukan informasi legislatif atau agenda wakil rakyat, melainkan notifikasi tegas: Website Suspended. Status yang tertera adalah 503 Service Unavailable, dengan keterangan bahwa akses sementara dinonaktifkan. Bagi lembaga publik, kondisi ini bukan […]

  • OJK menindak Indosaku dengan dasar POJK 22 Tahun 2023 terkait pelanggaran penagihan pinjol oleh debt collector

    OJK Seret Pinjol Indosaku, Penagihan Brutal Terbentur Aturan POJK 22/2023

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – OJK Indosaku kembali menjadi sorotan setelah praktik penagihan pinjol brutal memicu kemarahan publik. Isu debt collector pinjol, penagihan melanggar hukum, dan tekanan sosial terhadap nasabah kini tidak hanya menjadi perdebatan moral—tetapi juga masuk wilayah pelanggaran regulasi tegas. Kali ini, bukan sekadar teguran. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak dengan pijakan hukum yang […]

expand_less