Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Fiqih Haid: Kenapa Perempuan Saat Datang Bulan Lebih Sensitif?

Fiqih Haid: Kenapa Perempuan Saat Datang Bulan Lebih Sensitif?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 227
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pertanyaan tentang wanita haid marah sering muncul dalam obrolan sehari-hari. Ada suami yang bingung menghadapi perubahan emosi istrinya. Ada pula perempuan yang merasa dirinya lebih sensitif, mudah tersinggung, atau cepat menangis saat datang bulan.

Lalu sebenarnya, apakah perubahan emosi saat haid memang diakui dalam Islam?

Atau itu hanya anggapan masyarakat semata?

Dalam kajian fiqih dan pemahaman Islam, haid bukan sekadar persoalan darah atau ibadah. Haid juga berkaitan dengan kondisi fisik, psikologis, dan perubahan hormon yang memengaruhi suasana hati seorang perempuan.

Dan Islam ternyata sudah lama mengajarkan cara menghadapi kondisi itu dengan penuh empati.

Islam Mengakui Haid Sebagai Kondisi Berat bagi Perempuan

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menyebut haid sebagai kondisi yang membawa “adza” atau gangguan.

Allah berfirman:

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: haid itu adalah suatu gangguan.”
(QS Al-Baqarah: 222)

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa makna “gangguan” dalam ayat tersebut bukan hanya berkaitan dengan fisik, tetapi juga ketidaknyamanan yang memengaruhi kondisi tubuh dan emosi perempuan.

Karena itu, Islam tidak pernah memandang perempuan haid sebagai sesuatu yang hina.

Sebaliknya, Islam justru memberikan banyak keringanan ibadah kepada perempuan saat haid:

  • tidak wajib salat,
  • tidak wajib puasa,
  • dan mendapat rukhsah dalam beberapa ibadah tertentu.

Hal itu menunjukkan bahwa Islam memahami kondisi biologis perempuan secara manusiawi.

Kenapa Emosi Wanita Saat Haid Bisa Berubah?

Secara medis, perubahan hormon estrogen dan progesteron saat menstruasi memang dapat memengaruhi emosi.

Akibatnya, sebagian perempuan menjadi:

  • lebih sensitif,
  • mudah lelah,
  • gampang tersinggung,
  • atau lebih emosional dibanding hari biasa.

Dan kondisi itu bukan dibuat-buat.

Kadang tubuh memang terasa tidak nyaman sejak bangun pagi. Perut nyeri. Pinggang pegal. Kepala terasa berat. Belum lagi aktivitas tetap harus berjalan seperti biasa.

Sebagian perempuan bahkan tetap harus naik motor jauh, mengurus anak, dan menghadapi deadline kerja saat tubuhnya sedang tidak nyaman.

Ada perempuan yang tetap melayani pelanggan toko sambil menahan nyeri haid sejak pagi, lalu tetap diminta tersenyum ketika emosinya mulai turun.

Dan kadang… capeknya bukan cuma di badan.

Rasulullah Mengajarkan Sikap Lembut kepada Perempuan

Menariknya, Rasulullah SAW justru menunjukkan sikap sangat lembut kepada istrinya ketika sedang haid.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah tetap memperlakukan istri-istrinya dengan penuh kasih sayang meski mereka sedang haid.

Bahkan Nabi pernah bersandar di pangkuan Aisyah RA saat beliau sedang haid dan tetap membaca Al-Qur’an.

Hadis ini menunjukkan bahwa Islam tidak mengajarkan menjauhi perempuan haid secara emosional.

Sebaliknya, Islam mengajarkan empati.

Karena perempuan saat haid sering menghadapi kondisi yang tidak selalu mudah dijelaskan.

Fiqih Tidak Membenarkan Marah Berlebihan

Meski Islam memahami perubahan emosi saat haid, fiqih tetap mengajarkan pengendalian diri.

Artinya, haid bukan alasan untuk melukai orang lain, berkata kasar, atau bersikap zalim.

Karena dalam Islam, menjaga akhlak tetap menjadi kewajiban semua muslim, baik laki-laki maupun perempuan.

Namun di sisi lain, orang sekitar juga diajarkan memahami kondisi perempuan dengan lebih bijak.

Kadang yang dibutuhkan perempuan saat haid bukan ceramah panjang.

Tetapi istirahat sebentar dan suasana yang lebih tenang.

Hal-hal kecil sering berpengaruh besar.

Ada perempuan yang sebenarnya hanya ingin didengar. Ada pula yang cuma ingin tidak diganggu beberapa saat.

Dan itu manusiawi.

Banyak Perempuan Tetap Menjalani Hari Berat Saat Haid

Di media sosial, perempuan sering dijadikan bahan bercandaan saat sedang haid.

Padahal banyak dari mereka tetap menjalani aktivitas berat dalam kondisi tubuh yang tidak nyaman.

Di banyak rumah, perempuan tetap menjalani hari seperti biasa meski sedang haid. Tetap memasak. Tetap bekerja. Dan tetap menjawab chat pekerjaan. Padahal sejak pagi tubuhnya sudah terasa tidak nyaman.

Haid memang datang tiap bulan. Tapi rasa lelahnya tidak selalu sama.

Ada mahasiswa yang tetap presentasi meski badannya lemas. Ada ibu rumah tangga yang tetap mencuci pakaian sambil menahan nyeri perut. Bahkan ada pegawai toko yang tetap berdiri melayani pembeli walau kepalanya terasa berat sejak pagi.

Tetapi semua terlihat biasa dari luar.

Karena sebagian perempuan memang terbiasa menyembunyikan rasa sakitnya.

Kadang mereka tetap tersenyum… meski tubuhnya sedang benar-benar lelah.

Islam Mengajarkan Empati, Bukan Ejekan

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menjadikan perempuan haid sebagai bahan olokan.

Padahal Rasulullah SAW justru mengajarkan penghormatan kepada perempuan dalam setiap kondisinya.

Islam tidak mengajarkan laki-laki meremehkan emosi perempuan.

Sebaliknya, Islam mengajarkan komunikasi yang baik, kesabaran, dan saling memahami.

Karena hubungan yang sehat tidak dibangun dari ejekan.

Tetapi dari empati.

Dan sering kali, perempuan tidak benar-benar marah karena hal besar.

Kadang mereka hanya terlalu lelah menahan banyak hal sekaligus.

Tasawuf: Emosi Juga Bagian dari Ujian Hati

Dalam pandangan tasawuf, perubahan emosi manusia termasuk bagian dari ujian hati yang harus dikelola dengan sabar.

Bukan hanya perempuan.

Laki-laki juga memiliki ujian emosinya masing-masing.

Karena itu, para ulama tasawuf mengingatkan pentingnya saling memahami kondisi pasangan dan tidak mudah menghakimi.

Sebab seseorang yang terlihat marah di luar, belum tentu hatinya benar-benar ingin menyakiti.

Mungkin ia hanya sedang sangat lelah.

Jangan Jadikan Haid Sebagai Bahan Candaan

Perempuan haid bukan sedang “lebay” atau mencari perhatian.

Tubuh mereka memang sedang mengalami perubahan biologis nyata.

Karena itu, Islam hadir bukan untuk menghakimi kondisi tersebut, melainkan memberi ruang, keringanan, dan penghormatan.

Dan mungkin, sebagian perempuan sebenarnya tidak ingin marah-marah.

Mereka hanya sedang ingin dimengerti… tanpa harus menjelaskan semuanya.

Kadang perempuan yang sedang haid tidak benar-benar butuh solusi panjang.

Mereka cuma ingin satu hal sederhana: dipahami dulu sebagai manusia… sebelum dihakimi karena emosinya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • layanan Motis

    KAI Hadirkan Layanan Motis, Kurangi Kecelakaan Motor Saat Nataru

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 232
    • 0Komentar

    KAI membuka layanan Motis untuk Nataru 2025/2026, menyediakan 6.000 kuota motor dan 12.000 kursi penumpang. albadarpost.com, LENSA – PT Kereta Api Indonesia kembali menghadirkan layanan Motis pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Program gratis ini memungkinkan masyarakat mengirim sepeda motor menggunakan kereta api. Kuota yang disediakan mencakup 6.000 unit motor serta lebih dari […]

  • Ilustrasi burung elang terbang tinggi lalu turun menyambar daging dan terjebak perangkap sebagai simbol manusia yang kehilangan bebas merdeka karena nafsu dunia.

    Bebas Merdeka atau Budak Duniawi?

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di tengah hiruk-pikuk ambisi, istilah Bebas Merdeka terdengar seperti slogan upacara. Padahal, menurut hikmah Syekh ‘Athoillah dalam Al-Hikam, Bebas Merdeka bukan sekadar bebas secara fisik, melainkan merdeka dari keinginan palsu dan harapan semu. Ironisnya, banyak orang merasa merdeka, tetapi justru menjadi budak ambisi. Mereka mengira sedang mengejar impian, padahal nafsu diam-diam mengejar […]

  • PLTP Kamojang

    Abdusy Syakur Kagum PLTP Kamojang, Listrik Hijau Garut Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PLTP Kamojang kembali jadi sorotan setelah Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melakukan kunjungan kerja strategis ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi milik PT Indonesia Power Kamojang (KMJ) di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Rabu (20/05/2026). Kunjungan itu bukan sekadar agenda seremonial. Pemerintah Kabupaten Garut ingin memastikan bahwa energi panas bumi atau […]

  • KIPAS UMKM 2026

    Kementerian UMKM Buka KIPAS UMKM, Daftar Hingga 24 Juli

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – KIPAS UMKM 2026 resmi dibuka. Program Supply Matching UMKM yang digagas Kementerian UMKM bekerja sama dengan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) ini membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk bertemu langsung dengan buyer dari jaringan franchise nasional. Melalui Program KIPAS UMKM, peserta yang lolos proses seleksi dan kurasi berkesempatan memperluas […]

  • Wisatawan Malaysia Terbanyak Kunjungi Indonesia pada 2025

    Wisatawan Malaysia Terbanyak Kunjungi Indonesia pada 2025

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Wisatawan Malaysia Terbanyak datang ke Indonesia sepanjang 2025, dominasi kunjungan ke Jakarta dan Bandung. albadarpost.com, HUMANIORA – Arus Wisatawan Malaysia Terbanyak kembali menegaskan dominasi turis negeri jiran dalam daftar kunjungan mancanegara ke Indonesia. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hampir seperlima wisatawan asing yang masuk pada September 2025 berasal dari Malaysia, memperlihatkan ketergantungan kuat […]

  • Tafsir At-Talaq 2-3

    Rezeki Seret? Tafsir At-Talaq 2–3 Ini Mengubah Cara Pandang

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Tafsir At-Talaq 2-3 kerap dicari ketika seseorang menghadapi tekanan ekonomi, jalan hidup yang terasa buntu, atau berharap menemukan pintu rezeki. Ayat ini juga populer dengan sebutan Ayat Seribu Dinar, karena menyebut takwa, jalan keluar, rezeki dari arah yang tidak disangka, dan tawakal kepada Allah. Namun, tafsir Surat At-Talaq ayat 2-3 tidak tepat […]

expand_less