Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Bupati Garut Soroti Darurat Obat Keras, Disebut Sudah Menyasar Anak SD

Bupati Garut Soroti Darurat Obat Keras, Disebut Sudah Menyasar Anak SD

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 130
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Garut mulai menaruh perhatian serius terhadap persoalan obat keras Garut yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Bahkan, indikasi penyalahgunaan obat-obatan tertentu disebut sudah menyentuh kalangan anak sekolah dasar.

Isu tersebut mengemuka dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Akselerasi Pembentukan Regulasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Obat Keras yang digelar Garut Human Movement di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan itu dihadiri langsung Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, unsur Forkopimda, BBPOM, BNN, hingga perwakilan pondok pesantren dan masyarakat.

Dan suasana diskusi terasa cukup serius sejak awal kegiatan dimulai.

Penyalahgunaan Obat Disebut Sudah Masuk Lingkungan Anak

Ketua Garut Human Movement, Aam Muhammad Jalaludin, menyebut keresahan masyarakat terhadap peredaran obat keras kini semakin meluas.

Menurutnya, laporan dan temuan di lapangan menunjukkan indikasi penyalahgunaan obat tertentu tidak lagi terbatas pada kalangan remaja atau orang dewasa.

“Nah, kasih ruang, kami kasih tempat, yuk diskusi. Ini sudah darurat,” ujar Aam.

Ia mengungkapkan bahwa persoalan tersebut bahkan mulai menyentuh lingkungan anak sekolah dasar.

Pernyataan itu langsung menjadi perhatian banyak peserta FGD.

Apalagi kegiatan tersebut mempertemukan berbagai unsur penting mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, BBPOM Jawa Barat, hingga komunitas pesantren.

Aam menilai kondisi tersebut tidak bisa lagi dianggap persoalan kecil.

Karena jika dibiarkan, dampaknya bisa merusak generasi muda dalam jangka panjang.

Bupati Garut Tekankan Pentingnya Peran Orang Tua

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyambut baik inisiatif Garut Human Movement yang dinilai berani mengangkat isu sensitif sebelum menjadi kondisi lebih darurat.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut kesehatan mental dan kualitas generasi muda.

“Tentu saja tantangan kita bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga yang tidak kalah penting adalah pembangunan mental atau jiwa masyarakat kita,” ujar Syakur.

Ia menilai penyalahgunaan obat keras menjadi ancaman serius karena sangat rentan menyasar generasi muda yang sedang berada dalam fase pencarian jati diri.

Karena itu, Syakur menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam pengawasan anak.

“Sehingga, ya sebaiknya orang tua hadir bersama anaknya, generasi mudanya, sehingga ketika ada masalah itu bisa dibantu,” katanya.

Menurutnya, banyak anak muda akhirnya mencari pelarian yang salah ketika tidak mendapatkan ruang komunikasi yang sehat di lingkungan keluarga.

Dan persoalan seperti itu sering muncul diam-diam.

Dorongan Pembentukan Regulasi Khusus

Salah satu poin penting dalam FGD tersebut adalah dorongan pembentukan regulasi khusus terkait pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan obat keras di Kabupaten Garut.

Garut Human Movement berharap ada payung hukum yang lebih jelas agar penanganan persoalan tersebut tidak berjalan setengah-setengah.

Aam menyebut regulasi tersebut bisa berbentuk Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati (Perbup).

“Yang penting ada yang menaungi. Jangan sampai masyarakat turun langsung disalahkan,” tuturnya.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama peningkatan kewaspadaan terhadap peredaran obat-obatan tertentu.

Penandatanganan melibatkan Bupati Garut, BBPOM, BNN, unsur Forkopimda, hingga perwakilan masyarakat.

Langkah tersebut menjadi simbol bahwa persoalan penyalahgunaan obat keras tidak bisa ditangani satu pihak saja.

FGD pencegahan penyalahgunaan obat keras di Pendopo Garut dihadiri Bupati Garut, BBPOM, BNN, dan Forkopimda, Selasa (19/5/2026).

FGD pencegahan penyalahgunaan obat keras di Pendopo Garut dihadiri Bupati Garut, BBPOM, BNN, dan Forkopimda, Selasa (19/5/2026).

Pondok Pesantren Ikut Soroti Ancaman Obat Keras

Keterlibatan perwakilan pondok pesantren dalam kegiatan tersebut juga menjadi perhatian tersendiri.

Sebab keresahan terhadap peredaran obat keras ternyata tidak hanya dirasakan pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga lingkungan pendidikan keagamaan.

Beberapa peserta menilai penyalahgunaan obat kini mulai bergerak lebih dekat ke lingkungan sosial masyarakat.

Tidak lagi tersembunyi seperti dulu.

Karena itu, pendekatan pencegahan dinilai harus dimulai dari edukasi sejak dini.

Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga komunitas masyarakat.

Di sisi lain, perkembangan media sosial dan akses informasi yang semakin terbuka juga dinilai mempermudah penyebaran pengaruh negatif terhadap anak muda.

Dan tantangan seperti itu semakin sulit dihadapi jika masyarakat berjalan sendiri-sendiri.

Penyalahgunaan Obat Jadi Ancaman Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Garut menilai persoalan penyalahgunaan obat keras harus dipandang sebagai ancaman serius terhadap masa depan generasi muda.

Karena dampaknya bukan hanya pada kesehatan fisik.

Tetapi juga bisa memengaruhi kondisi mental, perilaku sosial, hingga masa depan pendidikan anak-anak.

Apalagi sebagian penyalahgunaan obat terjadi karena rasa penasaran, tekanan lingkungan, hingga kurangnya pengawasan.

Di tengah diskusi berlangsung, beberapa peserta tampak mencatat poin-poin penting terkait langkah pencegahan yang perlu diperkuat.

Ada yang mengusulkan pengawasan lebih ketat terhadap distribusi obat tertentu. Ada pula yang mendorong edukasi rutin di sekolah dan pesantren.

Hal-hal seperti itu mungkin terlihat sederhana.

Tetapi justru bisa menjadi benteng pertama sebelum masalah berkembang lebih besar.

Kolaborasi Jadi Kunci Pencegahan

Bupati Garut menegaskan bahwa penyelesaian persoalan ini membutuhkan kolaborasi semua pihak.

Tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum atau pemerintah daerah.

Peran keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat dinilai sama pentingnya dalam mencegah generasi muda terjerumus ke penyalahgunaan obat.

Karena pada akhirnya, ancaman terbesar bukan hanya obat itu sendiri.

Tetapi ketika masyarakat mulai menganggap persoalan ini sebagai hal biasa.

Diskusi di Pendopo Garut hari itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam.

Tetapi pesan yang muncul terasa jauh lebih panjang: jika generasi muda mulai kehilangan arah karena obat-obatan… maka yang sedang dipertaruhkan bukan cuma masa depan satu anak, melainkan masa depan satu daerah. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Child Online Protection

    Internet Tak Lagi Aman untuk Anak? Ini Fakta dan Cara Cegahnya Sekarang

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Child Online Protection atau Perlindungan Anak di Dunia Maya bukan lagi sekadar istilah teknis, melainkan kebutuhan mendesak di era digital. Perlindungan anak di internet, keamanan anak digital, hingga pencegahan kejahatan siber kini harus dipahami semua orang tua. Sebab, di balik layar gadget yang tampak aman, ancaman justru sering bergerak tanpa suara. Banyak […]

  • Pasanggiri Pencak Silat Tasikmalaya

    Wakil Wali Kota Buka Pasanggiri Pencak Silat Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pasanggiri Pencak Silat Tasikmalaya kembali menjadi panggung pelestarian budaya sekaligus ajang mempererat persaudaraan antarperguruan silat. Kegiatan Pasanggiri Ibing Pencak Silat yang digelar di GOR Sukapura Dadaha, Kota Tasikmalaya, secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya pada Jumat (24/7/2026). Ajang yang melibatkan pesilat dari berbagai daerah di Priangan Timur ini menjadi momentum […]

  • Polisi Banyuresmi menertibkan pelajar bolos di area nongkrong saat jam sekolah dan mengamankan kendaraan pelanggar

    Nongkrong Saat Jam Sekolah, Pelajar Ditertibkan Polisi Garut

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus pelajar bolos di Banyuresmi Garut mendadak menjadi perbincangan setelah aparat kepolisian turun langsung melakukan penertiban. Fenomena siswa bolos sekolah, pelajar nongkrong saat jam belajar, hingga aktivitas di luar lingkungan sekolah memicu keresahan masyarakat. Karena itu, jajaran Polsek Banyuresmi menggelar operasi penertiban untuk menekan pelanggaran disiplin pelajar sekaligus menjaga ketertiban umum. […]

  • Mayat di Ciawi

    Misteri Mayat Berjubah Putih di Ciawi, Identitas Masih Dicari

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penemuan mayat di Ciawi menggegerkan warga Desa Pasirhuni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (4/6/2026) pagi. Seorang pria berjubah putih ditemukan tak bernyawa di bawah jembatan rel kereta api. Hingga Kamis siang, identitas korban masih dalam pendalaman pihak kepolisian. Kabar penemuan tersebut menyebar cepat di lingkungan warga. Tidak lama setelah informasi pertama […]

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin memimpin rapat MBG dengan pembentukan 7 satgas dan pengawasan dapur via CCTV real-time

    Gerak Cepat Bupati Cecep: MBG Tasikmalaya Dikawal Ketat, UMKM Ikut Terdorong

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program MBG Tasikmalaya atau Makan Bergizi Gratis di Tasikmalaya kini memasuki fase percepatan yang lebih serius. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya langsung tancap gas, bukan hanya pada distribusi, tetapi juga pengawasan dan dampak ekonomi yang ditargetkan terasa cepat di masyarakat. Langkah ini dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, dalam rapat koordinasi […]

  • Muscab PPP Tasikmalaya

    Muscab PPP Tasikmalaya Memanas, Otong Koswara Angkat Suara

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya mulai memanas jelang Musyawarah Cabang (Muscab) yang tinggal menghitung hari, dijadwalkan pada 18 April 2026. Empat nama kini mencuat dan bersaing ketat memperebutkan kursi Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya periode 2026–2031. Mereka adalah Hilman Wiranata, Riko Restu Wijaya, Tedi Gunandi, dan Enjang Bilawini. Kontestasi […]

expand_less