Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Hajar Aswad Bukan Batu Biasa, Ini Makna Spiritualnya

Hajar Aswad Bukan Batu Biasa, Ini Makna Spiritualnya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 170
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost. HIKMAH – Bagi sebagian orang, Hajar Aswad mungkin terlihat seperti batu hitam yang menempel di sudut Ka’bah. Namun bagi jutaan umat Islam, batu itu menyimpan makna spiritual yang jauh lebih dalam daripada sekadar benda biasa.

Hajar Aswad atau “batu hitam” menjadi salah satu bagian paling terkenal di Masjidil Haram. Banyak jamaah haji dan umrah rela berdesakan hanya untuk bisa mendekat, menyentuh, atau sekadar melambaikan tangan ke arahnya saat thawaf.

Dan menariknya, tidak sedikit jamaah yang mendadak menangis ketika berada di dekatnya.

Padahal batu itu diam.

Tidak berbicara.

Namun suasananya sering membuat hati terasa berbeda.

Hajar Aswad Memiliki Sejarah Panjang dalam Islam

Dalam sejarah Islam, Hajar Aswad diyakini berasal dari surga dan diturunkan Allah SWT ke bumi.

Rasulullah SAW bersabda:

“Hajar Aswad turun dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, lalu dosa-dosa manusia membuatnya menjadi hitam.”
(HR. Tirmidzi)

Hadis ini menjadi salah satu alasan mengapa Hajar Aswad memiliki kedudukan istimewa di hati umat Islam.

Batu tersebut kemudian ditempatkan di salah satu sudut Ka’bah oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS ketika membangun kembali Baitullah.

Dan sejak saat itu, Hajar Aswad terus menjadi bagian penting dalam ibadah thawaf hingga sekarang.

Rasulullah SAW Pernah Mencium Hajar Aswad

Salah satu hal yang membuat Hajar Aswad begitu dihormati adalah karena Rasulullah SAW pernah menciumnya.

Dalam hadis riwayat Bukhari, Umar bin Khattab RA berkata:

“Aku tahu engkau hanyalah batu yang tidak bisa memberi manfaat dan mudarat. Kalau aku tidak melihat Rasulullah mencium engkau, aku tidak akan menciummu.”

Ucapan Umar RA ini sering dijelaskan ulama sebagai pengingat bahwa umat Islam tidak menyembah Hajar Aswad.

Karena dalam Islam, yang disembah hanya Allah SWT.

Namun mencium atau memberi isyarat ke arah Hajar Aswad menjadi bagian dari sunnah Rasulullah SAW saat thawaf.

Dan di situlah letak makna spiritualnya.

Banyak Jamaah Mengaku Suasananya Sulit Dijelaskan

Salah satu hal yang jarang dibahas adalah suasana emosional di sekitar Hajar Aswad.

Di tengah ribuan orang yang bergerak mengelilingi Ka’bah, area dekat Hajar Aswad sering terasa sangat padat.

Suara talbiyah bercampur dengan doa-doa pendek dari berbagai bahasa. Langkah kaki terus bergerak. Petugas juga sibuk mengatur arus jamaah agar tidak terlalu berdesakan.

Namun di tengah keramaian sebesar itu, banyak orang justru merasa sangat kecil di hadapan Allah SWT.

Ada jamaah yang hanya mampu mengangkat tangan dari kejauhan sambil menangis pelan.

Ada juga yang berkali-kali mencoba mendekat, tetapi akhirnya memilih berhenti karena terlalu haru.

Lucunya, sebagian orang yang biasanya sibuk mengambil foto justru lupa memegang ponselnya saat berada di depannya.

Karena pada momen itu, hati terasa lebih sibuk daripada kamera.

Hajar Aswad dan Simbol Ketundukan Manusia

Dalam kajian Islam, ia bukan dipandang sebagai benda keramat yang memiliki kekuatan sendiri.

Namun batu itu menjadi simbol ketaatan dan ketundukan seorang Muslim kepada ajaran Allah SWT dan sunnah Rasulullah SAW.

Karena itu, jutaan orang rela datang dari berbagai negara demi bisa thawaf di sekitar Ka’bah.

Data otoritas Arab Saudi menunjukkan jutaan jamaah haji dan umrah memenuhi Masjidil Haram setiap tahun. Dan sebagian besar dari mereka selalu berusaha melihat atau mendekati Hajar Aswad meski hanya beberapa detik.

Menariknya, banyak jamaah mengaku momen paling menyentuh justru bukan saat berhasil menyentuh batu itu.

Tetapi ketika mereka sadar sedang berada sangat dekat dengan tempat yang pernah disentuh Rasulullah SAW.

Dan perasaan seperti itu sulit dijelaskan dengan logika biasa.

Bukan Tentang Batu, Tetapi Tentang Perjalanan Hati

Banyak ulama menjelaskan bahwa nilai terbesar Hajar Aswad sebenarnya bukan pada bentuk fisiknya.

Melainkan pada makna spiritual yang menyertainya.

Karena itu, seseorang tidak harus memaksakan diri sampai menyakiti orang lain hanya demi menciumnya.

Bahkan Rasulullah SAW juga pernah memberikan isyarat dari kejauhan ketika kondisi terlalu padat.

Hal ini menunjukkan bahwa inti ibadah tetap terletak pada ketakwaan dan adab.

Dan mungkin di situlah pelajaran terbesarnya.

Bahwa dalam perjalanan menuju Allah SWT, hati manusia sering lebih penting daripada seberapa dekat tangannya menyentuh sesuatu.

Hajar Aswad memang hanya sebuah batu hitam di sudut Ka’bah.

Namun sejak ribuan tahun lalu hingga hari ini, batu itu terus menjadi saksi bagaimana jutaan manusia datang membawa dosa, air mata, harapan, lalu pulang dengan hati yang terasa berbeda. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bendera Merah Putih

    Bendera Merah Putih, Ini Aturan Pengibarannya

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bendera Merah Putih mulai menghiasi jalan, perkantoran, sekolah, hingga permukiman warga menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Memasuki Agustus 2026, pemerintah kembali mengimbau masyarakat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai simbol penghormatan kepada para pahlawan sekaligus wujud cinta kepada Tanah Air. Namun, tidak sedikit warga yang masih […]

  • MBG 5 hari

    MBG Jadi 5 Hari: Strategi Hemat atau Risiko Baru bagi Pelajar?

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kebijakan MBG 5 hari langsung memicu perbincangan publik setelah pemerintah mengurangi frekuensi program Makan Bergizi Gratis menjadi lima hari dalam sepekan. Program makan bergizi atau bantuan nutrisi sekolah ini disebut mampu menghemat anggaran hingga Rp20 triliun. Namun, di tengah klaim efisiensi tersebut, muncul kekhawatiran baru terkait keberlanjutan gizi anak, kualitas asupan nutrisi […]

  • MPLS Ramah 2026

    Aturan Baru Kemendikdasmen: MPLS 2026 Fokus pada Kenyamanan Siswa

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tahun ajaran baru selalu menghadirkan cerita baru bagi jutaan siswa di Indonesia. Ada yang bersemangat bertemu teman baru, ada pula yang merasa cemas menghadapi lingkungan yang belum dikenal. Karena itu, kehadiran MPLS Ramah 2026 menjadi langkah penting untuk memastikan hari pertama sekolah menjadi pengalaman yang menyenangkan, bukan menegangkan. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Kemendikdasmen […]

  • wajah mulus tanpa jenggot

    Tren Wajah Mulus Tanpa Jenggot Jadi Standar Baru Maskulinitas di Korea Selatan

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Tren wajah mulus tanpa jenggot kini menjadi standar maskulinitas baru di Korea Selatan, dipengaruhi budaya K-pop dan modernitas. albadarpost.com, LENSA HUMANIORA – Standar kecantikan bagi pria di Korea Selatan mengalami perubahan besar dalam beberapa dekade terakhir. Wajah mulus tanpa jenggot kini dianggap sebagai penampilan ideal, menggantikan simbol maskulinitas tradisional yang lekat dengan jenggot tebal sebagai […]

  • produk UMKM ekspor seperti kerajinan tangan, kopi, dan fashion lokal untuk pasar internasional

    7 Produk UMKM Ini Laris di Luar Negeri, Nomor 3 Paling Dicari!

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 246
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Produk UMKM ekspor kini semakin dilirik pasar global. Banyak produk UMKM ekspor, barang UMKM go international, hingga produk lokal tembus luar negeri mulai mendominasi marketplace internasional. Tren ini terus meningkat karena kualitas produk Indonesia makin diakui, sementara pelaku usaha semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar global. Selain itu, pemerintah dan platform digital […]

  • Ilustrasi warga menyampaikan keluhan dan aspirasi tentang pelayanan publik, kebijakan pemerintah, dan persoalan sosial melalui rubrik Surat Pembaca

    Surat Pembaca: Ruang Aman untuk Keluhan Warga. Gratis!

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, SURAT PEMBACA – Di balik lampu jalan yang padam, air yang tak mengalir, jalan berlubang yang tak kunjung diperbaiki, hingga layanan kesehatan yang terasa berbelit, sering kali ada satu kesamaan: suara warga yang tidak terdengar. Banyak keluhan lahir di warung kopi, di grup percakapan, atau di sudut rumah. Namun, tidak semuanya sampai ke ruang […]

expand_less