Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Pelukis Tasikmalaya Ungkap Bedanya Menggambar Digital dan Tradisional

Pelukis Tasikmalaya Ungkap Bedanya Menggambar Digital dan Tradisional

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Aktivitas menggambar kini tidak lagi identik dengan meja penuh cat air, kuas basah, atau tumpukan kertas gambar. Menggambar digital mulai menjadi pilihan banyak anak muda karena terasa lebih praktis, cepat, dan fleksibel.

Namun di balik kemudahan itu, ternyata ada hal yang menurut sebagian pelukis tidak bisa tergantikan.

“Feel healing-nya beda,” kata Hasnawati, pelukis asal Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya.

Perempuan yang akrab disapa Ceuceu itu kini aktif menjual karya ilustrasi digital ke berbagai konsumen dari dalam hingga luar negeri. Meski begitu, ia tetap mengakui bahwa melukis tradisional memiliki suasana emosional yang lebih kuat dibanding menggambar memakai tablet digital.

Dan menariknya, pengakuan itu justru muncul dari seseorang yang sekarang lebih sering bekerja dengan stylus dan layar sentuh.

Menggambar Digital Kini Jadi Pilihan Banyak Anak Muda

Popularitas menggambar digital meningkat cukup cepat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orang mulai belajar ilustrasi menggunakan tablet karena prosesnya jauh lebih sederhana.

Warna bisa diganti kapan saja. Kesalahan mudah dihapus. Selain itu, hasil gambar juga bisa langsung dikirim ke media sosial atau marketplace hanya dalam hitungan detik.

Hal kecil seperti itu ternyata sangat membantu para kreator.

Di beberapa rumah, proses menggambar digital bahkan terlihat sangat sederhana. Ada yang menggambar sambil duduk dekat toples camilan. Ada juga yang membuat ilustrasi sambil mendengar suara televisi dari ruang tengah.

Kadang suasananya terasa santai sekali.

Tetapi tangan tetap sibuk mengulang garis demi garis.

“Kalau dengan alat digital itu lebih efisien dan praktis saja. Kalau healing-nya kurang,” ujar Ceuceu.

Melukis Tradisional Dinilai Lebih “Hidup”

Sebelum aktif membuat ilustrasi digital, Ceuceu lebih dulu melukis menggunakan cat air secara konvensional.

Menurutnya, proses tradisional memberikan pengalaman emosional yang lebih dalam.

Mulai dari menyiapkan air, membuka cat, memilih kuas, sampai menunggu warna mengering, semua punya sensasi tersendiri.

“Awalnya juga saya melukis menggunakan cat air. Jadi sebenarnya melukis dengan cara konvensional itu feel atau healing-nya lebih dapat,” katanya.

Kalimat itu terdengar sederhana. Tetapi banyak pelukis ternyata merasakan hal serupa.

Ada rasa tenang yang muncul saat kuas menyentuh kertas secara langsung. Bau cat. Cipratan air kecil di meja. Bahkan bekas warna di jari kadang justru menjadi bagian dari proses kreatif itu sendiri.

Dan hal-hal kecil seperti itu sulit ditemukan pada layar digital.

Digital Lebih Cepat dan Menguntungkan

Meski begitu, Ceuceu mengakui menggambar digital memberi keuntungan besar dari sisi efisiensi kerja.

Jika memakai cara tradisional, ia biasanya hanya mampu menghasilkan maksimal dua karya dalam sehari.

Namun ketika menggunakan alat digital, jumlah produksinya meningkat cukup jauh.

“Kalau dengan cara tradisional sehari maksimal menghasilkan dua gambar. Tapi kalau digital sehari bisa lima sampai enam gambar,” jelasnya.

Perbedaan itu cukup signifikan.

Apalagi sebagian besar konsumennya datang dari platform online dengan permintaan yang terus bergerak cepat.

Harga karya digital yang dijual oleh pemilik akun TikTok hasna.watercolor ini berkisar 5 sampai 6 dolar per gambar. Segmentasi konsumennya juga beragam, mulai dari pembeli pribadi hingga perusahaan.

Karena itu, menggambar digital kini bukan sekadar hobi.

Bagi sebagian orang, aktivitas ini sudah berubah menjadi sumber penghasilan tambahan yang cukup menjanjikan.

Teknologi Membuka Jalan Baru bagi Kreator Daerah

Perkembangan teknologi membuat peluang kreator daerah menjadi jauh lebih terbuka dibanding beberapa tahun lalu.

Kini seseorang tidak harus tinggal di kota besar untuk menjual karya ke luar negeri.

Cukup dengan tablet, koneksi internet, dan konsistensi berkarya, ilustrasi digital dari kamar sederhana di Tasikmalaya pun bisa sampai ke konsumen internasional.

Dan itu mulai dirasakan banyak kreator muda.

Menariknya, sebagian karya terbaik justru lahir dari proses yang tidak terlalu direncanakan.

Ada momen ketika stylus mendadak hilang padahal sebenarnya terselip di bawah tangan sendiri.

Kadang satu garis dihapus belasan kali hanya demi membuat bentuk daun terlihat lebih pas. Kadang gambar selesai dini hari karena terlalu asyik mencoba kombinasi warna baru.

Lucunya, semakin sering diulang, hasil akhirnya malah terlihat lebih hidup.

Menggambar Digital Bukan Sekadar Tren

Menggambar digital saat ini memang semakin populer. Namun di balik tren itu, ada perubahan cara orang menikmati proses kreatif.

Sebagian orang memilih digital karena cepat dan praktis. Sebagian lain tetap bertahan dengan cat air karena merasa lebih dekat secara emosional.

Dan keduanya ternyata punya ruang masing-masing.

Karena pada akhirnya, alat hanyalah media.

Sementara kreativitas tetap datang dari tangan, pikiran, dan perasaan orang yang membuatnya.

Teknologi memang membuat proses menggambar menjadi lebih cepat.

Tetapi bagi sebagian pelukis, suara kuas yang menyentuh kertas ternyata masih menyimpan rasa tenang yang belum bisa digantikan layar digital sampai hari ini. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • bayi Citayam

    Polisi Ungkap Motif Ibu Buang Bayi Citayam di Toilet Stasiun

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Polres Depok menangkap ibu pembuang bayi Citayam dan mengungkap motif serta kronologi penemuan jasadnya. albadarpost.com, HUMANIOARA – Polres Metro Depok menetapkan ibu kandung sebagai pelaku pembuangan bayi Citayam yang ditemukan tak bernyawa di toilet Stasiun Citayam, Depok. Polisi menyebut bayi perempuan itu dibunuh sebelum ditinggalkan begitu saja dalam sebuah tas. Kasus ini penting karena membuka […]

  • Tahun Baru Tanpa Euforia

    Jawa Barat Tanpa Pesta Kembang Api

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Arahkan Tahun Baru Tanpa Euforia albadarpost.com, FOKUS – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melarang masyarakat maupun pihak swasta menggelar pesta kembang api pada malam pergantian tahun. Kebijakan ini akan ditegaskan melalui surat edaran (SE) Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang segera diterbitkan. Langkah tersebut diambil untuk menjaga ketertiban publik dan mengarahkan perayaan tahun baru ke aktivitas […]

  • kesederhanaan pesantren

    Bukan Sekadar Sederhana: 9 Nilai Pesantren yang Mengubah Cara Hidup Anak

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kesederhanaan pesantren menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter santri. Nilai ini bukan sekadar gaya hidup hemat, melainkan bagian dari nilai hidup sederhana di pesantren yang mengajarkan ketahanan, keikhlasan, dan kemandirian. Menariknya, di tengah sorotan modernisasi pendidikan, banyak aspek kesederhanaan ini justru jarang diangkat media, padahal dampaknya sangat besar terhadap pembentukan mental generasi […]

  • penipuan WhatsApp

    Waspadalah! Modus Baru Penipuan

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Penipuan WhatsApp bermodus paket tertukar menyasar warga Pangandaran. Modus barcode ancam saldo korban. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Modus penipuan WhatsApp kembali menyasar warga. Kali ini, pelaku menggunakan dalih paket tertukar dan mengaku sebagai pihak ekspedisi. Seorang warga Pangandaran nyaris menjadi korban setelah menerima pesan berisi tautan barcode yang diklaim sebagai proses pengembalian dana. Kasus ini […]

  • sentralisasi digital Tasikmalaya

    Surat Edaran Bupati Tasikmalaya Nomor 0044 Tahun 2025

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi mengubah pola kerja perangkat daerah. Melalui Surat Edaran Bupati Tasikmalaya Nomor 0044 Tahun 2025, seluruh organisasi perangkat daerah diwajibkan mengikuti sistem sentralisasi pengelolaan digital dan layanan pendukung pemerintahan mulai tahun anggaran 2026. Kebijakan ini berdampak langsung pada pengelolaan anggaran, teknologi informasi, hingga kerja sama media. Surat edaran […]

  • Pekerja tambang muslim tetap bekerja di lapangan berat saat Ramadhan dan mempertimbangkan tidak puasa kerja berat sesuai syariat Islam.

    Bekerja di Lapangan Berat, Bolehkah Tidak Berpuasa?

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tidak puasa karena kerja berat sering menjadi pertanyaan bagi pekerja tambang, buruh lapangan, hingga pekerja proyek yang menghadapi suhu ekstrem dan risiko dehidrasi tinggi. Lalu, bagaimana hukum tidak berpuasa karena kerja berat menurut Islam? Apakah pekerja tambang mendapat keringanan seperti musafir atau orang sakit? Pertanyaan ini penting, terutama bagi mereka yang […]

expand_less