Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Pelukis Tasikmalaya Ungkap Bedanya Menggambar Digital dan Tradisional

Pelukis Tasikmalaya Ungkap Bedanya Menggambar Digital dan Tradisional

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 162
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Aktivitas menggambar kini tidak lagi identik dengan meja penuh cat air, kuas basah, atau tumpukan kertas gambar. Menggambar digital mulai menjadi pilihan banyak anak muda karena terasa lebih praktis, cepat, dan fleksibel.

Namun di balik kemudahan itu, ternyata ada hal yang menurut sebagian pelukis tidak bisa tergantikan.

“Feel healing-nya beda,” kata Hasnawati, pelukis asal Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya.

Perempuan yang akrab disapa Ceuceu itu kini aktif menjual karya ilustrasi digital ke berbagai konsumen dari dalam hingga luar negeri. Meski begitu, ia tetap mengakui bahwa melukis tradisional memiliki suasana emosional yang lebih kuat dibanding menggambar memakai tablet digital.

Dan menariknya, pengakuan itu justru muncul dari seseorang yang sekarang lebih sering bekerja dengan stylus dan layar sentuh.

Menggambar Digital Kini Jadi Pilihan Banyak Anak Muda

Popularitas menggambar digital meningkat cukup cepat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orang mulai belajar ilustrasi menggunakan tablet karena prosesnya jauh lebih sederhana.

Warna bisa diganti kapan saja. Kesalahan mudah dihapus. Selain itu, hasil gambar juga bisa langsung dikirim ke media sosial atau marketplace hanya dalam hitungan detik.

Hal kecil seperti itu ternyata sangat membantu para kreator.

Di beberapa rumah, proses menggambar digital bahkan terlihat sangat sederhana. Ada yang menggambar sambil duduk dekat toples camilan. Ada juga yang membuat ilustrasi sambil mendengar suara televisi dari ruang tengah.

Kadang suasananya terasa santai sekali.

Tetapi tangan tetap sibuk mengulang garis demi garis.

“Kalau dengan alat digital itu lebih efisien dan praktis saja. Kalau healing-nya kurang,” ujar Ceuceu.

Melukis Tradisional Dinilai Lebih “Hidup”

Sebelum aktif membuat ilustrasi digital, Ceuceu lebih dulu melukis menggunakan cat air secara konvensional.

Menurutnya, proses tradisional memberikan pengalaman emosional yang lebih dalam.

Mulai dari menyiapkan air, membuka cat, memilih kuas, sampai menunggu warna mengering, semua punya sensasi tersendiri.

“Awalnya juga saya melukis menggunakan cat air. Jadi sebenarnya melukis dengan cara konvensional itu feel atau healing-nya lebih dapat,” katanya.

Kalimat itu terdengar sederhana. Tetapi banyak pelukis ternyata merasakan hal serupa.

Ada rasa tenang yang muncul saat kuas menyentuh kertas secara langsung. Bau cat. Cipratan air kecil di meja. Bahkan bekas warna di jari kadang justru menjadi bagian dari proses kreatif itu sendiri.

Dan hal-hal kecil seperti itu sulit ditemukan pada layar digital.

Digital Lebih Cepat dan Menguntungkan

Meski begitu, Ceuceu mengakui menggambar digital memberi keuntungan besar dari sisi efisiensi kerja.

Jika memakai cara tradisional, ia biasanya hanya mampu menghasilkan maksimal dua karya dalam sehari.

Namun ketika menggunakan alat digital, jumlah produksinya meningkat cukup jauh.

“Kalau dengan cara tradisional sehari maksimal menghasilkan dua gambar. Tapi kalau digital sehari bisa lima sampai enam gambar,” jelasnya.

Perbedaan itu cukup signifikan.

Apalagi sebagian besar konsumennya datang dari platform online dengan permintaan yang terus bergerak cepat.

Harga karya digital yang dijual oleh pemilik akun TikTok hasna.watercolor ini berkisar 5 sampai 6 dolar per gambar. Segmentasi konsumennya juga beragam, mulai dari pembeli pribadi hingga perusahaan.

Karena itu, menggambar digital kini bukan sekadar hobi.

Bagi sebagian orang, aktivitas ini sudah berubah menjadi sumber penghasilan tambahan yang cukup menjanjikan.

Teknologi Membuka Jalan Baru bagi Kreator Daerah

Perkembangan teknologi membuat peluang kreator daerah menjadi jauh lebih terbuka dibanding beberapa tahun lalu.

Kini seseorang tidak harus tinggal di kota besar untuk menjual karya ke luar negeri.

Cukup dengan tablet, koneksi internet, dan konsistensi berkarya, ilustrasi digital dari kamar sederhana di Tasikmalaya pun bisa sampai ke konsumen internasional.

Dan itu mulai dirasakan banyak kreator muda.

Menariknya, sebagian karya terbaik justru lahir dari proses yang tidak terlalu direncanakan.

Ada momen ketika stylus mendadak hilang padahal sebenarnya terselip di bawah tangan sendiri.

Kadang satu garis dihapus belasan kali hanya demi membuat bentuk daun terlihat lebih pas. Kadang gambar selesai dini hari karena terlalu asyik mencoba kombinasi warna baru.

Lucunya, semakin sering diulang, hasil akhirnya malah terlihat lebih hidup.

Menggambar Digital Bukan Sekadar Tren

Menggambar digital saat ini memang semakin populer. Namun di balik tren itu, ada perubahan cara orang menikmati proses kreatif.

Sebagian orang memilih digital karena cepat dan praktis. Sebagian lain tetap bertahan dengan cat air karena merasa lebih dekat secara emosional.

Dan keduanya ternyata punya ruang masing-masing.

Karena pada akhirnya, alat hanyalah media.

Sementara kreativitas tetap datang dari tangan, pikiran, dan perasaan orang yang membuatnya.

Teknologi memang membuat proses menggambar menjadi lebih cepat.

Tetapi bagi sebagian pelukis, suara kuas yang menyentuh kertas ternyata masih menyimpan rasa tenang yang belum bisa digantikan layar digital sampai hari ini. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fitnah Akhir Zaman

    Media Sosial, Hoaks, dan Hadis Akhir Zaman yang Kini Terasa Nyata

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pembahasan tentang fitnah akhir zaman belakangan semakin ramai di media sosial. Banyak orang mulai mengaitkan hadis akhir zaman dengan kondisi dunia digital saat ini, mulai dari hoaks, adu domba, penyebaran kebencian, hingga manusia yang semakin mudah saling menyerang hanya lewat layar ponsel. Fenomena itu membuat sebagian umat Islam merasa hadis-hadis Rasulullah SAW […]

  • Kebakaran Kampung Adat Ciptamulya

    70 Rumah Hangus, Kampung Adat Ciptamulya Tinggalkan Luka Budaya

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Asap pekat masih membumbung ketika warga Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Kabupaten Sukabumi mulai menyadari besarnya musibah yang mereka hadapi pada Sabtu (25/7/2026). Dalam hitungan jam, Kebakaran Kampung Adat Ciptamulya melalap puluhan rumah, menghanguskan lumbung padi tradisional, sekaligus meninggalkan luka mendalam bagi sebuah komunitas yang selama puluhan tahun menjaga warisan leluhur. Musibah […]

  • TPT Ambruk Jatinangor

    Proyek Kos Jatinangor Berujung Maut

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – TPT Ambruk Jatinangor Sumedang terjadi di lokasi pembangunan rumah kos di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Tembok penahan tebing yang roboh itu mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia dan satu pekerja lainnya mengalami luka. Berdasarkan keterangan Kapolsek Jatinangor Kompol Rogers Thomas, peristiwa tersebut masih dalam […]

  • Amal Terbaik

    Jangan Bandingkan Ibadahmu, Ini Penjelasan Al-Hikam

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Mengapa ada orang yang begitu menikmati salat malam, sementara yang lain justru merasa paling dekat dengan Allah ketika bersedekah atau membaca Al-Qur’an? Pertanyaan ini sering muncul di tengah masyarakat. Tidak sedikit pula yang menganggap semua orang harus memiliki bentuk ibadah yang sama agar dinilai lebih saleh. Padahal, dalam pandangan ulama tasawuf, amal […]

  • Ilustrasi tangki penyimpanan bahan bakar minyak yang menunjukkan stok BBM Indonesia dan cadangan energi nasional

    Kenapa Stok BBM Indonesia Cuma 26 Hari? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bayangkan sebuah negara yang memiliki cadangan minyak cukup untuk puluhan tahun ke depan. Di sisi lain, ada negara lain yang hanya memiliki stok BBM untuk beberapa minggu. Perbandingan inilah yang kini memicu perhatian publik terhadap stok BBM Indonesia dan ketahanan energi nasional. Data terbaru menunjukkan cadangan minyak Rusia diperkirakan mampu bertahan […]

  • Operasi Patuh 2026

    Jangan Sampai Kena Tilang Digital, Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar 14 Hari

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

      albadaepost.com, BERITA DAERAH – Operasi Patuh 2026 resmi digelar mulai 8 hingga 21 Juni mendatang. Operasi lalu lintas yang berlangsung selama dua pekan ini menjadi perhatian karena penindakan akan lebih banyak mengandalkan ETLE atau tilang elektronik. Dengan kata lain, pengendara yang selama ini mencoba mengakali kamera pengawas berpotensi menjadi sasaran utama dalam Operasi Patuh […]

expand_less