Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Lomba PBBAB Memanas, Peserta SMP Berjatuhan Usai Tampil di Dalam GOR

Lomba PBBAB Memanas, Peserta SMP Berjatuhan Usai Tampil di Dalam GOR

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
  • visibility 88
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ajang Pawai Baris Berbaris Anak Bangsa atau PBBAB Tasikmalaya yang baru pertama kali masuk rangkaian Kejurcab mendadak menjadi sorotan. Bukan hanya karena antusiasme peserta, tetapi juga karena insiden tiga peserta SMP yang pingsan seusai tampil di dalam GOR Susi Susanti, Sabtu (16/5/2026).

Peristiwa peserta PBBAB pingsan langsung memancing perhatian orang tua dan pembina yang memenuhi area pertandingan sejak pagi. Mereka menilai kondisi ruangan terlalu panas dan pengap sehingga membahayakan peserta yang sudah menguras tenaga saat tampil.

Suasana awal lomba sebenarnya berlangsung meriah. Sebanyak 29 regu dari tingkat SD hingga SMA tampil bergantian menunjukkan kekompakan dan disiplin baris-berbaris di depan dewan juri.

Namun menjelang akhir perlombaan, kondisi di dalam GOR mulai terasa berat. Udara panas terjebak di dalam ruangan tertutup tanpa pendingin udara maupun kipas angin.

Ada momen ketika beberapa peserta terlihat mulai melepas topi sambil mengatur napas setelah turun dari lapangan. Sebagian lainnya tampak menyandarkan tubuh ke dinding GOR dengan wajah pucat dan seragam yang basah oleh keringat.

Dan hanya beberapa menit setelah itu, satu per satu peserta mulai tumbang.

Orang Tua Soroti Kondisi GOR yang Panas dan Sesak

Salah satu orang tua peserta dari SMP Plus Al Ma’aruf mengatakan kondisi ruangan membuat anak-anak kesulitan bertahan setelah tampil penuh tenaga di arena lomba.

“Lokasinya tidak ada kipas angin, jadi sumpek. Panasnya bikin anak-anak pingsan satu per satu,” ujarnya.

Menurutnya, ini pertama kali kejadian seperti itu terjadi dalam kegiatan yang diikuti anaknya. Ia menyebut para peserta sebenarnya tampil penuh semangat sejak awal lomba berlangsung.

Namun begitu turun dari lapangan, kondisi fisik beberapa peserta langsung menurun drastis.

Beberapa anak terlihat berkeringat sangat deras, langkahnya mulai goyah, lalu jatuh di area sekitar lapangan pertandingan. Suasana yang awalnya penuh sorak dukungan mendadak berubah panik.

Suara aba-aba lomba perlahan kalah oleh teriakan orang tua yang meminta bantuan saat peserta mulai berjatuhan di lantai GOR.

Dan ironisnya, di tengah lomba yang mengutamakan disiplin fisik dan ketahanan mental, fasilitas dasar seperti sirkulasi udara justru menjadi sorotan terbesar.

Petugas Langsung Evakuasi Peserta ke Luar GOR

Petugas TNI dan kepolisian yang berjaga di lokasi langsung bergerak cepat membantu peserta yang pingsan.

Mereka mengevakuasi peserta keluar ruangan agar mendapatkan udara segar secepat mungkin. Sejumlah pembina juga terlihat membantu mengipasi peserta menggunakan topi dan map plastik seadanya.

Ada detail kecil yang sempat menarik perhatian di lokasi:
beberapa peserta lain tetap berdiri rapi di pinggir lapangan sambil menahan cemas melihat teman mereka dievakuasi keluar ruangan.

Sementara itu, sebagian orang tua tampak sibuk membuka botol minum dan mengusap wajah anak-anak mereka dengan tisu basah.

Sayangnya, menurut keterangan orang tua peserta, panitia tidak menyediakan tabung oksigen di lokasi pertandingan. Penanganan hanya mengandalkan pertolongan pertama dan udara dari luar ruangan.

Hingga sore hari, panitia belum memberikan penjelasan resmi terkait insiden tersebut.

Sorotan untuk Standar Keselamatan Kegiatan Pelajar

Kejadian ini memunculkan kritik dari sejumlah orang tua dan pembina sekolah. Mereka menilai kesiapan teknis lomba belum sepenuhnya seimbang dengan jumlah peserta dan kondisi fisik kegiatan yang cukup menguras tenaga.

Baris-berbaris memang identik dengan latihan disiplin, konsentrasi, dan daya tahan tubuh. Namun banyak pihak mengingatkan bahwa faktor keselamatan peserta tetap harus menjadi prioritas utama.

Apalagi sebagian peserta masih berada di usia sekolah menengah pertama yang rentan mengalami kelelahan saat berada di ruangan tertutup dan panas dalam waktu lama.

Beberapa pembina berharap panitia ke depan lebih memperhatikan ventilasi, ketersediaan pendingin ruangan, hingga fasilitas medis dasar agar kejadian serupa tidak terulang.

Ada satu suasana yang terasa berbeda setelah insiden terjadi:
dentuman langkah peserta memang masih terdengar di lapangan, tetapi kekhawatiran orang tua kini ikut berjalan di antara barisan itu.

PBBAB Tetap Dianggap Penting untuk Pembinaan Karakter

Meski diwarnai insiden, banyak pihak tetap mendukung keberadaan PBBAB sebagai ruang positif pembinaan karakter pelajar.

Kegiatan seperti ini dinilai mampu melatih disiplin, kekompakan, dan mental kerja sama di tengah kebiasaan generasi muda yang semakin individual.

Namun para orang tua berharap pembinaan karakter juga dibarengi perhatian serius terhadap keamanan dan kenyamanan peserta.

Karena pada akhirnya, semangat lomba tidak boleh mengalahkan keselamatan anak-anak yang berdiri di lapangan itu sendiri.

Mereka datang ke lapangan untuk belajar disiplin dan kekompakan. Tapi siang itu, banyak orang tua justru pulang dengan satu pertanyaan sederhana: apakah semangat besar itu sudah dijaga dengan kesiapan yang sama besarnya? (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • banjir tahunan

    Banjir Tahunan dan Laporan yang Selalu Rapi

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menyoroti anggaran drainase besar yang gagal menghentikan banjir tahunan dan dampaknya bagi publik. albadarpost.com, EDITORIAL – Setiap kali musim hujan datang, kota kembali menghadapi ujian yang tak pernah benar-benar berubah: banjir yang berulang. Air menggenang di lokasi yang sama, ruas jalan lumpuh, dan rutinitas warga terganggu. Padahal, dalam dokumen anggaran, belanja untuk drainase […]

  • reintroduksi banteng jawa

    Reintroduksi Banteng Jawa: Mandat Negara, Regulasi Konservasi, dan Celah Pertanggungjawaban

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    BBKSDA Jawa Barat memperkuat reintroduksi banteng jawa di Pangandaran guna menekan ancaman kepunahan. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pusat Reintroduksi Banteng Jawa di Pangandaran bukan sekadar proyek konservasi. Program ini berdiri di atas kerangka hukum yang mengikat, dengan konsekuensi administratif dan pidana bagi pihak yang melanggar. Reintroduksi banteng jawa, menurut otoritas kehutanan, adalah implementasi langsung kewajiban negara […]

  • tata kelola masjid

    Muhammad Jazir dan Warisan Tata Kelola Masjid

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Muhammad Jazir wafat, meninggalkan warisan tata kelola masjid terbuka yang berpihak pada pelayanan dan pemberdayaan umat. albadarpost.com, HUMANIORA – Tokoh pembaru tata kelola masjid, Muhammad Jazir, wafat di Yogyakarta pada Senin, 22 Desember 2025. Kepergiannya meninggalkan jejak penting dalam perubahan cara masjid berfungsi, dari ruang ibadah tertutup menjadi pusat layanan umat yang inklusif dan berorientasi […]

  • restorative justice Bogor

    Kejari Bogor Hentikan Perkara Saepul Lewat Restorative Justice

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Kejari Bogor hentikan perkara penadah motor lewat restorative justice setelah terpenuhi syarat hukum dan kesepakatan damai. albadarpost.com, HUMANIORA – – Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor menghentikan perkara penadahan motor curian yang menjerat Saepul, 24 tahun, melalui mekanisme restorative justice Bogor. Langkah ini diambil setelah semua syarat yuridis dan sosial terpenuhi, termasuk kesepakatan damai antara pihak korban […]

  • Hari Amal Bakti

    Hari Amal Bakti Jadi Refleksi Kerukunan di Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Bupati Tasikmalaya pimpin Hari Amal Bakti Kemenag ke-80, dorong kerukunan umat dan layanan publik inklusif. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menegaskan komitmennya menjaga kerukunan umat beragama sebagai fondasi pelayanan publik yang adil dan inklusif. Komitmen itu ditegaskan saat Bupati Tasikmalaya memimpin langsung upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia […]

  • Panggilan Haji

    Makna QS Al-Hajj 27, Rahasia Kerinduan Jutaan Orang Menuju Makkah

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Panggilan haji dalam Islam bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci. Lebih dari itu, haji adalah perjalanan hati, perjalanan spiritual, dan bentuk kepasrahan manusia kepada Allah SWT. Karena itulah, jutaan umat Muslim terus datang memenuhi seruan Nabi Ibrahim AS dari berbagai penjuru dunia hingga hari ini. Allah SWT berfirman: “Dan serulah manusia untuk […]

expand_less