Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Peran Pengurus dan Manajer Masih Tertukar, Ini Penyebab Koperasi Jalan di Tempat

Peran Pengurus dan Manajer Masih Tertukar, Ini Penyebab Koperasi Jalan di Tempat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 122
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengurus dan manajer koperasi Tasikmalaya ternyata masih sering dipahami secara keliru oleh masyarakat. Padahal, perbedaan peran keduanya menjadi pondasi penting dalam membangun koperasi modern yang sehat, profesional, dan mampu berkembang di tengah persaingan usaha yang makin ketat.

Fenomena itu disoroti Pimpinan Administrasi DenLegal (Perusahaan Jasa Pengurusan Izin Usaha dan Legal) Tasikmalaya, Ani Fitriani. Menurutnya, banyak koperasi berjalan lambat bukan karena kekurangan anggota atau minim modal, melainkan karena struktur kerja di internal organisasi belum berjalan tepat.

“Banyak masyarakat yang salah paham bedanya pengurus dan manajer dalam sebuah koperasi,” ujar Ani.

Kalimat itu terdengar sederhana. Tetapi di lapangan, dampaknya terasa panjang.

Di beberapa koperasi kecil, kondisi ini sering terlihat jelas. Pengurus sibuk mengatur operasional harian sampai hal-hal teknis kecil, sementara manajer justru menunggu keputusan untuk langkah sederhana. Akibatnya pekerjaan menumpuk. Pelayanan melambat. Anggota datang, lalu pulang dengan wajah kecewa.

Kadang persoalannya cuma tanda tangan. Kadang soal keputusan pembelian alat tulis. Hal kecil. Tetapi antreannya bisa membuat pekerjaan sehari penuh tertahan.

Pengurus Koperasi Fokus Menentukan Arah Organisasi

Dalam struktur koperasi, pengurus dipilih langsung oleh anggota melalui Rapat Anggota. Karena itu, posisi mereka bukan sekadar formalitas organisasi.

Pengurus bertugas menjaga visi koperasi, menentukan arah kebijakan, sekaligus memastikan seluruh kegiatan tetap berpihak pada kepentingan anggota.

Mereka juga mengambil keputusan strategis jangka panjang. Mulai dari pengembangan usaha, kerja sama bisnis, sampai pengawasan kondisi keuangan koperasi.

Namun di banyak kasus, pengurus justru masuk terlalu jauh ke pekerjaan teknis harian.

Ada yang ikut mengatur jadwal pelayanan. Ada juga yang sibuk mengecek nota pembelian kecil satu per satu. Sementara itu, keputusan besar organisasi malah tertunda karena energi habis di pekerjaan operasional.

Padahal seharusnya tidak begitu.

“Bisa jadi ini kenapa koperasi sulit maju, karena peran pengurus dan manajer masih tertukar,” kata Ani.

Manajer Koperasi Bergerak di Lapangan

Berbeda dengan pengurus, manajer koperasi bekerja sebagai tenaga profesional yang diangkat berdasarkan kompetensi.

Fokus mereka ada di lapangan. Mengurus operasional harian. Menjaga pelayanan tetap berjalan. Mengelola administrasi. Memastikan laporan keuangan rapi. Dan yang paling penting, memastikan usaha koperasi benar-benar bergerak.

Jika pengurus menentukan arah, maka manajer menjalankan mesin organisasinya.

Karena itu, manajer koperasi dituntut cepat mengambil langkah teknis. Mereka harus adaptif. Harus peka terhadap masalah kecil sebelum berubah jadi masalah besar.

Di beberapa kantor koperasi, ritme kerja seperti ini sebenarnya mudah terlihat.

Pagi hari anggota mulai datang membawa buku simpanan. Ada yang ingin mencairkan pinjaman. Ada yang sekadar menanyakan angsuran. Telepon masuk hampir bersamaan. Printer kadang macet. Komputer tiba-tiba lambat. Situasi seperti itu membutuhkan keputusan cepat.

Dan di titik itulah peran manajer sangat terasa.

Bukan sekadar duduk di meja kerja.

Koperasi Modern Tidak Bisa Lagi Dikelola Asal Jalan

Menurut Ani, koperasi saat ini harus bergerak lebih profesional. Sebab tantangan usaha terus berubah, sementara anggota juga semakin kritis terhadap pelayanan.

Karena itu, pembagian tugas antara pengurus dan manajer tidak boleh kabur.

Pengurus harus fokus menjaga arah organisasi. Sementara manajer harus diberi ruang menjalankan operasional secara efektif.

Ketika dua peran itu berjalan seimbang, koperasi akan lebih mudah berkembang. Keputusan lebih cepat. Pelayanan lebih rapi. Konflik internal juga bisa ditekan.

Sebaliknya, jika semuanya ingin ikut mengendalikan operasional, organisasi justru mudah tersendat.

Dan sering kali masalah itu tidak langsung terlihat.

Rapat tetap berjalan. Spanduk kegiatan masih terpasang. Program kerja tetap dibahas. Tetapi perlahan anggota mulai malas datang. Pelayanan terasa lambat. Laporan telat selesai. Kepercayaan mulai turun sedikit demi sedikit.

DenLegal Tasikmalaya Buka Jasa Pendirian Koperasi

Selain memberikan edukasi mengenai tata kelola koperasi, DenLegal Tasikmalaya juga membuka layanan pendirian koperasi bagi masyarakat.

Menurut Ani, biaya pembuatan koperasi di DenLegal mulai dari Rp4 jutaan dengan estimasi pengerjaan sekitar lima hari kerja.

“Benefit yang didapat konsumen meliputi akta notaris, stempel, NIB, NPWP, dan website,” jelasnya.

Adapun syarat mendirikan koperasi meliputi minimal sembilan orang pendiri, fotokopi KTP seluruh pendiri, menentukan nama dan jenis koperasi, membentuk pengurus dan pengawas, serta menyiapkan alamat kantor koperasi.

Menurutnya, pemahaman soal struktur organisasi harus dibangun sejak awal agar koperasi tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi juga sehat dalam pengelolaan.

Sinergi Jadi Kunci Utama

Ani menilai koperasi modern membutuhkan dua hal sekaligus: visi yang jelas dari pengurus dan ketangkasan kerja dari manajer.

Keduanya harus berjalan berdampingan.

Sebab koperasi tidak akan tumbuh hanya karena banyak program di atas kertas. Organisasi membutuhkan eksekusi nyata. Butuh ritme kerja yang sehat. Dan butuh orang-orang yang paham kapan harus memimpin, kapan harus menjalankan.

Kadang suasana kantor koperasi terlihat tenang dari luar. Kursi tertata rapi. Kalender masih tergantung di dinding. Air dispenser penuh. Tetapi di balik itu, pekerjaan bisa menumpuk karena alur keputusan tidak berjalan jelas.

Hal-hal kecil seperti itu sering luput dibahas. Padahal dampaknya besar.

Koperasi tidak akan besar karena banyak orang ikut mengatur, tetapi karena setiap peran berjalan pada tempatnya dan tahu kapan harus bergerak. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Jumat

    Hari Jumat Sebagai Titik Disiplin Ibadah

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hari Jumat kembali diingatkan para ulama sebagai hari yang menentukan arah ibadah dan kesadaran umat Islam. Jumat bukan sekadar rutinitas mingguan, tetapi momentum disiplin spiritual yang berdampak langsung pada kehidupan sosial dan moral masyarakat. Penegasan ini muncul di tengah kecenderungan sebagian umat yang memandang Jumat sebatas kewajiban formal. Padahal, dalam ajaran Islam, […]

  • kasus HIV pelajar

    Kasus HIV Pelajar Terungkap, Disdik Pangandaran Perketat Pengawasan

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Kasus HIV pelajar di Pangandaran memicu pengetatan pengawasan sekolah dan kolaborasi lintas instansi. albadarpost.com, LENSA – Kasus HIV pelajar kembali mencuat di Kabupaten Pangandaran. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menemukan indikasi kasus HIV pelajar setelah pemeriksaan kesehatan oleh Puskesmas mengonfirmasi adanya siswa SMP yang terjangkit. Temuan ini berasal dari satuan pendidikan di Kecamatan Padaherang dan […]

  • Curanmor Tasikmalaya

    Lima Motor Diamankan, Polisi Tasikmalaya Ungkap Jaringan Curanmor

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus curanmor Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya kewaspadaan masyarakat terhadap pencurian kendaraan bermotor, Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengungkap sembilan kasus curanmor dalam pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2026 yang berlangsung sejak 29 Mei hingga 7 Juni 2026. Dari pengungkapan tersebut, Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota mengamankan tiga tersangka, termasuk satu pelaku […]

  • siswi MTs Sukabumi

    Tragedi Siswi MTs Sukabumi: Dugaan Bullying di Balik Surat Wasiat Sebelum Gantung Diri

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Kasus siswi MTs di Sukabumi diduga tewas karena bullying, tinggalkan surat wasiat penuh luka dan penyesalan. albadarpost.com, LENSA – Warga Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikejutkan oleh peristiwa tragis pada Selasa malam (28/10/2025). Seorang siswi madrasah tsanawiyah (MTs) berinisial AK (14) ditemukan tewas tergantung di pintu kamar rumahnya dengan sehelai kain sarung. […]

  • hukum islam

    MUI Kritik Pasal KUHP Baru

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    MUI menilai pasal KUHP baru soal nikah siri dan poligami berpotensi bertentangan dengan hukum Islam. albadarpost.com, LIFESTYLE – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang mengatur pemidanaan terhadap praktik nikah siri dan poligami. MUI menilai pengaturan tersebut berpotensi bertentangan dengan hukum Islam serta prinsip perdata yang selama […]

  • Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban di Sungai Citanduy dekat Jembatan Cirahong menggunakan perahu karet dan rafting.

    Arus Deras Citanduy Jadi Tantangan Tim SAR Cari Korban di Cirahong

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana tenang di sekitar Jembatan Cirahong, perbatasan Tasikmalaya dan Ciamis, mendadak berubah tegang pada Sabtu pagi (23/5/2026). Seorang pria diduga nekat melompat ke Sungai Citanduy dan langsung terseret arus deras. Peristiwa di Jembatan Cirahong itu sontak memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai unsur. Mulai dari BPBD […]

expand_less