Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Krisis Sampah Tasikmalaya Meledak, Sukwan Mogok Kerja

Krisis Sampah Tasikmalaya Meledak, Sukwan Mogok Kerja

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 142
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Krisis Sampah Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik kota dalam beberapa hari terakhir. Persoalan sampah Kota Tasikmalaya itu memuncak saat para sukarelawan pemungut sampah atau sukwan menghentikan aktivitas mereka sebagai bentuk protes terhadap minimnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan mereka.

Dampaknya langsung terasa. Di beberapa sudut kota, aroma menyengat mulai tercium sejak pagi. Plastik bekas makanan bercampur sampah rumah tangga menumpuk di pinggir jalan. Sejumlah warga bahkan mengeluhkan kondisi lingkungan yang mulai mengganggu aktivitas harian.

Situasi tersebut memicu reaksi keras dari anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi. Ia meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya segera mengambil langkah konkret sebelum persoalan berkembang lebih luas.

“Yang paling mendesak sekarang adalah kesejahteraan sukwan. Mereka bekerja di lapangan setiap hari, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan,” kata Kepler saat ditemui di ruang Fraksi DPRD Kota Tasikmalaya.

Sukwan Jadi Garda Terdepan Kebersihan Kota

Menurut Kepler, banyak masyarakat belum memahami posisi para sukwan dalam sistem pengelolaan sampah kota. Selama ini, mereka bekerja secara sukarela tanpa gaji tetap dan hanya mengandalkan hasil memilah sampah yang masih memiliki nilai jual.

Padahal, keberadaan mereka dinilai sangat vital dalam menjaga ritme pengangkutan dan pengurangan sampah di lapangan.

“Kalau mereka berhenti bekerja, dampaknya langsung terasa. Sampah cepat menumpuk dan petugas formal kewalahan,” ujarnya.

Ia menilai persoalan ini tidak bisa terus dianggap sepele. Sebab, ketika pengelolaan sampah terganggu, masyarakat menjadi pihak pertama yang menerima dampaknya.

Selain mengganggu kenyamanan, kondisi lingkungan yang kotor juga berpotensi memicu persoalan kesehatan baru. Terlebih saat cuaca panas, aroma sampah semakin menyengat dan mengundang lalat di sekitar permukiman.

Di beberapa titik pembuangan sementara, warga terlihat mulai menutup hidung ketika melintas. Sebagian lainnya memilih membuang sampah lebih jauh karena lokasi penampungan di dekat rumah sudah penuh.

DPRD Minta Pemkot Jangan Hanya Andalkan Sukarela

Kepler menegaskan Pemerintah Kota Tasikmalaya harus segera menyiapkan kebijakan yang berpihak pada para sukwan. Menurutnya, pemerintah tidak bisa terus mengandalkan semangat sukarela tanpa memberikan kepastian kesejahteraan.

Ia mendorong adanya insentif rutin, jaminan sosial, hingga pelatihan kerja bagi para sukwan agar mereka memiliki perlindungan yang lebih layak.

“Ini bukan sekadar urusan sampah. Ini menyangkut kemanusiaan dan keberlangsungan lingkungan kota,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa krisis sampah beberapa hari terakhir menjadi bukti nyata betapa pentingnya peran para sukarelawan tersebut.

Ketika mereka mogok, ritme pengangkutan sampah langsung terganggu. Dalam waktu singkat, tumpukan sampah muncul di berbagai titik.

Menurut Kepler, kondisi itu seharusnya menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah.

Ancaman Sampah Bisa Terulang Lagi

Kepler juga mengingatkan bahwa persoalan serupa sangat mungkin kembali terjadi jika Pemkot Tasikmalaya tidak segera memperbaiki pola penanganan terhadap sukwan.

Ia menilai selama ini perhatian terhadap para pekerja lapangan masih minim, padahal mereka setiap hari bersentuhan langsung dengan limbah rumah tangga dan kondisi lingkungan yang tidak mudah.

“Kalau kesejahteraan mereka terus diabaikan, kota ini akan terus menghadapi persoalan sampah yang sama,” katanya.

Di sisi lain, sejumlah warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum situasi semakin parah. Mereka khawatir penumpukan sampah berlangsung lebih lama dan memicu gangguan kesehatan lingkungan.

Persoalan ini juga memunculkan perdebatan di tengah masyarakat soal pentingnya pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, bukan hanya saat krisis terjadi.

Sebab kenyataannya, para sukwan selama ini menjadi lapisan paling depan yang menjaga kota tetap bersih, meski bekerja dengan keterbatasan.

Kini sorotan publik tertuju pada langkah Pemerintah Kota Tasikmalaya. Warga menunggu apakah persoalan ini akan diselesaikan dengan kebijakan nyata atau kembali berakhir sebagai polemik sesaat.

Kota bisa membangun taman, jalan, dan gedung megah. Namun ketika para penjaga kebersihan dibiarkan berjuang sendiri, tumpukan sampah akan selalu menjadi wajah paling jujur dari sebuah krisis. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Babelan, Alat Kontrasepsi

    UPTD Pasar Babelan Tutup Akses dan Perketat Patroli Pasca Temuan Alat Kontrasepsi

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Beredarnya temuan alat kontrasepsi di lantai tiga Pasar Babelan meresahkan pedagang. UPTD ambil langkah cepat: tutup akses dan perketat patroli. albadarpost.com, LENSA — Temuan alat kontrasepsi bekas yang berserakan di lantai tiga Pasar Babelan, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, telah memicu keresahan luas di kalangan pedagang dan pengunjung. Skandal ini tidak hanya viral di media sosial, […]

  • OTT KPK

    OTT KPK Kembali, Mengapa Korupsi Daerah Tak Berhenti?

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Satu konferensi pers selesai. Kamera televisi dimatikan. Namun, satu pertanyaan justru semakin keras terdengar di ruang publik: mengapa OTT KPK terhadap kepala daerah masih terus berulang? Belakangan ini, KPK kembali mengumumkan operasi tangkap tangan dalam perkara yang melibatkan seorang kepala daerah. Proses hukum masih berjalan, sementara seluruh pihak tetap berhak atas asas […]

  • Jadwal Timnas Indonesia AFF 2026

    Resmi! Jadwal Timnas Indonesia di AFF 2026

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 225
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Jadwal Timnas Indonesia AFF 2026 mulai menjadi perhatian pencinta sepak bola nasional. Berdasarkan jadwal yang dipublikasikan Garuda Community Hub, agenda pertandingan Timnas Indonesia di fase grup akan dimulai pada 27 Juli 2026 dengan menghadapi Kamboja. Setelah itu, Garuda dijadwalkan bertemu Timor Leste, Vietnam, dan Singapura dalam persaingan memperebutkan tiket menuju babak […]

  • Ilustrasi reflektif tentang manusia yang menatap masa depan dengan keikhlasan, menyadari rencana Allah selalu lebih baik dari keinginan manusia karena hikmah takdir Allah di masa depan

    Hari Esok Akan Membuktikan, Allah Tak Pernah Salah

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Suatu hari nanti, mungkin bukan besok atau tahun depan, kita akan menoleh ke belakang dengan mata yang berbeda. Luka yang hari ini terasa menyesakkan akan tampak seperti jalan sunyi yang ternyata menyelamatkan. Air mata yang jatuh diam-diam akan berubah menjadi bukti bahwa Allah sedang bekerja dengan cara paling lembut, meski saat itu […]

  • perlindungan hukum wartawan

    Perlindungan Hukum Wartawan Jadi Kunci Demokrasi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tekanan terhadap kebebasan pers tidak selalu datang dalam bentuk kekerasan fisik. Bagi banyak wartawan, ancaman itu hadir melalui panggilan klarifikasi, somasi, hingga laporan polisi setelah sebuah berita terbit. Kondisi tersebut menggambarkan realitas bahwa perlindungan hukum wartawan di Indonesia masih jauh dari kata aman. Seorang rekan wartawan di daerah menceritakan pengalamannya ketika […]

  • insentif guru keagamaan

    Pemkot Bandung Salurkan Insentif Guru Keagamaan

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Pemkot Bandung menyalurkan insentif guru keagamaan untuk memperkuat kualitas pendidikan agama di kota. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan penyaluran insentif guru keagamaan kepada lebih dari sembilan ribu penerima. Program ini dimaksudkan untuk memperkuat layanan pendidikan agama sekaligus memberi kepastian dukungan bagi para pendidik nonformal dan formal di tingkat madrasah. Kebijakan tersebut menjadi […]

expand_less