Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Krisis Sampah Tasikmalaya Meledak, Sukwan Mogok Kerja

Krisis Sampah Tasikmalaya Meledak, Sukwan Mogok Kerja

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Krisis Sampah Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik kota dalam beberapa hari terakhir. Persoalan sampah Kota Tasikmalaya itu memuncak saat para sukarelawan pemungut sampah atau sukwan menghentikan aktivitas mereka sebagai bentuk protes terhadap minimnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan mereka.

Dampaknya langsung terasa. Di beberapa sudut kota, aroma menyengat mulai tercium sejak pagi. Plastik bekas makanan bercampur sampah rumah tangga menumpuk di pinggir jalan. Sejumlah warga bahkan mengeluhkan kondisi lingkungan yang mulai mengganggu aktivitas harian.

Situasi tersebut memicu reaksi keras dari anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi. Ia meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya segera mengambil langkah konkret sebelum persoalan berkembang lebih luas.

“Yang paling mendesak sekarang adalah kesejahteraan sukwan. Mereka bekerja di lapangan setiap hari, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan,” kata Kepler saat ditemui di ruang Fraksi DPRD Kota Tasikmalaya.

Sukwan Jadi Garda Terdepan Kebersihan Kota

Menurut Kepler, banyak masyarakat belum memahami posisi para sukwan dalam sistem pengelolaan sampah kota. Selama ini, mereka bekerja secara sukarela tanpa gaji tetap dan hanya mengandalkan hasil memilah sampah yang masih memiliki nilai jual.

Padahal, keberadaan mereka dinilai sangat vital dalam menjaga ritme pengangkutan dan pengurangan sampah di lapangan.

“Kalau mereka berhenti bekerja, dampaknya langsung terasa. Sampah cepat menumpuk dan petugas formal kewalahan,” ujarnya.

Ia menilai persoalan ini tidak bisa terus dianggap sepele. Sebab, ketika pengelolaan sampah terganggu, masyarakat menjadi pihak pertama yang menerima dampaknya.

Selain mengganggu kenyamanan, kondisi lingkungan yang kotor juga berpotensi memicu persoalan kesehatan baru. Terlebih saat cuaca panas, aroma sampah semakin menyengat dan mengundang lalat di sekitar permukiman.

Di beberapa titik pembuangan sementara, warga terlihat mulai menutup hidung ketika melintas. Sebagian lainnya memilih membuang sampah lebih jauh karena lokasi penampungan di dekat rumah sudah penuh.

DPRD Minta Pemkot Jangan Hanya Andalkan Sukarela

Kepler menegaskan Pemerintah Kota Tasikmalaya harus segera menyiapkan kebijakan yang berpihak pada para sukwan. Menurutnya, pemerintah tidak bisa terus mengandalkan semangat sukarela tanpa memberikan kepastian kesejahteraan.

Ia mendorong adanya insentif rutin, jaminan sosial, hingga pelatihan kerja bagi para sukwan agar mereka memiliki perlindungan yang lebih layak.

“Ini bukan sekadar urusan sampah. Ini menyangkut kemanusiaan dan keberlangsungan lingkungan kota,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa krisis sampah beberapa hari terakhir menjadi bukti nyata betapa pentingnya peran para sukarelawan tersebut.

Ketika mereka mogok, ritme pengangkutan sampah langsung terganggu. Dalam waktu singkat, tumpukan sampah muncul di berbagai titik.

Menurut Kepler, kondisi itu seharusnya menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah.

Ancaman Sampah Bisa Terulang Lagi

Kepler juga mengingatkan bahwa persoalan serupa sangat mungkin kembali terjadi jika Pemkot Tasikmalaya tidak segera memperbaiki pola penanganan terhadap sukwan.

Ia menilai selama ini perhatian terhadap para pekerja lapangan masih minim, padahal mereka setiap hari bersentuhan langsung dengan limbah rumah tangga dan kondisi lingkungan yang tidak mudah.

“Kalau kesejahteraan mereka terus diabaikan, kota ini akan terus menghadapi persoalan sampah yang sama,” katanya.

Di sisi lain, sejumlah warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum situasi semakin parah. Mereka khawatir penumpukan sampah berlangsung lebih lama dan memicu gangguan kesehatan lingkungan.

Persoalan ini juga memunculkan perdebatan di tengah masyarakat soal pentingnya pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, bukan hanya saat krisis terjadi.

Sebab kenyataannya, para sukwan selama ini menjadi lapisan paling depan yang menjaga kota tetap bersih, meski bekerja dengan keterbatasan.

Kini sorotan publik tertuju pada langkah Pemerintah Kota Tasikmalaya. Warga menunggu apakah persoalan ini akan diselesaikan dengan kebijakan nyata atau kembali berakhir sebagai polemik sesaat.

Kota bisa membangun taman, jalan, dan gedung megah. Namun ketika para penjaga kebersihan dibiarkan berjuang sendiri, tumpukan sampah akan selalu menjadi wajah paling jujur dari sebuah krisis. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ilustrasi Rabi'ah al-Adawiyah bermunajat dalam kesunyian malam dengan nuansa spiritual dan cahaya lembut

    Rabi’ah al-Adawiyah: Perempuan yang Mencintai Allah Tanpa Syarat

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Siapakah Rabi’ah al-Adawiyah dalam sejarah Islam? Namanya kerap disebut sebagai simbol cinta Ilahi—bukan cinta biasa, tetapi cinta yang menghapus rasa takut dan harapan, lalu menyisakan ketulusan semata. Namun, ada satu hal yang membuat kisahnya berbeda. Ia tidak takut neraka. Ia juga tidak menginginkan surga. Ia hanya menginginkan Allah. Di titik itu, Rabi’ah […]

  • digital publik

    Website DPRD Tasikmalaya: Hak Publik yang Terabaikan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kinerja digital DPRD Kota Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Website resmi lembaga legislatif kota tersebut dinilai belum mampu menjalankan fungsi utama sebagai sarana keterbukaan informasi publik. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat hak masyarakat untuk mengakses informasi kerja-kerja DPRD secara mudah dan akurat. Sorotan tersebut muncul setelah dilakukan perbandingan sederhana terhadap sejumlah website […]

  • Petugas Damkar memadamkan kebakaran gudang hengeur di Irigasi Cikunten Tamansari Kota Tasikmalaya dengan asap hitam pekat.

    Kebakaran Gudang Hengeur di Tasikmalaya Bikin Damkar Putar Arah Dua Kali

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran gudang hengeur di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Minggu (10/5/2026), sempat memicu kepanikan warga sekaligus membuat petugas pemadam kebakaran putar arah beberapa kali akibat laporan lokasi yang tidak akurat. Peristiwa kebakaran di Irigasi Cikunten, Kampung Sindangalih, itu langsung menjadi perhatian warga karena asap hitam pekat terlihat membubung tinggi hingga radius sekitar […]

  • santri penghafal Al-Qur'an

    Tangis di Sepertiga Malam: Kisah Santri Penghafal Al-Qur’an Ini Bikin Haru

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Jam menunjukkan pukul 03.30 dini hari. Sebagian orang masih terlelap, tetapi seorang santri penghafal Al-Qur’an sudah duduk bersila di sudut kamar sederhana. Suara lirih ayat suci mulai terdengar pelan. Inilah rutinitas yang jarang terlihat—perjalanan sunyi seorang hafiz Qur’an yang penuh disiplin dan keteguhan. Kisah santri penghafal Al-Qur’an atau hafiz Qur’an selalu menyimpan […]

  • Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pesan persatuan saat empat hari besar keagamaan berlangsung berdekatan di Indonesia.

    Fenomena Langka! Empat Hari Besar Keagamaan Datang Beriringan di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Fenomena hari besar keagamaan beriringan tahun ini menjadi perhatian publik. Perayaan beberapa hari suci dari berbagai agama datang hampir bersamaan, menciptakan momentum yang jarang terjadi. Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai situasi hari raya keagamaan yang berdekatan ini justru menjadi kesempatan penting untuk memperkuat persatuan dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Momentum empat […]

  • Ilustrasi jam pasir dengan kutipan Surat Al-‘Ashr tentang waktu, iman, amal saleh, dan kesabaran.

    Demi Waktu! Teguran Keras Surat Al-‘Ashr untuk Generasi Rebahan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Surat Al-‘Ashr sering kita baca cepat, bahkan hafal di luar kepala. Namun, justru karena terlalu akrab, banyak orang lupa bahwa Surat Al-‘Ashr adalah deklarasi kerugian massal. Dalam tiga ayat pendek dari Al-Qur’an, Allah membongkar ilusi kesibukan, produktivitas semu, dan gaya hidup yang tampak penuh pencapaian tetapi kosong makna. Surah ini bukan sekadar […]

expand_less