Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Merasa Terancam dan Gelisah? Ini Doa Nabi Musa yang Menenangkan Hati

Merasa Terancam dan Gelisah? Ini Doa Nabi Musa yang Menenangkan Hati

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Ada malam-malam ketika kepala terasa penuh. Pikiran berisik. Hati juga sulit diajak tenang.

Sebagian orang mencoba tidur lebih cepat. Sebagian lain memilih diam cukup lama sambil menatap langit-langit kamar. Dan tidak sedikit yang akhirnya membuka ponsel, lalu mencari satu hal sederhana: Doa Nabi Musa.

Doa Nabi Musa saat takut dan menghadapi tekanan hidup memang sering dicari banyak orang. Bukan cuma karena pendek. Tetapi karena isi doanya terasa dekat dengan keadaan manusia sehari-hari — cemas, gugup, takut gagal, lalu berharap Allah memberi kekuatan untuk melewati semuanya.

Menariknya, doa itu lahir bukan dalam situasi tenang.

Justru sebaliknya.

Nabi Musa mengucapkannya ketika sedang berada di bawah tekanan besar.

Ketika Nabi Musa Merasa Takut

Dalam kisah yang dijelaskan Al-Qur’an, Nabi Musa AS mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk mendatangi Fir’aun. Sosok penguasa yang terkenal keras, zalim, dan sangat ditakuti.

Bukan tugas ringan.

Bahkan bagi seorang nabi.

Di titik itu, Nabi Musa tidak menyembunyikan rasa takutnya. Ada kegelisahan yang sangat manusiawi. Dada terasa sempit. Lidah terasa berat. Dan itu tertulis jelas dalam Al-Qur’an.

Allah SWT mengabadikan doa Nabi Musa dalam Surah Thaha ayat 25 sampai 28:

“Rabbi syrah li shadri. Wa yassir li amri. Wahlul ‘uqdatan min lisani. Yafqahu qauli.”

Artinya:

“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku.”
(QS. Thaha: 25-28)

Doa itu terdengar sederhana ketika dibaca pelan.

Namun banyak orang merasa ada ketenangan aneh di dalamnya.

Terutama pada bagian awal.

“Rabbi syrah li shadri…”

Beberapa orang bahkan mengulang bagian itu berkali-kali saat hati sedang kusut.

Doa yang Terasa Sangat Manusiawi

Yang membuat doa Nabi Musa begitu melekat sampai hari ini mungkin karena isinya tidak terdengar muluk-muluk.

Nabi Musa tidak meminta masalahnya langsung hilang.

Ia hanya meminta dadanya dilapangkan.

Dan kadang, itu memang yang paling dibutuhkan manusia ketika tekanan datang bersamaan.

Ada orang yang membaca doa ini sebelum wawancara kerja. Ada mahasiswa yang melafalkannya pelan sebelum sidang skripsi dimulai. Sebagian guru bahkan terbiasa mengajarkan doa tersebut kepada murid-murid kecil sebelum tampil di depan kelas.

Situasinya berbeda-beda.

Tetapi rasa gugupnya sama.

Di beberapa masjid, doa Nabi Musa juga sering terdengar selepas salat berjamaah. Kadang dibaca imam. Kadang dibaca sendiri oleh jamaah yang duduk agak lama di saf belakang.

Pelan. Tidak terburu-buru.

Al-Qur’an Juga Menjelaskan Ketakutan Nabi Musa

Banyak orang mengira rasa takut adalah tanda lemahnya iman. Padahal dalam Al-Qur’an, Nabi Musa sendiri pernah mengungkapkan ketakutannya secara langsung kepada Allah SWT.

Dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 12-13 disebutkan:

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku takut mereka akan mendustakanku. Dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar, maka utuslah Harun bersamaku.”
(QS. Asy-Syu’ara: 12-13)

Ayat ini terasa sangat dekat dengan kehidupan manusia hari ini.

Ada kalanya seseorang tahu apa yang benar, tetapi tetap gemetar ketika harus menghadapinya. Ada yang takut ditolak. Takut gagal. Takut dipermalukan.

Dan ternyata, rasa seperti itu juga pernah dirasakan Nabi Musa.

Bedanya, beliau memilih mendekat kepada Allah, bukan tenggelam dalam ketakutan itu sendiri.

Saat Tekanan Datang Bertubi-tubi

Kadang hidup memang datang tanpa aba-aba.

Tagihan muncul bersamaan. Masalah keluarga belum selesai. Pekerjaan menumpuk. Pikiran mulai lelah. Di titik tertentu, seseorang bisa merasa sesak bahkan tanpa tahu cara menjelaskannya.

Dan di momen seperti itu, banyak orang mulai sadar bahwa hati juga butuh ditenangkan.

Bukan hanya tubuh.

Tidak heran jika doa Nabi Musa terus diamalkan dari generasi ke generasi. Sebab isi doanya terasa hidup. Sangat dekat dengan manusia.

Pendek, tetapi dalam.

Tidak berlebihan, namun menenangkan.

Bukan Sekadar Dibaca, Tapi Diresapi

Sebagian ulama menjelaskan bahwa doa bukan hanya tentang lafaz yang diucapkan. Ada ketundukan hati di dalamnya. Ada pengakuan bahwa manusia punya batas dan tetap membutuhkan pertolongan Allah SWT.

Mungkin itu sebabnya doa Nabi Musa terasa berbeda.

Kalimatnya singkat. Tidak panjang.

Tetapi ketika dibaca dalam keadaan hati sedang penuh, doa itu seperti memberi ruang kecil untuk bernapas lebih lega.

Dan kadang, itu sudah cukup untuk membuat seseorang kembali kuat menjalani harinya.

Tidak semua rasa takut langsung hilang setelah berdoa. Namun sering kali, doa membuat hati yang tadinya sesak perlahan menjadi lebih lapang. Dan mungkin di situlah letak kekuatan terbesar doa Nabi Musa: bukan menjauhkan manusia dari masalah, melainkan membuatnya tetap mampu berdiri meski sedang takut sendirian. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nasi goreng kampung premium dengan udang besar dan plating elegan ala hotel bintang 5, tampilan mewah dan menggugah selera

    Nasi Goreng Kampung Jadi Mewah? Ini Rahasia Chef!

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Nasi goreng kampung premium kini jadi sorotan pecinta kuliner. Hidangan ini bukan sekadar makanan biasa, melainkan transformasi dari nasi goreng tradisional, nasi goreng rumahan, hingga nasi goreng ala hotel bintang 5. Menariknya, rasa khas tetap dipertahankan, sementara tampilan berubah lebih elegan. Awalnya, nasi goreng kampung dikenal sederhana dan cepat saji. Namun, kini […]

  • TPPO Tasikmalaya

    Polisi Selidiki Dugaan TPPO Warga Tasikmalaya di Kamboja

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Kasus dugaan TPPO Tasikmalaya membuka celah perlindungan migran dan menuntut respons negara yang lebih cepat. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sekelompok pria asal Kabupaten dan Kota Tasikmalaya yang mengaku menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Rekaman berdurasi sekitar satu menit itu menampilkan para korban […]

  • Resep 7 aneka olahan daging kurban modern seperti burger sapi, shawarma, kebab homemade, rice bowl sambal matah, dan Korean BBQ saat Idul Adha.

    Terungkap! 7 Resep Rahasia Membuat Olahan Daging Kurban

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Idul Adha biasanya identik dengan sate, gulai, dan tongseng. Namun sekarang, olahan daging kurban mulai berubah mengikuti tren kuliner modern. Banyak keluarga muda mulai mencoba resep daging kurban viral seperti Korean BBQ, shawarma, burger homemade, hingga smoked beef yang ramai muncul di TikTok dan Instagram. Selain lebih praktis, menu seperti ini terasa […]

  • paten pesantren

    Tradisi Keilmuan Pesantren Akan Dipatenkan, Ini Langkah Baru Kemenag

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Pemerintah mulai memberi perhatian serius terhadap perlindungan karya intelektual pesantren. Lewat program paten pesantren, Kementerian Agama ingin memastikan tradisi keilmuan ulama Nusantara tidak hilang di tengah perkembangan zaman. Langkah itu muncul setelah banyak karya berbasis pesantren dinilai belum memiliki perlindungan hukum yang kuat. Padahal, pesantren selama ini tidak hanya menjadi pusat pendidikan […]

  • Jadwal Haji 2026

    Jadwal Haji 2026 Resmi, Wukuf Arafah Jadi Puncak Ibadah

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Jadwal Haji 2026 resmi menjadi perhatian jutaan calon jemaah di Indonesia. Pemerintah telah merilis rangkaian lengkap perjalanan ibadah haji 1447 H/2026 M, mulai dari keberangkatan di Tanah Air, puncak ibadah di Arafah, hingga kepulangan kembali ke Indonesia. Jadwal Haji 2026 atau rangkaian ibadah haji 1447 H ini bukan sekadar agenda tahunan. […]

  • Perbedaan malam Lailatul Qadr antara NU dan Muhammadiyah

    Malam 27 atau 28? Perbedaan Hitungan Lailatul Qadr, Ini Penjelasannya

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perbincangan mengenai Lailatul Qadr yang berbeda kembali muncul di tengah masyarakat. Tahun ini, sebagian umat Islam menyebut malam ini sebagai malam 27 Ramadan menurut pemerintah dan Nahdlatul Ulama, sementara bagi Muhammadiyah malam yang sama justru dihitung sebagai malam ke-28 Ramadan. Perbedaan ini membuat sebagian orang bertanya-tanya: apakah Lailatul Qadr berbeda bagi masing-masing […]

expand_less