Kebakaran Gudang Hengeur di Tasikmalaya Bikin Damkar Putar Arah Dua Kali
- account_circle redaktur
- calendar_month Senin, 11 Mei 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dua petugas nampak sedang memadamkan api di Gudang Hengeur Skala Rumahan Habis terbakar, Minggu(10/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran gudang hengeur di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Minggu (10/5/2026), sempat memicu kepanikan warga sekaligus membuat petugas pemadam kebakaran putar arah beberapa kali akibat laporan lokasi yang tidak akurat.
Peristiwa kebakaran di Irigasi Cikunten, Kampung Sindangalih, itu langsung menjadi perhatian warga karena asap hitam pekat terlihat membubung tinggi hingga radius sekitar dua kilometer.
Selain itu, api dengan cepat melahap bangunan semi permanen yang dipenuhi bahan mudah terbakar berupa pakaian dan material hengeur.
Damkar Sempat Bergerak ke Lokasi yang Salah
Personel BPBD Kota Tasikmalaya, Deden, mengatakan petugas awalnya menerima laporan adanya dua rumah terbakar di wilayah Cilolohan, tepatnya kawasan BTH.
Tanpa menunggu lama, tim pemadam langsung bergerak menuju titik yang dilaporkan warga.
Namun setelah tiba di lokasi, petugas tidak menemukan adanya kebakaran.
“Awalnya kami dapat informasi ada dua rumah terbakar di Cilolohan. Tim langsung meluncur, ternyata nihil,” ujar Deden kepada wartawan, Minggu siang.
Tak berselang lama, muncul lagi laporan baru yang menyebut titik api berada di wilayah Cicantel, Mulyasari.
Petugas Damkar kembali memutar arah dan menuju lokasi kedua.
Akan tetapi, hasilnya kembali sama. Tidak ada kebakaran di titik tersebut.
Situasi itu membuat petugas harus bergerak cepat melakukan koordinasi ulang sambil mencari sumber informasi paling akurat.
Baru setelah berkomunikasi dengan jajaran Polsek Tamansari, lokasi kebakaran akhirnya teridentifikasi berada di kawasan Irigasi Cikunten, Kampung Sindangalih.
“Polisi akhirnya langsung mengawal petugas menuju lokasi sebenarnya karena informasi sebelumnya simpang siur,” kata Deden.
Api Sudah Membesar Saat Petugas Tiba
Ketika petugas tiba di lokasi kejadian, kondisi gudang hengeur skala rumahan itu sudah nyaris habis terbakar.
Api terlihat membesar dengan cepat karena material di dalam bangunan sangat mudah tersulut.
Selain tumpukan pakaian, terdapat bahan hengeur yang mempercepat penyebaran api ke seluruh sisi bangunan.
Warga sekitar sebelumnya sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya.
Namun kobaran api terus membesar hingga sulit dikendalikan.
Asap hitam tebal terlihat membumbung tinggi dan menarik perhatian warga sekitar Tamansari.
Beberapa warga bahkan keluar rumah untuk menyaksikan proses pemadaman dari kejauhan.
“Tadi api cepat sekali membesar. Awalnya kecil, lalu langsung hitam asapnya,” ujar Rahmat, warga sekitar lokasi.
Diduga Berasal dari Korsleting Listrik
Petugas menduga kebakaran dipicu korsleting listrik dari instalasi bangunan gudang.
Percikan api kemudian menyambar tumpukan bahan mudah terbakar sebelum akhirnya menjalar ke seluruh bagian bangunan semi permanen tersebut.
Karena itu, api sulit dikendalikan dalam waktu singkat.
Tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan kobaran api sekaligus melakukan pendinginan.
Petugas membutuhkan waktu lebih dari satu jam hingga api benar-benar padam.
Meski kebakaran cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Namun pemilik gudang mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah karena bangunan dan seluruh isi gudang hangus terbakar.
“Bangunan beserta isinya habis terbakar. Saat ini pemilik masih dimintai keterangan,” ujar salah satu petugas di lokasi kejadian.
Polisi Pasang Garis Pengaman
Usai proses pemadaman selesai, aparat kepolisian langsung memasang garis polisi di sekitar area kebakaran.
Langkah itu dilakukan untuk mempermudah proses penyelidikan sekaligus mengamankan lokasi dari kerumunan warga.
Petugas juga mulai memeriksa kondisi instalasi listrik dan sisa material bangunan yang terbakar.
Sementara itu, warga sekitar diimbau lebih rutin memeriksa instalasi listrik rumah maupun tempat usaha, terutama bangunan dengan penggunaan daya besar dan material mudah terbakar.
Imbauan tersebut dinilai penting karena kasus korsleting listrik masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran rumah dan usaha rumahan di wilayah perkotaan.
Kebakaran dan Tantangan Informasi Darurat
Peristiwa di Tamansari ini sekaligus memperlihatkan bagaimana informasi yang tidak akurat bisa memengaruhi kecepatan respons petugas darurat.
Dalam kondisi kebakaran, keterlambatan beberapa menit saja dapat membuat api membesar dan memperparah kerusakan.
Karena itu, petugas meminta masyarakat memastikan lokasi kejadian secara jelas saat melapor agar proses penanganan bisa berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran.
Di sisi lain, warga juga diingatkan untuk tidak panik saat terjadi kebakaran dan segera menghubungi layanan darurat resmi dengan informasi yang detail.
Sebab ketika laporan simpang siur muncul bersamaan, petugas harus berpacu bukan hanya melawan api, tetapi juga melawan waktu dan kebingungan di lapangan. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar