Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Status Honorer 2027: FSGI Khawatir Krisis Pengajar Mengintai

Status Honorer 2027: FSGI Khawatir Krisis Pengajar Mengintai

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 166
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Bel sekolah belum lama berbunyi ketika beberapa guru mulai masuk ke ruang kelas di sebuah sekolah pinggiran. Sebagian membawa tumpukan buku. Sebagian lagi menyalakan kipas ruangan yang sejak pagi terasa panas.

Di antara mereka, ada guru honorer yang sudah mengajar bertahun-tahun. Datang paling pagi. Pulang paling akhir. Namun hingga kini, status kerjanya masih belum pasti.

Karena itu, rencana status honorer dihapus 2027 mulai memunculkan kegelisahan baru di dunia pendidikan. Isu penghapusan tenaga honorer, termasuk guru non-ASN di sekolah daerah, kini ramai diperbincangkan setelah Federasi Serikat Guru Indonesia atau FSGI mengingatkan potensi krisis guru jika transisi kebijakan tidak berjalan matang.

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan.

Di banyak daerah, sekolah masih bertahan dengan bantuan guru honorer untuk menjaga kegiatan belajar tetap berjalan setiap hari.

Banyak Sekolah Masih Bergantung pada Guru Honorer

Di sejumlah sekolah, terutama wilayah pinggiran dan daerah terpencil, guru honorer bukan sekadar pelengkap.

Mereka justru menjadi tenaga utama yang menutup kekurangan pengajar.

Ada yang mengajar matematika sekaligus olahraga. Ada pula yang harus berpindah kelas sejak pagi hingga siang karena jumlah guru terbatas.

Situasi seperti itu masih terjadi di banyak tempat.

Karena itu, ketika isu penghapusan honorer kembali mencuat, kecemasan langsung terasa di kalangan tenaga pendidik.

“Kalau honorer benar-benar dihapus tanpa solusi jelas, sekolah mau jalan bagaimana?” ujar seorang guru di Tasikmalaya yang meminta namanya tidak ditulis.

Pertanyaan itu kini mulai sering muncul di forum guru dan media sosial pendidikan.

Sebagian tenaga honorer mengaku bingung dengan arah kebijakan yang akan diterapkan pemerintah dalam beberapa tahun ke depan.

FSGI Ingatkan Ancaman Krisis Guru

FSGI menilai pemerintah perlu berhati-hati dalam menerapkan kebijakan penghapusan status honorer pada 2027.

Organisasi tersebut mengingatkan bahwa banyak sekolah saat ini belum siap kehilangan tenaga pengajar non-ASN dalam jumlah besar.

Apalagi distribusi guru di Indonesia hingga sekarang masih belum merata.

Sekolah di kota besar mungkin lebih mudah mencari pengganti. Namun di daerah tertentu, satu guru bisa memegang beberapa mata pelajaran sekaligus karena keterbatasan tenaga pengajar.

Jika kondisi itu tidak segera diantisipasi, FSGI khawatir krisis guru perlahan mulai muncul di sejumlah wilayah.

“Jangan sampai penghapusan honorer justru memicu kekurangan guru baru,” ujar perwakilan FSGI dalam keterangannya.

Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian luas.

Di media sosial, banyak guru honorer mulai saling bertanya tentang nasib mereka setelah 2027. Ada yang mencoba tetap optimistis. Namun tidak sedikit yang mengaku cemas.

Persoalan Lama: Gaji yang Belum Layak

Selain soal status kerja, kesejahteraan guru honorer kembali menjadi sorotan.

Hingga saat ini, masih banyak tenaga pendidik non-ASN yang menerima honor jauh di bawah kebutuhan hidup layak.

Ada guru yang tetap mengajar setiap hari meski penghasilannya hanya cukup untuk biaya transportasi dan kebutuhan dasar.

Namun mereka tetap bertahan.

Sebagian mengaku tidak tega meninggalkan murid. Sebagian lagi berharap suatu hari ada kepastian yang lebih baik.

“Kadang bukan capek ngajarnya yang berat, tapi mikirin masa depan,” kata seorang guru honorer di Jawa Barat.

Kalimat itu terdengar sederhana. Tetapi bagi banyak tenaga honorer, kegelisahan tersebut nyata.

Transisi Dinilai Harus Realistis

FSGI meminta pemerintah tidak hanya fokus pada penghapusan status administrasi honorer.

Menurut mereka, pemerintah juga perlu memastikan proses transisi berjalan realistis dan sesuai kondisi lapangan.

Pemetaan kebutuhan guru dinilai menjadi langkah penting agar sekolah tidak mengalami kekosongan tenaga pengajar secara mendadak.

Selain itu, proses rekrutmen ASN dan PPPK juga perlu berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

Sebab hingga kini, banyak sekolah masih mengandalkan guru honorer untuk menjaga ruang kelas tetap hidup setiap hari.

Di sisi lain, dunia pendidikan tidak bisa berhenti menunggu.

Setiap pagi, siswa tetap datang ke sekolah. Buku pelajaran tetap dibuka. Dan guru tetap berdiri di depan kelas, meski sebagian dari mereka masih dibayangi ketidakpastian.

Dunia Pendidikan Sedang Menunggu Kepastian

Penghapusan status honorer kini bukan lagi sekadar persoalan birokrasi.

Di balik kebijakan itu, ada jutaan siswa yang membutuhkan guru. Ada sekolah yang masih kekurangan tenaga pengajar. Dan ada ribuan guru honorer yang terus bekerja sambil menunggu arah masa depan mereka.

Karena itu, banyak pihak berharap pemerintah tidak sekadar menutup status lama tanpa membuka solusi yang benar-benar siap dijalankan.

Sebab pendidikan tidak hanya bergantung pada gedung sekolah atau kurikulum baru.

Ada manusia-manusia yang setiap hari menjaga ruang kelas tetap menyala.

Sekolah mungkin masih bisa berdiri tanpa cat baru di dindingnya. Tetapi ketika guru mulai kehilangan kepastian hidup, yang perlahan runtuh sebenarnya bukan bangunannya — melainkan masa depan pendidikan itu sendiri. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • solusi pascapanen singkong

    Solusi Pascapanen Singkong, Cerita Mahasiswa dan UMKM Desa

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 205
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Cuaca mendung kerap menjadi momok bagi pelaku UMKM olahan singkong di desa. Proses pengeringan yang bergantung pada sinar matahari sering terhenti, sementara kebutuhan produksi terus berjalan. Kondisi inilah yang mendorong mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) turun langsung ke lapangan membawa solusi pascapanen singkong berbasis teknologi tepat guna. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, […]

  • Ilustrasi kitab berbahasa Arab klasik di perpustakaan Islam kuno dengan suasana intelektual dan pencahayaan hangat.

    Peran Bahasa Arab dalam Ilmu Pengetahuan yang Jarang Disadari

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengenal bahasa Arab hanya sebagai bahasa agama atau bahasa ibadah. Padahal, bahasa Arab ilmu memiliki peran besar dalam sejarah pengetahuan dunia. Bahasa ini pernah menjadi pusat lahirnya berbagai kajian ilmiah, mulai dari kedokteran, astronomi, matematika, hingga filsafat. Bahkan, banyak istilah ilmiah modern berakar dari bahasa Arab yang berkembang selama masa […]

  • Ilustrasi madu dalam Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 69 sebagai syifa dan tanda kebesaran Allah.

    Fakta Madu dalam Al-Qur’an yang Jarang Diketahui

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Madu dalam Al-Qur’an bukan sekadar simbol manisnya kehidupan, melainkan disebut langsung sebagai syifa atau obat. Dalam Surah An-Nahl ayat 68-69, Allah menjelaskan asal-usul madu, warnanya yang beragam, serta khasiatnya bagi manusia. Selain itu, ayat ini juga menjadi bukti kebesaran-Nya bagi siapa saja yang mau berpikir. Karena itu, pembahasan tentang madu sebagai penyembuh […]

  • Kereta Api Nataru

    KAI Perluas Layanan Kereta Api Nataru Demi Antisipasi Lonjakan Penumpang

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 221
    • 0Komentar

    KAI menambah Kereta Api Nataru untuk antisipasi lonjakan penumpang dan menjaga kelancaran libur akhir tahun. albadarpost.com, LENSA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menambah puluhan perjalanan Kereta Api Nataru untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kebijakan ini penting karena kebutuhan mobilitas masyarakat pada akhir tahun terus meningkat dan […]

  • Korban kekerasan seksual duduk termenung di ruang gelap, menggambarkan ketakutan dan hambatan melapor ke aparat hukum.

    Korban Kekerasan Seksual Lebih Memilih Diam, Mengapa?

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 227
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kekerasan seksual terus terjadi di berbagai ruang kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, ironi paling menyakitkan justru muncul setelah peristiwa itu terjadi: sebagian besar korban memilih diam. Mereka tidak melapor ke aparat penegak hukum, tidak mendatangi layanan pendampingan, bahkan tidak menceritakan pengalaman traumatis itu kepada orang terdekat. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: apa yang […]

  • Ledakan Dadaha

    Fakta Baru Ledakan Dadaha, Polisi Ungkap Awal Perselisihan

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarapost.com, BERITA DAERAH – Ledakan Dadaha di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, memasuki babak baru. Berdasarkan hasil penyidikan sementara, kepolisian mengungkap bahwa rangkaian peristiwa yang berujung pada ledakan diduga berawal dari perselisihan antarpedagang. Temuan awal tersebut sekaligus meluruskan berbagai spekulasi yang sempat beredar di ruang publik, meski proses penyidikan hingga kini masih terus berjalan. […]

expand_less