TikTok Shop Masuk Tasikmalaya, Kadin Bidik Ledakan Ekonomi Digital
- account_circle redaktur
- calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kantor TikTok Indonesia.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Suasana di ruang rapat itu sebenarnya tidak terlalu formal-formal amat. Beberapa peserta masih terdengar saling bercanda kecil sebelum acara dimulai. Namun ketika pembahasan masuk soal TikTok Shop dan investasi digital, nada diskusi langsung berubah serius.
Di situlah nama Tasikmalaya beberapa kali disebut dengan nada optimistis.
Kadin Kota Tasikmalaya kini mencoba masuk ke arena yang lebih besar: ekonomi digital. Bukan sekadar seminar atau wacana, mereka mengklaim sudah menggandeng TikTok Shop pusat dan mulai menyiapkan program nasional bertajuk TikTok Camp Afiliator.
Program itu diumumkan dalam Rapat Pimpinan Kadin Kota Tasikmalaya, Sabtu (9/5/2026).
Di sela pemaparannya, Pj Ketua Kadin Kota Tasikmalaya Asep Saepulloh beberapa kali terdengar menekankan satu hal yang menurutnya masih jadi pekerjaan rumah terbesar daerah: data potensi investasi.
“Kita ini jangan sampai bikin investor bingung datang ke Tasikmalaya,” ujarnya.
Kalimat itu meluncur sambil tangannya menunjuk layar presentasi di depan ruangan.
Tasikmalaya Dinilai Belum Punya “Peta Besar”
Menurut Asep, Tasikmalaya sebenarnya memiliki banyak potensi usaha. Mulai dari UMKM, industri kreatif, sampai perdagangan digital yang terus tumbuh. Hanya saja, potensi itu dinilai masih bergerak sendiri-sendiri dan belum dipetakan secara kuat.
Padahal, investor biasanya mencari kepastian lebih dulu sebelum masuk.
“Kalau datanya jelas, orang juga lebih yakin,” katanya lagi.
Beberapa peserta rapat tampak mengangguk ketika isu investasi dibahas. Topik itu memang cukup sensitif di Tasikmalaya beberapa tahun terakhir. Ada kekhawatiran peluang investasi berpindah ke daerah lain jika iklim usaha dianggap tidak stabil.
Karena itu, Kadin mulai mencoba pendekatan berbeda. Mereka tidak lagi hanya bicara promosi daerah secara konvensional, tetapi masuk langsung ke ekosistem digital yang sedang tumbuh cepat.

Pj Ketua Kadin Kota Tasikmalaya Asep Saepulloh bersama Plh Walikota Rd Diky Candranegara, Sabtu (9/5/2026).
TikTok Camp Afiliator Jadi Langkah yang Paling Banyak Dibicarakan
Dari seluruh agenda yang dibahas, rencana TikTok Camp Afiliator menjadi topik yang paling menyita perhatian ruangan.
Beberapa peserta bahkan terlihat langsung mengangkat ponsel saat program itu dipresentasikan.
Kadin menyebut program tersebut akan mempertemukan afiliator, kreator konten, dan pelaku UMKM dalam satu jaringan promosi digital. Targetnya bukan hanya jualan online, tetapi membangun perputaran ekonomi baru lewat live commerce dan pemasaran media sosial.
Asep mengatakan, saat ini sudah ada sekitar 120 afiliator yang mulai dibina.
Jumlah itu memang belum besar. Namun bagi Tasikmalaya, langkah tersebut dianggap cukup berani karena belum banyak daerah yang masuk serius ke model promosi digital seperti ini.
“Anak-anak muda sekarang mainnya sudah beda. Pasarnya juga pindah ke digital,” ujarnya.
Kalimat itu disambut beberapa tepuk tangan kecil dari peserta yang duduk di bagian belakang ruangan.
UMKM Tidak Lagi Cukup Mengandalkan Cara Lama
Kadin melihat perubahan pola belanja masyarakat berjalan sangat cepat dalam dua tahun terakhir. Produk yang dulu hanya dijual lewat toko fisik kini mulai berpindah ke live streaming, video pendek, hingga promosi afiliator.
Tasikmalaya tidak ingin tertinggal di fase itu.
Karena itulah, selain TikTok Camp, Kadin juga mulai menyiapkan program diskon massal dan promosi digital UMKM yang akan digelar dalam waktu dekat.
Mereka berharap produk lokal Tasikmalaya bisa mendapat pasar yang lebih luas tanpa harus bergantung pada pola penjualan lama.
Di sisi lain, strategi ini juga diarahkan untuk membuka peluang kerja baru, terutama bagi anak muda yang akrab dengan media sosial tetapi belum memiliki pekerjaan tetap.
Pemkot Tasikmalaya Langsung Beri Sinyal Dukungan
Plh Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara yang hadir dalam kegiatan itu tampak cukup antusias ketika membahas ekonomi digital.
Ia menyebut langkah Kadin sebagai terobosan yang relevan dengan perubahan zaman.
Menurutnya, daerah tidak bisa terus mengandalkan pola ekonomi lama jika ingin bersaing menarik investasi.
“Ini peluang bagus buat UMKM dan anak muda,” katanya singkat.
Ucapan itu langsung disambut tepuk tangan peserta rapat.
Tasikmalaya Mulai Bergerak ke Arena Baru
Di luar ruang rapat, pembicaraan soal TikTok Camp masih berlanjut dalam kelompok-kelompok kecil. Ada yang membahas potensi UMKM, ada juga yang mulai bicara soal peluang afiliator dan live shopping.
Tasikmalaya mungkin belum sebesar kota-kota digital lain di Indonesia. Namun langkah kecil seperti ini menunjukkan arah yang mulai berubah.
Mereka tampaknya sadar satu hal: di era sekarang, perhatian publik bisa berubah menjadi transaksi. Dan transaksi bisa berubah menjadi kekuatan ekonomi baru.
Ketika banyak daerah masih sibuk mencari cara masuk ke ekonomi digital, Tasikmalaya justru mulai mengetuk pintu lebih dulu—dan kali ini, mereka datang sambil membawa TikTok Shop. (ARR)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar