Hari Pertama Jadi Plh Wali Kota, Diky Soroti HP Ilegal di Lapas
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya Diky Candranegara memimpin Apel Pemasyarakatan Bersih dari Halinar di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, jumat(8/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Jumat pagi (8/5/2026), terlihat lebih sibuk dari biasanya. Sejumlah petugas pemasyarakatan tampak bersiaga sejak pagi di halaman dalam lapas. Beberapa pegawai berdiri berjejer mengikuti apel, sementara aktivitas warga binaan tetap berjalan dari balik blok tahanan.
Pagi itu, Diky Candranegara datang untuk pertama kalinya sebagai Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya.
Belum genap sehari menjalankan tugas menggantikan Viman Alfarizi Ramadhan yang sedang menunaikan ibadah haji, Diky langsung memilih mendatangi lapas yang saat ini dihuni lebih dari 400 warga binaan atau melebihi kapasitas normal.
Dalam apel pemasyarakatan bertema pemberantasan Halinar itu, Diky cukup banyak menyoroti persoalan handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba di lingkungan lapas.
“Manusia tanpa aturan pasti berantakan. Jadi aturan harus tetap jalan, termasuk soal kebersihan, kenyamanan, sampai penertiban HP ilegal dan narkoba,” kata Diky di hadapan peserta apel.
Datang Pagi, Langsung Tinjau Kondisi Lapas
Diky tiba saat suasana lapas masih relatif tenang. Setelah mengikuti rangkaian apel, ia terlihat beberapa kali berbincang dengan petugas pemasyarakatan mengenai kondisi lapas dan aktivitas pembinaan warga binaan.
Di beberapa sudut area dalam, petugas tampak mendokumentasikan kegiatan tersebut menggunakan telepon genggam. Sementara sejumlah warga binaan mengikuti kegiatan rutin dari dalam area blok masing-masing.
Kondisi over kapasitas menjadi salah satu hal yang cukup disorot dalam kunjungan itu. Meski jumlah penghuni melebihi daya tampung, Diky menilai suasana lapas masih terlihat tertata.
“Walaupun overload, kebersihan dan kenyamanan di sini masih terjaga. Itu artinya aturan tetap berjalan,” ujarnya.
Menurut informasi dari petugas, jumlah penghuni lapas saat ini sudah melampaui kapasitas ideal. Karena itu, pengawasan dan penertiban menjadi perhatian utama jajaran pemasyarakatan.
Soroti HP Ilegal dan Narkoba
Dalam arahannya, Diky beberapa kali menyinggung pentingnya penegakan aturan di dalam lapas. Ia menilai persoalan handphone ilegal dan narkoba masih menjadi tantangan serius di berbagai lembaga pemasyarakatan.
Karena itu, ia meminta program pemberantasan Halinar berjalan konsisten.
Isu peredaran handphone ilegal di lapas memang beberapa kali menjadi perhatian publik secara nasional. Selain berpotensi memicu pelanggaran aturan, penggunaan HP ilegal juga dinilai bisa membuka celah komunikasi yang tidak terpantau.
Di sisi lain, Diky mengingatkan bahwa kondisi lapas yang penuh justru membutuhkan pengawasan lebih disiplin.
“Kalau aturannya longgar, situasi bisa cepat tidak terkendali,” katanya.
Sebut Pengalaman di Lapas Jadi Momen Berbeda
Di sela sambutan, Diky sempat bercerita bahwa momen menjadi pembina apel di lapas terasa cukup spesial baginya.
Ia mengaku sebelumnya pernah memimpin apel di lingkungan Kejaksaan Kota Tasikmalaya. Namun suasana di lapas menurutnya memiliki pengalaman berbeda.
“Ini kedua kalinya saya diminta jadi pembina apel. Pertama di Kejaksaan, sekarang di lapas,” ujarnya sambil tersenyum.
Selain meninjau kegiatan apel, Diky juga mendengar penjelasan mengenai sejumlah program pembinaan warga binaan, termasuk budidaya lele yang dikelola di lingkungan lapas.
Program tersebut menjadi salah satu aktivitas pembinaan kemandirian yang saat ini masih berjalan.
Pemerintahan Sementara Mulai Berjalan
Sementara itu, roda pemerintahan Kota Tasikmalaya kini sementara berada di bawah kendali Diky Candranegara selama wali kota definitif menjalankan ibadah haji.
Sejumlah agenda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa.
Langkah Diky mendatangi lapas di hari pertama bertugas juga memunculkan kesan bahwa isu ketertiban dan disiplin langsung masuk dalam perhatian awal pemerintah kota.
Di tengah lapas yang penuh sesak dan pengawasan yang terus diperketat, kunjungan pertama Diky Candranegara sebagai Plh Wali Kota Tasikmalaya mengirim pesan sederhana tetapi tegas: aturan tetap harus berdiri, bahkan ketika keadaan sedang tidak mudah. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar