Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Media Sosial hingga Hilangnya Rasa Malu, Inikah Tanda Akhir Zaman?

Media Sosial hingga Hilangnya Rasa Malu, Inikah Tanda Akhir Zaman?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 191
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Dulu banyak orang membayangkan akhir zaman akan datang lewat peristiwa besar yang menggetarkan dunia. Langit gelap, bumi berguncang, atau suara yang membuat manusia panik berlarian. Namun sekarang, sebagian orang justru mulai merasa bahwa tanda-tanda dalam Hadis Akhir Zaman hadir perlahan di tengah kehidupan modern.

Bukan lewat suara menggelegar.

Tetapi lewat perubahan manusia itu sendiri.

Media sosial semakin ramai, tetapi percakapan makin mudah berubah menjadi pertengkaran. Informasi tersebar dalam hitungan detik, sementara kebenaran sering tertinggal di belakang. Semua orang ingin didengar, tetapi sedikit yang benar-benar mau memahami.

Sebagian orang menilai fenomena tersebut mirip dengan tanda-tanda yang disebut dalam hadis.

Semua Orang Punya Suara, Tapi Tidak Semua Membawa Ilmu

Hari ini, siapa pun bisa bicara tentang apa saja. Cukup satu akun dan satu unggahan, seseorang bisa terlihat seperti ahli.

Padahal belum tentu memahami persoalan secara utuh.

Fenomena itu sering terlihat di kolom komentar media sosial. Perdebatan kecil bisa berubah panas hanya dalam beberapa menit. Bahkan di grup WhatsApp keluarga, obrolan sederhana kadang berakhir saling sindir hanya karena perbedaan pandangan.

Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

“Di antara tanda kiamat adalah sedikitnya ilmu dan banyaknya kebodohan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis itu terasa semakin dekat dengan kehidupan sekarang.

Orang lebih cepat membagikan kabar dibanding tabayun, memeriksa kebenarannya. Judul sensasional lebih mudah dipercaya daripada penjelasan panjang yang menenangkan.

Ironisnya, mereka yang benar-benar memahami masalah sering memilih diam. Sementara yang baru membaca satu potongan informasi sudah merasa paling benar.

Hilangnya Rasa Malu di Era Konten

Dulu, banyak orang merasa malu ketika melakukan kesalahan di depan umum. Sekarang situasinya mulai berubah.

Sebagian orang justru sengaja membuka aibnya sendiri demi perhatian dan jumlah viewer.

Dalam hadis riwayat Sahih Bukhari, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jika engkau tidak punya rasa malu, maka berbuatlah sesukamu.”

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun jika diperhatikan, kehidupan modern justru sering memperlihatkan hal sebaliknya.

Tidak sedikit orang rela membuat sensasi demi viral. Ada yang memamerkan pertengkaran rumah tangga, ada pula yang menjadikan masalah pribadi sebagai hiburan publik.

Di warung kopi, fenomena seperti ini sering menjadi bahan obrolan.

“Sekarang mah yang penting rame dulu,” ucap seorang warga sambil tertawa kecil ketika membahas konten viral di media sosial.

Kalimat itu terdengar ringan, tetapi menyimpan realita yang cukup dalam.

Pendusta Dipercaya, Orang Jujur Dicurigai

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang mulai sulit membedakan mana fakta dan mana opini.

Hoaks menyebar cepat. Potongan video tanpa konteks langsung memancing kemarahan publik. Kadang klarifikasi datang belakangan, setelah seseorang lebih dulu dihujat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Pendusta dipercaya dan orang jujur dianggap dusta.”
(HR. Ahmad)

Sebagian orang merasa hadis itu semakin relevan dengan kehidupan digital hari ini.

Di media sosial, informasi yang paling memancing emosi biasanya lebih cepat naik dibanding penjelasan yang tenang dan masuk akal.

Yang paling menyedihkan adalah ketika manusia lebih menikmati keributan dibanding mencari kebenaran.

Teknologi Semakin Canggih, Tetapi Manusia Makin Gelisah

Kehidupan modern membuat semuanya serba cepat.

Pesan terkirim dalam hitungan detik. Belanja bisa dilakukan tanpa keluar rumah. Bahkan hiburan tersedia tanpa batas selama 24 jam.

Namun di balik semua kemudahan itu, banyak orang justru merasa lelah secara mental.

Tidak sedikit yang terlihat tertawa di media sosial, tetapi diam-diam merasa kesepian. Ada yang sibuk membangun citra bahagia, padahal hatinya sedang tidak baik-baik saja.

Fenomena itu sering terlihat di kehidupan sehari-hari. Orang berkumpul di satu meja, tetapi masing-masing sibuk menatap layar ponselnya sendiri.

Dekat secara fisik, jauh secara hati.

Fitnah Menjadi Konsumsi Harian

Di era digital, fitnah kadang menyebar hanya lewat satu tombol.

Padahal Allah SWT telah berfirman:

“Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.”
(QS. Al-Baqarah: 191)

Namun sekarang, sebagian orang justru menikmati konflik orang lain sebagai “drama Korea” gratisan.

Potongan video tanpa penjelasan lengkap langsung dibagikan. Komentar kasar muncul tanpa berpikir panjang. Nama seseorang bisa hancur hanya dalam satu malam.

Dan yang lebih mengkhawatirkan, banyak orang merasa itu hal biasa.

Akhir Zaman Tidak Selalu Tentang Bencana

Banyak orang menunggu tanda besar akhir zaman. Padahal, perubahan kecil dalam perilaku manusia juga bisa menjadi pengingat penting.

Bukan hanya soal perang atau bencana alam.

Kadang tanda itu terlihat dari:

  • hilangnya adab,
  • mudahnya manusia menghina,
  • dan sulitnya menjaga hati di tengah dunia yang bising.

Karena itu, hadis-hadis akhir zaman sejatinya bukan untuk membuat manusia takut berlebihan. Rasulullah ﷺ justru mengingatkan agar umat tetap menjaga iman, akhlak, dan hati nurani di tengah zaman yang semakin rumit.

Akhir zaman mungkin tidak selalu datang dengan suara menggelegar. Kadang ia hadir pelan-pelan, lewat hati yang makin keras, rasa malu yang perlahan hilang, dan manusia yang sibuk mencari perhatian sampai lupa mencari Tuhan.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi seseorang membaca Al-Qur’an saat merasa sedih dan kehilangan harapan.

    Merasa Hidup Berantakan? Surat Ad-Dhuha Punya Jawaban yang Menenangkan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua luka terlihat dari wajah. Ada orang yang tetap tersenyum, tetap bekerja, tetap terlihat kuat, tetapi diam-diam merasa hancur di dalam dirinya. Di titik seperti itu, banyak orang mulai bertanya dalam hati: “Apakah Allah masih peduli?” Menariknya, pertanyaan semacam itu ternyata pernah muncul pada masa Rasulullah SAW. Karena itulah, Tafsir Ad-Dhuha […]

  • puasa qadha digabung sunnah

    Bolehkah Puasa Qadha Digabung dengan Puasa Sunnah?

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pertanyaan tentang puasa qadha digabung sunnah sering muncul setiap tahun, terutama setelah bulan Ramadan berakhir. Banyak umat Islam ingin tahu apakah puasa qadha bisa digabung dengan puasa sunnah, misalnya puasa Senin-Kamis atau puasa enam hari di bulan Syawal. Sebagian orang beranggapan bahwa menggabungkan puasa qadha dan sunnah akan otomatis mendapatkan dua pahala […]

  • Pupuk Bersubsidi

    Pupuk Bersubsidi Jadi Sorotan, Garut Perketat Pengawasan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bagi petani, pupuk bersubsidi bukan sekadar karung berisi pupuk. Ketersediaannya sering menjadi penentu kapan lahan mulai diolah, bibit ditanam, hingga harapan panen mulai disemai. Sebaliknya, ketika pupuk subsidi terlambat diterima atau tidak sampai kepada yang berhak, dampaknya dapat dirasakan sejak awal musim tanam. Berangkat dari kebutuhan tersebut, pengawasan distribusi pupuk bersubsidi […]

  • Orang Hilang Ciamis

    Dicari Keluarga, Ojek Malam Ciamis Hilang Usai Antar Penumpang

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Orang Hilang Ciamis kembali menjadi perhatian publik setelah seorang warga Kecamatan Rajadesa dilaporkan belum kembali ke rumah usai mengantar penumpang pada malam hari. Hingga kini, pencarian warga Ciamis tersebut masih terus dilakukan dengan harapan ada masyarakat yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaannya. Berdasarkan Laporan Keterangan Orang Hilang yang diterbitkan Polsek Rajadesa, pria […]

  • Ilustrasi seseorang tersenyum dalam gemerlap kemewahan, simbol istidraj atau nikmat yang menipu menurut Alquran dan hadis.

    Istidraj: Saat Nikmat Jadi Jalan Kehancuran

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Istidraj sering terdengar sebagai istilah agama, tetapi maknanya jarang benar-benar direnungkan. Istidraj, atau nikmat yang menipu, adalah kondisi ketika seseorang terus menerima karunia Allah, sementara ia tetap tenggelam dalam maksiat. Dalam bahasa yang lebih tajam, istidraj adalah hadiah yang tampak indah, tetapi menyimpan jebakan yang halus. Syekh Ibnu Athaillah dalam Kitab Hikam […]

  • reintroduksi banteng jawa

    Reintroduksi Banteng Jawa: Mandat Negara, Regulasi Konservasi, dan Celah Pertanggungjawaban

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 235
    • 0Komentar

    BBKSDA Jawa Barat memperkuat reintroduksi banteng jawa di Pangandaran guna menekan ancaman kepunahan. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pusat Reintroduksi Banteng Jawa di Pangandaran bukan sekadar proyek konservasi. Program ini berdiri di atas kerangka hukum yang mengikat, dengan konsekuensi administratif dan pidana bagi pihak yang melanggar. Reintroduksi banteng jawa, menurut otoritas kehutanan, adalah implementasi langsung kewajiban negara […]

expand_less