Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Media Sosial hingga Hilangnya Rasa Malu, Inikah Tanda Akhir Zaman?

Media Sosial hingga Hilangnya Rasa Malu, Inikah Tanda Akhir Zaman?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 97
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Dulu banyak orang membayangkan akhir zaman akan datang lewat peristiwa besar yang menggetarkan dunia. Langit gelap, bumi berguncang, atau suara yang membuat manusia panik berlarian. Namun sekarang, sebagian orang justru mulai merasa bahwa tanda-tanda dalam Hadis Akhir Zaman hadir perlahan di tengah kehidupan modern.

Bukan lewat suara menggelegar.

Tetapi lewat perubahan manusia itu sendiri.

Media sosial semakin ramai, tetapi percakapan makin mudah berubah menjadi pertengkaran. Informasi tersebar dalam hitungan detik, sementara kebenaran sering tertinggal di belakang. Semua orang ingin didengar, tetapi sedikit yang benar-benar mau memahami.

Sebagian orang menilai fenomena tersebut mirip dengan tanda-tanda yang disebut dalam hadis.

Semua Orang Punya Suara, Tapi Tidak Semua Membawa Ilmu

Hari ini, siapa pun bisa bicara tentang apa saja. Cukup satu akun dan satu unggahan, seseorang bisa terlihat seperti ahli.

Padahal belum tentu memahami persoalan secara utuh.

Fenomena itu sering terlihat di kolom komentar media sosial. Perdebatan kecil bisa berubah panas hanya dalam beberapa menit. Bahkan di grup WhatsApp keluarga, obrolan sederhana kadang berakhir saling sindir hanya karena perbedaan pandangan.

Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

“Di antara tanda kiamat adalah sedikitnya ilmu dan banyaknya kebodohan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis itu terasa semakin dekat dengan kehidupan sekarang.

Orang lebih cepat membagikan kabar dibanding tabayun, memeriksa kebenarannya. Judul sensasional lebih mudah dipercaya daripada penjelasan panjang yang menenangkan.

Ironisnya, mereka yang benar-benar memahami masalah sering memilih diam. Sementara yang baru membaca satu potongan informasi sudah merasa paling benar.

Hilangnya Rasa Malu di Era Konten

Dulu, banyak orang merasa malu ketika melakukan kesalahan di depan umum. Sekarang situasinya mulai berubah.

Sebagian orang justru sengaja membuka aibnya sendiri demi perhatian dan jumlah viewer.

Dalam hadis riwayat Sahih Bukhari, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jika engkau tidak punya rasa malu, maka berbuatlah sesukamu.”

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun jika diperhatikan, kehidupan modern justru sering memperlihatkan hal sebaliknya.

Tidak sedikit orang rela membuat sensasi demi viral. Ada yang memamerkan pertengkaran rumah tangga, ada pula yang menjadikan masalah pribadi sebagai hiburan publik.

Di warung kopi, fenomena seperti ini sering menjadi bahan obrolan.

“Sekarang mah yang penting rame dulu,” ucap seorang warga sambil tertawa kecil ketika membahas konten viral di media sosial.

Kalimat itu terdengar ringan, tetapi menyimpan realita yang cukup dalam.

Pendusta Dipercaya, Orang Jujur Dicurigai

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang mulai sulit membedakan mana fakta dan mana opini.

Hoaks menyebar cepat. Potongan video tanpa konteks langsung memancing kemarahan publik. Kadang klarifikasi datang belakangan, setelah seseorang lebih dulu dihujat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Pendusta dipercaya dan orang jujur dianggap dusta.”
(HR. Ahmad)

Sebagian orang merasa hadis itu semakin relevan dengan kehidupan digital hari ini.

Di media sosial, informasi yang paling memancing emosi biasanya lebih cepat naik dibanding penjelasan yang tenang dan masuk akal.

Yang paling menyedihkan adalah ketika manusia lebih menikmati keributan dibanding mencari kebenaran.

Teknologi Semakin Canggih, Tetapi Manusia Makin Gelisah

Kehidupan modern membuat semuanya serba cepat.

Pesan terkirim dalam hitungan detik. Belanja bisa dilakukan tanpa keluar rumah. Bahkan hiburan tersedia tanpa batas selama 24 jam.

Namun di balik semua kemudahan itu, banyak orang justru merasa lelah secara mental.

Tidak sedikit yang terlihat tertawa di media sosial, tetapi diam-diam merasa kesepian. Ada yang sibuk membangun citra bahagia, padahal hatinya sedang tidak baik-baik saja.

Fenomena itu sering terlihat di kehidupan sehari-hari. Orang berkumpul di satu meja, tetapi masing-masing sibuk menatap layar ponselnya sendiri.

Dekat secara fisik, jauh secara hati.

Fitnah Menjadi Konsumsi Harian

Di era digital, fitnah kadang menyebar hanya lewat satu tombol.

Padahal Allah SWT telah berfirman:

“Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.”
(QS. Al-Baqarah: 191)

Namun sekarang, sebagian orang justru menikmati konflik orang lain sebagai “drama Korea” gratisan.

Potongan video tanpa penjelasan lengkap langsung dibagikan. Komentar kasar muncul tanpa berpikir panjang. Nama seseorang bisa hancur hanya dalam satu malam.

Dan yang lebih mengkhawatirkan, banyak orang merasa itu hal biasa.

Akhir Zaman Tidak Selalu Tentang Bencana

Banyak orang menunggu tanda besar akhir zaman. Padahal, perubahan kecil dalam perilaku manusia juga bisa menjadi pengingat penting.

Bukan hanya soal perang atau bencana alam.

Kadang tanda itu terlihat dari:

  • hilangnya adab,
  • mudahnya manusia menghina,
  • dan sulitnya menjaga hati di tengah dunia yang bising.

Karena itu, hadis-hadis akhir zaman sejatinya bukan untuk membuat manusia takut berlebihan. Rasulullah ﷺ justru mengingatkan agar umat tetap menjaga iman, akhlak, dan hati nurani di tengah zaman yang semakin rumit.

Akhir zaman mungkin tidak selalu datang dengan suara menggelegar. Kadang ia hadir pelan-pelan, lewat hati yang makin keras, rasa malu yang perlahan hilang, dan manusia yang sibuk mencari perhatian sampai lupa mencari Tuhan.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Digitalisasi Pemerintahan Sumedang

    Sumedang Jadi Rujukan Tata Kelola Pemerintahan Digital

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Kemendagri menilai digitalisasi pemerintahan Sumedang layak jadi percontohan nasional yang transparan dan akuntabel. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah pusat menilai langkah Kabupaten Sumedang dalam membangun sistem pemerintahan berbasis digital bukan sekadar inovasi teknis, melainkan strategi kebijakan yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik. Digitalisasi Pemerintahan Sumedang dinilai berhasil menjawab dua kebutuhan mendasar birokrasi daerah: transparansi […]

  • Garlic Butter Chicken

    Garlic Butter Chicken Jadi Pilihan Menu Western Hemat di Rumah

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Resep garlic butter chicken praktis dan hemat, solusi menu western sederhana untuk dapur rumah tangga. albadarpost.com, FOKUS – Garlic butter chicken menjadi pilihan menu western yang kian diminati karena praktis, ekonomis, dan mudah dibuat di rumah. Dengan bahan sederhana dan teknik memasak singkat, hidangan ini menawarkan solusi bagi warga yang ingin menyajikan makanan bergaya Barat […]

  • moratorium hutan

    Moratorium Penebangan Hutan: Strategi Jawa Barat Jaga Penyangga Ekologi

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Jawa Barat akan menerapkan moratorium penebangan hutan untuk menekan risiko bencana dan kerusakan ekologis. albadarpost.com, HUMANIORA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menerapkan moratorium penebangan hutan di kawasan rawan bencana. Kebijakan ini disiapkan untuk menahan laju kerusakan lingkungan dan meminimalkan potensi banjir, longsor, serta krisis ekologis. Moratorium hutan disebut […]

  • Ilustrasi lahan kering retak saat musim kemarau 2026 dengan latar langit cerah dan suhu panas ekstrem.

    Kemarau 2026 Capai Puncak Agustus, BMKG Minta Waspada!

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 atau kemarau 2026 akan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Selain datang lebih awal di sejumlah wilayah, periode kering tahun ini juga berpotensi memicu kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, masyarakat dan pemerintah daerah diminta segera menyiapkan langkah antisipasi. […]

  • Sekolah Swasta Jabar

    Tak Lolos Negeri, Siswa Jabar Masih Punya Harapan

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sekolah Swasta Jabar kini menjadi bagian penting dalam upaya memperluas akses pendidikan pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Melalui kerja sama dengan sekolah swasta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya memastikan calon murid yang belum diterima di sekolah negeri tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Dengan demikian, keterbatasan daya tampung sekolah […]

  • Chef Halal Ciamis

    Chef Pesantren dan Siswa SMK Ramaikan Kurasi Chef Halal di Ciamis

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Rest Area Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, Selasa (19/5/2026), terlihat berbeda dari biasanya. Aroma masakan khas Nusantara bercampur dengan semangat kompetisi para peserta yang sibuk menata hidangan terbaik mereka. Di lokasi itu, puluhan peserta mengikuti kegiatan kurasi Chef Halal Ciamis yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya sebagai bagian dari penjaringan talenta […]

expand_less