Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Sunah Sering Diremehkan, Padahal Bisa Menjaga Hati Tetap Hidup

Sunah Sering Diremehkan, Padahal Bisa Menjaga Hati Tetap Hidup

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang merasa tenang saat meninggalkan amalan sunah. Alasannya sederhana, karena memang tidak berdosa jika tidak dikerjakan. Pemahaman itu tidak salah. Namun, yang sering luput dipahami adalah dampaknya terhadap hati.

Kebiasaan meninggalkan sunah ternyata bisa membuat seseorang perlahan kehilangan semangat ibadah. Awalnya mungkin hanya melewatkan salat duha atau zikir pagi. Setelah itu, membaca Al-Qur’an mulai jarang. Lama-kelamaan, ibadah wajib pun terasa berat.

Fenomena ini sering terjadi tanpa disadari. Hati menjadi mudah lalai, sementara hubungan dengan Allah perlahan terasa semakin jauh.

Sunah Memang Tidak Wajib, Tapi Sangat Penting

Dalam Islam, amalan sunah bukan sekadar pelengkap. Justru, ibadah tambahan itulah yang sering menjaga hati tetap hidup.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya.”
(HR. Bukhari)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa amalan sunah memiliki posisi istimewa. Melalui ibadah tambahan, seorang hamba membangun kedekatan dengan Allah, bukan hanya menggugurkan kewajiban.

Karena itu, para ulama terdahulu sangat menjaga amalan sunah meskipun terlihat ringan. Mereka memahami bahwa istiqamah dalam ibadah kecil lebih berharga daripada semangat besar yang hanya datang sesekali.

Hati yang Lalai Sering Berawal dari Hal Kecil

Tidak banyak orang sadar bahwa kelalaian hati biasanya muncul secara perlahan. Jarang ada orang yang tiba-tiba jauh dari ibadah. Semuanya berawal dari kebiasaan kecil yang terus dibiarkan.

Hari ini meninggalkan salat rawatib. Besok mulai malas membaca Al-Qur’an. Pekan berikutnya terasa berat bangun lebih awal untuk tahajud. Hingga akhirnya, hati mulai terbiasa hidup tanpa sentuhan ibadah tambahan.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.”
(QS. Al-Hasyr: 19)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa saat manusia mulai jauh dari mengingat Allah, hidupnya juga perlahan kehilangan arah.

Tidak sedikit orang yang terlihat baik-baik saja secara duniawi, tetapi batinnya mudah gelisah. Salah satu penyebabnya bisa jadi karena hati terlalu lama kering dari ibadah dan zikir.

Mengapa Amalan Sunah Menjaga Keimanan?

Amalan sunah membantu hati tetap terhubung dengan Allah di tengah kesibukan dunia. Ketika seseorang rutin menjaga ibadah tambahan, hatinya lebih mudah tenang dan lebih peka terhadap dosa.

Sebaliknya, saat sunah mulai ditinggalkan terus-menerus, kepekaan itu perlahan menurun.

Contohnya sederhana. Orang yang terbiasa membaca Al-Qur’an setelah Subuh biasanya merasa ada yang kurang ketika sehari saja tidak membacanya. Namun, jika kebiasaan itu hilang selama berbulan-bulan, hati mulai merasa biasa tanpa Al-Qur’an.

Di situlah bahaya kelalaian sering bermula.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang kontinu walaupun sedikit.”
(HR. Muslim)

Karena itu, menjaga amalan kecil secara rutin jauh lebih baik daripada melakukan banyak ibadah tetapi tidak istiqamah.

Jangan Tunggu Hati Menjadi Keras

Ada orang yang baru sadar pentingnya amalan sunah ketika hati sudah terasa berat untuk beribadah. Padahal, hati yang keras tidak muncul dalam semalam.

Maka, sebelum kelalaian semakin jauh, mulailah kembali menjaga amalan sederhana:

  • salat rawatib,
  • zikir pagi dan petang,
  • membaca Al-Qur’an beberapa ayat,
  • sedekah kecil,
  • atau salat duha dua rakaat.

Tidak perlu langsung banyak. Yang penting konsisten.

Sebab, hati manusia sangat mudah berubah. Jika tidak dijaga dengan ibadah, dunia akan lebih cepat menguasainya.

Jangan remehkan amalan sunah hanya karena tidak berdosa saat ditinggalkan. Sebab, yang paling dikhawatirkan bukan sekadar meninggalkan ibadah kecil, melainkan ketika hati mulai merasa biasa hidup jauh dari Allah. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tampilan website desa Tasikmalaya tidak aktif dengan halaman kosong tanpa informasi layanan dan transparansi anggaran.

    Website Desa Tasikmalaya Tidak Aktif

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Website desa Tasikmalaya tidak aktif menjadi ironi di tengah gencarnya agenda transformasi digital. Frasa website desa Tasikmalaya tidak aktif bahkan lebih sering mencerminkan realitas dibanding jargon pelayanan berbasis elektronik. Situs resmi tersedia, domain aktif, tetapi konten minim. Bahkan, beberapa laman hanya menampilkan halaman kosong atau berita lama yang tak pernah diperbarui. Padahal, […]

  • CPNS 2025

    CPNS Lulusan SMA dan SMK Masih Dibutuhkan, Ini Formasi dan Instansi yang Buka Lowongan 2025

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    CPNS 2025 siapkan formasi bagi lulusan SMA dan SMK di 16 kementerian dan lembaga strategis Indonesia. Lulusan SMA dan SMK Kini Punya Peluang Besar Jadi ASN albadarpost.com, HUMANIORA – Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tetap menjadi impian bagi banyak orang di Indonesia. Selama ini, profesi sebagai aparatur sipil negara identik dengan lulusan perguruan tinggi. […]

  • Cek bansos PKH BPNT 2026 menggunakan KTP melalui situs resmi Kementerian Sosial

    Resmi, Panduan Lengkap Cek Bansos PKH-BPNT 2026

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial pada 2026 melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Jutaan masyarakat kini bisa cek bansos PKH BPNT pakai KTP secara online melalui situs resmi Kementerian Sosial (Kemensos). Akses informasi yang terbuka membuat masyarakat dapat memastikan status penerima bansos tanpa harus datang ke kantor […]

  • gaji debt collector

    Gaji Debt Collector Tarik Mobil

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Gaji debt collector tarik mobil dibayar per unit berdasarkan tingkat kesulitan, dengan risiko lapangan dan aspek hukum. albadarpost.com, FOKUS – Profesi debt collector kembali menjadi perhatian publik, bukan semata karena besaran fee penarikan mobil, tetapi karena apa yang tersirat di balik sistem kerja tersebut. Skema gaji debt collector tarik mobil yang berbasis hasil membuka pertanyaan […]

  • delik-aduan

    Delik Aduan dalam KUHP Baru: Apa Artinya bagi Publik?

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    KUHP baru menetapkan penghinaan lembaga negara sebagai delik aduan, membatasi pelaporan dan mencegah penyalahgunaan hukum. albadarpost.com, OPINI – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru mulai 2026 membawa satu istilah hukum yang sering terdengar, tetapi belum tentu dipahami publik: delik aduan. Istilah ini menjadi kunci dalam pengaturan kasus penghinaan terhadap lembaga negara yang belakangan banyak […]

  • pernikahan nasional

    Kemenag Mencatat Pernikahan Nasional Naik

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Pernikahan nasional 2025 naik tipis. Kemenag sebut tren penurunan sejak 2022 mulai terhenti. albadarpost.com, HUMANIORA — Kementerian Agama mencatat kenaikan tipis angka pernikahan nasional sepanjang 2025. Data Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) menunjukkan, hingga 31 Desember 2025 pukul 11.00 WIB, jumlah pernikahan yang tercatat mencapai 1.479.533 peristiwa. Angka ini naik 1.231 pernikahan dibandingkan tahun 2024. […]

expand_less