Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Sunah Sering Diremehkan, Padahal Bisa Menjaga Hati Tetap Hidup

Sunah Sering Diremehkan, Padahal Bisa Menjaga Hati Tetap Hidup

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 163
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang merasa tenang saat meninggalkan amalan sunah. Alasannya sederhana, karena memang tidak berdosa jika tidak dikerjakan. Pemahaman itu tidak salah. Namun, yang sering luput dipahami adalah dampaknya terhadap hati.

Kebiasaan meninggalkan sunah ternyata bisa membuat seseorang perlahan kehilangan semangat ibadah. Awalnya mungkin hanya melewatkan salat duha atau zikir pagi. Setelah itu, membaca Al-Qur’an mulai jarang. Lama-kelamaan, ibadah wajib pun terasa berat.

Fenomena ini sering terjadi tanpa disadari. Hati menjadi mudah lalai, sementara hubungan dengan Allah perlahan terasa semakin jauh.

Sunah Memang Tidak Wajib, Tapi Sangat Penting

Dalam Islam, amalan sunah bukan sekadar pelengkap. Justru, ibadah tambahan itulah yang sering menjaga hati tetap hidup.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya.”
(HR. Bukhari)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa amalan sunah memiliki posisi istimewa. Melalui ibadah tambahan, seorang hamba membangun kedekatan dengan Allah, bukan hanya menggugurkan kewajiban.

Karena itu, para ulama terdahulu sangat menjaga amalan sunah meskipun terlihat ringan. Mereka memahami bahwa istiqamah dalam ibadah kecil lebih berharga daripada semangat besar yang hanya datang sesekali.

Hati yang Lalai Sering Berawal dari Hal Kecil

Tidak banyak orang sadar bahwa kelalaian hati biasanya muncul secara perlahan. Jarang ada orang yang tiba-tiba jauh dari ibadah. Semuanya berawal dari kebiasaan kecil yang terus dibiarkan.

Hari ini meninggalkan salat rawatib. Besok mulai malas membaca Al-Qur’an. Pekan berikutnya terasa berat bangun lebih awal untuk tahajud. Hingga akhirnya, hati mulai terbiasa hidup tanpa sentuhan ibadah tambahan.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.”
(QS. Al-Hasyr: 19)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa saat manusia mulai jauh dari mengingat Allah, hidupnya juga perlahan kehilangan arah.

Tidak sedikit orang yang terlihat baik-baik saja secara duniawi, tetapi batinnya mudah gelisah. Salah satu penyebabnya bisa jadi karena hati terlalu lama kering dari ibadah dan zikir.

Mengapa Amalan Sunah Menjaga Keimanan?

Amalan sunah membantu hati tetap terhubung dengan Allah di tengah kesibukan dunia. Ketika seseorang rutin menjaga ibadah tambahan, hatinya lebih mudah tenang dan lebih peka terhadap dosa.

Sebaliknya, saat sunah mulai ditinggalkan terus-menerus, kepekaan itu perlahan menurun.

Contohnya sederhana. Orang yang terbiasa membaca Al-Qur’an setelah Subuh biasanya merasa ada yang kurang ketika sehari saja tidak membacanya. Namun, jika kebiasaan itu hilang selama berbulan-bulan, hati mulai merasa biasa tanpa Al-Qur’an.

Di situlah bahaya kelalaian sering bermula.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang kontinu walaupun sedikit.”
(HR. Muslim)

Karena itu, menjaga amalan kecil secara rutin jauh lebih baik daripada melakukan banyak ibadah tetapi tidak istiqamah.

Jangan Tunggu Hati Menjadi Keras

Ada orang yang baru sadar pentingnya amalan sunah ketika hati sudah terasa berat untuk beribadah. Padahal, hati yang keras tidak muncul dalam semalam.

Maka, sebelum kelalaian semakin jauh, mulailah kembali menjaga amalan sederhana:

  • salat rawatib,
  • zikir pagi dan petang,
  • membaca Al-Qur’an beberapa ayat,
  • sedekah kecil,
  • atau salat duha dua rakaat.

Tidak perlu langsung banyak. Yang penting konsisten.

Sebab, hati manusia sangat mudah berubah. Jika tidak dijaga dengan ibadah, dunia akan lebih cepat menguasainya.

Jangan remehkan amalan sunah hanya karena tidak berdosa saat ditinggalkan. Sebab, yang paling dikhawatirkan bukan sekadar meninggalkan ibadah kecil, melainkan ketika hati mulai merasa biasa hidup jauh dari Allah. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesaktian Pancasila

    Kesaktian Pancasila: Refleksi dan Tantangan Bangsa

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 215
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF. Pagi ini, bangsa Indonesia kembali mengenang Kesaktian Pancasila lewat upacara kenegaraan di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya. Di tengah keragaman tantangan zaman, momentum 1 Oktober 2025 menjadi cermin agar nilai-nilai dasar bangsa tak luntur, tapi kokoh sebagai fondasi persatuan. Sejarah dan Latar Peringatan Peringatan Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober lahir dari kisah […]

  • Hadis Menjaga Lisan

    Hadis Menjaga Lisan: Diam Bisa Jadi Ibadah Terbaik

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Hadis menjaga lisan kembali menjadi pengingat penting di tengah derasnya arus informasi digital. Ketika komentar, unggahan, dan opini mengalir tanpa jeda di media sosial, hadis tentang berkata baik atau diam justru terasa semakin relevan. Di era ketika satu kalimat mampu mengangkat martabat seseorang sekaligus menghancurkannya dalam hitungan detik, Rasulullah SAW telah memberikan […]

  • Menteri Sosial Gus Ipul melakukan sidak di kantor Kemensos terkait ribuan ASN yang bolos di hari pertama kerja usai Lebaran.

    Geger! Ribuan ASN Kemensos Tak Hadir Usai Lebaran, Gus Ipul Langsung Bertindak

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Fenomena ASN Kemensos bolos mendadak menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa ribuan pegawai di lingkungan Kementerian Sosial tidak hadir pada hari pertama kerja usai libur Lebaran 2026. Kasus pegawai Kemensos tidak masuk kerja, atau ASN Kemensos absen tanpa keterangan, memicu langkah tegas dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa […]

  • peluang usaha retail

    Simulasi Balik Modal Franchise Minimarket 2026

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 540
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di balik narasi besar peluang usaha retail, franchise minimarket seperti Alfamart sering dipersepsikan sebagai bisnis aman. Namun, ketika angka dibedah lebih rinci, keuntungan usaha ini sangat bergantung pada lokasi, struktur biaya, dan daya beli warga sekitar. Investigasi ini mencoba mensimulasikan waktu balik modal dan membandingkannya dengan beberapa model franchise minimarket lain. Analisis […]

  • Anggota DPRD Banjar

    Anggota DPRD Banjar Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Investasi Dapur MBG

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dugaan penipuan berkedok investasi pembangunan dapur pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyeret seorang anggota DPRD Kota Banjar berinisial ARM ke proses hukum. Setelah penyidikan dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Negeri Kota Banjar, perkara tersebut kini memasuki tahap penuntutan. Kasus ini bermula dari dugaan penawaran investasi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan […]

  • Ketua Umum MUI

    Munas XI MUI Tetapkan Ketua Umum MUI Baru Lewat Sistem Formatur

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Munas XI MUI menetapkan Ketua Umum MUI periode 2025–2030 melalui sistem formatur 19 anggota. albadarpost.com, HUMANIORA – Keputusan penting dihasilkan dari Musyawarah Nasional XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta setelah forum menetapkan Ketua Umum MUI untuk periode 2025–2030. Forum memilih KH Anwar Iskandar sebagai pimpinan baru melalui mekanisme formatur yang menjadi ciri khas pemilihan […]

expand_less