Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Makna Surat Al-‘Ashr: Kita Sibuk, Tapi Kenapa Hidup Terasa Hilang?

Makna Surat Al-‘Ashr: Kita Sibuk, Tapi Kenapa Hidup Terasa Hilang?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Makna Surat Al-Ashr terasa semakin tajam di zaman modern. Tafsir Surat Al-‘Ashr, makna waktu dalam Islam, dan pesan tentang kerugian manusia kini seperti berbicara langsung kepada kehidupan hari ini. Banyak orang bangun pagi dengan kesibukan penuh, pulang malam dengan tubuh lelah, tetapi tetap merasa ada sesuatu yang hilang dari hidupnya.

Hari berjalan cepat.
Minggu terasa pendek.
Tahun berlalu tanpa benar-benar terasa.

Ironisnya, manusia modern tidak kekurangan aktivitas. Mereka hanya mulai kehilangan arah.

Dan Surat Al-‘Ashr sudah memperingatkan itu sejak berabad-abad lalu.

Al-Qur’an Menyebut Manusia Sedang Rugi

Allah SWT berfirman:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.”
(QS. Al-‘Ashr: 1–3)

Surat ini sangat pendek. Namun justru di situlah letak kekuatannya.

Tidak ada pembukaan panjang.
Tidak ada cerita rumit.

Allah langsung bersumpah atas waktu.

Lalu menyampaikan satu kenyataan yang sering tidak disadari manusia:

manusia sedang rugi.

Bukan nanti.
Bukan besok.
Tapi sekarang.

Kenapa Manusia Modern Merasa Waktunya Cepat Habis?

Dulu manusia takut kehilangan makanan. Hari ini manusia justru kehilangan fokus.

Ponsel tidak pernah diam.
Notifikasi terus datang.
Media sosial menyita perhatian tanpa terasa.

Akibatnya, banyak orang hidup dalam keadaan:

  • sibuk tetapi kosong
  • ramai tetapi kesepian
  • aktif tetapi kehilangan makna

Mereka menjalani hari demi hari, namun sulit menjelaskan sebenarnya sedang menuju ke mana.

Dan yang paling berbahaya, semua itu terasa normal.

Waktu dalam Islam Adalah Umur Manusia

Dalam Islam, waktu bukan sekadar angka.

Waktu adalah hidup itu sendiri.

Karena itu, ketika waktu habis sia-sia, sebenarnya hidup juga ikut terkikis sedikit demi sedikit.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang.”
(HR. Bukhari)

Hadis ini terasa sangat relevan hari ini.

Manusia memiliki teknologi tercepat dalam sejarah. Namun anehnya, mereka justru semakin sulit merasa tenang.

Kita hidup di zaman ketika manusia sibuk mengejar waktu, tetapi lupa untuk hidup.

Surat Al-‘Ashr Tidak Hanya Mengingatkan, Tapi Menyelamatkan

Menariknya, Allah tidak membiarkan manusia tenggelam dalam kerugian tanpa jalan keluar.

Surat Al-‘Ashr memberi empat fondasi agar manusia tidak kehilangan hidupnya.

1. Iman

Iman membuat hidup memiliki arah.

2. Amal Saleh

Kesibukan tanpa nilai tidak akan memberi ketenangan.

3. Saling Menasihati dalam Kebenaran

Manusia membutuhkan lingkungan yang mengingatkan, bukan sekadar menemani.

4. Saling Menasihati dalam Kesabaran

Karena mempertahankan kebaikan di zaman penuh distraksi bukan perkara mudah.

Kerugian Terbesar yang Jarang Disadari

Banyak orang takut kehilangan:

  • uang
  • jabatan
  • relasi
  • kesempatan

Namun Surat Al-‘Ashr menunjukkan sesuatu yang lebih dalam.

Kerugian terbesar adalah kehilangan umur tanpa sadar.

Dan itu terjadi perlahan.

Sedikit demi sedikit.
Hari demi hari.
Sampai akhirnya manusia tersadar ketika waktu sudah terlalu jauh berjalan.

Sibuk Tidak Selalu Berarti Hidup

Inilah jebakan terbesar zaman modern.

Manusia mengira dirinya hidup hanya karena terus bergerak.

Padahal bisa jadi:

  • tubuhnya aktif
  • pikirannya penuh
  • tetapi hatinya kosong

Surat Al-‘Ashr seperti alarm keras yang membangunkan manusia dari rutinitas yang melelahkan.

Karena hidup bukan tentang siapa paling sibuk.

Hidup adalah tentang siapa yang paling sadar ke mana waktunya pergi.

Renungan yang Menusuk Diam-Diam

Mungkin itulah alasan mengapa Surat Al-‘Ashr terasa begitu menusuk.

Ia tidak berbicara tentang orang lain.

Ia berbicara tentang kita.

Tentang waktu yang terus berjalan diam-diam.
Tentang umur yang perlahan habis tanpa suara.
Dan tentang hidup yang sering terasa penuh, tetapi sebenarnya kosong.

Dan mungkin, rasa gelisah yang sering muncul dalam hati bukan karena kita kurang hiburan.

Mungkin karena jiwa kita sedang lelah hidup tanpa arah.

Kita sering takut terlambat dalam urusan dunia. Tapi Surat Al-‘Ashr mengingatkan sesuatu yang jauh lebih menakutkan: hidup bisa habis duluan, sebelum kita benar-benar sempat hidup. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tabrakan kereta Bekasi Timur 2026

    Stasiun Bekasi Timur Ditutup Usai Insiden KA Maut

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Suasana pagi di jalur padat Jabodetabek berubah menjadi kepanikan setelah tabrakan kereta Bekasi terjadi pada salah satu lintasan utama yang menghubungkan Jakarta dan Bekasi. Dua rangkaian kereta terlibat dalam insiden keras yang menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai puluhan penumpang lainnya. Tidak lama setelah kejadian, stasiun Bekasi Timur ditutup sementara untuk […]

  • Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026: Daftar 48 Tim dan Pembagian Grup Resmi, Ada Grup Neraka!

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Piala Dunia 2026 akhirnya menjadi sorotan dunia setelah daftar 48 tim dan pembagian grup resmi dirilis. Turnamen akbar ini menghadirkan format baru yang memperluas jumlah peserta, sehingga persaingan Piala Dunia 2026 dipastikan semakin ketat dan penuh kejutan. Selain itu, ajang sepak bola terbesar di dunia ini akan digelar di tiga negara […]

  • aturan rumah subsidi

    Ini Syarat, Batas Waktu, dan Risiko Jual Rumah Subsidi

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Ingin jual rumah subsidi? Pahami aturan rumah subsidi, syarat, batas waktu, dan risiko agar tidak melanggar hukum. albadarpost.com, FOKUS – Banyak pemilik rumah subsidi mulai mempertanyakan satu hal penting: apakah rumah subsidi boleh dijual kembali? Pertanyaan ini kerap muncul seiring perubahan kondisi ekonomi, kebutuhan pindah tempat tinggal, hingga keinginan meningkatkan kualitas hunian. Namun, tidak seperti […]

  • anak tidak sekolah

    Data Sudah Ada, Aksi Ditunggu! Wabup Tasikmalaya Soroti Anak Putus Sekolah

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Anak tidak sekolah kini menjadi isu panas di Tasikmalaya. Fenomena anak putus sekolah dan ATS (anak tidak sekolah) bahkan mulai dianggap sebagai alarm serius yang tak bisa lagi diabaikan. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, langsung angkat suara. Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh berhenti di atas kertas. Sebaliknya, seluruh pihak […]

  • Mobil Wangsit Tasikmalaya melayani warga membeli sembako murah di halaman kantor kelurahan dengan antrean tertib.

    Jadwal Mobil Wangsit Tasikmalaya Mei 2026 Resmi, Ini Lokasi Pasar Murah TPID

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jadwal Mobil Warung Stabilisasi Inflasi Kota Tasikmalaya (Wangsit) Tasikmalaya untuk Mei 2026 resmi dirilis. Program pasar murah keliling ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang dijalankan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Jadwal Mobil Wangsit, lokasi pasar murah Tasikmalaya, serta titik distribusi sembako murah kini menjadi informasi penting yang […]

  • kerja sama PBNU MCA

    Kerja Sama PBNU-MCA Dibuka, Pekerja Migran dan Ekonomi Disorot

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kerja sama PBNU MCA bukan sekadar pertemuan organisasi. Di balik agenda kolaborasi PBNU MCA dan hubungan Indonesia–Malaysia, ada isu besar yang ikut dipertaruhkan: nasib pekerja migran. Pertemuan ini membuka peluang, tetapi sekaligus memunculkan pertanyaan—apakah kerja sama ini benar-benar menyentuh masalah di lapangan? Bukan Sekadar Diplomasi, Ini Soal Dampak Nyata Pertemuan antara Pengurus […]

expand_less