Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Makna Surat Al-‘Ashr: Kita Sibuk, Tapi Kenapa Hidup Terasa Hilang?

Makna Surat Al-‘Ashr: Kita Sibuk, Tapi Kenapa Hidup Terasa Hilang?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Makna Surat Al-Ashr terasa semakin tajam di zaman modern. Tafsir Surat Al-‘Ashr, makna waktu dalam Islam, dan pesan tentang kerugian manusia kini seperti berbicara langsung kepada kehidupan hari ini. Banyak orang bangun pagi dengan kesibukan penuh, pulang malam dengan tubuh lelah, tetapi tetap merasa ada sesuatu yang hilang dari hidupnya.

Hari berjalan cepat.
Minggu terasa pendek.
Tahun berlalu tanpa benar-benar terasa.

Ironisnya, manusia modern tidak kekurangan aktivitas. Mereka hanya mulai kehilangan arah.

Dan Surat Al-‘Ashr sudah memperingatkan itu sejak berabad-abad lalu.

Al-Qur’an Menyebut Manusia Sedang Rugi

Allah SWT berfirman:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.”
(QS. Al-‘Ashr: 1–3)

Surat ini sangat pendek. Namun justru di situlah letak kekuatannya.

Tidak ada pembukaan panjang.
Tidak ada cerita rumit.

Allah langsung bersumpah atas waktu.

Lalu menyampaikan satu kenyataan yang sering tidak disadari manusia:

manusia sedang rugi.

Bukan nanti.
Bukan besok.
Tapi sekarang.

Kenapa Manusia Modern Merasa Waktunya Cepat Habis?

Dulu manusia takut kehilangan makanan. Hari ini manusia justru kehilangan fokus.

Ponsel tidak pernah diam.
Notifikasi terus datang.
Media sosial menyita perhatian tanpa terasa.

Akibatnya, banyak orang hidup dalam keadaan:

  • sibuk tetapi kosong
  • ramai tetapi kesepian
  • aktif tetapi kehilangan makna

Mereka menjalani hari demi hari, namun sulit menjelaskan sebenarnya sedang menuju ke mana.

Dan yang paling berbahaya, semua itu terasa normal.

Waktu dalam Islam Adalah Umur Manusia

Dalam Islam, waktu bukan sekadar angka.

Waktu adalah hidup itu sendiri.

Karena itu, ketika waktu habis sia-sia, sebenarnya hidup juga ikut terkikis sedikit demi sedikit.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang.”
(HR. Bukhari)

Hadis ini terasa sangat relevan hari ini.

Manusia memiliki teknologi tercepat dalam sejarah. Namun anehnya, mereka justru semakin sulit merasa tenang.

Kita hidup di zaman ketika manusia sibuk mengejar waktu, tetapi lupa untuk hidup.

Surat Al-‘Ashr Tidak Hanya Mengingatkan, Tapi Menyelamatkan

Menariknya, Allah tidak membiarkan manusia tenggelam dalam kerugian tanpa jalan keluar.

Surat Al-‘Ashr memberi empat fondasi agar manusia tidak kehilangan hidupnya.

1. Iman

Iman membuat hidup memiliki arah.

2. Amal Saleh

Kesibukan tanpa nilai tidak akan memberi ketenangan.

3. Saling Menasihati dalam Kebenaran

Manusia membutuhkan lingkungan yang mengingatkan, bukan sekadar menemani.

4. Saling Menasihati dalam Kesabaran

Karena mempertahankan kebaikan di zaman penuh distraksi bukan perkara mudah.

Kerugian Terbesar yang Jarang Disadari

Banyak orang takut kehilangan:

  • uang
  • jabatan
  • relasi
  • kesempatan

Namun Surat Al-‘Ashr menunjukkan sesuatu yang lebih dalam.

Kerugian terbesar adalah kehilangan umur tanpa sadar.

Dan itu terjadi perlahan.

Sedikit demi sedikit.
Hari demi hari.
Sampai akhirnya manusia tersadar ketika waktu sudah terlalu jauh berjalan.

Sibuk Tidak Selalu Berarti Hidup

Inilah jebakan terbesar zaman modern.

Manusia mengira dirinya hidup hanya karena terus bergerak.

Padahal bisa jadi:

  • tubuhnya aktif
  • pikirannya penuh
  • tetapi hatinya kosong

Surat Al-‘Ashr seperti alarm keras yang membangunkan manusia dari rutinitas yang melelahkan.

Karena hidup bukan tentang siapa paling sibuk.

Hidup adalah tentang siapa yang paling sadar ke mana waktunya pergi.

Renungan yang Menusuk Diam-Diam

Mungkin itulah alasan mengapa Surat Al-‘Ashr terasa begitu menusuk.

Ia tidak berbicara tentang orang lain.

Ia berbicara tentang kita.

Tentang waktu yang terus berjalan diam-diam.
Tentang umur yang perlahan habis tanpa suara.
Dan tentang hidup yang sering terasa penuh, tetapi sebenarnya kosong.

Dan mungkin, rasa gelisah yang sering muncul dalam hati bukan karena kita kurang hiburan.

Mungkin karena jiwa kita sedang lelah hidup tanpa arah.

Kita sering takut terlambat dalam urusan dunia. Tapi Surat Al-‘Ashr mengingatkan sesuatu yang jauh lebih menakutkan: hidup bisa habis duluan, sebelum kita benar-benar sempat hidup. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dokter Lapas Tasikmalaya

    Lapas Tasikmalaya Krisis Dokter, 435 Warga Binaan Bergantung pada Rujukan RS

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dokter Lapas Tasikmalaya kini menjadi kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi. Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya, sebanyak 435 warga binaan menjalani aktivitas sehari-hari tanpa dukungan dokter umum maupun dokter gigi. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas layanan kesehatan sekaligus meningkatkan risiko keterlambatan penanganan medis bagi para penghuni lapas. […]

  • Kereta Jakarta-Pangandaran

    Jawa Barat Kebut Proyek Kereta Jakarta-Pangandaran Rp 8 Triliun

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Gubernur Dedi Mulyadi kebut Proyek Kereta Jakarta-Pangandaran senilai Rp 8 triliun. Jadi solusi pemerataan dan percepatan ekonomi selatan Jawa Barat. Proyek Ambisius: Konektivitas Selatan Jawa Barat Lewat Kereta albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bersiap meluncurkan proyek infrastruktur transportasi monumental yang dirancang untuk merombak peta ekonomi dan mobilitas di wilayah selatan. Proyek […]

  • Keluarga korban melapor ke Polres Tasikmalaya terkait kasus bobotoh tewas diduga dikeroyok usai nobar Persib.

    Pulang Nobar Persib, Remaja Tasikmalaya Tewas Dikeroyok

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus bobotoh tewas di Tasikmalaya usai menonton bareng pertandingan Persib Bandung kembali menyita perhatian publik. Seorang remaja berinisial MI (18), warga Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan brutal saat perjalanan pulang dari acara nobar laga Bhayangkara FC melawan Persib Bandung. Peristiwa tragis itu kini resmi dilaporkan […]

  • Personel Polres Pangandaran sosialisasikan Operasi Pekat Lodaya 2026 tentang bahaya narkoba dan miras.

    Operasi Pekat 2026, Komitmen Pangandaran Bersih Narkoba

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Operasi Pekat Lodaya 2026 kembali ditegaskan Polres Pangandaran sebagai langkah konkret memerangi narkoba dan minuman keras. Dalam operasi penyakit masyarakat tersebut, aparat memperkuat pengawasan serta penindakan terhadap peredaran zat terlarang. Selain itu, Operasi Pekat Lodaya 2026 juga menjadi momentum memperkuat komitmen Pangandaran Bersinar atau bersih narkoba. Polres Pangandaran menyampaikan bahwa narkoba […]

  • jalan Cireundeu Tasikmalaya

    Sejak Era Soekarno, Jalan Ini Jadi Harapan Warga Bojonggambir

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jalan Cireundeu Tasikmalaya bukan sekadar ruas penghubung antar desa. Bagi warga, ini adalah jalur hidup yang tak kunjung berubah. Dari era Presiden Soekarno hingga hari ini, jalan poros Bojongkapol–Cikangkung–Cireundeu–Cihanura tetap berbatu. Saat kemarau, debu menutup pandangan. Saat hujan turun, lumpur membuat kendaraan harus merayap. Masalahnya bukan baru kemarin. Ini sudah puluhan […]

  • penipuan perekrutan kerja

    Rute Gelap Perekrutan: Jejak 13 Pekerja Jabar dari Janji Sawit hingga Terlantar di Kalbar

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di sebuah ruang kecil di Polda Kalimantan Barat, tiga belas wajah itu duduk menunggu kabar pemulangan. Mereka berasal dari Garut dan Tasikmalaya, dua kabupaten yang melahirkan banyak perantau muda. Perjalanan mereka menuju Kalimantan berawal dari janji yang tampak sederhana: pekerjaan sebagai buruh sawit dengan upah yang cukup untuk menutup kebutuhan keluarga. Janji […]

expand_less